Dibeliin Mama Emas 100 Gram

Sore-sore, Mama pulang kerja. Kebiasaannya manggil "Un, Un!" Tapi kali ini ngga cuma manggil doang, tapi ditambahi... "Nih, tadi aku ke Antam beli LM (logam mulia -red) 100 gram. Buat kamu nih."

Mama aku memang suka mendadak ngasih sesuatu. Tapi emas 100 gram yaaa... hmm berarti kira-kira ya sekitar 50 juta. Pertama kali nih dibeliin benda segitu mahalnya. Ngga usah ditanya (ngga ada yang mau nanya juga sih), wajahku udah bahagia sebahagia-bahagianya.

Ini nih wadahnya.


Speako - Slip of the Tongue

Akhir-akhir ini, aku menyadari kalau ternyata aku punya sedikit sifat perfeksionis. Nggak dalam semua hal sih. Misalnya, waktu SMA aku suka banget pelajaran bahasa asing (Jepang dan Jerman), jadi kalau ujian ya targetku nggak cuma 80! Tapi 100! Anaknya ambi banget ya. Sayangnya ngga berlaku pas kuliah. Ngga ada pelajaran yang disuka. Alhasil, udah bisa keluar dari kampus meski nilai tidak memuaskan aja udah bahagia banget.

Kalau dalam ngeblog ya, ngga tahu ada hubungannya sama perfeksionisitas (ngarang banget ini vocab), pokoknya aku tuh sebel banget sama yang namanya typo! Wuoh, kalau lagi blogwalking trus baca tulisan ada typo-nya... rasanya ini mata sensitif banget menyorot typo... rasanya pengen kuedit langsung kalau bisa! Dulu sering suka komen: yang itu typo tuh, mbak! mas! Tapi sekarang kutahan komen koreksi typo. Selama sejarah baca-bacain blog orangnya, paling parah typo itu ada yang cerita ponakannya lagi sendawa mulu tapi nulis semua kata sendawa di postingan itu jadi: senggama.

Meski aku gemas sekali namanya typo -yang kalau baca ulang postingan sendiri abis dipublish kalau lihat typo langsung buru-buru buka blogger editor- aku ini sering salah ngomong. A.k.a speako. Memang aku lemah dan nggak banyak bicara #boong, jadi mungkin nggak terlatih ngomong. Atau di lidahku ada kulit pisang jatoh, jadi kepleset deh.

Baru kemarin, aku ikutan buka bersama di rumah temen. Yak bukannya pada itikaf, malah pada pengen karaokean. Tapi kan ya, karaoke di bulan Ramadhan bukanya malam dan antar perusahaan + cabang jam bukanya beda-beda, jadilah temanku menelepon beberapa cabang tempat karaoke. Kalau karaokean paling kalau nggak Diva-nya Rossa ya Inul Vizta-nya Adam (Suseno). Trus aku ingat~

Hiroshima di Musim Panas: 7 Hal yang Bisa Kamu Lakukan

Mungkin aku salah, tapi rasanya anak-anak Indonesia lebih dulu mengenal Hiroshima ketimbang Tokyo, ibukota Jepang. Terang saja, Hiroshima dan Nagasaki sering disebut dalam pelajaran sejarah mengenai Perang Dunia II. Pada bulan Agustus 1945, sebuah bom atom berkekuatan 16 kiloton dijatuhkan di Hiroshima dan membunuh 140.000 jiwa.

Kini Hiroshima telah lahir kembali, namun tentu saja masih meninggalkan sisa-sisa pada masa itu. Makanya, kalau teman-teman suka sejarah, wah musti liburan ke Hiroshima. Tapi nggak cuma itu, Hiroshima menawarkan beraneka kuliner, wisata budaya, dan atraksi wisata lain yang bisa kamu jelajahi.

Eh, tapi di mana ya Hiroshima itu?

Peta Jepang. Sumber: kids.britannica.com

5 Favorite Things from Convenience Store

Katanya, di Indonesia setiap sudut jalan ada rumah makan Padang. Tapi kalau sekarang ditambah lagi dengan keberadaan convenience store alias mini market. Seperti Indomaret atau Alfamart (www.alfamartku.com). Meskipun lebih memilih untuk belanja keperluan sehari-hari di warung tetangga misalnya, tapi rasanya kehidupan ini tak bisa lepas dari mini market. Apalagi di kehidupan urban masa kini #apeu

Aku nggak konsumtif ya. Anaknya nggak jajanan #boongbanget. Tapi seminggu ada lah ya 2-3 kali ke convenience store. Meski cuma sekadar beli chiki atau minuman kemasan. Beberapa hal yang kusuka dari convenience store, ini nih.

1. Kulkas Besar

Biasanya, aku ke convenience store kalau lagi jalan ke mana trus tiba-tiba haus. Atau ngga mau mecahin duit buat bayar ojek sih… Nah, pastilah tuh di convenience store ada kulkas besar berisi berbagai minuman. Favoritku banget deh tuh melihat-lihat minuman dan mencari mana yang belum dicoba ☺

Sayangnya kulkas bagian minuman keras udah nggak ada, hihihi... Fotonya Jepang ya, soalnya di sini nggak pernah foto dalamnya convenience store, wkwkwk

Kalau Harus Pakai Blazer…

Di umur saya yang hampir seperempat abad, saya tidak melihat masa depan saya akan wira-wiri pakai blazer, bekerja di dalam pohon beton, dan duduk di depan beberapa layar komputer.

Nggak sedikit teman saya (emang punya teman?) mengkomentari gaya berpakaian saya. Kebanyakan mengkritik kalau saya selalu menggunakan baju yang jauh lebih besar dari ukuran badan. Ya bagaimana, masa’ pakai yang ngepas-ngepas? Seorang teman blog, juga pernah bilang kenapa saya pakai kaos belel. Yang padahal menurut saya, masih bagus-bagus saja tuh. o((*^▽^*))o

Agaknya, saya masih nyaman dengan zona nyaman saya, yaitu pakai kaos belel dan celana seadanya tanpa memikirkan gaya berpakaian atau ‘power outfit’. Masih nggak peduli lah, nggak fashionable juga biarin.

Sampai sekarang, hanya sedikit kegiatan yang membuat saya memakai blazer. Ya, beberapa acara resmi saja. Bahkan, untuk sidang skripsi pun saya cuma pakai kemeja lengan panjang biasa.

Kalau harus pakai blazer, ya saya pinjam punya mama saya. Yang kegedean itu. (◕︿◕✿)

●︿●

Pengalaman Membeli Asuransi Perjalanan

Baru satu kali, aku membeli asuransi perjalanan.

Tepat setahun yang lalu, aku lagi sibuk-sibuknya mengurus keperluanku untuk sekolah tiga bulan di Jepang. #throwback Selain di permohonan visa tidak ada kewajiban untuk menunjukkan bukti pembelian asuransi perjalanan, aku nggak ngerti sama sekali pentingnya punya asuransi satu ini.

Padahal asuransi perjalanan penting karena tentu saja kita berharap perjalanan lancar, tapi kan nantinya tidak tahu. Dari pada kenapa-kenapa, dan di negeri orang banget. Apalagi asuransi perjalanan (tergantung asuransinya), mengkover perlindungan gangguan perjalanan, medis dan kecelakaan, bantuan darurat, serta bagasi dan barang pribadi.

Hanya karena ibuku mengingatkanku untuk membeli asuransi perjalanan, jadinya aku membeli, deh. Itu pun bingung mau membeli yang mana.

Sebelum membeli, aku bertanya kepada teman-teman seperjalanan ke Sri Lanka tahun lalu, yang memang biasa bolak-balik luar negeri. Beberapa mereka menggunakan asuransi perjalanan yang berlaku setahun. Harganya jauh lebih murah, tapi tentunya ada beberapa ketentuan seperti, maksimal sekali perjalanan 60 hari. Sedangkan aku bakal lebih dari 120 hari dan menclok-menclok negara lain.

Aku juga mencari ulasan produk asuransi di internet. Kita bisa membaca pengalaman para nasabah, sedetil jenis apakah perjalanan mereka, produk apa yang digunakan, dan pengalaman apakah mudah atau susah melakukan klaim. Selain di situs web tertentu, aku juga membaca ulasan di blog pribadi, loh!

Waktu itu aku tidak tahu kalau ada situs web yang bisa membeli sekaligus membandingkan jenis-jenis produk asuransi.