Kalasan merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman. Kalau dari kota keluar ke arah Solo atau Klaten, Kalasan ini sebelum Prambanan. Baratnya Prambanan. Kalasan kalau di luar mungkin terkenal dengan 'ayam goreng Kalasan'-nya. Sering lihat kan? Atau nggak?
Dan sebenarnya pun aku nggak tahu ayam goreng Kalasan tuh koyo ngopo. Kadang pula Kalasan sering disebut-sebut dalam percakapan. Misalnya lagi debat nih, trus ngeles aja, eh langsung deh: "Kebanyakan Kalasan kamu!!!"
Nggak lucu.
Mbakku yang orang Jogja kadang kalau aku kebanyakan ngeles suka bilang, "wuuu alasan prambanan borobudur." Aku nggak paham kok tiba-tiba kata 'alasan' disambung sama 'prambanan'. Kata dia, "Kalasaaan, payah." Aku cuma, "Ooohhh..."
Nggak lucu juga.
Kalasan juga terkenal akan Candi Kalasan-nya. Tepatnya candi ini terletak di desa Tegal Kalibening, Kelurahan Tirtomartani. Makanya kadang disebutnya Candi Kalibening. Candi Kalasan ini sejenis dengan Plaosan karena bercorak Buddha namun yang mendirikan adalah raja Hindu kerajaan Mataram Kuno.
Dinasti Sanjaya, begitulah nama wangsa yang berkuasa saat itu. Konon katanya, candi ini dibangun oleh Rakai Penangkaran sebagai penghargaan atas pernikahan Raja Pancapana dan Dyah Pramodawardani dari Dinasti Syailendra. Syailendra merupakan wangsa yang berkuasa di Sriwijaya, mungkin makanya agama Buddha masuk ke Kerajaan Mataram Kuno saat itu.
Di Prasasti Kalasan, tertulis bahwa Syailendra meminta Panangkaran untuk membangun sebuah bangunan persembahan untuk Dewi Tara (Bodhisattvadevi). Makanya pun Candi Tara juga sebutan dari candi ini. Serta pula ditulis di sana, bangunan itu juga digunakan untuk vihara para bhikku dari Dinasti Syailendra. Prasasti Kalasan bertahun 778, berarti Kalasan merupakan salah satu candi tertua di daerah sekitar Prambanan.
Waktu itu aku datang ke sana sekitar jam lima sore, sehingga nggak liat-liat secara detil. Dan emang sebenarnya kalau aku ke candi nggak pernah terlalu perhatiin, sih. Jadinya ya cuma bentar doang di sana. Aku syok baca mengenai bangunan candi itu, katanya ada 52 stupa. Aku nggak liat, hihi. Yang aku liat cuma candi utama di tengah, lalu ada tangganya. Udah itu aja. Peace!
Yang aku suka pergi ke sana sore-sore adalah, aku dapet gambarnya langitnya biruuu uuu uuu... Padahal nyetting kameranya ngaco.
Candi ini kecil, sih. Jadi kalau cuma untuk lihat-lihat nggak akan makan waktu lama. Masuknya nggak jelas bayar apa enggak. Tapi karena kebiasaan di Indonesia kali ya, ngasih duit ke satpamnya deh lima ribu.
Kalau lihat objek wisata nggak keurus gini, rasanya pengen ngumek-umek tau nggak sihhh! Gemes, huhuhu! Au ah, jadi geje gini kesimpulannya... Semoga bisa nulis tentang wisata sejarah lebih bagus lagi, hihi #lagilagidutawisatagagal
Visit Jogja ya!
Dan sebenarnya pun aku nggak tahu ayam goreng Kalasan tuh koyo ngopo. Kadang pula Kalasan sering disebut-sebut dalam percakapan. Misalnya lagi debat nih, trus ngeles aja, eh langsung deh: "Kebanyakan Kalasan kamu!!!"
Nggak lucu.
Mbakku yang orang Jogja kadang kalau aku kebanyakan ngeles suka bilang, "wuuu alasan prambanan borobudur." Aku nggak paham kok tiba-tiba kata 'alasan' disambung sama 'prambanan'. Kata dia, "Kalasaaan, payah." Aku cuma, "Ooohhh..."
Nggak lucu juga.
Kalasan juga terkenal akan Candi Kalasan-nya. Tepatnya candi ini terletak di desa Tegal Kalibening, Kelurahan Tirtomartani. Makanya kadang disebutnya Candi Kalibening. Candi Kalasan ini sejenis dengan Plaosan karena bercorak Buddha namun yang mendirikan adalah raja Hindu kerajaan Mataram Kuno.
Dinasti Sanjaya, begitulah nama wangsa yang berkuasa saat itu. Konon katanya, candi ini dibangun oleh Rakai Penangkaran sebagai penghargaan atas pernikahan Raja Pancapana dan Dyah Pramodawardani dari Dinasti Syailendra. Syailendra merupakan wangsa yang berkuasa di Sriwijaya, mungkin makanya agama Buddha masuk ke Kerajaan Mataram Kuno saat itu.
Di Prasasti Kalasan, tertulis bahwa Syailendra meminta Panangkaran untuk membangun sebuah bangunan persembahan untuk Dewi Tara (Bodhisattvadevi). Makanya pun Candi Tara juga sebutan dari candi ini. Serta pula ditulis di sana, bangunan itu juga digunakan untuk vihara para bhikku dari Dinasti Syailendra. Prasasti Kalasan bertahun 778, berarti Kalasan merupakan salah satu candi tertua di daerah sekitar Prambanan.
Waktu itu aku datang ke sana sekitar jam lima sore, sehingga nggak liat-liat secara detil. Dan emang sebenarnya kalau aku ke candi nggak pernah terlalu perhatiin, sih. Jadinya ya cuma bentar doang di sana. Aku syok baca mengenai bangunan candi itu, katanya ada 52 stupa. Aku nggak liat, hihi. Yang aku liat cuma candi utama di tengah, lalu ada tangganya. Udah itu aja. Peace!
Yang aku suka pergi ke sana sore-sore adalah, aku dapet gambarnya langitnya biruuu uuu uuu... Padahal nyetting kameranya ngaco.
Candi ini kecil, sih. Jadi kalau cuma untuk lihat-lihat nggak akan makan waktu lama. Masuknya nggak jelas bayar apa enggak. Tapi karena kebiasaan di Indonesia kali ya, ngasih duit ke satpamnya deh lima ribu.
Kalau lihat objek wisata nggak keurus gini, rasanya pengen ngumek-umek tau nggak sihhh! Gemes, huhuhu! Au ah, jadi geje gini kesimpulannya... Semoga bisa nulis tentang wisata sejarah lebih bagus lagi, hihi #lagilagidutawisatagagal
Visit Jogja ya!
♥♥♥
Vote aku ya!
Dalam sehari bisa kasih satu suara, hihi, vote lagi donggg :)
Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!
Sumber dan referensi
http://en.wikipedia.org/wiki/Kalasan_inscription
http://wisatasejarah.wordpress.com/2009/09/14/candi-kalasan-2/






Pertamax!
ReplyDeleteAdus disik kang, ilermu ki loh... kepret kabeh... wkwkwk. Wis ngarit?
DeletePertamax tuku nggone Mas Haris ae Mas Andi...
DeleteHo'oh... harganya sekarang Rp 10.350 ,-
Deletedapet beras 1 1/4 kilo
Korting lah mas, harga sesama temen ngeblog.
Delete4500 gitu pertamax... ya ya?
Enak ajah,,, gajianku ikut dikorting entar.
DeleteEmoooh...
Yo wis deh, 5000. Koyo arep blonjo opo bae~
DeleteTak melu2 ngramekke pertamaxx lah hahahha...
DeleteOkeee... obongen wae sisan mas...
DeleteSip... link e wis diganti, ben sing meh ngevote ki yo rak peyot. Poto paling ngisor ki rupamu, Na? Tuwo...
ReplyDeleteApa kamu punya kakak yang mirip ama kamyu ya, Na. Kadang tua, kadang muda... ^^a. Oiya akyu ingat, kisah Hiatus Yang Nggak Hiatus, tapi kakaknya dirubah jadi pria deh keknya ;)
Hooh, tuwo.
DeleteKowe segitunya pengen ketok nom dengan ngatain anak yang masih muda dengan kata 'tuwo' po? Kasian.
Di cerita itu, kakaknya pria, tuh.
kan fiksi yang enggak fiksi,,, :p
DeleteOra dong wek :p
DeleteSalam nggo mbakyumu... :D
DeleteOkeee, sing Christina Aguilera po J-Lo, mas?
Deletebagus banget mba, langitnya biru...jadi sesuatu banget yeah...
ReplyDeleteAlhamdulillah ya
DeleteWalah... blogmu ko saiki kebak virus, Na...
ReplyDeletemosok saben tak reload koq antivirusku ndetect terus :(
Maksude?
DeleteOra dong je aku, mas wkwkwk
gw gak komenini candinya ah, tapi gw mau liatin langitnya, iya yah, biru mengharu gitu, keren, bersih tanpa polusi, wew, pengen ke langit nih jadinya :D
ReplyDeleteYa sana, jangan lupa bawa bidadari khayangan buat malem minggu :p
Deletewei...ke langit tujuh ya? ati2 lho gak bisa balik ntar..;
DeleteSang duta wisata, ayuuk wisata ke jogya deh..
Mbak Ririe tinggal di langit ketujuh?
DeleteEmoh, menuh-menuhin Jogja...
Jiah, dah rame, ya? Sikat gigi dulu ahhh...!
ReplyDeleteAdus sik mas...
DeleteNek adus aku gak iso nggowo hape! Prei, Na?
ReplyDeleteYo iso no... paling mung rusak.
DeleteHooh prei... sabtu gitchu loh...
welehh.. candi candi candi,.. lhaa aku pekalongan ada apa yaa..?? batik? laut? dan gunung... okeh kapan2 mau pamer juga :P
ReplyDeleteSoto tauto, garang asem, pecek sumsum, hueeekkk~
Deletebhahahha.... ealagh, seneng maem hayawani yaa.. kabeh sing disebutke kok sing hewan2.. ckckckc
Deleteyang murah meriah yuo megonooo :p
Hahaha, ra doyaaan megonoooo...
DeleteSing hewani kuwi yo aku gak doyan juga :D Nggilani hueeek *ditimpuk orang sak Pekalongan*
baru tau malah ada candi kalasan, paling tau ayam goreng kalasan doang itu juga namanya doang hihi..
ReplyDeleteHehehe, ke Kalasan dong :D
Deletebagus nih picture-nya! btw picture yg terakhir itu image kamu ya Na?
ReplyDeleteBukan. Ibu aku :(( Ya aku laaa
DeleteKalau dulu itu hadiah pernikahan atau persembahan bangun candi ya kalau Una nikah ntar minta dibuatin apartemen atau hotel aja ya sama masnya :D
ReplyDeletePastinyaaa, sama pulau pribadi, wkwk
DeleteMakin mupeeenggg maen ke Jogja :D tunggu akuuuuuuu =)
ReplyDeleteKe Jogja dong xD
Deletevisit malang sajalah.. hehehe
ReplyDeleteEmoh...
Deleteserasa belajar sejarah, hehehe
ReplyDeletenice picts, unaa ;D
Hehe, thanks x)
DeleteMenghitung hari untuk ke jogjaaaaa =)
ReplyDeleteOleh-oleeeh...
Deletevisit jogja ?......aku mauuuu...tapi kayaknya tahun depan aja deh....hehehe...
ReplyDeleteGud gud :-bd
Deletekemarin ke jogja cuma lewat aja sih, ga sempat mampir :D
ReplyDeleteNaik KA apa Sby-Pwt? :p
DeleteCandinya kecil.... Mbak una muat gak ya disana?
ReplyDeleteMuat dong.
DeleteKalo tahan nafas...
Unaaaaa..................suka banget sama postingan ini
ReplyDeletebunda blm pernah ke Candi Kalasan, taunya cuma Ayam Kalasan....hahahaaa.......
terimakasih ya Na, dah berbagi kisahnya disini
kemarin dah voting, msh bisa voting lagi gituh Na?
kl memang bisa, ya okd...bunda vote lagi tulisan yg ini .......
salam
Asiiik, makasih ya Bun x)
Deletematap yaaa di jawa banyak candi.....benernya orang bikin candi itu, konon katanya merekatkannya pakai putih telur.....bener gak!
ReplyDeleteKatanya sih gitu, au deh tuh bener apa kaga...
Deleteah Una bikin sirik ini,
ReplyDeleteaku juga belum mampir ke candi Kalasan, cuma lihat dari jauh doang
Rumah eyang di sekitar sini ya?
aku pernah nulis ketika ketemu orang yang asli sekitar Ratu Boko, yang bilang nganggap candi ya cuma batu Aja, kok heboh didatangi , he..he.. jadi takjub dengan pendapatnya
Ahahaha, kurang apresiasi ya rakyat Indonesia. Kayak aku, ahahaha!
DeleteRumah nenekku 12 km dari sini, di kota :D
Jadi mbak una itu keturunan jogja ya. Kalau di jogja banyak candi yang nggak ke urus mbak. Banyak yang terbengkalai. Yang keurus hanya prambanan doang.
ReplyDeleteHehe iya, 3/4 Jogja 1/4 Pekalongan. :D
DeleteIyah, sama Ratu Boko :(
ehhh... spiclessss muka Una kejawa jawaan sih :) bukan nyinggun loh. Beneran.
ReplyDeleteMaksude piye...
Deleteyg pake kaos 0range mirip stupa'y ..hiihiihii :D
ReplyDeleteGa ada tuh yang pake kaos orange :p
Deletediotakku cuma ada makanan saat ini, baca judulnya aku pikir ayam kalasan hahaha
ReplyDeleteMakan dong mbak x)
Deleteoh iya aku juga pernah liat dari jalan doang mba, kalo mau ke prambanan. tiap kali mau mampir gag sempet mulu sih. hehe
ReplyDeleteHihi iya kalau dari Jalan Solo kelliatan :D
DeleteKarena gak pernah kesana, cuma bilang "Keren" aja deh :D
ReplyDeleteAkunya yang keren?
Deletewidihhh. mantap. udah jadi duta wisata beneran kok. foto nya juga maknyus. pengen kesana nih
ReplyDeleteDuta wisata tapi yang ngakuin aku sendiri, wkwkwk
Deletembak una,saya belum pernah lho kecandi ini,,kayak sama candi prambanan ya muncung muncungnya.
ReplyDeleteMirip sih. Tapi cerita reliefnya beda hehe
Deleteseru nihh mbak una jalan jalan mulu
ReplyDeleteUdah foto lama kok ini
Deletejalan jalan kecandi saya belum pernahhhh - mantaps jaman dulu keren ya mbak jadi putri dibikinin candi yang megah melulu - btw eniway busway mbak una kurusan ya heheheh v(^o^)pissss
ReplyDeleteHahaha, itu setahun lalu :((
DeleteSekarang gendutaaan hiksss...
wah kebetulan banget.. aku juga baru selesai posting tentang liburan ke jogja.. ada prambanan, borobudur, dll. tapi gak ada kalasan.. lewat sih kemarin,, tapi gak singgah.. liat2 ya di blogku.. :D
ReplyDeleteOke dehhh, segera mampir mas :)
DeleteFoto Ayam Gorenge endi, kok gak ono :D
ReplyDeleteFoto deweee...
Deletefotone apikapik Na!! kecuali foto yang terakhir, sopo kui Na? :p
ReplyDeleteWong ayu mbak...
Deleteaku wis vote the bobs
ReplyDeleteAsik makasih!
Deletewah krenn..kangen,,pengen ke jogja lagi,
ReplyDeleteAyo lah ke Jogja meneh :D
DeleteWah telat aku, arisane wes bubar hahahha...
ReplyDeleteCandi tertua, berarti sebelum prambanan ya UN.
Un, tuh ambil fotonya pake kamera apa?
Hooh, telatttt banget...
DeletePake kameraku mas, ahahaha~
Un, njaluk rekomen IDM e yo?
DeleteJapri wae mas...
DeleteTapi kowe wis entuk soko Mas munyuk tho...
naaaaaaaaaaaa koe ko wis muter-muter ngendie ae euy... kapan ngajak aku :))
ReplyDeletehlaaaa kowe kan wis tau ketuk prambanan mas
Deletewaw baru tau ada candi kalasan, mbak una memang luar biasa nih wawasan budayanya, mantap sukses terus ya :)
ReplyDeleteWahahaha gak lah mas... tentang sejarahnya kan baca di google :D
Deletehehe kirain asli tau dari tempatnya langsung :D ternyata boleh googling toh..
DeleteHehehe di tempatnya gak ada brosur atau papan info mas :(
DeleteMm.... kapan ya bisa jalan-jalan ke Jogya dan menikmati situs2 sejarah di sana? Nanti anterin ya Na. Tenang aja, ada persenannya kok :D
ReplyDeletekaos doraemonnya Bagus Tante!!!
ReplyDeleteFoto-fotonya bagus semua Una...kecuali...yang terakhir...hahaha...becanda kok. Iya ya, langitnya biru banget! Bagus!
ReplyDelete