Wisata Bea Cukai

Membaca info kesempatan untuk mengikuti blogger tour ke yang dishare oleh Mbak Shinta Ries, aku langsung tertarik mendaftar. Penasaran bagaimana 'dalamnya' pihak yang membuatku terpaksa mengisi satu form kalau pulang dari wisata ke luar negeri. Alhamdulillah, pada hari Selasa lalu (18-11) aku berkesempatan buat wisata ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta bersama 34 blogger lainnya. Blogger tour yang diadakan kali ini dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi.

Karena harus kumpul jam setengah tujuh pagi, aku bangun jam setengah lima pagi aja dong (rekor!). Kemudian telepon Tari, teman blogger yang tinggal di gang sebelah, yang ngakunya adalah putri tidur. Oh gitu, kalau aku Rapunzel yaaa, hahaha. Berdua kami berangkat ke ITC Cempaka Mas, tempat kumpul peserta blogger tour kali ini. Kami tiba sekitar jam setengah tujuh pagi dan kemudian berkumpul dengan blogger yang lain. Senang sekali aku karena berkenalan dengan banyak teman blogger!

Sekitar jam delapan, berangkatlah bus kami. Tapi sebelumnya, let us take a selfie. Nggak 'a' deng, tapi many.

Gue yang mencet shutter gue yang nggak madep kamera... ada sih foto yang aku madep kamera. Tapi pasang ini aja ya, biar lebih berkesan. Ki-ka: Mbak Prima Sagita, Mbak Seneng Utami, Mbak Nurul Musyafirah, Nicole Kidman eike.

Tiba ke KPPBC Soekarno Hatta, kemudian kami dibawa ke aula. Acara dimulai dengan lagu yang dibawakan oleh band yang digawangi pegawai kantor bea cukai sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sharing dari beberapa pejabat KPPBC Soekarno-Hatta.

Bapak Okto Irianto, Kepala KPPBC.

Pasti tidak asing bukan dengan bea cukai? Selama ini sih aku tahunya bea cukai pokoknya ada urusannya sama bandara, rokok, dan minuman keras. Kalau cukai yang dikenakan di rokok atau minuman keras, di dalam ilmu ekonomi juga disebut 'pajak dosa'. Ternyata, yang namanya bea cukai ini luas, bahkan masuk dalam institusi dunia, World Customs Organization. Mirip dengan imigrasi, bedanya imigrasi adalah gerbang mengurusi orang yang masuk-keluar suatu negara, sedangkan bea cukai (customs) merupakan pintu terdepan bagi pergerakan barang masuk dan keluar.

Kan kalau di bandara ada petugas imigrasi ada juga bea cukai. Semuanya pakai seragam, yang diakui sering dikira seragam security. Nah, untuk mengidentifikasi mana yang petugas bea cukai ada empat ciri-ciri seragamnya:

1. Seragam berwarna biru tua dengan logo bea cukai berwarna merah di lengan kiri.
2. Terdapat nama di bagian dada kanan yang terlihat dari jarak 10 m. Untuk seragam terbitan lama, tulisan namanya masih kecil. Seragam Pak Okto memiliki nama di bagian kanan OKTO saja, tidak nama lengkap.
3. Ada tulisan CUSTOMS.
4. Lengan pendek untuk pegawai yang bekerja di kantor dan lengan panjang untuk yang bekerja di bandara.


Seperti cerita yang semua orang tahu, seringkali kita mendengar kalau pegawai pajak atau pun bea cukai (duane) itu lingkungan kerjanya... ya gitu deh. Paham lah ya. Tapi makin ke sini makin bersih pastinya. Bahkan berani dijamin kalau kepala kantor bea cukai semuanya bersih. Meskipun tidak dipungkiri masih ada oknum-oknum yang masih nakal. Makin bersihnya bea cukai di Indonesia ditunjukkan dengan lounge bea cukai di bandara yang memiliki pintu dan dinding kaca, sehingga tak memungkinkan ada 'main' petugas bea cukai dan pembawa barang.

Selain itu, kita punya sistem kepabeanan yang disebut Indonesia National Single Window (INSW), yaitu portal sistem dokumentasi pengurusan ekspor-impor secara tunggal, serta keputusan pemberian ijin kepabeanan yang tunggal dan kesemuanya via online. NSW kita ini pertama di ASEAN. Di negara kita nggak perlu hardcopy buat urus bea ini. Kalau di Singapura, masih perlu hardcopy. Kalau di sini pakai hardcopy, lebih jago malsunya, hahaha... Intinya sih sekarang hidup lebih mudah ya.

Kalau misal kenapa-kenapa, ada keluhan atau ada petugas nakal, bisa laporin keluhanmu atau laporin nama petugasnya ke alamat e-mail:
pengaduan.beacukai@customs.go.id

Dan semoga KPPBC makin bersih, kece, dan terbebas dari korupsi yaaa!! 


Dari aula, kami ditunjukkan CCTV room atau Control Room, di mana di dalam ruangan tersebut petugas bea cukai bisa melihat layar dari ratusan CCTV yang terpasang di Bandara Soekarno-Hatta. Dari monitor, bisa dianalisis mana-mana yang tingkah lakunya mencurigakan. Ruangannya keren abis, sayang ngga boleh difoto, hihihi... Ruangan tersebut juga tergolong baru karena baru sekitar sebulan.

Kemudian turun ke bawah, sedang ada press conference. Ada lima pelaku yang membawa narkoba dan tertangkap di bandara. Mereka adalah Warga Negara Iran, Vietnam, Tiongkok, dan Indonesia. Cara-cara menyembunyikan kece abis. Yang dibawa oleh WN Iran dibuat dalam bentuk lilin. Ada lagi yang dibawa pelaku dari Tiongkok dibuat dalam bentuk cair dan dimasukkan dalam guci. Nantinya cairan itu dikeringkan dan bisa menjadi bubuk. Gaol banget lah. Memang ya, kalau kata temanku, pelaku kriminal itu selalu selangkah lebih maju.

Jadi penasaran bagaimana cara yang lainnya ke depannya.


Meski muka pelaku ditutup oleh kupluk hitam, oh tapi si WN Iran ini tetap ketok kegantengannya. Padahal bisa saja ya, pas dibuka, pipinya korengan gede, hahaha. Waktu berdiri sambil mendengarkan pihak kepolisian dan bea cukai di press conference, beberapa ibu-ibu di sampingku...

"Ganteng!"
"Ganteng..."
"Buka dong itu topinya... satu aja yang pelaku dua dari kiri."
"Ya ampun... cakep-cakep kok pelaku."

Ternyata bertambahnya umur tak menurunkan kepekaan terhadap adanya orang ganteng. Stop.

Kemudian acara tour dilanjutkan dengan berkunjung ke dua penyedia jasa titipan barang ekspor impor, yaitu Kantor Pos Indonesia dan DHL.

Kantor Tukar Pos Udara

Salah satu cara barang masuk ke dalam negara adalah melalui kantor pos. Setelah keluar dari pesawat, barang akan tiba di Kantor Pos Bandara Soekarno-Hatta. Semua barang akan dicek satu-satu dimasukkan dalam gudang. Setelah itu ada pemeriksaan bea cukai, kalau sudah clear akan dikeluarkan dari gudang dan dikirimkan kepada kantor pos transit. Tapi kalau belum clear, ada waktu 30 hari untuk mengurus dokumen yang terkait bea masuk ini. Setelah 30 hari, maka barang akan berubah status menjadi barang dikuasai negara. Setelah 60 hari, akan menjadi barang milik negara.


Kalau masuk ke dalam Kantor Pos ini, ada dua pintu besar yang di atasnya ada tulisan Incoming dan Outgoing. Paket-paket outgoing akan dimasukkan dalam karung berwarna oranye untuk kemudian menuju ke pesawat.

Karung paket dan dokumen yang akan dikirim ke luar negeri. Ada kartupos yang kutulis ngga ya di situ?

 Wahai kardus-kardus paket yang datang dari luar negeri, mari kita selfie!

Kalau soal tarif pengiriman antara Kantor Pos maupun jasa titipan lainnya sebenarnya tak jauh beda karena memang kompetitif. Kalau masalah lama paket tertahan biasanya karena ada urusannya sama bea cukai. Kalau izinnya lengkap atau memang tidak perlu ada izin kepada instansi terkait, biasanya mah cepat-cepat saja...

DHL di Terminal Kargo

Jalan kaki dari Kantor Pos, ada terminal kargo yang berjejer penyedia jasa kargo. DHL terletak di paling kiri terminal kargo.

Ada dua bagian, inbound dan outbound. Kalau teman-teman lihat foto di bawah, di dalam pagar itu bagian inbound-nya, yaitu berisi paket-paket yang datang dari luar negeri. Sedangkan bagian outbound adalah yang akan dikirim ke luar negeri. Ada berjejer karung yang ditandai dengan kode tujuan untuk dokumen atau paket-paket kecil. Kalau paket yang besar ya tidak dikarungin tapi tidak masalah karena semua ada barcode-nya. Sistem barcode dalam urusan perpaketan ini katanya pionirnya adalah DHL, lho.


Di bagian outbound tertempel jadwal pesawat yang membawa kiriman-kiriman keluar DHL. Sebagian besar pesawatnya adalah Singapore Airlines, ada juga Emirates maupun Korean Air. Sirik aku sama paket-paket DHL, naiknya aja SQ! Di bagian ujung, ada pintu langsung menuju apron, atau parkiran pesawat.

Bagian inbound terminal kargo DHL.

Setelah dari DHL, kembalilah kita menuju KPPBC Soekarno Hatta untuk makan siang. Setelah itu, semestinya kami berkunjung ke salah satu terminal bandara. Namun karena suatu sebab, rombongan di bus yang aku tumpangi tidak bisa masuk. Jadilah kami kemudian kembali ke Jakarta. Kecewa pastinya tapi rasa kecewa ini pasti dibalas oleh Tuhan kebaikan yang sangat banyak! Meski begitu, aku senang sekali bisa mengikuti acara ini! Oh ya, sebagai penutup postingan ini, silakan memandang kolase foto-foto selfie di bawah ini, hahaha! Bye!


KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta
pli.sh@yahoo.co.id
www.beacukai.go.id
www.bcsoetta.net

Nggak Bersyukur

Mau cerita tentang hari ini. Tadi kan aku datang ke sebuah acara ya, seminar gitu deh. Rahasia seminar apaan. Tapi aku mau bahas sneknya. Tiket seminar tadi sudah termasuk morning snack, lunch, dan coffee break. Registrasi pagi, setiap peserta diberi satu dus snek dan satu kotak jus. Isi dus sneknya berisi akua gelas 240ml, Vit deng, kue sus, dan lontong/arem-arem.

Wuaaah, aku kan lapar tuh ya. Jadi aku langsung membuka kotak sneknya dong ya. Eh pas susnya aku gigit, rasanya menyedihkan. Kayak rasa tepung gitu. Ya emang sih dari tepung pastinya... tapi gitu banget rasanya. Baru satu gigit, tak taruh lagi ke dusnya. Kemudian aku mencoba lontongnya, juga maaf, aku kurang suka. Isi lontongnya dikit banget dan baru bisa ditemukan setelah beberapa gigit sepertinya. Akhirnya nggak kuselesaikan makan lontongnya.

Kalau dipikir-pikir, kok rasanya aku nggak bersyukur banget ya... ada makanan kok nggak dihabiskan. Kan masih banyak orang yang kelaparan nggak bisa makan sesuka hati. Tapi aku juga mikirnya... aku nggak mau kasih ke perutku yang merupakan pemberian oleh Tuhan ini makanan yang nggak enak. Sudah nggak enak, nambah-nambahin karbo lagi, apalagi aku sudah overweight gini. Kan aku harus sayang badan... T.T

Memang aku tuh hobinya galau-galau nggak penting begini...