Una Merindu?


Gini banget naksir orang?

Mau mengajak ketemuan saja, setelah mengetik pesannya, klik sent-nya 10 menit kemudian. Sudah gitu pakai deg-degan. Mana sudah sebelas bulan tidak bertemu.

Setelah aku memutuskan ikut acara giveaway-nya Pakde Cholik dengan menyanyikan lagu Wulan Merindu-nya Cici Paramida, baru sadar kok liriknya pas banget.

Tak tahan rasanya gelora di jiwa
Ingin segera bertemu...

Duh… baper!

♥♥♥

Perdana menyanyi depan video nih demi Pakde Abdul Cholik yang mau ulang tahun. Selamat ulang tahun ya Pakdeee... sukses terus dan lancar segalanya!


“Artikel ini diikutsertakan pada Giveaway 66: Dangdut Cerdas On the Blog.

Ke Aceh Harus Pakai Jilbab?

Suatu hari, tiba-tiba teman saya mengajak ke Banda Aceh.

Hari itu hari Minggu.

Senin beli tiket.

Selasa berangkat.

Yang mendadak kayak gini biasanya pasti jadi. Nggak kayak yang direncanain dari beberapa bulan sebelumnya.

Sebelum berangkat, hal yang paling aku bingungkan adalah: ke Aceh harus pakai jilbab mulu ngga sih? Apa harus bawa? Apa benar kalau ketahuan nggak pakai tiba-tiba ada polisi syariah ngedatengin? Aku juga ingat ada teman mamah orang Amerika yang waktu kerja di Aceh kalau pergi pakai kerudung.

Udah mana selembar kerudung pun saya tak punya. Cuma punya mukena buat sembahyang. Yang kebayang sebelum berangkat tuh hukum cambuk di Aceh. #lebay 

Saya tanya teman saya dong yang tinggal di Banda Aceh. Katanya selaw aja nggak bakal kenapa-kenapa kalau nggak pakai kerudung. Di Banda Aceh juga banyak yang nggak pakai kerudung. 

Nyang bener nih?

Makan Enak vs. Kebebasan

Cerita tentang kucingku lagi.

Aku punya kucing namanya Foxy, kucing jantan yang diberi nama Foxy karena menurut yang memberi nama mukanya kayak rubah. Foxy mempunyai ibu yang bernama Cecil dan ayah bernama Moza. Saat periode ASI eksklusifnya belum selesai, ia sudah diadopsi dan dibawa ke rumahku. Bulan November nanti, ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke empat.

Beda dengan Adele atau anak-anaknya, Foxy ini sangat adventurous. Ia nggak betah yang namanya santai-santai males-malesan di rumah. Sukanya jalan-jalan keluar, hangout sama kucing lain. Perginya sampai gang lain dan gedung bank dekat rumah. Selain itu, seringnya ia tidur di bawah mobil tetangga dan pulang kalau lapar saja. Lapar makan dan lapar nindihin Adele.

Foxy lagi ngajak duel sama kucing jalanan. 

Saking seringnya muter-muter lingkungan rumah, Foxy ini terkenal banget. Segang rumahku nih ya, yang kenal Foxy sama yang kenal aku kayaknya banyakan yang kenal Foxy. Tetangga-tetangga kalau lihat Foxy jalan pasti pada nyapa, "Foxy... Foxy!" Foxy pun juga ramah lho. Suka mampir rumah depan trus kalau bapaknya keluar pasti Foxy ngeong-ngeong kayak ngajak ngomong. Tapi sudah dipastikan bapaknya nggak paham maksudnya Foxy.

Ada juga orang sekitar rumah (yang aku nggak tahu di mana persis rumahnya) melaporkan katanya waktu lebaran si Foxy sempat mampir rumah. Wah, tahu silaturahmi juga dia. Kalah deh aku yang pas lebaran sama sekali nggak ke rumah tetangga.

Playing Hard to Get

Uwaaah... udah lama banget ngga buka komputer...
*peluk peluk monitor*
*kesetrum*

Kali ini aku mau nulis tentang playing hard to get. Kalau secara literal sih artinya 'bergaya susah didapat' tapi padanan kata yang cocok apa ya. Aku nggak tahu, kalau kamu tahu kasih tahu ya. Playing hard to get itu kalau dijelaskan dengan kutipannya Sudjiwo Tedjo tuh...

"Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar."

Intinya sih ya misalnya nih cowok sama cewek. Si ceweknya pura-pura nggak mau, bales chat lama, sok-sok misterius, padahal aslinya suka-suka juga. Gara-gara mau bahas ini, aku sampai googling playing hard to get itu gimana sih. Menurut survey kalau yang playing hard to get yang cewek banyak nggak berhasilnya karena kecenderungan cowok sukanya cewek yang friendly, nggak misterius. Sedangkan cewek sukanya sama yang cool rada-rada misterius gitu.

Katanya!

Aku sendiri kagak tahu!

Soalnya aku mau bahas kucing... bukan manusia...

Awalnya aku punya dua kucing, namanya Foxy dan Adele. Mereka ini saudara tiri beda ibu. Mereka sudah menghasilkan sekitar 30 anak dan yang masih di rumah ada dua ekor. Aku nggak ngerti siklus mereka kawin tapi jarang sekali. Sebulan belum tentu sekali.

Kemarin, si Foxy lagi birahi. Yang biasanya Foxy tuh kelayapan jalan-jalan di luar pulang kalau laper doang, kemarin di rumah aja seharian. Dibuka pintu rumah blak-blakan juga ngga tertarik buat keluar rumah. Karena doski lagi suka ngikutin Adele. Minta jatah.

Adele tiduran nyelip di pot-pot. Foxy ngikutin di pot sebelahnya.

Adele di bawah piano. Foxy nungguin di deketnya jarak 30 cm.

Adele tiduran di balik kloset. Foxy ikut-ikutan tiduran di pintu kamar mandi. Kan jadi bikin susah aku mau ee.

Kucing aja kelonan mesra. Masa kamu engga? Eh kamu juga suka kelonan deng yaaaa......
 sama guling.

Lucunya si Adele ini kayak nggak mau digituin sama Foxy. Tiap Foxy berusaha nindihin, Adele mukul-mukul Foxy. (Aku ngga tahu dalam kehidupan kucing itu termasuk mukul kasar atau mukul manja). Pokoknya kayak nggak mau... malah jadinya kejar-kejaran.

Udah tahu Adele ditungguin Foxy, Adele malah kayak pura-pura pingsan, tidur nggak gerak. Ya udah deh, Foxy nungguin aja berjam-jam sampai Adele gerak. Serius berjam-jam.

Sampai akhirnya kayaknya Foxy menyerah (atau udah males), Foxy jalan lah menjauhi Adele dan tiduran di bawah kursi kayu di ruang tamu. Eh si Adele yang tadinya jauh di mana nyamperin ke bawah kursi juga. Bah! Genit! Nggak tahan lama-lama playing hard to get kayaknya...

Emang natural kali ya playing hard to get tuh...
Nggak cuma manusia yang kayak gitu...

Dibeliin Mama Emas 100 Gram

Sore-sore, Mama pulang kerja. Kebiasaannya manggil "Un, Un!" Tapi kali ini ngga cuma manggil doang, tapi ditambahi... "Nih, tadi aku ke Antam beli LM (logam mulia -red) 100 gram. Buat kamu nih."

Mama aku memang suka mendadak ngasih sesuatu. Tapi emas 100 gram yaaa... hmm berarti kira-kira ya sekitar 50 juta. Pertama kali nih dibeliin benda segitu mahalnya. Ngga usah ditanya (ngga ada yang mau nanya juga sih), wajahku udah bahagia sebahagia-bahagianya.

Ini nih wadahnya.


Speako - Slip of the Tongue

Akhir-akhir ini, aku menyadari kalau ternyata aku punya sedikit sifat perfeksionis. Nggak dalam semua hal sih. Misalnya, waktu SMA aku suka banget pelajaran bahasa asing (Jepang dan Jerman), jadi kalau ujian ya targetku nggak cuma 80! Tapi 100! Anaknya ambi banget ya. Sayangnya ngga berlaku pas kuliah. Ngga ada pelajaran yang disuka. Alhasil, udah bisa keluar dari kampus meski nilai tidak memuaskan aja udah bahagia banget.

Kalau dalam ngeblog ya, ngga tahu ada hubungannya sama perfeksionisitas (ngarang banget ini vocab), pokoknya aku tuh sebel banget sama yang namanya typo! Wuoh, kalau lagi blogwalking trus baca tulisan ada typo-nya... rasanya ini mata sensitif banget menyorot typo... rasanya pengen kuedit langsung kalau bisa! Dulu sering suka komen: yang itu typo tuh, mbak! mas! Tapi sekarang kutahan komen koreksi typo. Selama sejarah baca-bacain blog orangnya, paling parah typo itu ada yang cerita ponakannya lagi sendawa mulu tapi nulis semua kata sendawa di postingan itu jadi: senggama.

Meski aku gemas sekali namanya typo -yang kalau baca ulang postingan sendiri abis dipublish kalau lihat typo langsung buru-buru buka blogger editor- aku ini sering salah ngomong. A.k.a speako. Memang aku lemah dan nggak banyak bicara #boong, jadi mungkin nggak terlatih ngomong. Atau di lidahku ada kulit pisang jatoh, jadi kepleset deh.

Baru kemarin, aku ikutan buka bersama di rumah temen. Yak bukannya pada itikaf, malah pada pengen karaokean. Tapi kan ya, karaoke di bulan Ramadhan bukanya malam dan antar perusahaan + cabang jam bukanya beda-beda, jadilah temanku menelepon beberapa cabang tempat karaoke. Kalau karaokean paling kalau nggak Diva-nya Rossa ya Inul Vizta-nya Adam (Suseno). Trus aku ingat~