Funeconomics: Pengangguran

It's been like a centuryyy since my last two posts Funeconomics: Eksternalitas and Funeconomics: Answer These Questions! were published. Dan setelah itu aku nggak pernah nulis lagi mengenai funeconomics. Pengennya sih bisa menulis supaya yang baca (hihi emang ada yang mau baca) bisa belajar istilah ekonomi dengan fun gitu. Eh tapi aku sendiri belajar ekonomi gak pernah fun, ahahaha...

Sebelumnya kan aku menulis profileku dengan deskripsi: pengangguran terselubung. Trus sedikit baca-baca mengenai pengangguran. Aku jadi penasaran, sebenernya definisi pengangguran yang sebenernya itu gimana sih. Aku sudah lupa pelajaran Ibu Miranda Goeltom dua tahun lalu. Kucari-cari lah dan kutanya-tanya ke Kartika, temanku yang paling oke!

Semoga nggak ada anak sejurusanku baca ini. Hehehe yang tahu blogku paling Kartika sama Aji. Mereka juga jarang mampir. Paling komentarnya, "Ih, definisi pengangguran ajaaa gak tahuuu!"

Apa benar aku pengangguran terselubung?


Definisi pengangguran ini ada banyak sekali. Menurut dia, menurut beliau, menurutku, menurutmu, bisa berbeda. Akan tetapi, karena di Indonesia yang menghitung pengangguran itu Biro Pusat Statistik (BPS), well sebenarnya banyak yang menghitung sih, maka mari aku jabarkan definisi-definisi terkait pengangguran menurut BPS yang tertera dalam Katalog BPS: Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia Agustus 2011.
  • Bekerja: melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi).  
  • Angkatan Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan.
  • Tingkat pengangguran terbuka: perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.
Anehnya di katalog tersebut, definisi pengangguran justru tidak dimasukkan. Tapi dari definisi tingkat pengangguran terbuka sudah jelas, pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Nah, definisi bekerja malah keren, karena hanya bekerja satu jam pun dalam seminggu yang lalu juga disebut bekerja. Kalau kerjanya sudah dua minggu yang lalu, dan seminggu lalu nggak kerja berarti ya masuk pengangguran.

Definisi menurut BPS ini sering direvisi. Aku ingat banget waktu Miranda Goeltom memaparkan definisi pengangguran dengan berkata, "ini definisi pengangguran yang terbaru." Tapi definisinya malah lupa. Hihi ^^ Dan definisi bekerja dan pengangguran itu beda-beda di tiap negara. Aku nggak ngerti lah ya yang di negara lain. Tapi menarik juga untuk diketahui.


Setelah itu, ada pengangguran menurut jam kerja.
  • Pekerja Tidak Penuh (dahulu disebut setengah pengangguran) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).
  • Setengah penganggur adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa).
  • Pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).
Kenapa ada dalam kurung dahulu disebut dahulu disebut? Karena ya itu tadi, definisi menurut BPS bisa berubah-ubah, kata Mbak Millati mengikuti definisi yang digunakan United Nations (UN). Ada yang menjadi salah satu yang di atas? Hihihi kalau aku sih pengangguran benar-benar tapi bukan golongan tiga di atas.

Nahhh, ada lagi yang unik. Tapi ini nggak ada di BPS. Pengangguran juga bisa dibedakan menjadi pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan pengangguran dukalara (involuntary unemployment). Gak tahu ya, aku nyengir sendiri baca dukalara, aku juga baru tahu barusan. Aku dulu ya tahunya pengangguran tidak sukarela aja.

Kalau pengangguran sukarela itu ya orang-orang yang masuk angkatan kerja tapi secara sukarela nggak nyari kerja. Misalnya, orang males kerja, pelajar, mahasiswa, atau orang yang sudah pensiun tapi umurnya masih di bawah 64 tahun. Sedangkan pengangguran dukalara itu pengangguran yang nyari kerja tapi nggak nemu-nemu. Fufufufu...

Aku tahu kalian mulai bosan... (pede ada yang baca sampe sini hehehe).
Satu lagi satu lagi. Pengangguran juga bisa dibedakan menjadi pengangguran terkentara dan pengangguran terselubung. Yang terkentara ya yang terbuka yang jelas-jelas menganggur, sedang yang terselubung itu bekerja tapi tidak optimal. Misalnya jam kerjanya jauh di bawah dari 35 jam seminggu.

Kesimpulannya... aku bukan pengangguran terselubung!
Aku pengangguran sukarela!
Volunteer pengangguran!
Kenapa pake tanda seru ya... kayak bangga banget gitu!

Ahahahaha, sekian rubrik funeconomics dari saya. XOXO. Hug hug kiss kiss.



Sumber dan Referensi:
Katalog BPS: Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia Agustus 2011
http://www.bps.go.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran 
http://article-directoryy.blogspot.com/2011/04/pengangguran-meningkatkan-resiko-mati.html
http://www.mscareergirl.com/2010/04/05/how-8-months-of-unemployment-turned-out-to-be-a-blessing-in-disguise/
*definisi yang di bullet benar-benar dikopi persis*

    90 comments:

    1. idih, banyak banget ya jenis pengangguran, saya termasuk yg mana ya, mungkin pengangguran pelipurlarapurbakala kali ya, embuh, mumet Un :p

      ReplyDelete
    2. aku juga penganguran sukarela ah, kan dg sukarela dan ikhlas mengurus keluarga :)

      ReplyDelete
    3. itu istilah resmi ya pengangguran dukalara itu? kocak banget sih pemilihan kata2nya... :P

      ReplyDelete
    4. Saya pengacara... pengangguran paling banyak acara....

      Kayaknya mbak una pengangguran sukarela...
      Pekerjaan mbak una di blog kan gak nyampe 35 jam seminggu (~_~

      ReplyDelete
    5. kalo aku apa ya? hmm... bingung juga sama definisi2nya, gag ada yang cocok denganku :D

      ReplyDelete
    6. Aku belajar ini di sklh, hihi. Materi ini jg di unas-in lhoo buat anak sma ips :D

      ReplyDelete
    7. Kalo aku termasuk penganguran cinta :)) ada ga?

      ReplyDelete
    8. pengangguran dukalara?
      aduuh,,. melas banget sih sebutannya..
      udah duka, lara pula..

      ReplyDelete
    9. Eh, ternyata jenis2 pengangguran macam2 juga ya ternyata :D

      ReplyDelete
    10. @Stupid monkey Pengangguran sebelum masehi wkwk. Menurutku mas bukan pengangguran ah...

      ReplyDelete
    11. @Arman Ngga ada di BPS sih. Tapi siapapun yang menciptakan kata itu pasti daya humornya tinggi :D

      ReplyDelete
    12. @Syifa Azz Kalau kamu bukan pengangguran Syif. Kamu kan jualan tuh :)

      ReplyDelete
    13. pengen ngakak pas baca tentang pengangguran dukalara.....kira2 sopo yo sing gawe istilah ko ngono....?

      ReplyDelete
    14. ehh pengangguran dukalara itu aku baru tahuuu, lucuu yah namanya hahahaha

      ReplyDelete
    15. pengangguran dukalara :( hiks ngenes banget sudah pengangguran ditambah dukalara pulak :( ga ada ya istilah laennya? ah meski dukalara membaca endingnya bikin tersenyum ngikik sendiri.. xixixiixi apaladi pedenya bikin aku nggak tega untuk nggak nuntasi baca :)

      Pagi semua... mampir dong :D

      ReplyDelete
    16. @Mami Zidane Wakaka mbuhhh. Kayaknya yang bikin termasuk golongan itu x)

      ReplyDelete
    17. @Nunu El-Fasa Hahaha, makasih sudah nuntasin.
      Okeee, pasti mampir. Aku masukin blog mbak di list dulu yah ;)
      Biar apdetannya keliatan hehe~

      ReplyDelete
    18. pengangguran dukalara, ngenes men yo... moga ga tjd pd dirikyu :D
      baru tau istilah itu hihihi

      ReplyDelete
    19. Kalau aku pengacara Una Maya hi hi hi ,

      Pengacara (Pengangguran Banyak Acara) hehe

      ReplyDelete
    20. Asal jangan sampai tercipta defenisi baru aja na, pengangguran dukalara hinadinanista :D
      Sereeem kan tuh..:D
      Btw, kalo nggak bekerja karena udah punya aset yang berjalan dengan sistem (misalnya:pemegang lisensi KFC,MacD,dll) itu pengangguran berduit dong Na..:D kan ga ada jam kerjanya tapi banyak duitnya :D

      ReplyDelete
    21. wadoh, pengangguran itu ya saya ini. hohohohoho

      ReplyDelete
    22. Ih...jadi inget pelajaran ekonomi pas SMU dulu hohoho

      ReplyDelete
    23. @ria haya Hahaha nggak akan. Aku juga gak mau :(

      ReplyDelete
    24. @Juwita Hsu Itu mahhh sedih bangeeet @_@
      Hihihi mau tuh jadi kayak gitu. Tapi kan dia mudanya juga kerja keras :D

      ReplyDelete
    25. @Orin Pasti lulusnya dah lama banget ya...

      ReplyDelete
    26. Hihi..dasar BPS ya, mo bikin definisi pengangguran aja berubah-ubah. Mungkin tergantung siapa yang mo dibikin seneng kali' yah. Maksudnya biar supaya kinerja pemerintahan dianggap berhasil, dibikinlah definisi pengangguran yang 'longgar' supaya hasil statistiknya keliatan kalo angka pengangguran mengecil :D

      ReplyDelete
    27. jangan sedih, jangan murung, :D
      hmm pengangguran duka lara hehe,

      ReplyDelete
    28. jangan percaya dengan BPS te ... ngapusi itu .. semua interpretasinya gan benerrr... hanya itunganya yang bener

      ReplyDelete
    29. Kenapa ada dalam kurung dahulu disebut dahulu disebut? Karena ya itu tadi, definisi menurut BPS bisa berubah-ubah. Suka-suka BPS-nya kayaknya.

      For your information.. Konsep dan definisi BPS itu mengacu pada definisi UN yang digunakan seluruh negara supaya bisa diperbandingkan. Termasuk definisi "bekerja".

      Buat yang bilang "jangan percaya BPS" silakan berikan argumen yang ilmiah.

      ReplyDelete
    30. @Millati Indah Oke.
      Bukan aku yang bilang "jangan percaya BPS" ya...

      ReplyDelete
    31. @ millati: saya endak tanya baiknya BPS mbak ... Saya orang statistik jadi sudah tahu seperti apa BPS di indonesia. Saya hanya komentar kalo BPS Indonesia kebanyakan salah dalam menginterpretasi itungannya... itu saya menyadr dari Prof. Waigo di kampus saya ...

      Terima kasih

      ReplyDelete
    32. @Deby Putra Bahrodin

      BPS salah interpretasi? Ada contoh angka yang salah di-interpretasi? Angka apa?

      ReplyDelete
    33. @miliati makanya baca koran dan sering-sering lihat situs BPS ..kalo mau debat jangan di sini.... gak sopan .... ini rumah orang (saya tunggu di FB)

      ReplyDelete
    34. @Deby Putra Bahrodin

      Wew? Saya gak sopan? Kayanya Anda deh yang nggak sopan. Silakan tulis artikel ilmiah aja tentang data BPS. Kami bukan instansi yang menutup diri atas kritik, kok. Asal kritiknya disampaikan dengan ilmiah tanpa mendiskreditkan instansi.

      ReplyDelete
    35. pengangguran terselubung itu adalah orang yang malah komentar di blog ini ketika sedang jam kerja, sedang di kantor pula, hihi

      ReplyDelete
    36. @jarwadi Hahaha, untuk aku pengangguran kentara :P

      ReplyDelete
    37. Akhirnya pakai Form komentar klasik bisa komentar...
      Jadi, Pengangguran beneran nih?

      ReplyDelete
    38. #Big hug for you too#
      Untung bisa baca sampai habis. Tapi kalo Una tanya balik, pasti saya jawab 'lupa' hahaha.

      Ah, Una gak nganggur koq. Tuh mulai pasang ads kan?
      banyak orang kerjaannya dari masang2 ads lho, cuma belum diakui negara saja kayaknya ya hehehe
      #Eh, tapi kan diterima (kalo ada) dipotong pajak juga?#

      Btw, teman2 saya ada yang bilang profesinya BLOGGER lho, padahal ada yang manager, dosen (dokter lagi), dokter gigi, direktris .... coba. Kalo ditanya mereka lebih suka nyebut BLOGGER sebagai profesi mereka :D

      Jadi kesimpulannya UNA BUKAN PENGANGGURAN.
      Sekian komen dari saya ...
      #__#

      ReplyDelete
    39. wah pengangguran, niar penggangguran apaan yaa mbak una :D

      ReplyDelete
    40. @Tebak Ini Siapa

      nilai di IP gak ada hubungannya dgn tingkat kecerdasan dan kepintaran seseorang.

      ReplyDelete
    41. @Mugniar Hahaha, lupa juga gapapa. Ga baca pun sebenernya gapapa. kan hak asasi hehe.

      Hahaha tapi dari ads menghasilkan dikit banget mbak... semoga blogger bisa jadi salah satu profesiku :D

      ReplyDelete
    42. @21inchs Ada. Pinter mempengaruhi IP secara signifikan, tapi pinter bukan satu-satunya faktor.

      ReplyDelete
    43. jiahhhh penganguran dukalara kkkkkkk istilahnya kok begitu ya hehehe,

      iya waktu pertama mampir pernah liat profil mbak una yang bilang pengangguran terselubung dulu gak tau artinya sekarang jadi tauu wihhhhh hebat pisan pelajaran kali ini mantapsssss

      d(^o^") - loch loch loch sekarang shely yang nampang ya hihihihihi

      ReplyDelete
    44. Halo pengangguran sukarela... hehehe
      Seru juga baca postinganmu, Una.. :)
      Apa kabar?

      ReplyDelete
    45. Jadi inget Shah Rukh Khan pas maen di film MY NAME IS KHAN di jalanan sambil bawa kardus bertuliskan "Repair almost everything" yang emang bener2 butuh pekerjaan untuk mencari penghasilan...

      Tos sesama Pengacara (pengangguran banyak acara)!!!!

      ReplyDelete
    46. @ekoeriyanah Hahahaha iya Una udah males ngeblog. Shirley yang ngeblog ufufufu hahahaha

      ReplyDelete
    47. @catatan kecilku Alhamdulillah baik, eh aku belum mampir ke tempat mbak lagi :)

      ReplyDelete
    48. @Faril Iya hehe. Eh aku gak banyak acara tuh, ga toss ahhh :D

      ReplyDelete
    49. berantemnya kok berenti wkwkwkwkwwkwkkk. . . . cemen. .

      ReplyDelete
    50. @Tebak Ini Siapa

      Iya sih .. masih dikit. orang Indonesia gak suka ngeklik ads ya
      #Sy juga suka lupa ngeklik ads-nya Una. Baru sekali :D#

      ReplyDelete
    51. Ada juga ya istilah pengangguran dukalara, haha.. Tambah nih perbendaharaan kata hari ini.

      ReplyDelete
    52. @Tebak Ini Siapa
      iya setuju.
      banyak faktor yg mempengaruhi; ketekunan, kerajinan dll.

      ReplyDelete
    53. @Tebak Ini SiapaAda artikel tentang pengangguran yang stress nyari kerja nih,dibaca ya.. Kalo perlu diikuti serialnya --> http://sedetikdibulan.blogspot.com/2012/02/k-learns-storytelling-7.html

      ReplyDelete
    54. Mas Jarwadi nyindir aku nich *buru-buru tutup laptop terus pura-pura kerja* :D

      ReplyDelete
    55. @Susu Segar

      Sorry, maksudnya cemen itu nyebut siapa, ya?
      Begini. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perdebatan karena orang yang saya debat pun tidak memberikan argumen yang ilmiah, jadi suatu hal yang sia-sia bila saya melanjutkan debat kusir tersebut. Daripada ujung-ujungnya berantem yang tidak ada manfaatnya melainkan banyak mudharat, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah. Apabila yang bersangkutan berniat menyampaikan argumen ilmiah, saya dengan senang hati akan mengakomodasinya dan mendiskusikan hal tersebut dengan rekan-rekan saya.

      ReplyDelete
    56. @21inchs Jadi, menarik pendapatmu yang sebelumnya? :P

      ReplyDelete
    57. @Millati Indah hehhheheheee .. . sapa ya. . . ada deh. . .

      gini lo mbak mila.. bukan maksud menggurui ya. . . tapi aku cermati kalian ntu debatnya sama sama ndak ilmiah. . . post diatas juga kurang komplit datanya, eh mbak milla juga nanggepinnya dengan ngepost ndak ilmiah juga .. . . jadi aku pikir kalian ndak ilmiyah semua.. . . mungkin kalau mbak milla ngepost dengan menunjukan data-data falid sesuai realitas nah ntu kayaknya baru ilmiyah. . . maap lo klo aku lancang ngomongnya . . .

      ReplyDelete
    58. @Susu Segar

      that's why i decided to stop it. yang bersangkutan tidak memberikan argumen berdasarkan fakta, tanpa fakta dari dia mana mungkin saya menyampaikan bantahan? apa yang mau saya bantah? beda dengan Una yang yang pendapatnya "jelas" jadi bisa dibantah.

      ReplyDelete
    59. @Susu Segar
      Oh, ya. Yang saya lakukan kemarin bukan mendebat seseorang, tapi meminta seseorang memberikan argumen yang ilmiah. Tolong dibedakan, ya. Dan maksud saya bukan memulai pertengkaran atau keributan. Saya cuma tidak ingin ada statement yang menjelekkan tanpa bukti. Itu saja.

      Una, sorry menuhin lapakmu.

      ReplyDelete
    60. ckckckckk, keknya saya ketinggalan berita banyak niih,, rumah Una rameeee yaaa,, ckckkckk gk ngerti Ekonomi nih saya, cuma tau 1+1 = 2 :p

      baru tahu kalo definisi pengangguran itu buanyakk banget ya, aneh2 pula :p

      ReplyDelete
    61. berarti aku termasuk pengangguran ya. soalnya jam kerjaku juga santai. hehehe

      ReplyDelete
    62. @Sang Cerpenis bercerita Kalo ditotal masih 35 jam sih bukan pengangguran mbak :D

      ReplyDelete
    63. mampirnya telat..jd dah sepi. Tp kira-2 aku masuk versi pengangguran yg mana ya? #bingung

      ReplyDelete

    Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!