Terima Kasih JR-West! ありがとうJR西日本!

Akhir-akhir ini, mau posting tapi tiap menulis seringnya nggak dikelarin. Daripada blogku nggak update-update, aku pindahkan postinganku sendiri di timeline LINE@ ke blogpost ini. Sebelumnya aku menulis di timeline LINE@ untuk menghilangkan rasa bosan di pesawat. Dicopas dengan penyuntingan. Oh ya, kalau mau add LINE@-ku monggo di @jqr0626c (pakai '@' ya).

♫♫♫

Barang hilang (ketinggalan) di Jepang pasti akan ketemu! Terima kasih JR-West!

Jadi ke Jepang kemarin ini, saya nggak liburan! melainkan mengantar satu keluarga yang terdiri dari kakek-nenek 80-71 tahun, ibu berumur 44 tahun, dan anak-anak berumur 17, 15, dan 12 tahun (yang terakhir keponakan si ibu).

Malam terakhir, mereka menginap di Hotel Nikko yang berlokasi di area Kansai International Airport. Setelah membantu check-in dan lain-lain, saya pulang ke arah kota. Sekitar jam 10 malam, saya turun dari kereta jalur bandara di Stasiun Tennoji dan harus transit. Berasa ponsel saya getar-getar tapi ngga saya pedulikan karena lagi sibuk lari-lari transit line. Pas sampai kereta, baru saya buka, ternyata si anak yang berumur 12 tahun -sebut saja Adik M menelepon saya. Pas saya angkat, dia nanya apakah saya lihat tas ranselnya.

Katanya hilang.

Di hotel nggak ada.

Sudah tanya resepsionis nggak ada.

Kemungkinan ketinggalan di kereta.

Karena di dalam kereta nggak boleh menelepon, akhirnya saya lompat lagi ke peron sambil narik-narik koper saya (yang untung enteng karena cuma bawa empat kaos dan dua celana).

Sambil bingung, saya mikir bagaimana caranya mendapatkan tasnya kembali. Saya nggak mungkin balik arah airport lagi! Saya percaya barang hilang di Jepang pasti ketemu dan kembali, tapi kapannya kan nggak tahu. Mana keesokan paginya sudah pulang ke Jakarta. Saya minta Adik M menjelaskan tas dan isinya via chat, sambil saya cari counter Lost and Found.

Saya tanya ke pegawai kereta di dekat mesin tap kartu. Ternyata tidak ada counter Lost and Found dan dia memberikan saya kertas berisi informasi customer service JR West (JR西日本) dan meminta saya menelepon nomor yang tertera. Saya juga tanya di mana letak telepon umum karena saya ngga punya nomor Jepang. Alhamdulillah~ ada telepon umum.

Adik M memberikan deskripsi tasnya. Ransel, hitam, Reebok, isinya oleh-oleh, charger, tiket pesawat, dan lain-lain. Yang bikin saya agak sedikit lega, paspornya tidak di dalam tas tersebut.

Sebelum menelepon, saya mengecek dompet koin saya yang ternyata tinggal sedikit koin 10 dan 100 yen-nya. Meninggalkan koper di dekat telepon umum, saya berjalan ke convenience store untuk menukarkan koin 500 yen menjadi pecahan 100 yen.

Saya pun menelepon customer service JR West dan percobaan pertama saya salah masukin angka. (Yang itu lho, tekan 1 untuk blablabla tekan 2 untuk blablabla). Sama stafnya yang mengangkat suruh menelepon ulang.

Percobaan telepon kedua sukses nyambung. Saya pun bertanya, bisa Bahasa Inggris ngga? Ngga bisaaaa... Oke, dalam Bahasa Jepang tapi pelan-pelan ya! Begitu pesan saya. Aduh, level Bahasa Jepang saya kan fluent khusus buat belanja doang.

Staf customer service-nya menanyakan kapan ketinggalannya, di mana (kereta atau stasiun?), kereta apa, pukul berapa, dari mana ke mana, ada barang yang ada namanya ngga (alhamdulillah ada flight ticket), namanya siapa, tiket pesawatnya dari mana ke mana, mereknya apa, motifnya apa, dan lain-lain. Karena dia tahu Bahasa Jepang saya agak kurang, dia berbicara pelan-pelan dan kalau saya ngga paham akan diulangi lagi dengan kata-kata yang lebih mudah. Untuk lebih praktisnya, saya pun bilang itu milik adik saya. Ehhh sudah menelepon lama-lama, teleponnya keputus! Sumuuukk! Saya ngga tahu bagaimana tanda kalau waktunya habis dan harus masukin koin lagi.

Saya kirim WhatsApp ke Adik M dan minta menjelaskan tasnya lebih detil. Katanya isinya oleh-oleh dari Disneyland, Universal Studios Japan (USJ), ada pulpen dari hotel...... dan ternyata tidak ada payung (aku menyebutkan ini di telepon pertama).

Entah, saya kembali menelepon CS JR West, nyambungnya lamaaaaaa banget. Mungkin banyak orang yang ketinggalan barangnya di kereta. Mana sudah pukul 10.30 pm sedangkan CS JR West tutup pukul 11.00 pm *makin panik*

Setelah akhirnya tersambung, saya bilang sebelumnya saya udah menelepon tapi putus. Ya sudah diulangi lagi dari awal tanya jawab tentang bagaimana barang yang hilang. Yang ini juga ngga bisa Bahasa Inggris *nangis*

Kali ini saya update kalau isinya ada barang Disneyland dan USJ. Yang paling susah adalah bagian mengeja alfabet nama dengan Bahasa Jepang! Sampai kemudian stafnya nanya, tadi udah menelepon sama staf yang lain ya, dan sudah di-konfirm kalau barangnya sepertinya sudah diketemukan. Lalu saya girang!

Tapi ternyata belum tentu bisa diambil di Stasiun Kansai Airport karena 'kan barangnya ketinggalan di kereta. Bagaimana nantinya akan dikabari lagi. Apakah akan diantarkan ke resepsionis hotel atau diambil di Stasiun Kansai Airport.

Pas dia nanya kontak saya, saya bilang ngga punya nomor Jepang karena pakai telepon umum. Trus akhirnya dia nanya hotel, saya bilang di Nikko, kamar 5048. Dia nanya nomor telepon hotel juga, saya pun langsung googling (dan ini berasa googling nomor telepon paling lama sedunia, kok kayaknya nggak muncul-muncul hasil pencarian google-nya). Saya juga bilang adik saya nggak bisa sama sekali Bahasa Jepang jadi nanti kalau sudah pasti pihak JR West akan menelepon resepsionis dan resepsionis yang akan menyampaikannya.

Trus staf JR bilang...
"....... Annai shimashita."

Hah? Apa mbak?
"....... Annai shimashita." Annai = petunjuk, guide.

Hah? Ngga ngerti juga saya.
"My name is Teshima." Dia pun berbahasa Inggris.

Baru paham dua menit kemudian maksudnya dia bilang "Saya Teshima yang membantu (guiding) Anda." Dan kalimat itu semacam akhir percakapan gitu.

Saya pun berkali-kali minta maaf dan terima kasih.

Keesokan harinya, si ibu (bude-nya si Adik M) bilang ke saya kalau jam 11 malam ditelepon (berarti cepat sekali pelayanannya, karena baru telepon sekitar 10.30 pm) dan bisa ambil tasnya di Stasiun Kansai Airport jam 7 pagi. Alhamdulillah.....

Saya segera kirim chat ke Adik M, untuk ditunjukkan ke petugas stasiun. Chatnya dalam Bahasa Jepang yang acakadut grammar dan vocabulary-nya, yang kira-kira berarti:

Mohon maaf,
Mau ambil barang yang ketinggalan,
Adik saya tidak berbahasa Jepang sama sekali,
Tadi malam sudah ditelepon JR West katanya sudah ketemu,
Ransel hitam Reebok,
Nama adik saya X....

(Saya lupa bilang terima kasih).

Kalau ada penerjemah atau yang fluent Bahasa Jepang baca ini, maafkan saya... hahaha acakadut abis.
Si Adik M itu akhirnya ke stasiun dan menunjukkan chat yang saya tulis, dan mendapatkan tasnya kembali.

Anak itu senang karena tas PENTING (penting karena isinya oleh-oleh) kembali. Tapi saya lebih senang lagi karena berhasil menelepon JR West dalam Bahasa Jepang dan tas yang dicari pun kembali! Ini pengalaman pertama menelepon dengan Bahasa Jepang untuk saya.

I really hate when people menyebut kata-kata 'proud of myself'
Tapi kayaknya kali ini saya lumayan proud of myself.

Kata Adik M, "Aku bikin pengalaman pertama buat tante kaaann..." [Iya, manggilnya tante]

Pengalaman pertama pengalaman pertama mbahmu! Bikin mules tau! Hahahaha...

♫♫♫

Tahun lalu, aku pernah kehilangan tiket kereta dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Ketemu! aja dong, namun aku tidak bisa mengambilnya karena lokasi hilang dan tempatku menginap jauh sekali, jadi kuikhlaskan saja. Jadi kali ini adalah pengalaman keduaku melaporkan barang hilang di Jepang. Bedanya waktu itu laporan pakai lisan langsung 'menghadap' pak polisinya, yang kali ini via telepon ke customer service.

Kedua kali, dan kedua-duanya ketemu tuh...
Somehow ya, kayak terharu gitu... hahaha... 
Kok bisa ya sudah hilang, ketinggalan, jatuh, ketemu juga...
dan cepat ketemunya!

Ya gitu deh, jadi yang mau ajak aku ke Jepang boleh lah, sini-sini *penutupnya ngga nyambung*

♫♫♫

Instagram: @u__n__a__
Twitter: @u__n__a__
E-mail: me@sittirasuna.com
LINE@: @jqr0626c

20 comments:

  1. Iiiih Tante Una hebat deh! Mau dong diajakin ke Jepang ama Tante. :))
    Tante hebat ya pintar melompat, ke peron pula.:)) Pokok e Una joss lah.

    ReplyDelete
  2. Unaaaaa...
    Seriusan keren banget sih dikaaaau!

    Udah buka travel aja, ayok kita bikin paket wisata ala backpacker buat ke jepang atau Korea hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuukkk...
      Berencana bikin sendiri tapi di masa depan haha, sekarang belum bisaaa... masih ada yang harus dikerjakan *pret *sok iye

      Delete
    2. Ayook laaahhh. Blogger blogger backpakeran. Tapi emang beberapa tahu lagi aja. Nunggu anak udah gede. Hahahaha

      Delete
    3. Kapan tuh gedenya hahaha...

      Delete
  3. Warbiasaak ya di Jepang. Disinimah botol taperwer ditinggal bentar aja ilang dan gtau kemana...heuu

    ReplyDelete
  4. baca artikel ini sambil ngebayangin jalan-jalan ke Jepang bareng keluarga #amiiiinnn ;p

    ReplyDelete
  5. level Bahasa Jepang saya kan fluent khusus buat belanja doang << itu yang penting Una :D
    buat belanja, sama jalan2 :p

    ReplyDelete
  6. Kamuuuh emang idolaaa bangettts.
    Ku bangga sama kamu.

    ReplyDelete
  7. udah makin fluent deh Una, Jepangnya nggak cuma lancar untuk beli snack doang ya

    ReplyDelete
  8. Lega bacanya sampe akhir. Keren ih Jepang bisa ketemu gitu dan cepat. Jujur ya. Btw, aku jujur mau diajak ke Jepang lho :D

    ReplyDelete
  9. Wah Jepang ada nih dilist Negara impian yang pengen dikunjungi hihi

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!