Kunci Mendapatkan Paspor

Itu saya loh...
Kamis pagi, saya pergi ke Kantor Imigrasi sementara Jakarta Selatan untuk memperpanjang paspor. Pasporku habis Januari tahun depan. Saya sebenarnya juga bingung buat apa saya punya paspor tebal-tebal kalau kenyataannya kemarin capnya cuma dua negara. Hihihi... yaaa kali aja tahun-tahun mendatang saya bisa menambahkan 100 cap negara di paspor saya. Amiin.

Saya dapat antrian nomor C0053, sedangkan adik saya C0052 dan ibu saya C0054. Padahal yang dipanggil ada tiga prefiks, A, B, dan C. Waktu kami sampai ke atas, antrian yang masuk baru sampai A0026. Itu berarti mencapai nomor saya, harus menunggu = (53-26) x 3 = 81 oranggg! OMG. Padahal ya satu antrian itu bisa lebih dari lima menit.

Sudah satu jam menunggu, nomor antrian baru sampai 35. Di sela-sela mengantri, petugas imigrasi berbicara dengan pengeras suara.

"Sampai saat ini kami sudah menerima permohonan pembuatan paspor mencapai 220 orang..."

Like I care.

"... kunci utama untuk mendapatkan paspor adalah sabar menunggu."

Bapaknya bisa juga ngelawak. Saya langsung cekikikan sendiri. Lihat kiri kanan nggak ada yang kenal, saya langsung menutup mulut.
...

Nasib mengurus paspor di Indonesia sangat menyedihkan. Antrian yang banyak, alat yang sedikit, ditambah SDM yang kerjaannya BBM-an dan main handphone. Kantor imigrasi sementara tidak terlalu besar. Dan lantai satunya hanya separuh, jadi dari balkon kami bisa melihat apa yang para pekerja imigrasi lakukan. Andai di sana tidak dilarang memotret...

Berjajar meja para pegawai berseragam itu dan mereka sambil menandai dokumen, menandatangani segala macam. Tetapi di sela-sela pekerjaannya, ada yang menelepon dengan telepon genggamnya. Ada yang di mejanya terdapat tiga handphone dan sesekali mengeceknya. Ada yang malah baca majalah padahal di mejanya ada tumpukan dokumen. Ada yang makan padahal masih jam 10. Ada yang memasukkan beberapa lembar 50.000-an dalam tisu dan diulurkan ke sesama pegawai. Ada yang... ada yang... ahhh, kalau mereka masih kecil rasanya pengen nyubitin satu-satu.

Setelah hampir dua jam menunggu akhirnya saya masuk ke ruang photo. Dan keadaannya tidak lebih baik. Ada petugas imigrasi yang menyela antrian untuk 'klien'-nya. Ada yang ngobrol sama sebelahnya. Ada yang mainan handphone juga. Mas yang mewawancara saya malah BB-an mulu. Nengok-nengok ke meja lain, mas yang ngurus ibu saya juga mainan iPhone. Yah sudahlah, saya sabar saja.

Kata ibu saya, untuk perpanjang paspor malah lebih gampang di luar negeri. Maksudnya di KBRI-nya. Karena orangnya nggak neko-neko kayak di sini. Oh gitu ya... lima tahun lagi saya perpanjang paspor di luar negeri ah. Amiin. Hihihi...

4 comments:

  1. sama tuh sama pas aku bikin SIM.. pas mauu difoto, udah duduk manis nih ceritanya, harus nunggu polisnya bales bbm -,-

    ReplyDelete
  2. Wkwkwk cuma bisa sabar aja kalo itu mah. Rasanya pengen nyubit si polisinya gak? Hahaha...

    ReplyDelete
  3. Aamiin, hehe...

    udah ke 2 negara, na? mana aja? :D cerita dong pengalamannya. hehe

    ReplyDelete
  4. wew punya paspor....
    saya jg pengen dunk...
    :P

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!