Bongkar Koper

Sok-sokan travel light buat tinggal lama di Australia, tahunya aku sempat kecewa karena jadi nggak bisa belanja-belanja! Nggak punya space buat naruh barang belanjaan. Mana aku kan anaknya shopaholic banget gitu deh (nggak ding aslinya). Misalnya mau beli baju ya berarti harus buang satu baju lama. Rempong kan?

Makanya aku sempat kepikiran, seandainya sempat balik Indonesia aku mau ganti koper yang lebih besar.

Tapi setelah berpikir panjang lebar dan berdiskusi dengan teman-teman (semacam hal yang sangat penting), aku urungkan untuk mengganti koper. Aku malah membeli tas ransel ukuran 40 liter, sedikit lebih kecil dari cabin luggage yang kupakai sekarang. Pertimbanganku, kalau tas besar-besar tuh kalau mau pindah ribet banget. Plus kata temanku, kalau mau belanja mah ntar aja kalau benar-benar sudah mau balik Indonesia, tinggal beli koper baru, belanja deh tuh.

Iya juga ya.

Trus sekarang aku lagi di Indonesia buat liburan sebentar. Waktu pulang, aku sama sekali tidak bawa baju dan mengisi koperku dengan barang belanjaan. Alhamdulillah., aku bisa memenuhi hasratku buat belanja. Itu pun belanjaan bukan buat aku, melainkan oleh-oleh dan barang titipan teman-teman dan saudara-saudara. Yang barangku sendiri di koper cuma... satu celana dalam dan satu beha.

Ada yang mau liat isi koperku ngga?

Kalau ngga mau, aku tetep mau pamerin isinya sih. Tapi celana dalam dan behanya enggak, soalnya malu... g-string gitu sama beha renda-renda warna mejikuhibiniu ngejreng. Ngga usah dibayangin kayak apa, wong aku juga ngga bisa. Punya juga kagak. 😌


Travel Light

Sudah beberapa orang mengkomentari,

"You don't have much stuff with you."

atau teman sekamar Jepang yang komentar,

"Nimotsu sukunakunai?" (Barang bawaan nggak sedikit tuh?)

atau sepupuku yang lihat bawaanku trus bilang,

"Itu sih kayak aku pergi tiga hari." 

Foxy mau ikut.

My Life is No Fun

"Your life is no fun!" begitu kata teman baruku yang berasal dari Italia. Dia ini temannya temanku, mereka awalnya bertemu melalui aplikasi wechat.

You don't drink
You don't eat pork
You don't go to club
You never date someone
Your life is no fun!

Aku cuma ketawa aja waktu dia bilang kayak gitu. 😂

"Emang kalau kamu lihat cowok ganteng apa nggak tertarik? Nggak pengen nyapa, ngedeketin, jadi pacarnya, gitu?"

Kalau aku lihat cowok ganteng ya udah trus kenapa. Kalaupun aku naksir aku juga nggak trus pengen punya romantic relationship apalah itu. Kayaknya aku juga nggak minat. Hm, atau belum minat.

"Hah, kok bisa sih? Kamu tahu kan, kita manusia kan punya sisi binatang, pasti ada sisi pengen punya pasangan, ada nafsu, emang kamu nggak ada?"

My #2016bestnine on Instagram

Tahun ini rasanya aku jadi suka menggunakan Instagram. Awalnya bikin ya cuma buat punya-punya aja. Sempat juga dua tahun nggak posting foto di Instagram, nggak tahu asyiknya lah. Sekarang jadi rajin upload foto, pakai hashtag, rajin kasih like, dan Instagram-walking.

Tapi ya gitu, kebanyakan #latepost, karena hampir nggak pernah live posting. Latepost-nya pun kadang-kadang foto tahun lalu yang diunggah. Makanya kadang-kadang suka ada yang nanya, "Lagi di Jepang, Na?" atau "Ikut dong!", padahal mah saya di rumah lagi bobok-bobok...

Seperti tahun lalu, aku mau cerita tentang sembilan foto terbaik di akun Instagram-ku. Iseng aja, nggak ada bahan postingan soale.

My #2016bestnine on Instagram

Rasanya Tinggal di Sharehouse

Hari ini tepat delapan hari aku tinggal di sebuah unit apartemen dengan tiga kamar tidur bersama sepuluh orang lainnya. Ini merupakan pengalaman pertamaku tinggal di sharehouse.

Luas rumah ini sekitar 100 meter persegi dengan masing-masing kamar ditempati oleh empat orang (dua bunkbed). Waktu melihat iklan sharehouse ini aku langsung tertarik karena letaknya dekat dengan Perth Central Business District dan lebih murah ketimbang aku harus tinggal di backpacker hostel. Di iklannya terlihat bagus, rapi, dan bersih. Sampai aku datang untuk viewing untuk memastikan... ya ampun, kapal pecah! Ini mah nggak ada bedanya sama tinggal di hostel (baca: pada berantakan). Tapi ya sudahlah aku malas nyari kamar lagi 🙃

Rumah ini menampung 12 orang, namun ada satu orang Jepang yang barusan meninggalkan rumah ini dan jalan-jalan ke Eropa selama tiga minggu sampai nanti balik lagi.

Dari 11 orang yang tinggal di sini, tiga orang dari Korea, tiga dari Jepang, tiga dari Indonesia, satu dari Thailand, dan satu dari Kolombia.

Tidak sesuai iklannya. Di iklan bersih nggak keliatan barang, hahaha...

Kini, Halo BCA Bisa Via Chat

Rasanya mengirim chat penting tapi cuma di-read doang itu gimana?
Sedih kakak (▰˘︹˘▰)

Lebih sedih lagi kalau langsung di archive chat. Ini cuma chat personal ya. Coba kalau misalnya tanya-tanya atau komplain ke sebuah toko atau perusahaan tapi nggak dibalas? Jadi makin malas dan nggak percaya, nggak sih?

Tapi, kalau di Halo BCA itu nggak akan terjadi. Kayak misalnya di Twitter Halo BCA. Kalau kamu mensyen akun @haloBCA, dijamin tidak sampai tiga menit akan dibalas.


Sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, BCA selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabahnya. BCA selalu menghadirkan inovasi-inovasi demi kepuasan konsumen. Seperti misalnya gerai digital myBCA, dompet digital Sakuku, dan Tahapan XPresi, tabungan praktis tanpa buku tabungan.