Salam


Seorang laki-laki terlihat melakukan gerakan salam, memalingkan kepala ke kiri, dalam sembahyangnya. Sendiri. Dibidik dari lantai atas Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia, Depok. Foto ini aku ambil sebelum aku diterima di universitas ini. Foto sudah lama memang, 2009, tapi aku suka lihatnya. Serta sangat menyenangkan bisa menangkap aktivitas manusia dalam masjid dari kotak-kotak pagar balkon. Coba saja. ❤

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer


Quiz Hunter

Aku perhatikan beberapa teman ada yang quiz hunter. Berpartisipasi di berbagai kuis via media sosial media untuk mendapatkan hadiah. Yang namanya quiz hunter, kuis yang diikuti mbok ya banyak banget. Belum persyaratan mensyen atau retweet yang banyak. Akun Twitter-ku tak jarang suka dimensyen orang yang bahkan bukan following/followers, karena untuk syarat kuis. Dalam hati sih, wow pada segitunya sama kuis. Salut lahhh... Sampai aku bertemu langsung dengan dua orang quiz hunter...

Sumpah aku lupa namanya, hahaha. Kayaknya pun mereka enggak tahu namaku, tapi waktu itu kami lumayan mengobrol banyak. Waktu itu aku dan temanku ikut lomba food race. Semacam Amazing Race (versi jauh lebih kecil hahaha) tapi berkenaan dengan kuliner dan restoran. Jadilah kami lari-lari pindah mal pindah restoran. Sayangnya kami kalah, selesai di finish nomor enam dari sepuluh pasangan, hiks. Di finish, kami disuruh istirahat di sebuah toko kopi dan dua quiz hunter tadi duduk di meja yang sama dengan kami. Mereka juga partisipan food race.

Mereka, satunya laki-laki, satunya perempuan, bercerita kalau food race kali itu kurang oke. Yang mana hadiahnya hitungannya enggak banyak. Berbeda dengan race yang ia ikuti sebelumnya, yang diadakan oleh salah satu nama convenience store. Mereka juga bercerita kalau misi pertama food race itu yang mengharuskan kita ke Bakerzin yang letaknya di mal yang sama saat start, mereka malah berinisiatif naik taksi ke mal yang lain. Padahal nggak boleh bawa duit dan nggak ada voucher taksi, hahaha...

Kami pun bertanya apakah mereka sering ikutan lomba-lomba semacam itu. Kata si laki-laki menunjuk yang perempuan, "Nih dia nih, ke luar negeri mulu gara-gara kuis." Hah? Ternyata dua-duanya memang sering menang hadiah ke luar negeri. Ke Inggris, Jepang, Eropa, dan lain-lain. Bahkan si perempuan ini setahun bisa tiga kali liburan gratis ke luar negeri gara-gara kuis. Katanya, "Kalau nggak gara-gara kuis, mana bisa gue jalan-jalan ke luar negeri." Nggak cuma hadiah liburan, mereka juga sering mendapatkan gadget gratis.

Sempat bergosip, si perempuan ternyata mengetahui isu sebuah lomba blog dari sebuah perusahaan yang katanya yang dimenangkan ya si teman-teman jurinya. Kata si perempuan, emang dari dulu si perusahaan itu gitu. Bahkan si perempuan ini pernah ikut lombanya (lupa lomba apa), namun hadiahnya dialihkan sampai ia menulis surat untuk si perusahaan ini. Hahaha... Mereka bercerita tentang kecurangan-kecurangan yang diadakan oleh penyelenggara kuis, menasihati jangan pernah percaya kuis yang diadakan Radio X-Y atau perusahaan ini itu.

Mereka juga memberikan tips mengikuti kuis. Katanya, kalau ikut kuis dilihat dulu usahanya sebesar apa, semahal apa. Kalau buat dapat hadiah harus membeli produk yang banyak dan mahal, ya malas juga. Tapi kalau pengorbanan yang sebanding, ya sikat ajaaa. Ikut kuis/lomba bukan tanpa pengorbanan, seperti cerita si perempuan yang pernah ikut kuis lomba foto. Dia niat fotonya di tengah rerumputan stadion aja. Atau lagi dia juga bercerita ada lomba foto apa, dia sampai bela-belain pinjam kostum dengan sewa 500.000 hanya untuk foto buat kuis. Intinya, harus dipikirin seunik mungkin karya lomba yang mau diikuti. Kuis yang diikuti pun macamnya banyak. Mulai dari lomba nulis, foto, main game, tebak-tebakan, dan lain-lain.

Aku ngga tahu sebelumnya kalau ada quiz hunter yang sampai segitunya... Wow aja, hahaha.