Yang Ingin Aku Ucapkan Kepada Wahai Customerku #2

Saking banyaknya yang ingin kukatakan kepada customer-customer minimarketku, baik yang reguler maupun tidak, mungkin postingan ini bakal berseri banyak. 

♥ Kepada nenek 90 tahun yang punya toko acar yang sepertinya cukup hitz di Kyoto

"Apakah cucunya boleh buat saya?"

Jadi ada satu nenek-nenek yang tiap hari ke minimarketku. Aku pernah tanya umurnya tapi lupa sih kalau ngga 88 tahun ya 92 tahun. Udah tua banget, jalan sudah susah, pelan dan kadang pakai tongkat, agak pikun, kalau mau bayar aja dia tumpahin tuh dompetnya trus suruh aku ngitungin. 😂 Tapi masih tampak sehat dan kayaknya dia kayak disuruh anggota keluarganya buat belanja di minimarket, soalnya suka bawa memo, sepertinya sih biar sekalian olahraga juga.

Karena aku suka ngga paham orang ngomong, kadang suka ngga paham dia ngomong apa. Ya aku jujur aja bilang kalau ngga paham dan nenek ini bakal ngomong lagi pelan-pelan. Beberapa kali dia bilang dia sudah mau mati saja, sudah ketuaan 😂 Dia juga pernah cerita kalau seminggu dua-tiga kali dia mengepel rumahnya yang lima lantai dengan tangan. Buat exercise, katanya. 

Dia ini punya cucu cowok tinggi banget bahkan hampir setinggi pintu minimarketku. Aku ngga pernah ngomong sama dia selain soal pembayaran. Aku cuma pernah tanya tingginya dia berapa, itu pun aku ngga kedengeran, cuma denger sampai 'seratus sembilan puluh.....' ngga tahu 192 atau 193, tinggi banget yang jelas. Orangnya bukan yang ramah suka nyapa-nyapa, tapi ngga jutek, kayaknya orang baik, ganteng lagi. Ngga naksir sih, cuma seneng aja liat orang ganteng. 😂

♥ Kepada om-om yang selalu beli Marlboro Dry Menthol

"Cieee, pernah ngajak date F-san dan ditolak ya."

Om-om ini salah satu customer favoritku. Orangnya kayaknya sudah 60-an, rambutnya banyak yang putih tapi kayak om-om keren gitu, dan ramahnya minta ampun, murah senyum banget sampai di matanya berkerut. Rumahnya deket toko cuma kadang suka naik mobil BMW-nya mungkin pas mau pergi. Denger-denger kerjanya sih fotografer dan pernah ke Jogja juga loh.

Kalau ketemu pasti nanya kabarnya gimana, keluarga di Indonesia gimana, sehat terus kan, dan lain-lain. Cocok dijadikan sugar daddy tapi aku lebih prefer bapak-bapak yang aku ceritakan di postingan pertama. 😂 Aku tuh suka sebut-sebut sugar daddy bukan aku lagi mencari sugar daddy beneran loh ya. (Lebih ke pengen jadi sugar mommy sih. Ngga deng.)

Gara-gara ada kakek-kakek yang pernah ajak aku nonton bioskop, aku cerita ke staf lain sebut saja F-san. Eh dia malah cerita kalau dia juga diajak nge-date sama om-om keren ini. 😂 Katanya si om ini memberinya surat. 😂 Aku kok sirik ya, F-san yang umurnya dua kali aku diajak nge-date sama orang yang lebih keren dari kakek-kakek itu. 😂 Tapi tentu saja F-san menolak karena dia juga punya pacar.

♥ Kepada mas-mas host yang selalu membuang napkin yang kuberi

"Parfumnya mereknya apa sih, Mas? Enak banget qusuqa deh."

Banyak customer reguler yang bekerja sebagai host dan hostess yang tinggalnya di lantai atas atau di sekitar minimarketku. Kalau di Jepang, host itu adalah orang yang bekerja di klub malam yang kerjanya menemani tamu minum. Ada satu orang mas-mas host yang setiap hari mampir. Kadang-kadang hanya beli minuman saja, tapi kadang beli makanan atau bento juga.

Di Jepang itu ada yang namanya oshibori atau otefuki, yang merupakan handuk untuk membasuh tangan sebelum makan. Kalau makan di restoran di Jepang, ngga mungkin ngga ada oshibori. Kalau di minimarket kita menyediakannya dalam bentuk tisu basah. Kalau ada customer beli makanan, biasanya kita kasih otefuki.

Mas satu ini tuh kalau beli bakpao, trus aku kasih otefuki, eh trus dibuang dong ke tempat sampah. Udah berkali-kali kaya gitu. Maksud aku, kan bisa dibalikin atuh mas! Kan sayang 😓 Kalau misal beli bento sih, kadang dia beli tas kresek jadi tisu basahnya aku masukin ke kreseknya jadi ngga dibuang.

Gemes sih tapi ya udah lah. Anyway, masnya ini pake parfum aku suka banget. Baunya manis dan menurutku unisex, buat cewek rasanya juga gapapa. Aku penasaran tapi mau nanya gimana gitu. Orangnya ngga jutek sih cuma host tuh kadang serem kalau marah 😂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!