Menabung Itu Mudah!

Mungkin beberapa teman tahu, bahwa sebulan yang lalu aku menulis postingan yang isinya kekesalanku karena membuat akun tabungan baru itu sulitnya minta ampun. Bank meminta salinan dokumen terlalu banyak. Tak hanya KTP saja yang dibutuhkan, tapi juga Kartu Keluarga, NPWP, surat keterangan yang tak boleh hanya sampai RT, tapi juga sampai RW. Rasanya mau nanya ke mbak customer service itu, "Butuh akte lahir sama transkrip nilai juga nggak?". Huft!

Mungkin aku tak akan kesal kalau di situs web mereka ada rincian dokumen yang dibutuhkan (yang tertera di web hanya KTP dan uang minimal setoran pertama saja). Mungkin aku tak akan kesal kalau mereka tidak memaksa-maksa kami di mal hanya untuk membuat kartu kredit bank mereka tapi giliran kita memohon untuk membuat akun tabungan susahnya minta ampun. Hehehehe, curhat!

Tapi semua itu berubah ketika negara api menyerang seorang teman menginformasikan tentang Digital Banking Bank Sinarmas yang mana kita bisa membuat akun tabungan via online, tak perlu keluar rumah, pokoknya mudah deh. Langsung teringat kalau di setiap 7-Eleven 'kan ada ATM Bank Sinarmas. Kebetulan rumahku dekat 7-Eleven, jadi in-case mau ambil uang bakal mudah. Langsung deh bikin, cusss!

Kalau diringkas, proses permohonan akun tabungan baru ini ada empat tahap:

1. Input Data
Pertama yang dilakukan adalah mengisi e-form yang terdapat di situs web Bank Sinarmas

2. Transfer Virtual Account
Setelah mendaftar, kita akan dikirimi notifikasi dan diminta mengirim setoran 50.000 ke akun virtual. Tertera di e-mail nomor rekening sementara. Setoran bisa dikirimkan via kantor cabang Sinarmas atau transfer antarbank. Aku memilih cara transfer antarbank via internet banking. Enak ya jaman sekarang urusan beginian nggak perlu keluar rumah, hihihi.

3. Know Your Customer
Usai transfer ke akun virtual, akan dihubungi via telepon oleh Bank Sinarmas. Yang menelepon aku dari KCP Roxy Square. Si mbaknya menanyakan kapan dan di mana aku bisa ditemui. Setelah aku memilih hari dan jam yang aku di rumah, ia bertanya, "Di rumah atau di kantor bisa kami temui?"
"Hmmm di rumah, saya nggak kerja Mbak." #pengangguran

Kartu ATM dan PIN. Sekarang lagi kerjasama dengan Lion Air dan ada beberapa penawaran menarik kalau membeli tiket Lion Air menggunakan rekening Bank Sinarmas.


Petugas dari Bank Sinarmas datang satu jam lebih cepat dari waktu janjiannya. Ndak apa-apa sih, tapi kan belum mandi gini. Kayak iya biasanya mandi. Ia memberikan bungkusan yang berisi kartu ATM dan pin ATM. Ada beberapa isian form yang harus aku isi dan sudah aja gitu? Nggak perlu surat keterangan RT RW nih Mas, kan KTP-ku beda alamatnya sama tempat tinggalku sekarang? Ini materai saya yang bayar atau gimana?
Jawaban masnya, "Oh tidak perlu Mbak. Memang kami berusaha untuk memudahkan nasabah."

Okeee, tinggal tunggu notifikasi approvalnya deh.

4. Approved
Proses approval ini maksimum lima hari dan notifikasinya via e-mail. Aku sendiri kemarin sehari. Sempat sedikit terganjal karena sumber danaku masih dari orangtua, belum lulus sekolah hiks, dan harus melampirkan KTP orangtua. Tapi setelah itu tidak masalah sih.

Sehari setelah approved, aku pergi ke ATM Bank Sinarmas untuk mengaktifkan M-Banking dan mengubah password ATM. Woo-hoo!

Mudah sekali 'kan?

❤❤❤

Bank Sinarmas didirikan tahun 1989 dan kini statusnya adalah bank devisa. Menjadi perusahaan publik, Bank Sinarmas melakukan IPO pada Desember 2010. Kini kantor cabangnya seluruh Indonesia sudah mencapai 380 di 120 kota dan memiliki 600 ATM dengan jaringan Prima, ATM Bersama, dan Alto. Dalam mengimplementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI, Financial Inclusion), Bank Sinarmas memiliki divisi yang relatif baru, yaitu Digital Banking. Eh oiya, financial inclusion itu program nasional dari BI yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Nah sekarang tebak, berapa persen dari penduduk Indonesia yang belum menabung? Menurut survei World Bank tahun 2012, ada 32% penduduk yang belum menabung. Namun yang punya rekening tabungan di bank hanya 20% saja.


Saat DiBi Blogger Gathering Sabtu lalu (25/10) Bapak Hendrawan Revianto dari Digital Banking Bank Sinarmas menyampaikan strategi-strategi divisi Digital Banking termasuk di dalamnya yang terkait implementasi financial inclusion. Ini dia strateginya:

1. Branchless Banking, bisa buka rekening via online, tanpa harus ke cabang.
2. Cost Optimization, minimalisasi investasi bank dalam penggunaan kantor cabang.
3. Internet Marketing, pemasaran digital menyasar pengguna smartphone yang kian meningkat.
4. Transactional Bank, tak hanya menabung, nasabah bisa melakukan banyak transaksi dengan Bank Sinarmas.

Kenapa gitu ya harus di Bank Sinarmas? Kenapa nggak di bank lain? Beuh, kalau aku sebutin keuntungannya pasti langsung kepengen buka rekening online Sinarmas. Beberapa di antaranya:

1. Biaya administrasi hanya 6000/bulan.
2. Gratis biaya penarikan tunai di lebih dari 70.000 ATM berlogo ATM Bersama, Prima, dan Alto.
3. Gratis biaya transaksi di jaringan Debit BCA dan Prima.
4. Simobi, aplikasi mobile-banking Bank Sinarmas di smartphone.
dan masih banyak lainnya.

Selain itu, menariknya lagi, Bapak Iman Budiman dari divisi Payment System & E-Channel Business Development, memaparkan bahwa kini Bank Sinarmas bekerja sama dengan jaringan Union Pay yang berpusat di Shanghai, Tiongkok. Jaringannya berada di seluruh dunia dan terutama di Tiongkok, tingkat akseptasinya tinggi. Lebih dari 2 juta merchant dan 300 ribu ATM terhubung Union Pay.

Waktu DiBi Blogger Gathering Sabtu lalu, cakep yah aku tangannya kayak ubi.

Pentingnya Investasi

Tingkat inflasi Indonesia sekarang-sekarang ini 6-7% per tahun. Kalau menabung di bank, bunga per tahunnya ya paling 2%. Kan jadinya nggak nambah ya. Deposito juga sama aja. Mulai dari 8 juta, bunga yang didapat 7.75% p.a. Kalau tingkat inflasinya segitu yaaa cuma dapet seumprit. Eh kecuali depositonya bermiliar-miliar sihhh. Eh tetep aja deng, mending pilih yang returnnya lebih tinggi kan? Ya meski tentu saja, high return mah high risk juga ^^

Mbak Cynthia Tjandrawinata, Kepala Departemen Bancassurance Bank Sinarmas menjelaskan jenis-jenis produk investasi. Ada deposito, emas, valas, saham, properti, obligasi, dan lain-lain. Sangat penting untuk memulai investasi dari sekarang karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan kan?

Salah satu produk investasi yang dimiliki oleh Bank Sinarmas adalah produk reksadana. Secara singkat, reksadana itu seperti nasabah menitipkan uang sekian rupiah untuk diinvestasikan dalam saham, obligasi, dan lain-lain kepada manajer investasi yang profesional.

Return yang didapat dari reksadana lebih tinggi dari tabungan. Sehingga tingkat inflasi bakal tertutup sama return yang didapat. Tapi tentu saja bukan tanpa risiko. Berbagai tipe produk reksadana di Bank Sinarmas disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Bank Sinarmas sendiri merupakan bank umum yang mendapatkan persetujuan sebagai bank kustodian (bank yang menjadi tempat penitipan investasi) dan produk reksadana juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nama produk reksadana Bank Sinarmas antara lain: Simas Satu dan Danamas Stabil.

Belum punya asuransi dan investasi lainnya?
Kalau kata Mbak Cynthia, "It's never too late to get started..."

Pulang gathering aku langsung mikir tabungan dan investasi... hihihi!

❤❤❤ 

Photo session after blogger gathering. Thank you DB Bank Sinarmas!
❤❤❤

Digital Banking Bank Sinarmas
Twitter: @DB_Sinarmas
Instagram: DB_Sinarmas

Referensi:
Follow me on:

Martabak Kitkat Matcha by Bazinga!

Seorang teman SMA memberitahu bawa ada yang jual martabak Kitkat Matcha yang lagi hip. Dia bilang dia pengen banget. Eh, ternyata... cuma selemparan balon saja dari rumahku. Balon tuh susah kan ya dilempar? Aku pernah lewat tempat itu sebelumnya, tapi cuma ngebatin aja, ini tempat apa sih... Jalan kaki tak sampai 500 meter. Setelah tahu tentang tempat itu, esoknya aku pergi ke sana bersama dua teman SMA-ku yang lain. Sebenernya sih nggak penasaran sama martabak Kitkat Matcha itu, tapi pengen coba aja... beda nggak sih?

Nama tempatnya itu Bazinga!.

Aku bertanya kepada mbak rumahku apakah dia tahu warung makan baru sebelah Mirah 2 (nama warung makan juga). Eh dia ternyata tahu dong.

"Oh ngerti aku. Itu ta... sing jenenge Baji**an Baj**gan apaaa gitu?"

*dziiinkkk!*

Agak close sih...

Aku ke sana sore hari sekitar jam 5-an karena memang baru buka jam 4 sore. Kiosnya kecil dibuat dari bekas kontainer yang di atasnya juga ada mejanya. Di bagian depan counter berjejer Ovomaltine, Skippy, Kitkat Matcha, Skippy, Nutella, Silverqueen, dan isian untuk martabak manis lainnya. Bazinga menjual berbagai macam martabak, baik telur dan manis, serta Indomie yang dibuat pedas sekali. Indomie Pedes Bingitz. Bazinga! ini tidak menjual minum, jadi bisa membeli di warung sebelah Bazinga!



Kami memesan Martabak Matcha Madness, martabak dengan base matcha dan taburan Kitkat Green Tea. Tak lupa Indomie Pedes Bingitz level Speechless, alias level yang paling tinggi. Ini buat temenku Retno yang memang hobinya nyemil cabe.

Pas memesan bukan tanpa hambatan. Mbak-mbak kasirnya seperti absent-minded atau sedang memikirkan apa jadi nggak konsen begitu. Waktu kami bilang mau Indomie Speechless, dia masih nanya, "Yang Speechless... mau yang level yang mana?" Padahal Speechless udah nama levelnya yang paling tinggi. Orderan kami ditagih 152.000, kami memberikan uang 170.000, lalu dia nanya apa punya dua ribuan. Kami kasih dua ribu tapi dia belom mbalikin 20 ribunya. Jadi di dia kan 172.000, eh kami dikasih kembalian 1.500. Lah???


Dia bilang katanya habisnya 152.500 pakai 500. Jadinya kami kasih 500 dan kubilang uangku masih 20 ribu di dia, tapi kayak nggak nyambung gitu -,- Tapi akhirnya selesai juga urusan perkasirannya. Eh temanku lupa bilang inginnya mi rebus, tapi ternyata sudah dibikinkan mi goreng. Dan mbak-mbak kasirnya pas di awal juga nggak menawarkan pilihan rebus atau goreng... Huft. Semoga Bazinga! pelayanannya makin baik ya.

Kami naik ke atas duduk dan kata temanku, "Ini nggak akan jebol kita di atas?" Kayaknya sih kalau jejingkrakan jebol juga sih, hahaha! Dua kuintal gini berat kami bertiga. Tak lama Indomie Speechlessnya datang. Aku nyicip satu helai mi goreng. Nyicip apaan ini... Ya karena aku nggak makan pedas. Gile loh satu helai doang, bibirku yang bawah panas banget, 15 menit kali ada kagak ilang-ilang. O em ji. Temanku satunya lagi Pita bilang, kalau itu sih bikin ke rumah sakit saking pedesnya... Akhirnya tak dihabiskan, sisa sepertiga, si Retno sudah menyerah. Mungkin berminat mencoba?

Indomie mahal, hahaha...
Martabaknya lumayan ya nunggunya, sekitar 20 menit. Martabak yang menjadi superstar dalam lima menit karena kami nggak berhenti-berhenti motonya. Pas dicoba... ya sudah tahu lah apa komentar mediocre... "Biasa aja..." Hahahaha! Martabaknya lumayan enak, bukannya buruk, tapi makannya nggak bikin terkesima. Aku lebih menikmati makan martabak manis keju susu special. Dengan harga 130K, satu martabak Matcha Madness, bisa beliin buat tiga tetangga martabak manis keju. Hahaha... Eh tapi menyesal nggak? Ya tidak lah, namanya juga experience.



Bazinga! juga menyediakan martabak manis lainnya yang menarik dan ada juga Create Your Own Martabak. Bisa pilih base dari rasa original, durian, pandan, dan matcha. Toppingnya ada dari Silverqueen, Skippy, Nutella, dan lain-lain. Mungkin seandainya aku beli martabak lain di Bazinga! aku akan pilih topping yang lain. Nggak beli yang matcha lagi deh! Hihihi... Oiya, aku pasang foto menunya juga di bawah ini barangkali teman-teman ingin coba nongkrong di Bazinga!.


Bazinga! #jakartastreetfood
Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 57 Jakarta Selatan
Seberang Bank DKI

❤❤❤

Follow me on: