Pengalaman Paling Menyeramkan Saat Traveling

... salah satunya, berdasarkan pengalaman gue ya.

Bukan menyeramkan macam hantu-hantu gitu, tapi lebih karena berbahaya dan mempertaruhkan nyawa. Lebay ya? Bentar, aku ceritakan dulu. Sebenarnya aku nggak tahu apakah oke untuk menceritakan ini. Karena, kalau pihak terkait membaca tulisan ini, bisa-bisa orang yang mengajakku melakukan ini bisa semprot. Tapi di sisi lain, aku jadi bisa memahami sedikit bagaimana pekerja konstruksi turut mempertaruhkan nyawanya demi mencari penghidupan.

Belum lama ini, aku naik crane, alias alat berat yang digunakan untuk mengangkat material atau orang di proyek konstruksi. Kalau untuk mengangkat orang, maka digunakanlah semacam... kotak yang diangkat balon udara itu lho, apa ya ngomongnya... Pokoknya yang waktu itu aku naik crane, terbuat dari besi dan tidak ada pintu proper-nya. Harus masuk melalui sela-sela di krangkeng itu. 

Gini lho...

My Handmade Soap, Done!

Last month, I made DIY hand made soap. Since the final process a.k.a curing needs four weeks, finally my soaps done only a few days ago. 

My aunt loves to make DIY soap and keeps tagging me her artwork of soap's pictures. She gave me many soaps she made, and I don't need to buy soap until next few months. My aunt kept telling that making soap is very easy so I asked her to buy me handmade soap kit for newbie (you won't need measure all ingredients only follow the instructions and mix all). Yeay!

Here we go~ my Frangipani-scented soaps.


Yesterday, I wrapped the soaps with bread paper (kertas roti) and oil paper. You can see that I am no good at wrapping.


I still have one kit left. Want to take videos of soap making and submit it for Emak Gaoel's giveaways event. But too lazy... o((*^▽^*))o

Shiroi Koibito Park, Sapporo

I love factory tour! So when I was in Sapporo and read about a open-for-public factory tour, I wanted to give a visit. It was Ishiya Chocolate Factory which also has kind of small theme park and called as Shiroi Koibito Park.

♥♥♥

When I was on my way to this park, I feel like that time was my first time getting lost in Japan. I mean, I'm quite confident with my map-reading skill and finding location but that time it didn't work. After getting off at Miyanosawa Station, I didn't know which exit should I go, didn't saw anything information about Shiroi Koibito Park, then randomly I chose Exit 1.

And still I couldn't find anything in neighborhood, signage or anything. *sigh*

Walking and walking~ it was just residential area... but hey, I think I saw European-style building in the west direction. But it's not the park. I passed small river and quite neighborhood. It shouldn't be quite, right? So, I asked a 7-Eleven's staff and it turned out I walked to wrong direction. (ᵕ̣̣̣̣̣̣﹏ᵕ̣̣̣̣̣̣) 

Why didn't I use GPS? I forget but I didn't touch my phone when I was visiting Shiroi Koibito Park. Maybe battery off or what or I just wanted to get lost.

♥♥♥

Service AC di Jakarta

Sponsored Post

Hidup di kota metropolitan seperti Jakarta mustahil tidak membutuhkan pendingin ruangan atau yang sering disebut dengan air conditioner (AC) saat berada di dalam ruangan. Cuaca yang panas dan terik hampir setiap hari dirasakan oleh penduduk Jakarta. Dengan cuaca yang “labil”, kamu pasti membutuhkan suasana yang nyaman ketika bekerja atau melakukan aktifitas di ruangan. Namun bagaimana jika skenarionya seperti ini: AC rusak di saat kamu sedang meeting atau kumpul keluarga di rumah.

Untuk menghindari skenario di atas, kamu pasti harus melakukan perawatan AC minimal tiga sampai enam bulan sekali. Hal ini terdengar sederhana, namun ternyata bukan perkara mudah, karena menemukan penyedia jasa service AC Jakarta yang terpercaya harus dilakukan dengan teliti. Apa saja yang harus jany perhatikan sebelum memilih penyedia jasa service AC? Simak empat tips berikut!

1. Pilih Penyedia Jasa AC Berpengalaman


Salah satu hal penting yang harus kamu perhatikan adalah memilih penyedia jasa service AC yang sudah berpengalaman di bidang perawatan dan perbaikan AC. Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa pengalaman harus diutamakan? Jangan lupa bahwa kamu harus membayar layanan jasa yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan. Kedua hal tersebut akan meningkat jika memang penyedia jasa itu sering melakukan service yang membuat mereka semakin ahli dan berpengalaman. Selain itu, AC merupakan peralatan elektronik yang paling sering digunakan di rumah. Jika terdapat gangguan pada AC, makan kenyamanan kamu dan keluarga pun ikut terganggu.

2. Review dari Customer


Cara Membuat E-Paspor 2016

E-paspor baru.

Baru saja aku mengambil e-paspor baruku! Paspor sebelumnya berlaku hingga September 2016, namun untuk masuk ke negeri orang biasanya waktu berlaku minimal enam bulan. Mana ibuku bilang, meski cuma ke negara ASEAN yang tanpa visa, kalau masa berlaku paspor kurang dari enam bulan suka nggak boleh masuk. Benar ngga ya?

Aku sendiri tidak ada rencana jalan-jalam dalam waktu dekat. Tapi kan yang penting punya paspor dulu. Ya kan nggak tahu, kali aja tetiba besok pengen beli tiket ke Maldives *nengok celengan* atau siapa tahuuu ada yang ngajak ke Eropa gitu, nggak perlu menunggu waktu 10 hari lagi untuk membuat paspor ya kan. Tinggal cusss! Ya nggak tinggal cusss juga sih.

Jelajah Gedung Parlemen Jepang

Jepang memang bukan destinasi liburan yang relatif murah namun tidak berarti tidak bisa berhemat saat berwisata ke Jepang. Awalnya, aku hanya merencanakan menginap semalam di Tokyo. Namun setelah mencari di mesin pencarian, ternyata banyak sekali atraksi turis menarik yang gratis di Tokyo. Ini membuatku mengubah rencana dari semalam saja di Tokyo, menjadi empat malam.

Salah satu yang menarik bagiku adalah tur gratis di National Diet Building alias gedung parlemen a.k.a gedung para anggota dewan Jepang. Aku ingin sekali tahu dalamnya gedung yang biasa nongol sesekali di drama Jepang. Ditambah lagi turnya tidak memerlukan reservasi sebelumnya, jadi tinggal langsung datang saja.

Bagian depan National Diet Building.

Aku naik kereta dari stasiun yang paling dekat dari penginapanku (baca: warnet), yaitu Ginza dengan jalur Marunouchi, dan turun di stasiun Kokkaigijido (National Diet). Sesegera aku keluar dari stasiun, aku melihat ada seseorang laki-laki yang seperti marah-marah dan beberapa orang polisi mencegahnya. Nggak tahu itu orang gila, nggak tahu itu orang mau demo. Kepo sih, tapi nggak berani mendekati.

Di sekeliling luar pagar gedung parlemen berdiri beberapa penjaga. Aku pun bertanya di mana lokasi pintu masuk turnya, penjaga keamanan pun dengan senang hati memberitahuku. Ada papan bertuliskan 'Tours of the House of Councillors: Entrance' dan di dekatnya terdapat penerimaan tamu. Sebelum masuk, kami diharuskan mengisi formulir. Seorang penjaga keamanan wanita memberiku kertas formulir Bahasa Jepang, namun karena aku kesusahan mengisinya, ia pun memberiku form Bahasa Inggris.

Seusai mengisi, barang yang dibawa diperiksa oleh petugas, dan aku pun melewati metal detector untuk masuk ke dalam. Aku masuk dan memberikan formulirku kepada petugas yang di dalam dan diarahkan untuk turun menggunakan eskalator ke Visitor Lobby yang luas untuk menunggu waktu tur dimulai.