Bahasa Jawanya Jogja

Kepengen nulis ini gara-gara beberapa minggu lalu, aku dibilang sama sedulurku, "Na, lha kok logatmu ki Jogja banget tho yo Na?"

Walah. Tak kirain logat ngomongku tuh logat bule loh.

Ngomong-ngomong, aku pernah tulis di postingan lalu entah yang mana, kalau sebenarnya aku telat berbahasa Jawa. Seperti kebanyakan keluarga yang migrasi ke ibukota, biasanya anak dari keluarga itu, bisa jadi nggak diwariskan ngomong Bahasa Jawa/daerah, atau, kalaupun orang tuanya selalu berbahasa daerah, tetap saja anaknya cuma bisa pasif. Ya kaaan?

Makanya dulu waktu aku kecil, aku menganggap Bahasa Jawa tuh Bahasa yang huruf a-nya, dilafalkan menjadi 'o'. Kayak kata 'iya' menjadi 'iyo', 'apa menjadi 'opo'.

Dulu waktu kecil aku pernah ngomong (berdasarkan cerita ibuk): "Ibuk, aku kok ketowo-ketowo iki..." Maksudnya, "Ibu, aku kok ketawa-ketawa ini..." Stchupidh.

Dan akhirnya, sekarang aku bisa bercakap-cakap aktif pakai Bahasa Jawa. Meski cuma bisa ngoko. Krama nyerah. Tapi krama inggil banget alias misuh, bisa. Lalala...

Tak pikir-pikir, iya juga ya. Bahasa Jawa yang dipakai di Jogja ada beda dengan Bahasa Jawa di daerah lain. Dari hasil ingatanku dan dibantu dengan referensi-referensi yang menunjang, inilah perbedaannya...

Candi Gebang Jogjaaaa~ lalalala...

Penggunaan 'po'
'Po' ini merupakan kependekan dari 'opo' yang berarti 'apa'. Biasanya digunakan pada kalimat seperti ini: "Hooh po? Iyo po?" Kalau di Bahasa Jawa lain, seperti Jawa Timuran lebih memakai 'ta'. "Iyo ta?" Artinya, "Iya apa?"

'Dhong'
We don't use 'mudeng' as 'understand, we use 'dhong'! Dhong itu artinya paham. Jadi kalau ada orang bilang 'ora dhong', maksudnya 'nggak paham'. Dhong ra?

Akhiran 'je' di akhir kalimat
Kalau yang ini aku nyerah arti 'je' apaan. Kadang-kadang sebuah kata nggak bisa diartikan, bisanya dirasakan. Contoh kalimatnya begini nih (pakai Bahasa Indo dikasih akhiran): "Lha, dia ngga pulang-pulang je..." atau "Ini gimana je?" Ada yang bisa mengartikan 'je' ini apa?

Misuhan
♥ Asem, biasanya kata ini digunakan untuk mengungkapkan kekesalan. Tingkat kekasaran, nggak kasar blas.

"Un, kamu kok elek sih?"
"Asem..."

Bajigur, kata yang merupakan penghalusan dari baji****. Tingkat kekasaran, nggak kasar.

"Bajigur ik, IPku jelekkkk. Dosennyaaaa pelitttt..."

♥ Pekok, artinya tolol. Tingkat kekasaran, tergantung yang dikatain.

"Pantesan, IPmu elek. Pekok sih kamu!"

♥ Pethuk, artinya tolol. E-nya, dibaca dengan e taling seperti dari kata 'enak'. Tingkat kekasaran diragukan. Menurutku biasa aja, karena di keluargaku sering dipakai. Tapi aku pernah ngobrol dengan orang agak-agak ada turunan ndoro alias bangsawan gitu, dia cerita dia nangis dikatain pethuk. Kalau aku kayak dia, udah sakit-sakitan kali ya, soale dikatain 'pethuk' terus setiap hari. 

"Nggak ya. Aku nggak pethuk kok. Aku pinter."


Eh, sori lho kalau ada yang tersinggung dengan kata 'pethuk' ini. Wkwkwk...

Basa Walikan
Pernah dengar 'dagadu'? Dagadu merupakan kata yang merupakan kata walikan yang berarti 'matamu'. Makanya, logonya gambar mata. Basa Walikan ini artinya bahasa yang dibalik. Caranya, bingung le menjelaskan.

ambil di sini
Jadi ya gitu, huruf di baris pertama dijadikan huruf di baris ketiga. Dan sebaliknya. Dan huruf di baris kedua dijadikan huruf di baris keempat. Dan sebaliknya. Makanya kenapa matamu bisa jadi dagadu. 

Huruf 'ma', pada baris keempat, maka akan menjadi huruf 'da' di baris kedua. Sedangkan 'ta' di baris kedua, menjadi 'ga'. Perbedaan huruf vokal yaaa, tinggal diganti saja. Makanya 'mu' menjadi 'du'. Dagadu deh.

Bingung nggak? Aku juga bingung jelasinnya. Biar gampang coba generator walikan yukkk~ 

Namamu kalau dibalik jadi apa? Nama panjangku bakal jadi: Biggi Yabudha Thisatha. Sebelumnya aku juga pernah pasang link ini di MP. Dan aku bilang, pantesan aja guehhh nggak slimmi, slimmi (baca: kurus), wong namanya aja jadi 'Biggi'.

Beberapa kata yang terkenal biasa diwalik:
ora = poya
duwit = mothig
japemethe = cahe dewe

dan banyak kata yang lainnya.

Dan yang Lain-Lain
Masih banyak sebenarnya perbedaan Bahasa Jawa dialek Jogja dengan dialek lain. Seperti penggunaan imbuhan 'ik' dan 'o', kebiasaan menambahkan 'm' pada kata berhuruf depan B, misalnya 'mBantul', penggunaan 'jan'. Masih banyak~ hihihi.

Sambisari~ lalalala~

Ya sudah deh segini dulu yaaa. Kalau salah, mohon dikoreksi xD

XOXO
UNA

123 comments:

  1. iso2e kromo inggil banget alias misuh ig jan pethuuuuuuk. . .

    oalaaah dab2. . .wkwkwkwkwkwwkwkwkwk
    wes aaah rep turu

    ReplyDelete
  2. ora dhong soal basa walikan

    dulu prnah dijelasin sepupuku, tetep msh ngga ngerti smpe skrg, bs kasih privat Na? :D

    ReplyDelete
  3. aku tuh tau akhiran je baru2 ini aja loh:) bingung awalnya artinya apa sih

    ReplyDelete
  4. Aku ora mudeng Una. Kmu aja udah pusing sama bhasa jawamu yang hambar buat kmu plajari atau ketahui apalagi aku, sunda, tapi keluargaku jarang ngomong "ngobrol" pake bahasa Sunda. Padahal aku berharap pingin nguasain bahasa biar jadi jajaka sunda ahahahah

    ReplyDelete
  5. kalo menurutku je itu sebagai penegasan saja yo.

    ReplyDelete
  6. boso walikan aku bisa cepet benget ngomongnya Una.

    Hire dab? Dalad yo... sing pedhan ojo ngayal ngayal. Poya muthig... hahahaha...

    ReplyDelete
  7. Aku cukup mengerti bahasa Jawa (yang ngoko tapinya, krama cuma dikiit banget karena dulu pas SD-SMP kan harus belajar di sekolah gitu) soalnya sampai SMA tinggal di Jogja; walaupun di keluarga kalau ngomong nggak pakai bahasa Jawa sih, hehehe :P

    Btw, iya tuh, bahasa Jawanya Jawa Tengah (Jogja dan sekitarnya) sama Jawa Timur itu beda banget. Jawa Tengah kalau menurutku lebih "halus" gitu ya :)

    ReplyDelete
  8. wedew..pelajaran bahasa jawa...
    -___- sikit-sikit paham. tapi walikan saya nyerah, eh namamu unique looo. kalau namaku dibalik2 juga jadinya apa una?

    ReplyDelete
  9. yo aku dong! aku lak wong mbantul je! bhahaha

    ReplyDelete
  10. Wah kalau hanya misuh memang gampang Una, tapi kalau belajar yang benar memang sulit hehehe..

    "je" menurt saya sama dengan "rek"

    ReplyDelete
  11. Ternyata bahasa jawa juga susah Mbak Una..Terutama bagi orang non-jawa seperti saya. Wezz iki ngomong 'susah' opo je? Hahaha..

    ReplyDelete
  12. @Faizal Indra kusuma Aku ga bilang hambar tuh... yeeeiyyy~ jadi kamu jajaka apa?

    ReplyDelete
  13. @zilko Woalah... masnya orang mana je? @_@

    ReplyDelete
  14. @Sofyan Tapi kan 'rek' ada artinya sendiri tho... hmmm...

    ReplyDelete
  15. @Evi Jiaaah iso juga mbak boso jowo xD

    ReplyDelete
  16. aku paling ra dhong yo basa walikan ki un....meski di jelasin berkali-kali karo bojoku tetep wae ra mudheng...hehe...maklum lemot kelas kakap...hehe...

    ReplyDelete
  17. post san mu kok jowo2 ngunu te, wes kesel ta gawe bahasane wong londo? wkwkwkwwkwk......

    ReplyDelete
  18. bedanya pethuk =tolol
    sama petuk yang satu lagi apa Na? :D
    ada kan dipetuk = dijemput :D

    buka lembar khusus untuk postingan bahasa Jawa, gimana Na? Keren tuh .. ajak Shaun ma Shirley xixixi

    ReplyDelete
  19. sekarang uda lupa honocorokonya,
    dagadu = matamu :D
    buleeee yah uuuuuuuuunnnn

    ReplyDelete
  20. Wew ah.. Kan aku yang bilang hambar. Emang bukan Una. Ah una GR. Jajaka Subang Jabar. Tp itu cuma mimpi dulu.

    ReplyDelete
  21. aku bukan orang Jawa, tapi tiba-tiba jadi medhok gara-gara sati divisiku orang Jawa semua... wakakakaka

    ReplyDelete
  22. wew susah juga yah, tapi aku suka belajar bhs jawa, waktu kul dulu aku punya temen orang semarang, jogja gitu..jadi sering bljar bhs jawa..walaupun sampai sekarang blm bisa2 hahaha...

    ReplyDelete
  23. Saya gag faham blas Na bahasa Jawa.

    ReplyDelete
  24. @nicamperenique Beda dong. Pethuk dijemput itu e-nya pepet. Kalau pethuk tolol, e-nya taling.

    Wkwkwk, Shirley dah jago boso jowone :x

    ReplyDelete
  25. @uci cigrey Hihi, aku masih apal. Tapi pasangan ga apal :(

    ReplyDelete
  26. @Faizal Indra kusuma Hooo kamu tadi bilangnya 'hambar buat kamu' sih...

    ReplyDelete
  27. @meutia rahmah Hahaha... gampang kalau dipraktekin mbak bahasa itu xD

    ReplyDelete
  28. ohh Je itu bahasa jawa jogja yach...aku pikir bahasa cirebonan...soale aku dulu punya bos orang cirebon...kalo marahin karyawannya pasti ngomongnya begini : "Elo je....otaknya ditaroh di dengkul" wkwkwk....

    ReplyDelete
  29. @Nia Kalau di Cirebon 'jeh' pake 'h', hehehe...

    ReplyDelete
  30. kalau Jogja sama Solo itu bahasa jawa yg sering dipakai halus una,tapi kalau tegal,brebes,banyuwangi dll itu jenis bahasa jawa kasar setahu aku loh
    kan aku orang Solo,hehhee

    ReplyDelete
  31. yen ing tawang ono lintang cah ayuuuuuu.....makasi :D

    ReplyDelete
  32. @Andy Kalau dialek Jogjakarta sama sama Solo. Tapi di Solo gak ada walikan xD
    Wah wong solo tho~ salam ya buat Paundra...

    ReplyDelete
  33. Kalo pake basa walikan, nama Raja berarti jadi YACA yaaa...hahaha... Basa walikan ternyata gak begitu susah ya, cuma kalo yang jumlah hurufnya ganjil atau kata yang huruf konsonannya berdampingan dibaliknya jadi gimana ya?

    Je itu paling untuk penekanan aja kali' yah, sama kayak 'kwa' di bahasa Manado, susah buat dijelasin apa artinya karena cuma dipake untuk menekankan kalimat aja :D

    ReplyDelete
  34. oalaahh....ribeett juga ye bahase jawa *ngos2an bacanya...heheheh

    ReplyDelete
  35. Ajariin mbaaaakk *goyang2 pundak mbak una*

    ReplyDelete
  36. ta-nya jawa timur kaya'nya samaan dengan to-nya Jogja...
    "Iya ta?" ="hee?? Iya to??"

    ReplyDelete
  37. Ih...keren tenan Una bs menganalisa bahasa *tepok tangan*.

    Dulu pas SMU pernah di Cirebon, dan 'je' sama 'tah' jg sering bgt dipake di bahasa cerbonan.

    ReplyDelete
  38. Nyerah klo bahasa jawa....
    punya temen bnyak dr solo dan pekalongan, klo mereka udah nongkrong bareng cm bisa ngangguk2 aja, Hahhaha

    ReplyDelete
  39. A_A tuing tuing
    berusaha menganalisis ^^
    rumit juga ya naaa

    ReplyDelete
  40. Sepakat dengan mba' Maya..

    Saya malah gag fahm blas dengan bahasa Jawa..

    ReplyDelete
  41. klo di rumahku ibu pakai bahasa jawa kalo lagi ngomel2 hehehe terutama kalo ada tamu.....

    ReplyDelete
  42. Hihihi nama lengkapku jadi: dutdhiay dayanyayda.

    Oya, Una gabung dengan forumnya di web. Infonya ada di situ. Kalo job review biasanya 'ditender'. Jadi, siapa saja yg berminat boleh bikin tulisan sehubungan dgn itu. Nanti IBN yang pilih siapa yang mrk anggap layak utk mendapatkan imbalannya (nominalnya lumayal loh).

    ada juga yg ditunjuk langsung oleh IBN.

    Oya, jangan lupa pasang banner yang CPA dan flash banner.

    ReplyDelete
  43. @Mugniar

    oya, di page FB-nya juga biasa ada info.

    ReplyDelete
  44. Wkwkwk... Una.. Una#ngerayu, nowel2, nyenggol2# bantu aku. Pengen kaya una. Blognya banyak pengunjung. Ahahah #nyenggol2 lg# terimalah keinginanku^^

    ReplyDelete
  45. mending bahasa walikannya orang malang yah. lebih kompatibel xixixi

    ReplyDelete
  46. nek boso walikan gak bedo adoh karo boso gaule kera ngalam ( arek malang ) cuma kita tinggal molak malik susunan hurupe ae:
    saya = ayas
    mobil = limob
    polisi = silup
    mas = sam
    una = anu

    bhahahaha

    by : ongis nade

    ReplyDelete
  47. Una, iki ora ngartos bahasa walikan tea, tapi iki mau di walikan nami iki, bisa tolong walikan my name donk nenk?^^ Matur nuwun tararengkyu, ya to..

    ReplyDelete
  48. Yang paling aku kagumi dari orang-orang Jawa yang lahir dan besar di Jakarta justru itu, kefasihan mereka bicara bahasa Jawa. Kan bagus melestarikan budaya. Jangan kayak aku si Palembang murtad ini, yang nggak bisa bahasa Palembang, nggak pernah mudik ke Palembang juga waktu masih perawan. Untung nikah sama orang Palembang, jadi bisa ngerasain yang namanya pulang kampung :D
    Bagus kamu belajar bahasa Jawa, Na. Nanti diterusin ke anak cucumu, yo ;)

    ReplyDelete
  49. asem ik.. tekan kene malah ketemu wong jowo meneh.. kpn meh ketemu bule ki? hahaha..

    ReplyDelete
  50. hihihi, ngakak aku, na. :p
    aku mbiyen yo ngono, ga iso jowo. setelah ning semarang nembe iso. wkwk. telat banget :D

    untung ga terlalu angel jebule. :D

    ReplyDelete
  51. oalah namaku miadh ngilta nyebuda
    TFS ya un
    postingan yang bermanfaat

    ReplyDelete
  52. asyik banget..bisa kursus kilat bahasa jawa di sini :-)

    ReplyDelete
  53. ciri khas bahasa malangan di tambahi "a"
    contoh ngonoa Una , hehehe

    ReplyDelete
  54. Aku bahkan gak pernah diajari Bahasa Padang dan budaya nya sama orang tua, mau gak mau harus belajar sendiri.

    ReplyDelete
  55. apakah sudah mengerti pabhu sacilat..??
    hahahha...
    :P
    maaf

    ReplyDelete
  56. Pengalaman soal bahasa jawa sama ya mbak, mengganti a dengan o
    padahal bukan orang jawa

    kulo mboten ngertos mbak

    ReplyDelete
  57. aku bisa bahasa jawa :) haha

    visit back blog ku ya kak :) -> http://leligulali.blogspot.com/

    ReplyDelete
  58. una pance elek boek :))

    eh bajigur bukannya bagian angkan jinjing gusur :p

    ReplyDelete
  59. dan saya bagian dari mereka yang tidak bisa bahasa jawa meskipun orang tua dari jawa, hahahahhahaa.. kalo kata keluarga saya, saya itu nggak njawani.. saya baca-baca dulu na, nambah-nambah ilmu.. :D

    *sengaja pake "saya", jangan diprotes*

    ReplyDelete
  60. japemethe dab!
    hehehe sudah sekian tahun meninggalkan jogja yang penuh kenangan

    ReplyDelete
  61. @Allisa Yustica Krones Kecuali 'ng' atau 'ny', dibalik per huruf. Wah, bisa jadi. Cuma untuk menegaskan xD

    ReplyDelete
  62. @yustha tt Iya, sama. Tapi orang Jawa Timur ketoke gak nganggo 'po' deh...

    ReplyDelete
  63. @Orin Iyaaa. Tapi sependengaranku, kalau di Cirebon 'jeh' deh... Trus penekanan huruf 'e'-nya beda.

    ReplyDelete
  64. @Mugniar Hihi iya aku tanya tanya imbalannya banyak @_@
    Okeee, makasih mbak infonya ^^

    ReplyDelete
  65. @Faizal Indra kusuma Bantunya gimana. Hm, sering blogwalking. Trus postmu jangan curhat melulu, itu aja sih.

    ReplyDelete
  66. @Della Insyallah kalau ga lupa :D
    Berarti mbak kagum ma aku dongg?

    ReplyDelete
  67. @Ila Rizky Nidiana Wkwk tapi Mbak Ila, bahasa jawabnya aneeeh @_@ Kayak Mas Baha gitu xP

    ReplyDelete
  68. @dinneno Ya kayak ortu jaman sekarang xD

    ReplyDelete
  69. @zone Itu namamu dibalik yaaa?
    Ahhahaa...
    :P
    maaf

    ReplyDelete
  70. @Citro Mduro Wkwkwk, tapi kan madura deketan xD

    ReplyDelete
  71. @dhenok habibie Wkwk, Una juga ngga njawani kok. Silahkan baca tulisan Una.

    *sengaja pake 'una', jangan diprotes*

    ReplyDelete
  72. @tidar Waaa buat saya Jogja juga penuh kenangan xD

    ReplyDelete
  73. je itu kayak 'sih' kali ya?

    ini gimana je = ini gimana sih

    kalo di surabaya, kita ngomongnya seh (ini gimana seh).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sebagai orang Madiun yang kuliah di Malang dan magang di Jogja menyetujui pendapat Anda heheheh

      Delete
  74. @Una Iya Una, aku kagum banget sama kamu. Secret admirer banget *secret admireer kok bilang-bilang :p*

    ReplyDelete
  75. @Arman Ada beberapa penggunaan yang kayak 'sih', tapi ada yang ga tuh. Ahahaha bingung ah xD

    Opo se? Hihihi~

    ReplyDelete
  76. @Una wkwkwkwkwkwkw kabur genti aaaaaahhhh =)) =))

    ReplyDelete
  77. @Kaito Kidd Ahahaha tersinggungggg dikatain pethuk :P

    ReplyDelete
  78. Koek due kumpulan, jakobers namanya alias jawa koek bersodara :P@Una

    ReplyDelete
  79. nek biasane ila nganggo bahasa ngapak... emang ngapak udu jawa ya la....?@Ila Rizky Nidiana

    ReplyDelete
  80. @Djepret Bercerita Udu. Mbak Ila ki nganggo Bahasa Tegal...

    ReplyDelete
  81. Bahasa Dagadu ini dulu banyak dipakai di komunitas transportasi daerah saya
    Cugi piko-piko = Mburi limo-limo
    Maksudnya, tempat duduk bis yg paling belakang diisi oleh 5 orang
    Dong Depegi = Wong Weleri
    Gam Ngolo-Ngolo = ra po-po
    Pabuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  82. Ckckckck, mosok namaku jadi Dingngagi Pidhmah. Jelek :'(

    ReplyDelete
  83. Saya inget dulu, banyak sekali perbedaan yang baru saya ketahui waktu pertama kali kuliah. Saya baru aja ketemu orang jogja. Di Surabaya, kata slang "kamu" bukan kowe, tapi "kon" atau "koen". :D

    Lalu, di Surabaya dan Malang, untuk menyebut "sembuh" dari sakit, kamu menyebut "waras". Nah, kalo gak salah di Jogja nyebut "sembuh" itu "mari", ya? :D *benarkah? Saya lupa*

    Kalo "mari" di Surabaya dsk. itu ya "selesai". :)

    ReplyDelete
  84. Mbak2 / mas2, terutama yang bukan asli Jogja :

    kata JE itu utk penegasan. Dan tidak sembarang kalimat bisa dipasangi JE. Contoh yang benar misalnya :
    - lha piye ra naksir, bocahe ayu tur pinter je !
    - aku ra melu wis, ra nduwe dhuwit je !
    - aku wis lali je karo sing nulungi aku !
    dsb

    Tapi juga tidak tepat misalnya utk mengatakan :
    - ana apa je
    - kowe rak sehat2 wae je
    - aja ngganggu aku je
    dsb

    Lebih lanjut, kata JE tidak boleh utk kalimat tanya. Jadi 'gimana je' itu salah. Yang cocog utk kalimat tanya adalah 'gimana ta ? '
    'apa mbak asli jogja je ?
    'ada apa je ?'

    Jadi .... meski kata dialek jogja-an JE ini menarik, tapi jangan sampai salah kaprah penggunaannya, krn terdengar lucu bagi kupingnya wong jogja asli. Ini mirip kalau di Betawi ada orang non betawi bilang : halo apa kabar dong ?

    { wong gunung mrapi )

    ReplyDelete
  85. Sebenarnya beberapa kota di jawa timur bahasa dan budayanya hampir mirip seperti kota kediri , madiun , blitar , jombang , ponorogo dsb
    Nah kota-Kota di jawa timur tersebut dikenal dengan mataraman ..
    Bahasa didaerah kota-kota tersebut berbeda jauh dengan bahasa di suroboyo,sidoarjo,malang dsb
    Contoh perbedaanya * Bahasa jawa mataraman : kowe arep neng ndi tho?
    * Bahasa jawa suroboyo
    : koen kate nang ndi ta?
    * Bahasa jawa mataraman : sesuk yo
    * Bahasa jawa suroboyan : mene yo
    * Bahasa jawa mataraman : bocah ndablek
    * Bahasa jawa suroboyoan : arek goblok
    Bahasa jawa mataraman : nyangopo kowe kok turu
    Bahasa jawa suroboyo'an :
    Lapo koen kok turu
    Sebenarnya masih banyak perbedaan saya males ngetik
    Di mataraman pakaian adatnya itu baju jawa sperti blangkon dsb ngono kuwi lah.
    Bahkan wayang dan gamelan terkenal
    Sedangkan orang suroboyo , sidoarjo , malang dsb tidak mengenal budaya sperti itu..
    Budaya dan bahasa mereka di surabaya , sidoarjo , malang
    Banyak dipengaruhi madura ketimbang jawa


    ReplyDelete
  86. Sebenarnya beberapa kota di jawa timur bahasa dan budayanya hampir mirip seperti kota kediri , madiun , blitar , jombang , ponorogo dsb
    Nah kota-Kota di jawa timur tersebut dikenal dengan mataraman ..
    Bahasa didaerah kota-kota tersebut berbeda jauh dengan bahasa di suroboyo,sidoarjo,malang dsb
    Contoh perbedaanya * Bahasa jawa mataraman : kowe arep neng ndi tho?
    * Bahasa jawa suroboyo
    : koen kate nang ndi ta?
    * Bahasa jawa mataraman : sesuk yo
    * Bahasa jawa suroboyan : mene yo
    * Bahasa jawa mataraman : bocah ndablek
    * Bahasa jawa suroboyoan : arek goblok
    Bahasa jawa mataraman : nyangopo kowe kok turu
    Bahasa jawa suroboyo'an :
    Lapo koen kok turu
    Sebenarnya masih banyak perbedaan saya males ngetik
    Di mataraman pakaian adatnya itu baju jawa sperti blangkon dsb ngono kuwi lah.
    Bahkan wayang dan gamelan terkenal
    Sedangkan orang suroboyo , sidoarjo , malang dsb tidak mengenal budaya sperti itu..
    Budaya dan bahasa mereka di surabaya , sidoarjo , malang
    Banyak dipengaruhi madura ketimbang jawa


    ReplyDelete
  87. Kak.. Kalau boleh nambah itu pekok bisa juga aneh/nyeleneh :) thx.. hehe..
    #JOGJASLI

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!