Rasis Ngga Sih?

"Dong-san lebih hitam dari Vincent-san."

Kira-kira seperti itu kalimat yang dilontarkan oleh teman sekelasku yang berasal dari Taiwan di kelas Bahasa Jepang lima tahun lalu ketika guru menyuruhnya membuat kalimat dengan menggunakan perbandingan. Aku cukup terkejut karena di kelasku yang beragam bangsanya sepertinya melontarkan kalimat seperti itu sangat tidak appropriate.

Untungnya guruku cukup bijak dan memberitahu temanku bahwa kita tidak boleh membandingkan orang dari warna kulit karena itu diskriminasi.

Baru-baru ini aku berpartisipasi dalam acara Nihongo Benkyokai yang kira-kira artinya 'pertemuan belajar Bahasa Jepang'. Di acara ini pelajar-pelajar asing belajar bercakap dalam Bahasa Jepang dengan support staff yang merupakan pelajar Jepang yang belajar Bahasa Jepang untuk menjadi guru. Biasanya kami diberi satu topik kemudian kami dibagi dalam beberapa grup kecil di breakout room. Karena orangnya sedikit jadi satu breakout room isinya hanya dua orang, satu pelajar asing satu pelajar Jepang.

Acaranya hanya satu jam dan cukup terasa cepat hingga penyelenggara acara pun memperpanjang waktu supaya kami dapat mengobrol. Kami dibagi lagi dalam breakout room dengan partisipan yang lebih banyak. Kami dibebaskan untuk bicara apa saja dalam grup. Sampai seorang yang berasal dari Hong Kong menceritakan asal-usulnya kalau ibunya berasal dari Indonesia.

"Tapi ibu saya tidak seperti Una-san, kulitnya putih, mukanya tidak seperti orang Indonesia, lebih mirip orang Asia."

👀

Iya emang aku hitam, sih.

👀

Orang Asia? Iya sih mukaku ngga kayak orang Asia. Soalnya Indonesia itu adanya di Amerika Latin. 👀

Kalau ketemu langsung pengen kumisuhin sayangnya kita ikut acara itu via Zoom. Udah jauh-jauh sekolah ke Jepang kok ngga tahu kalau Asia tuh ngga cuma Asia Timur aja! Eh tapi Hong Kong dekat sih dari Jepang.

Aku cuma bisa menghela nafas.

Tapi andai waktu bisa berulang aku pengen ngomong baik-baik sama dia kalau sepertinya kurang sopan ya kalau dari awal ketemu sudah membandingkan warna kulit. Aku sih ngga sensi yang gimana soal warna kulit tapi banyak lho orang yang sensitif soal ini. Selain itu pengen kasih tahu ke dia kalau Asia itu besar, ngga cuma Cina, Jepang, dan Korea saja.

Selama bertemu orang-orang, aku merasa teman-teman yang berasal dari Cina, Taiwan, dan HK tuh cukup mudah berbicara soal warna kulit. Maksudnya kayak membanding-bandingkan dan bicara warna kulit padahal baru pertama kali ketemu. Ngga semuanya sih pasti tapi kok aku ketemunya yang seperti ini terus.

Kalau orang Jepang malah ngga terlalu gimana soal warna kulit, apalagi banyak juga cewek Jepang yang malah maunya jadi hitam pakai acara ke tanning salon segala. Pernah aku ngobrol sama nenek-nenek, dia membicarakan warna kulitku tapi malah, "Ah, warna kulit kita ngga jauh beda ini." 😄 Waktu itu kami membahas kalau manusia di dunia itu sama aja lah ya, ngga usah berantem-beranteman.

Postingan berikutnya aku mau nulis kalau aku ngga sengaja mengatakan kalimat yang agak rasis dan menyinggung temanku, tapi aku ngga sadar. 😂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!