Hello Kitty Punya Rumah Baru Lho! (+ Giveaway)

Sebenarnya bukan 'rumah' sih. Lebih ke laboratorium.

Pergi ke rumah Hello Kitty di Sanrio Puroland, Jepang masuk dalam salah satu daftar impianku. Sayang, sekarang belum terwujud mimpi itu. Meski begitu, aku kemarin berkesempatan mampir ke rumah Hello Kitty yang ada di Jakarta Utara, alias di Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol.

Terima kasih kepada Blogger Reporter Indonesia yang memberikan kesempatan pada membernya datang ke acara Grand Launching wahana baru Dufan, Hello Kitty Adventure. Aku sangat excited karena yes aku salah satu penggemar Hello Kitty. Sangar muka gini sukanya Hello Kitty! Bukan penggemar berat sih tapi tempat minum, payung, bahkan cologne-ku Hello Kitty. ❤ Dan aku abis beli snek dan prune hanya gara-gara packagingnya gambar Hello Kitty! *pemborosan* Saking sukanya, rasanya ingin mengubah namaku di semua media sosial menjadi Kitty Rasuna. Oke. Stop.

Maka hari Jumat lalu (12/12) aku berangkat ke Ancol menggunakan angkutan umum. Sudah menyediakan waktu lebih dari 90 menit dan rupanya masih telat juga 15 menit karena macet. Tapi ternyata acara belum dimulai karena diawali dahulu dengan makan siang.


Mencuci Serasa Pakai Magic!

Judulnya lebay ya? Memang… tapi aku terpukau sama hasil produk sabun cuci satu ini.

Kalau dihitung, mungkin aku menggunakan deterjen hanya lima persen dari 365 hari setahun. Aku jarang mencuci, kecuali pada saat mbak rumahku pulang kampung atau tembus akibat tamu bulanan. Makanya aku ngga terlalu aware dengan perbedaan sabun cuci satu sama lainnya. Rumahku juga bukan konsumen loyal satu merek sabun cuci maupun pelembut, namun aku ingat aku suka dua merek pelembut pakaian. Baunya agak kuat, tapi aku suka sekali.

Tiga minggu yang lalu, aku bersama tiga temanku pergi ke IKEA. Di perjalanan entah bagaimana awalnya kok jadi membahasmesin cuci dan merek-merek deterjen. Waktu itu aku baru tahu kalau ada produk sabun cuci khusus mesin cuci bukaan atas atau bukaan depan. Nggak ngerti aja, kenapa bisa sabunnya beda gitu. Temanku Kartika menjelaskan, tapi aku tetep nggak nangkep.

Ada Macet di Macau! (Day 4)

Hari keempat (28/11) adalah jadwal kami pulang. Jam setengah 10 kami harus ke Macau Ferry Terminal. Zahra dan Sofi ingin sekali melihat A-Ma Temple karena merupakan asal mula Portugis menyebut daratan tersebut adalah Macau. Kami janjian jam 06.30 sudah sarapan. Tapi kenyataannya aku baru bangun jam 06.29, morning call bangun cuma tidur lagi, hahaha. Karena kebetulan aku masih kenyang dari Gosto, makan pada malam sebelumnya, sarapanku cuma dua piring hari itu. *cumaaa?* Jadinya tak lama dan kemudian kami cabut ke seberang hotel.

Kami naik bus nomor 21 ke arah A-Ma Temple. Karena masih pagi jam orang berangkat sekolah dan kerja, bus ramai, dan selalu berhenti di setiap halte. Sampai A-Ma Temple, kami langsung foto-foto. Aku aslinya ingin membeli kertas merah yang bisa dituliskan doa lalu digantung di luar kuil. Tapi karena kepagian, tokonya belum buka. Oh ya, aku tidak tahu kalau pemandangan di atas A-Ma Temple sangat bagus (Ibu Ningsih memberitahuku kemudian), kalau tahu aku pasti naik tangga yang ada di A-Ma Temple itu.