Taman Prasastiku Kini

Taman Prasastimu? Ah, ngaku-ngaku kowe Un.

Siapa yang nggak tahu Taman Prasasti? Adalah salah satu museum di Jakarta yang berbentuk taman yang dulunya merupakan pemakaman umum. Dibangun tahun 1795 dan tentu saja menjadi cagar peninggalan masa Belanda. Sejak tahun 1977, makam yang tadinya bernama Kebon Jahe Kober dibuka dan diresmikan sebagai museum oleh Ali Sadikin.

Museum yang letaknya di Jalan Tanah Abang I dekat kantor walikota Jakarta Pusat ini memiliki ribuan prasasti/nisan. Yang aku kenal (kayak iya aja kenal) cuma Soe Hok Gie dan istrinya Raffles. Ada juga nisan bernamakan Miss Riboet. Jadi ingat teman bloggerku, Jeng Ribut, di Banyuwangi deh. Juga terdapat kereta jenazah antik dan koleksi-koleksi lainnya. Ada miniatur makam di berbagai provinsi di Indonesia. Tapi entah aku yang rada-rada, beberapa kali ke sana aku nggak masuk ke ruangan pamernya. Malah baru tahu ada ruang koleksinya beberapa waktu belakangan ini. Payah tenan ik.
Depan Museum Taman Prasasti.
Pertama kali aku ke sana, mungkin sekitar lima tahun silam kali ya. Dengar sana-sini mengenai Taman Prasasti: pernah dijadikan tempat syuting video klip, nisan-nisannya keren, museumnya horor, jadi tempat nge-hip buat hunting foto, dan lain-lain. Kan aku jadi penasaran tuh ya. Pas pertama ke sana emang rasanya tuh makam suram abis. Sudah bangunan depannya kusam dan seperti nggak ada tanda-tanda kehidupan. Gerbangnya pun ditutup. Sampai ada seorang bapak-bapak menghampiri kami.

Pas pertama ke sana pula, tiketnya pun kayak nggak resmi gitu. Di dalam makamnya pun, aku melihat orang tidur di atas nisan dan ada beberapa baju yang dijemur di sana. Benar-benar buruk deh. Pohonnya rindang sekali menambah suasana horor di sana. Kalau ditinggal temenku, aku takut kali yey.

Nisannya Soe Hok Gie.
Tapi semua berubah ketika...
Ketika... mbuh. Pokoknya, tahun lalu aku ke sana, entah keberapa kalinya aku ke sana, berubah banget deh itu Taman Prasasti.

Terakhir aku ke sana, tiket museum udah naik jadi lima ribu perak. Perasaan, baru-baru aja masih dua ribu deh. Ternyata kulihat di banner-nya, ada peraturan daerah mengenai tarif museum yang baru rilis 2012 lalu. Sudah gitu pas aku ke sana lagi bebenah gitu, banyak pasir dan material di mana-mana. Dan jeng jeng, masuk ke areal makamnya... eike kok jadi sedih yaaaa T.T

Yang jelas, Taman Prasasti nggak horor lagi. Ada jalan semen setapak yang sepertinya baru dibuat. Selain itu, rupanya pohon-pohon besarnya ditebangi. Sebagai anak lingkungan (jurusan yang eike ambil), eike sedih sumprit. Kasian pohonnya gede-gede dah tua dibunuh! Sadis. Taman Prasasti nggak eyup lagi dan nggak horor lagi. Nisan-nisan ditata dijejer-jejer ulang, tapi jadi kesannya wagu gitu. Kayak kuburan palsu. Ngalah-ngalahin Ayu Ting-Ting nih... Trus ditanami rumput yang kesannya jadi aneh aja kalau mau deket ke nisan tapi kok nginjak rumput dulu yang sengaja dibikin rapi itu.

Kasian pohonnya T.T
Jalannya.
Wagu gitu kan?
Baca beritanya sih katanya penebangan pohon di sana nggak ada izin resminya. Ternyata ada pelaporan ke pihak polisi bahwa pihak kontraktor terkait revitalisasi Taman Prasasti ini melakukan penebangan tanpa izin ke Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat. Jumlah pohonnya nggak tanggung-tanggung bok, yaitu sekitar 26 pohon. Kebayang kan bagaimana botak dan gersangnya si Taman Prasasti sekarang? Pas kemarin masuk itu, aku kaget si pohon pada ilang dan komentarku, "sinting!"

Kepala museumnya sendiri bilang katanya pernah ada pohon tumbang gitu di area museum dan nggak mau ada kejadian itu lagi. Katanya lagi, akar-akar pohon sudah masuk jauh ke tanah dan bisa merusak prasasti. Ah mosok? Katanya lagi, dari Dinas Pariwisata sendiri sudah menyiapkan pohon-pohon pengganti yang ditebang lalu. Amiin.

Elek.
Nggak ngerti lah. Yang jelas eike dikecewakan sama ini satu peninggalan sejarah. Udah males lagi ah ke sana. Padahal waktu aku ke Makam Peneleh di Surabaya, aku kira Taman Prasasti lebih baguuusss daripada Peneleh. Ah jebul lebih elek sekarang.

Nggak tau ah. Dadah.
Ada yang ke Taman Prasasti belakangan ini?

39 comments:

  1. nembe mbokcritani aku wes wegah Mbak.

    ReplyDelete
  2. ya gitu deh Un..., nggak nyeremin..,nggak asyik karena jadi palsu...
    sama kayak aku baru2 ini ke rumah tua Pondok Cina...,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum baca post Bu Mon yang ituuu... :D

      Delete
  3. kuburane nggak oke, nggak serem.
    bagusan yang ada tulisan haliburtonnya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, sereman kamu yak dari Taman Prasasti...

      Delete
  4. Suwe2 ora trimo dikasih jalan setapak tapi disediani kereta mini Na...
    Atau mobil semacam yg dipakai di tempat golf itu...

    ReplyDelete
  5. aku malah belum pernah kesitu.. huhuhu

    ReplyDelete
  6. kok enggak ke urus ngunu ya, ayo di bersihinn jeee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kayaknya 'keurus' tapi ya gitu deh Deb...

      Delete
  7. tAMAN PENELEH aku belum pernah, apalgi ke taman prasasti NA

    #wee....Una teringet akyuuu...

    ReplyDelete
  8. Moh ah iklane wae wis elek ngunuw po neh asline wkwkwkwkwk

    Tapi patung2e jane artistik jeee...

    ReplyDelete
  9. kok bagusan kuburan ketimbang omahku, un...
    hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tar ah masih betah disini
      nanti kalo mau pindahan una tak ajak kok...

      Delete
  10. Yaaaaaah. Kok pohonnya ditebangin siiiih. Jadi gersang gituu.. >__<

    ReplyDelete
  11. Keren ya una..... ;)
    Ladalah...itulah indonesia,suka merusak rmh sndiri...kl dh banjir protes deh :(

    ReplyDelete
  12. eh, aku belum pernah ke situ..
    mba un ngga mau ngajak apa yah..

    ReplyDelete
  13. Sedihne Na mbaca nasib taman ini. Kayak e perubahan yang dilakukan wis ora iso dibatalkan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak tau huhu semoga pohonnya ada lagi :D

      Delete
  14. aku belum pernah ke sana nih.... jadi mau tahu wujud aslinya.... harus kesana nih... semoga benar benar ditanam lagi pohonnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... sekarang dah gak asik buat foto-foto juga om :D

      Delete
  15. Seharusnya jangan ada perubahan bentuk ya un.. Yang namanya modernisasi emang gak selalu bagus..

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!