Aku Melahirkan Anakku!

Di dalam sebuah kamar, aku rebahan dengan paha terbuka dan ditutupi sedikit dengan selimut garis merah putih. Dokter Devi bilang sudah bukaan tujuh. Aku tak tahu kapan akan bukaan sepuluh. Sesaat lagi aku akan mengeluarkan sesuatu yang beberapa waktu lalu menambahi perutku. Peluh, rasa tak sabar, senang, banyak rasa bercampur di hatiku.

Dua teman terdekatku, Martha dan Yanti dengan suka gembira menungguiku. Mereka memegang tanganku, sesekali melap dahiku. Mereka memberi kata-kata motivasi untukku. Aku beruntung punya teman baik seperti mereka.

"Ayo, Una, berjuanglah!" Martha dengan tampang serius melihatku. Aku terengah-engah untuk bernafas. Mengeluarkan anak dalam perutku ini.

"Tarik nafas Una... doronggg," Yanti juga menyemangatiku sambil ia menggenggam tanganku.

"Akhirnya, sudah lahir juga..." aku mendengar dokter berkata seperti itu. Syukurlah. Aku, Martha, dan Yanti bersuka cita. Aku masih bernafas dengan tersengal-sengal.

Beberapa saat kemudian, aku dibantu temanku membedong bayinya dan segera aku menunjukkan kepada ibuku.

"Ibu, aku melahirkan anakku!" aku dengan gembira memberitahu ibu sambil kugendong-gendong anakku.

"Aihhh... ada-ada aja kamu nih, masa' anak kecil bisa melahirkan. Melahirkannya boneka monyet lagi," ibuku mencibir, "Martha, Yanti, Devi, kamu ditelepon ibu kalian, katanya sudah sore. Besok lagi ya mainnya."



Tapi itu cerita dulu, waktu aku masih berumur tujuh tahun. Kini aku sudah dewasa. Rrr, belum terlalu sih. Tapi paling tidak aku sudah bisa datang bulan. Aku bisa melahirkan anak betulan. Bukan monyet George itu lagi yang nantinya aku keluarkan dari perutku.

Sesungguhnya aku tak begitu paham dengan menstruasi. Aku menangkapnya sih, sel telur perempuan sudah mulai diaktifkan. Setiap bulannya, kalau tidak didatangi oleh sperma yang mirip kecebong itu, si sel telur akan keluar melalui oviduk dan luruh keluar dari lubang kewanitaan bersama endometrium. Kalau didatangi sperma sih, bisa jadi anak betulan.

Ibuku khawatir denganku, aku sudah dua minggu terlambat menstruasi. Tapi aku pun tak merasa mengalami perubahan yang aneh. Aku dibawanya ke dokter obstetrik ginekolog. Takut ada apa-apa denganku.

Ibu menjelaskan keterlambatan datang bulanku kepada si dokter dan dokter menanyaiku sedikit hal tentang siklus mensku, masalah seks, dan aku lupa apa lagi.

"Tenang Bu, ini nggak apa-apa kok Bu..." kudenger dokter berbicara seperti itu kepada ibu.


Beberapa bulan kemudian, sudah waktuku untuk ke rumah sakit lagi. Kini ayah pun berencana ikut mengantarkanku. Seraya berdandan merapikan baju, aku pun merasa perutku sakit dan celana dalamku terasa basah. Aku berlari ke arah kamar mandi, sudah penuh darah di celana dalamku.

"Ibu, aku melahirkan anakku!" Teriakku dari kamar mandi. Ibu pun mengetok-ngetok kamar mandi yang di dalamnya ada aku.

"Na? Kamu akhirnya mens ya?" tanya ibuku dari luar kamar mandi.

"Iya Bu, syukurlah," aku menjawab dari dalam.

Ibu terlihat lega aku datang bulan lagi. Ibu bukan khawatir aku bakal hamil, aku tahu ibu percaya aku, tapi ibu takut aku menderita penyakit aneh-aneh. Kalimat 'aku melahirkan anakku', ya memang begitu. Aku melahirkan calon anakku yang tak dibuahi, hihihi. Kalimat itu selalu aku ucapkan ketika ada gumpalan darah yang kucurigai sebagai sel telur yang kulihat keluar dari lubang khusus itu.

Akhirnya kami tidak jadi pergi ke rumah sakit. Ibu hanya menelepon dokter itu dari rumah.

"Oh syukurlah. Tidak apa-apa Bu, anak usia 13-15 tahun yang baru-baru saja menstruasi kadang siklusnya masih tidak teratur. Ada yang dua bulan tidak mens, atau sebulan malah dua kali datang bulan. Atau seperti anak ibu, tiga bulan baru mens lagi," kata dokternya. Jangan tanya bagaimana aku mendengar percakapan ini. Aku menguping dari pesawat telepon di kamar ibuku.


Sekarang aku sudah di umur di saat aku sudah lebih dari seratus lima puluh kali datang bulan. Sudah benar-benar dewasa bukan? Masih saja aku suka mengecoh teman-temanku dengan menulis postingan di blog atau akun media sosial lain menggunakan kalimat 'aku melahirkan anakku'. Padahal cuma anak yang tak dibuahi, alias sel telur yang keluar waktu mens.

Aku jadi kepikiran... kapan ya aku melahirkan anak betulan... dua, tiga, lima, atau sepuluh tahun lagi?

Ah, aku tak tahu.

Mending menikmati hidup yang sekarang dulu saja deh. Aku tersenyum pada George yang sedang nangkring di atas mejaku.


Nyata.
Nyata fiksinya.
Fiksi!

114 comments:

  1. waduuuhhh, itu mah gak usah difikir'in. ntar ada waktunya juga sob!
    saat ini yg perlu loe fikir'in bukan kpn melahirkan anak, tapi bertanyalah "WHO IS FATHER OF THIS SON?"...bettullll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha betul, pasangan aja gak punya, gimana mo punya anak :D

      Delete
    2. gimana bs punya pasangan sob, elo aza masih maen tebak ini siapa! hihihiii..

      Delete
    3. Hahaha, aseeemmmm...
      Ah aku sih selow ding mas, masi remaja ini b-)

      Delete
    4. ahhh...masyyyaaaaa! gkgkgkkgkgk

      Delete
    5. Iyaa dooonggg, tebak ajah kira2 umurku antara 11-19, hahaha~

      Delete
    6. hihihihiiii.... nawar lebih leh gak?

      Delete
    7. Nawar tuh ya jadi kurang dong.
      Nebak umurku di bawah 10 ya?

      Delete
    8. nawar lebih maksud gue hehehhe...

      Delete
    9. Ga bisa, mau ditimpuk ayam kamu?

      Delete
    10. kalo loe berani, gue lapor penghulu.. .hahahhaha

      Delete
    11. Lapor aja, buat ijab gue sama justin bieber yah?

      Delete
    12. ha ha ha.... penasaran juga ini siapa ha ha ha :D

      Delete
  2. Hahaha .. una seandainya seumuran dengan Athifah pasti seru deh. Bisa nyambung cerita soal 'melahirkan' dan 'punya anak' :D

    ReplyDelete
  3. hoxxx nih, kirain kamu kenapa, adooh kl sampe anaknya si monyet, ngeri gw kena imbassnya, wew :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaaaah, gak lah, kan nama monyetnya George, bukan Aini Hiroku (yaitulah yang di cerita si Budhy), ahahaha...

      Delete
  4. GUbrakkk...hahaha, istilahku biasanya 'keguguran' tuh. Tapi kok aku gak pernah panik ya kalau terlambat gitu..dulu awal2 mens malah sampai 6 bulan tuh..so far so fine..nice post deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk...
      Aku dulu juga sering. Tapi ga pernah sih sampe 6 bulan :p
      Ga panik juga, lagian kan di atas fiksi :p

      Delete
  5. Oo jadi George itu anak pertamamu ya Un... :D kamu kecil kayaknya lucu ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha itu cuma ngarang kok, aku belum pernah mainan nglairin boneka.
      pas udah gede baru pernah :))

      Delete
  6. Ini termasuk April Mop ya? Gua lumayan deg2an baca awalnya...dikira lu beneran udah punya anak...ga taunya...AAAARRRGHHHH.*balik meja*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ngepostnya masi tanggal 31 kok :p
      Sabar yahhhh wkwkwk

      Delete
  7. hoalahhh, haha. kirain anaknya siapa, na. ga taunyaaa... :D
    btw, kmrn reviewnya gimana? ;)

    ReplyDelete
  8. Wkwkkwkw....
    Una2, kirain apaan hahhah...
    Itu mah tugas rutin atwh Un :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk,
      kamu dikasi tugas rutin ga?

      Delete
    2. Xixixii... tugas PR masih 3 blog lagi belum nemuin korbannya wkwkwkkw....

      Delete
  9. nglairin boneka monyet lagi....

    ReplyDelete
  10. wah kalau soal ginian gue gak bisa komen...sobat

    ReplyDelete
  11. membaca sedikit-demi-sedikit, hihihi pintar kamu una membawa emosi pengomentar. hehehe #karenasayatauunatidakmelahirkanbetulan. wedew itu hestek panjangnya haha

    ReplyDelete
  12. woow, ternyata ngelahirin boneka LOL
    aku kira beneran, soalnya aku baru kenal sama Una wekekeke..
    asyeem, kena april mob neh :D

    tp emank sih siklus mens cwe yg baru puber gak teratur, sthl 1-2 thn katanya baru mulai teratur..sm pengalaman juga smpt ky gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak niat menipu kok, sumpah.
      Kamu aja yang tertipu, huahahaha...

      Delete
  13. Berarti anaknya una jumlahnya udah banyak banget ya, wong setiap bulan keluar kok ya

    ReplyDelete
  14. fiksi? Gak percoyo! mesti ki beneran xixixi

    ya udah, nikmatin aja hidup yg sekarang dulu
    nanti juga melahirkanlah
    eh tp nikah dulu ya Na :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, bagian nyatanya cuma part aku selalu bilang "aku melahirkan anakku" pas mens :D

      Delete
  15. Wahahaha april mop! Ternyata fiksi, aku kira una hamil di luar nikah hahahaha o..O

    ReplyDelete
  16. Aahhh
    Mbak una selalu bikin sensasi. Tak kirain melahirkan betulan. Jadi kan tahu perjuangan ibu2 yang melahirkan gituuu. Tapi cara penyampain masalah kewanitaan sungguh bagus mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, siapa yang bikin sensasi. Enak aja... :p

      Delete
  17. akan tiba masanya Na kamu akan melahirkan anakmu sendiri... anak dari sel telur yang dibuahi :)

    ReplyDelete
  18. haha...nikah dulu sana..tapi jangan ma monye ya..ntar jadi kenyataan lahirin monyet <---piss^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, monyetnya juga gak mau kali sama aku wkwk

      Delete
  19. eheheee... seru juga bacanya :D
    pas mainan lahir2an, hohooo...

    syukurlah ya, ternyata baik2 saja ^^

    ReplyDelete
  20. ayooo nikah duluuu baru beranak! eh, itu kawin dink..

    haduh unaa.. dulu jaman kecil aneh2 aja ya kamu ngebayanginnya. udah kayak orang gede aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh itu kan fiksi, aku gak pernah mainan beranak-beranakkan kok dulu :p

      Delete
  21. Oh, ternyata ini adalah sebuah fiksi #jabarkan

    aku kira kau mau melahirkan, secara... #Lupakan aku hanya menggurau #edan.

    dan, itu hanya khayalan masa kecil anak 7 tahun dengan teman sebayanya ya. Lalalalala (diam-diam mundur) #kabur

    ReplyDelete
  22. Aaahh aku kira betul-betul melahirkan.. Ketipu dehh -_-

    ReplyDelete
  23. Replies
    1. Fiksi, tapi ada part nyatanya sedikit :D

      Delete
  24. bujut, lo kebiasaan maen tipu-tipuan di awal ye kak ..
    hhaha
    gue pikir beneran ..
    wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue gak niat nipu,
      elo ajaah yang ketipuuu~

      Delete
  25. bener sih yang kamu bilang.. cewe kalao pas akil balig apalagi udah mens, yah udah bisa dibuahi...

    hehhehe

    ReplyDelete
  26. Buseeeeeeet. Ini cerita waktu kecil yak? XD

    ReplyDelete
  27. Una ngelahirin monkey... :D
    yg jd tanda tanya bapak'nya sapa tuh...whehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kqkq cuma surrogate mother dari hasil pembuahan monyet kok

      Delete
  28. Ih, kak Una jorok ah...
    Ngomongin mens...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarin, jorok jorok kamu juga mens kan?

      Delete
    2. hahhahahaah... sumpah ngakaks bacanya

      Delete
  29. dulu dhe juga pernah kok Na, malah sampe 3 bulan gk M.. uuuhh, gila.. rasanya kacau banget!! takut!! aneh!! bad mood!! semuanya jadi satu.. kalo dipikir2 sih, tak apalah sakit setiap datang bulan, yang penting si anak lahir.. kalo gk lahir kan yaa kita juga yang repot, uring2an bad mood ndak jelas karena darah kotornya masih tertahan didalam.. nah lho, ini kenapa dhe buka2an banget yaa.. hahahahaha, una sih.. >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, segitu banget takutnya ya
      Aku belum pernah sih kalo tiga bulan, dia bulan seringgg, tapi biasa aja hihi

      Delete
  30. deg degan baca judulnya.. *hahay...
    ternyata.. akhirnya baca :
    "Martha, Yanti, Devi, kamu ditelepon ibu kalian, katanya sudah sore. Besok lagi ya mainnya."

    hahaha... dulu sama temen juga sering main gituan... wkwkw sandiwara dewasa.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kqkqkqkq, dulu aku ga main begituan, huhu. Ulangi lagi ah masa kecilku :(

      Delete
  31. Jebakan betmen judulnya,hahaha
    Kalau mau punya anak yg terpenting harus mapan & punya rumah sendiri supaya anak yg kita lahirkan kedepan menjadi manusia yg lebih baik dibanding kita orang tuanya

    ReplyDelete
  32. Berarti selama ini Una kelewat jujur...
    Terbukti ketika nulis yg isinya ngarang, wong2 podo ngira nek beneran...
    Itulah ruginya wong sing terlalu jujur, sekalinya crita ngarang, ngertine tenanan...
    Tak dongakke mlebu suwargo Na, mergane kowe ora nduwe bakat ngapusi...
    (Persis koyo aku. Aku yo ra bakat)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Esensi fiksi kan gimana caranya cerita seperti betulan :p
      Wkwk aku cen ra bakat ngapusi sih, tapi pada merasa tertipu sama aku hahaha...
      Dan part yang beneran cuma kalo aku punya boneka monyet sama kalimat aku melahirkan anakku yang memang selalu kuucapkan :)

      Delete
  33. Walaupun Una buat judul begitu terlihat meyakinkan.. Mbak mah udh nyangka klw itu benar.

    Benar-benar FIKSI :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk ya iyalah, masa iya tiba tiba aku melahirkan hihihi

      Delete
  34. udah keduga pasti fiksi deh hehehehehe

    ReplyDelete
  35. bapaknya George nggak mau tanggung jawab ya? Kurangajar! btw, itu gimana cara bikin header kayak gitu (gambar muka rada absurd kriting dan melet2 itu? *ditampar una*) lucunya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, iya dia kabur sebelum aku melahirkan *eh*
      Tutorialnya di http://madz666.blogspot.com/2011/06/buat-gambar-header-pkek-link-dan-bisa.html
      Avatarnya sih avatar south park :D

      Delete
  36. hahaha beneran tuh pas kecil mainnya pura2 melahirkan gitu? hahaha ada2 aja... :P

    ReplyDelete
  37. Nyata fiksinya? Jadi fiksi? Ato nyata?? huahaha :P

    ReplyDelete
  38. wah ini perempuan banget ya, ane ga tau tu soal m m an, pernah tau itupun dari ngaji. eh ternyata banyak permasalahanya ya... ou begitu ternyata, bisa ga teratur kalau baru baru remaja, untung bukan karena hamil ya. hahaha. tapi menarik, dari guyonan jadi serius mengenai ilmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuu, hihi mesti tau sedikit tentang M :P

      Delete
  39. wah kirain cerita apaan, eh masalah remaja ternyata.

    ReplyDelete
  40. Sejak baca judulnya, udah tau pasti deh kalo ini cerita fiksi dalam rangka april mop :D

    ReplyDelete
  41. jadi kapan rencana punya anak beneran ki hihihi

    ReplyDelete
  42. aku tak tertipu Na,
    sudah mulai kenal gayamu sejak markicong ha...ha...

    ReplyDelete
  43. Una yang bisa menikmati hidupnya :)

    ReplyDelete
  44. tujuh tahun udah menghayal melahirkan? gilee

    ReplyDelete
  45. memang menarik baca ceritanya... lucu sampe senyum senyum sendiri nih... semoga nanti kalau beneran melahirkan anak cakep jangan kayak george ya..

    ReplyDelete
  46. Una, yaiyalah..! Masa kamu melahirkan anak orang lain.. hehe

    ReplyDelete
  47. kereeeen, mulai dari intro nya sudah membuat banyak tanda tanya? hehehe

    ReplyDelete
  48. hahahaha..
    una..hebat!!! *prokprok* buat una. :D
    hayooo kapan nih punya anak betulannya? hihihi #mengkhayal

    ReplyDelete
  49. Kalau sudah mau melahirkan call saya ya sayank....
    saya pasti bertanggung jawab
    jaga kesehatanmu lho
    Sun sayank selalu

    ReplyDelete
  50. hahahahaha...
    istilahnya sama ama yang dipake temen2 ku,, MELAHIRKAN-lah, Kontraksi-lah,,, hehehehehe...

    ReplyDelete
  51. hihihihi baru baca nih postingan... serem aja klo seratus kali lebih ngelahirin anak... untung anaknya gumpalan darah aja..

    tapi TK sih klo ngebayangin org mens suka lemes sendiri... soalnya TK gak kuat liat darah2 gt... apalagi klo kentel...

    hahahhaa udah ah...

    ReplyDelete
  52. Hihi.. Una lucu. Klo jaman aku kos pas smea dulu kami berolok olok dengan kata 'keguguran' bila salah satu dari kami dapat mens

    ReplyDelete
  53. hahaha...setelah baca postingan ukhty jadi keinget masa2 kecil dlu suka bgt mainan boneka,tpi sayangnya aku wktu itu blum tau carane org lahiran itu gmna!kekekkekkek...like dehh...

    ReplyDelete
  54. Pinjam monyetnya, boleh? Sopan banget, ya? Pake hormat segala itu. :D

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!