Lima Menit Mengurus Visa Sri Lanka

Lama nggak isi postingan, gara-gara abis ninggalin rumah sekitar 10 hari karena abis liburan ke Sri Lanka, hehehe. Kali ini mau share cara apply visa Sri Lanka, yang kuharapkan berguna bagi teman-teman yang hendak berlibur ke Sri Lanka.

Mendadak aku berencana pergi ke Sri Lanka, dikarenakan ada teman yang menawarkan tiket yang lumayan murah. Setelah dapat tiket, yang perlu dipikirkan adalah visa. Ternyata apply visa Sri Lanka gampang banget, karena via online dan pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit.

Temanku, Mbak Melda yang tidak mau menggunakan kartu kredit, memilih untuk datang langsung ke Kedutaan Besar Sri Lanka dan apply di sana. Ada dua cara bisa dilakukan, tapi sama saja. Eh, kecuali kalau apply langsung ke Kedubes bakal ada stempel di paspornya, sih.

Aku memilih mendaftar visa via online. Dan waktu yang dibutuhkan sejak apply sampai dikirimkan approval visa ke e-mail adalah hanya lima menit. Seriusan lima menit. Nggak ada deg-degannya visa bakal ditolak, hehehe…

Dari beli tiket, aku juga nggak langsung apply visa karena sempat ada hari libur, ah mungkin kalau aku apply hari itu baru di-approve-nya pas udah hari kerja. Ternyata aku salah, karena salah satu teman perjalanan ke Sri Lanka apply visa baru malam sebelum berangkat dan langsung approved. Berarti emang buat 'dicatat' aja, ya. Belum tahu sih kasus ditolaknya gimana.

Oh, Begini Rasanya Pakai Softlens!

Waktu masih SD, aku nggak sadar kalau penglihatanku bermasalah. Kalau misalnya lagi naik mobil sama bapak ibu, trus baca tulisan di Baliho gitu, tulisannya kabur. Kalau di kelas, mau menyalin apa yang ditulis guru di papan tulis, aku juga harus maju-maju ke depan. Tapi saking awamnya, aku nggak paham kalau mataku itu ‘tidak normal’.

Akhirnya kelas 4 SD, aku diajak ibuku ke optik untuk memeriksa mataku. Ternyata minusku cukup besar, mata kiri 2,25 dan mata kanan 2,75. Waktu kacamataku sudah jadi, ibuku ingat betul aku bilang, “Wah dunia berasa jelas sekali…” Hiks.

Sejak saat itu, aku nggak pernah lepas dari kacamata. Eh ya kalau mandi dan tidur lepas sih, tapi kalau di rumah nggak ngapa-ngapain pun tetap pakai. Nggak terasa, sudah empat belas tahun lebih aku pakai kacamata, dan minusnya pun terus bertambah. Sekarang mataku berminus sekitar enam dan silinder pula.

Nggak tahu udah ganti kacamata berapa kali, hehehe.

Pakai softlens?

Sidang Skripsi

Memang melakukan hal yang tidak disukai itu berat ya. Seperti halnya ngerjain skripsi. Apalagi buatku… udah nggak suka + pemalas + nggak niat, ya udah deh. Nggak lulus-lulus juga, sampai ambil mata kuliah skripsi di empat semester berturut-turut (baca: dua tahun).

Well, mau alasan kalau jurusan yang kuambil adalah bukan passion-ku, bukan alasan buat malas-malasan ngerjainnya kan. Malah harusnya cepetan dikerjain biar lega. Tapi mah… nggak tahu lah. Kalau baca-baca literaturnya, menghitungnya, sih nggak masalah. Yang masalah adalah bagian nulisnya.

Lah situ biasa ngeblog masak nulis skripsi nggak bisa? Bedaaa… di blog nulis ngaco, di skripsi nulisnya kudu baku.

Sampai akhirnya beberapa bulan lalu, aku ditegur jurusan melalui dosen pembimbingku untuk sidang dalam waktu dekat. Sepertinya jurusan sudah gemas sama anak-anak macam diriku ini, nggak lulus-lulus.

Ngitungnya mah udah kelar dari kapan, tapi tulisannya masih berantakan. Pas mau maju sidang pun tulisanku juga masih banyak yang jelek. Yang menurutku baku, ternyata enggak sama sekali di tulisan ilmiah. Masak kata ‘misalnya’ nggak boleh ada di depan, ya manakutahu, hahaha… perasaan di karya ilmiah Bahasa Inggris, kata ‘for example’ boleh di depan deh. *ngeyel*

Penasaran Si Kembaran FTE: Secret Key Starting Treatment Essence

Aku dulu nggak ngerti kenapa Facial Treatment Essence milik SK-II itu heitz banget. Aku bahkan bukan pengguna rutin perawatan wajah, yah tahu sendiri mukaku bagaimana, tapi aku rajin membaca ulasan produk kosmetik di blog para beauty blogger populer. Dan aku sering banget membaca kalau Facial Treatment Essence ini keren banget. Jadi penasaran…

Eh, nggak tahunya, mamaku juga pakai Facial Treatment Essence. Aku baru sadar pas buka-buka lemari kosmetiknya. Aku tanya ke mamaku, emang bagusnya FTE ini apa sih? Kata mama, “Wis, pokoke kuwi apik banget. Produk SK-II yang paling apik ya FTE itu. Tapi mahal banget.” Aku pun penasaran harganya berapa, karena ternyata aku kalau baca ulasan nggak sampai harganya, hahaha… Mamaku menyebutkan angka yang…. Sama uang sakuku sebulan aja masih mahalan Facial Treatment Essence. Najong!! Pas aku cek di toko kosmetik online, eh iya bener semahal itu, hahaha…

“Makanya aku kalau pake jangan pakai kapas, yang ada mahal nempel di kapasnya. Mendingan langsung pakai di tangan,” begitu lanjut mamaku. Aku ngga rutin make sih, tapi belakangan rajin, dan memang kulit muka lebih chewy dan glowing gitu. Efeknya tuh nyata gitu =)) Kan sering tuh pakai produk sabun wajah atau perawatan, nggak berasa efek sama sekali sesuai apa yang diklaim produsennya, hehehe. Pas pakai FTE, agak takjub makanya!

3 Hal yang Masih Bikin Penasaran dari Macau

Macau itu kecil. Ya, bisa dibilang, dua malam di sana, separuh lebih major attraction sudah dapet lah. Dua kali aku ke sana, rasanya sudah hampir semua yang tertera di artikel-artikel perjalanan Macau sudah didatangi. Aku sudah melihat pertunjukan The House of Dancing Water, makan masakan Portugis, maupun makan Portuguese Egg Tart-nya Lord Stow’s Bakery.

Dari St. Paul's Ruins menuju Senado Square...
Tapi tetep aja masih ada yang ingin aku datangi dan penasaran banget. Ada yang memang kemaren kelupaan mampir, ada yang aku nggak tahu, dan ada yang emang belom jadi, hehehe. Ini nih ketiganya:

Ini Teman Travel Terbaikku, Kalau Kamu?

Mengepak barang dan baju sebelum liburan adalah pe-er besar, yang mungkin kalau saya punya uang sampai 'tak bernomor seri' lagi, tidak lagi jadi masalah, karena kalau ada barang ketinggalan, kan tinggal beli. Masalahnya, kalau ketinggalan, kita beli, lalu muncul pengeluaran lain di luar alokasi. Makanya ada beberapa barang yang wajib dibawa alias jadi 'teman travel terbaik', seperti dalam gambar di bawah ini.

Beberapa teman travel terbaikku: payung, tabir surya, uang, kamera, dan sampo kering.