Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amor Fati adalah Sebuah Inspirasi

Aku selalu bingung kalau ditanya sukanya mendengar lagu apa. Karena lagu yang kudengar benar-benar random dan hanya beberapa penyanyi atau musisi spesifik yang aku suka hampir semua karyanya. Tiga musisi yang benar-benar aku suka hampir semua karyanya dan namanya muncul di kepalaku saat ini: Shiina Ringo, Sujiwo Tejo, dan Namewee.

Aku mau menulis mengapa aku menyukai mereka di postingan yang lain (tentu saja kalau aku tidak malas). Tapi intinya, setelah aku amat-amati aku kurang tertarik dengan lagu berbahasa Inggris πŸ˜„. Ya tetap mendengar tapi lagu berbahasa asing lebih menarik saja.

Makanya biasanya aku tanya lagu rekomendasi dari teman-teman asing. Lima tahun lalu, teman sekamar (atau kamar sebelah lupa) yang berasal dari Korea memberi tahu kalau lagu favorit dia adalah Amor Fati yang dinyanyikan oleh Kim Yonja. Sejak saat itu, aku mulai mendengarkan hingga lima tahun kemudian aku belum juga bosan. Malahan lagu ini membuatku belajar lebih banyak (kayak serius gitu ngga sih gue ngomongnya).

Lagu Amor Fati bergenre trot, terdengar seperti lagu vintage tapi sebenarnya baru dirilis tahun 2013. Ritmenya membuatmu ingin berjoget, deh. Asik. Lagunya tentang cinta… tentang hidup ini cuma sekali, tentang kalau dalam percintaan, umur hanyalah angka… yah begitulah. Maksudku awalnya aku tidak peduli dengan arti lagu itu, bahkan arti judulnya. Cuma membayangkan, oke amor kan cinta, fati itu fate/destiny. Jadi cintamu itu destiny-mu gitu kali ya?

Sampai suatu hari, temanku Aji bilang, “Kayaknya hidup memang benar amor fati aja deh.”

Aku bingung dan menanyakan maksudnya. Yang dia maksud ternyata, 'romance/dating itu harus, pernikahan adalah pilihan' yang merupakan bagian dari lirik Amor Fati. Padahal sih arti Amor Fati jelas bukan itu. Lalu aku penasaran untuk mencari apa sebenarnya arti Amor Fati.

Ternyata oh ternyata, Amor Fati adalah sebuah frase Bahasa latin yang berarti 'love of fate' atau 'love of one's fate' alias 'mencintai takdir'. Ternyata Amor Fati ngga necessarily berhubungan sama romansa! Tapi tentang menjalani hidup... πŸ˜‚

Menurut Wikipedia, amor fati merupakan sikap seseorang melihat segala sesuatu yang terjadi di dalam hidupnya, baik itu kebahagiaan maupun penderitaan, sebagai sesuatu yang bagus atau perlu. 

Sebagai orang yang ngga pernah punya relationship dan patah hati, aku merasa tidak punya hak untuk menyebut ini tapi misalnya... andai kita patah hati, ya udah sedih tapi ngga usah lama-lama, ngga usah menyesal karena sebelumnya tidak melakukan sesuatu yang misal akan memperbaiki hubungan, ya mungkin emang takdirnya begitu. Kita ngga bisa mengubah masa lalu, yang kita bisa ya menjalani hidup yang sekarang dan masa depan.

Kemarin pas jalan ke Shibuya, lihat ini fotogenik sekali pengen difoto depan situ tapi jalannya sendirian hmmm πŸ‘€


Aku kemarin booking kelas trial Bahasa Arab di Preply. Aku sudah masuk classroom tepat pada waktunya, 12 malam, dan menunggu gurunya tapi tidak datang-datang. Sepuluh menit kemudian, aku tutup window-nya dan melihat ada pesan dari si guru pukul 00:02. Aku baru lihat pesannya 00:10 dan saat itu dia sudah membatalkan kelasnya. Dia bilang, katanya aku telat jadi dia membatalkan supaya aku tidak buang-buang uangku.

Lalu aku bilang, aku datang tepat waktu menunggu Anda ya. Anda yang ngga dateng. Trus dia bilang: but I send you a message. Iya dia send message aku juga cuma 'hello' πŸ˜• trus langsung batalin. Padahal bisa aku yang report issue kalau kenapa-kenapa. Yaudah trus dia bilang gimana kalau besok? Tapi di tabel jadwalnya ngga ada waktu kosong. Kata dia, bilang aja maunya kapan nanti dijadwalkan. Oke, aku bilang besok jam 00:30 yang berarti 17:30 waktu Mesir (gurunya orang Mesir).

Aku agak kesel tapi berusaha memendam amarah. Mungkin emang takdirnya seperti ini... ya udah akhirnya aku ketawain aja. Kemudian si guru menjadwalkan ulang hari Minggu 00:30 waktu Jepang. Sabtu pukul 23:00 jam kemudian dia tanya, "You mean after 1:30 hour right?"

Aku bilang kalau jadwal sekarang alias Minggu 00:30 (17:30 jam Mesir) ngga masalah. Ternyata dia salah menangkap, dia kira aku maunya Minggu 17:30 waktu Mesir πŸ˜“jadi dia ngga datang ke kelas saat itu. Padahal di schedule table Preply udah tertulis...Capek pokoknya, hahaha. Cuma aku yaudah santai aja lah ya~ ngga perlu marah-marah. 

Akhirnya tadi udah chat dan dia bilang minta maaf karena dia bingung. πŸ˜… Aku kirim screenshot percakapanku dan guru ini ke temanku dan dia berkomentar: kalau gue jadi lo, gue udah kesel sih. πŸ˜‚ 

^^^

Cerita di atas kalau bingung bacanya ya udah, intinya aku agak kesal karena miskomunikasi tapi aku pikir-pikir ngga perlu kesal. Ya memang sudah ditakdirkan ada miskomunikasi. πŸ˜„

Kadang-kadang aku suka berpikir kayak... andai dulu aku lebih sabar, mungkin aku ngga akan putus kontak sama temanku selama 2,5 tahun, mungkin aku ngga berantem sama teman sekamarku, mungkin ngga nangis mulu kerjaannya... atau andai dulu aku menyelesaikan skripsi tepat waktu, aku pasti bisa ngapa-ngapain lebih banyak... andai dulu aku langsung kerja pasti sekarang sudah kaya... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ semacam itu lah.

Tapi setelah dipikir-pikir, ya udah emang takdirnya begitu. Ngga bisa diapa-apain lagi. Yang udah ya udah. Bodo amat. Yang penting ya sekarang... 😊

Seperti cuplikan lirik Amor Fati 인생은 μ§€κΈˆμ΄μ•Ό alias 'life is NOW'!  

By the way, aku baca nice article tentang Amor Fati, monggo kalau minat: https://www.omaritani.com/blog/amor-fati

5 komentar untuk "Amor Fati adalah Sebuah Inspirasi"

  1. Menginspirasi sekali un! Habis ini langsunh ke youtube cari MV nya amor fati

    BalasHapus
  2. Wah kamu lebih sabar dari aku. Aku jg ga bakal marah sih. Tp bakal ilfil lanjut blajar. Wakakaka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... aku juga udah mulai mau ilfil cuma aku harus ketemu beneran baru bisa memutuskan ilfil atau nggak =)))))

      Hapus