Yang Ingin Aku Ucapkan Kepada Wahai Customerku

Sebagai manusia yang normal kalau suka komentar tentang orang lain, kadang rasanya aku pengen mengeluarkanku pendapatku atau mengatakan sesuatu kepada customer-customer yang aku hadapi. Entah karena cantik/ganteng, rese, membingungkan, baik, dan lain sebagainya. Kalau misal customer reguler yang datang habis potong rambut sih aku langsung bilang, "Wah, abis potong rambut ya!" Aku menganggap ucapan seperti ini tidak menyinggung privasi dan sedikit berharap customernya senang karena merasa diperhatikan. Kadang-kadang pengen bilang sama customer reguler yang tiba-tiba gendutan, "Gendutan ya?" tapi kan ngga mungkin.

Ini dia beberapa hal yang ingin kuucapkan kepada customer minimarketku.

♥ Kepada customer regulerku seorang laki-laki yang tiap hari membeli air mineral 1.5 liter, selalu menggunakan pembayaran Quicpay, yang mengalami kebotakan dini, tapi tampak muda.

"Kayaknya aku bisa ngaca deh di jidatmu." 

Jahat ya 😂 Tapi sumpah jidatnya lebar dan kinclong banget.

♥ Kepada kakek-kakek 69 tahun yang mengajakku nge-date.

"Astaghfirullah al 'adzim! Ogah! Eh, btw, rambutmu wig bukan sih? Btw lagi, udah lama banget ngga lihat deh, kirain udah meninggal."

Ada satu kakek-kakek yang selalu beli rokok Echo. Kebetulan dia pernah meninggalkan kartu identitasnya di mesin fotokopi berkali-kali jadi aku tahu umurnya. Beberapa kali dia mengajakku nonton bioskop dan makan unagi. Tapi ogah lah, masalahnya dia kakek-kakek yang kesepian gitu, takut lah, serem kalau diapa-apain.

Dia tuh punya rambut yang agak aneh, seperti pakai wig. Makanya aku pengen tanya apa wig atau bukan. Selain itu, sempat sebulan lebih aku ngga ketemu orang ini di toko sempat mbatin apakah sudah tiada. Meskipun aku agak-agak takut dengan customer satu ini, tetap saja aku berharap semoga dia sehat-sehat saja. Eh dia dateng, trus bilang ke aku, "Wih lama banget ngga liat kamu. Pasti kamu kira aku udah meninggal kan?" 😂 Tahu aja.

♥ Kepada customer yang selalu datang sekitar pukul tujuh pagi, umur sekitar 50-an, selalu membeli air mineral, dan dua onigiri. Kadang-kadang membeli cokelat Meiji.

"Apa bapak mau jadi sugar daddy-ku?"

Becanda sih tapi bapak ini tuh berwibawa (kok kaya nama gue?) banget dan ramah banget sama aku. Salah satu customer paling ter-love-ku lah. Misal nih ya dia mau bayar ke kasir, ada tiga kasir kosong, dia milih kasirku meski yang bukan di depannya persis. Awww~ 

Ada satu staf cowok di minimarketku yang biasa menyebut bapak ini 'papa'. Kalau bapak ini dateng, dia bakal bilang, "Eh ada papa, ada papa." 😂 Saking love-nya sama bapak ini, pernah muncul di mimpiku. 😂

Masih banyak lagi, terusin kapan-kapan.

4 komentar:

  1. Aaah, seru ya membayangkan kalau kita bisa ngomong gitu. Apa gak diomongkan aja na kalau nanti udah mau berenti atau pindah dari jepang? hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas hari terakhir kali ya, tumpahkan semua, lol.

      Hapus
  2. Aww lucu banget! Kayaknya kalo face to face sama customer gini jadi bisa pengalaman liat macam-macam orang ya mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hahaha, tiap hari ngadepin ratusan orang yang berbeda

      Hapus

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!