Hiroshima di Musim Panas: 7 Hal yang Bisa Kamu Lakukan

Mungkin aku salah, tapi rasanya anak-anak Indonesia lebih dulu mengenal Hiroshima ketimbang Tokyo, ibukota Jepang. Terang saja, Hiroshima dan Nagasaki sering disebut dalam pelajaran sejarah mengenai Perang Dunia II. Pada bulan Agustus 1945, sebuah bom atom berkekuatan 16 kiloton dijatuhkan di Hiroshima dan membunuh 140.000 jiwa.

Kini Hiroshima telah lahir kembali, namun tentu saja masih meninggalkan sisa-sisa pada masa itu. Makanya, kalau teman-teman suka sejarah, wah musti liburan ke Hiroshima. Tapi nggak cuma itu, Hiroshima menawarkan beraneka kuliner, wisata budaya, dan atraksi wisata lain yang bisa kamu jelajahi.

Eh, tapi di mana ya Hiroshima itu?

Peta Jepang. Sumber: kids.britannica.com

5 Favorite Things from Convenience Store

Katanya, di Indonesia setiap sudut jalan ada rumah makan Padang. Tapi kalau sekarang ditambah lagi dengan keberadaan convenience store alias mini market. Seperti Indomaret atau Alfamart (www.alfamartku.com). Meskipun lebih memilih untuk belanja keperluan sehari-hari di warung tetangga misalnya, tapi rasanya kehidupan ini tak bisa lepas dari mini market. Apalagi di kehidupan urban masa kini #apeu

Aku nggak konsumtif ya. Anaknya nggak jajanan #boongbanget. Tapi seminggu ada lah ya 2-3 kali ke convenience store. Meski cuma sekadar beli chiki atau minuman kemasan. Beberapa hal yang kusuka dari convenience store, ini nih.

1. Kulkas Besar

Biasanya, aku ke convenience store kalau lagi jalan ke mana trus tiba-tiba haus. Atau ngga mau mecahin duit buat bayar ojek sih… Nah, pastilah tuh di convenience store ada kulkas besar berisi berbagai minuman. Favoritku banget deh tuh melihat-lihat minuman dan mencari mana yang belum dicoba ☺

Sayangnya kulkas bagian minuman keras udah nggak ada, hihihi... Fotonya Jepang ya, soalnya di sini nggak pernah foto dalamnya convenience store, wkwkwk

Kalau Harus Pakai Blazer…

Di umur saya yang hampir seperempat abad, saya tidak melihat masa depan saya akan wira-wiri pakai blazer, bekerja di dalam pohon beton, dan duduk di depan beberapa layar komputer.

Nggak sedikit teman saya (emang punya teman?) mengkomentari gaya berpakaian saya. Kebanyakan mengkritik kalau saya selalu menggunakan baju yang jauh lebih besar dari ukuran badan. Ya bagaimana, masa’ pakai yang ngepas-ngepas? Seorang teman blog, juga pernah bilang kenapa saya pakai kaos belel. Yang padahal menurut saya, masih bagus-bagus saja tuh. o((*^▽^*))o

Agaknya, saya masih nyaman dengan zona nyaman saya, yaitu pakai kaos belel dan celana seadanya tanpa memikirkan gaya berpakaian atau ‘power outfit’. Masih nggak peduli lah, nggak fashionable juga biarin.

Sampai sekarang, hanya sedikit kegiatan yang membuat saya memakai blazer. Ya, beberapa acara resmi saja. Bahkan, untuk sidang skripsi pun saya cuma pakai kemeja lengan panjang biasa.

Kalau harus pakai blazer, ya saya pinjam punya mama saya. Yang kegedean itu. (◕︿◕✿)

●︿●

Pengalaman Membeli Asuransi Perjalanan

Baru satu kali, aku membeli asuransi perjalanan.

Tepat setahun yang lalu, aku lagi sibuk-sibuknya mengurus keperluanku untuk sekolah tiga bulan di Jepang. #throwback Selain di permohonan visa tidak ada kewajiban untuk menunjukkan bukti pembelian asuransi perjalanan, aku nggak ngerti sama sekali pentingnya punya asuransi satu ini.

Padahal asuransi perjalanan penting karena tentu saja kita berharap perjalanan lancar, tapi kan nantinya tidak tahu. Dari pada kenapa-kenapa, dan di negeri orang banget. Apalagi asuransi perjalanan (tergantung asuransinya), mengkover perlindungan gangguan perjalanan, medis dan kecelakaan, bantuan darurat, serta bagasi dan barang pribadi.

Hanya karena ibuku mengingatkanku untuk membeli asuransi perjalanan, jadinya aku membeli, deh. Itu pun bingung mau membeli yang mana.

Sebelum membeli, aku bertanya kepada teman-teman seperjalanan ke Sri Lanka tahun lalu, yang memang biasa bolak-balik luar negeri. Beberapa mereka menggunakan asuransi perjalanan yang berlaku setahun. Harganya jauh lebih murah, tapi tentunya ada beberapa ketentuan seperti, maksimal sekali perjalanan 60 hari. Sedangkan aku bakal lebih dari 120 hari dan menclok-menclok negara lain.

Aku juga mencari ulasan produk asuransi di internet. Kita bisa membaca pengalaman para nasabah, sedetil jenis apakah perjalanan mereka, produk apa yang digunakan, dan pengalaman apakah mudah atau susah melakukan klaim. Selain di situs web tertentu, aku juga membaca ulasan di blog pribadi, loh!

Waktu itu aku tidak tahu kalau ada situs web yang bisa membeli sekaligus membandingkan jenis-jenis produk asuransi.

Aceh Rawan Pelecehan Seksual?

Iya.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh The Foundation Kita dan Buah Hati, Provinsi Aceh berada di ranking satu dalam jumlah tindak kejahatan pelecehan seksual di Indonesia. Tapi selain itu, saya yang beberapa bulan lalu hanya dua malam menginap di Banda Aceh pun mengalaminya.

Hari terakhir saya dan teman berlibur di Aceh adalah hari Jum’at. Penerbangan yang membawa kami pulang adalah sore hari sehingga siangnya masih bisa jalan-jalan. Seusai check-in, kami menumpangi becak motor untuk singgah ke Museum Aceh, PLTU Apung, dan Kapal di atas rumah, di Lampulo. Ngomong-ngomong, supir becak motornya mirip Teuku Wisnu. Serius.

Karena sudah hampir menjelang shalat Jum’at, akhirnya kami minta diturunkan dekat KFC. Maksudnya biar bisa jajan gitu. Sempat terpikir, kalau Jum’atan kan tutup ya KFC, pas sampai sana eh iya tutup. Akhirnya kami berpisah dengan bapak becak motor. Sambil menunggu Jum’atan kelar dan KFC buka, kami duduk di halte di depan persis KFC.

Primavera Indonesia vs. Calcio Legends

Harusnya hari itu (21/5), teman dan saya datang ke acara pernikahan guru kami. Tapi sepertinya karena malam itu usai hujan deras dan lokasi tempat resepsi lumayan jauh dari rumah, tidak ada satu pun supir ojek online yang menerima permintaan saya. Saya tak memesan taksi atau mobil online karena hujan sudah reda, dan nggak mau kena macet ke tempat yang jaraknya hampir 20 km dari rumah. *alesan, padahal karena ongkosnya sekali jalan bisa seratus ribu*

Setengah jam lebih menunggu dan sudah berhias pakai baju yang agak bagusan plus kesempitan. Rencananya, usai datang ke resepsi, teman dan saya pergi menonton sepak bola. Teman saya yang mengajak. Katanya dia tidak ada teman. Ya sudah, demi pengalaman, aku bersedia diajak menonton 22 orang yang berebut bola di lapangan. Padahal sedikit minat pun tidak ada. Ada sih kalau sedikit, kayak kalau lihat pemain bola yang ganteng-ganteng.

Tapi kan dari bangku penonton nggak keliatan yes mukanya?

Singkat cerita, akhirnya kami memutuskan untuk langsung cusss ke f(x), mal sebelah Gelora Bung Karno. Karena lokasi GBK relatif lebih dekat dari rumah, waktu pesen ojek online nggak lama langsung ada yang pick up.

Setelah itu jalan kaki ke Stadion Gelora Bung Karno. Pas lagi jalan, sempat ngobrol-ngobrol kan. Teman saya ini ternyata ngefans banget sama Del Piero (saya cuma tahu namanya, mukanya ngga tahu samsek!). Makanya dia bela-belain nonton Open Training dan pertandingannya dengan tiket yang tidak murah. Selembar 300 ribu, dua lembar 400 ribuan karena ada diskon. Gue pikir gratis! Tapi saya nggak ganti ya, kan nemenin aja hahaha…

Itu mas-masnya ngga takut jatuh apa?