First World Problems: Visa and Passport

Sebagai pemegang paspor biasa Republik Indonesia, untuk jalan-jalan ke sebagian besar negara di dunia harus membutuhkan visa. Paham lah, kalau untuk mendapatkan visa, terkadang harus menunjukkan sejumlah dokumen, bahkan dari kartu keluarga sampai ke fotokopi buku tabungan. Sudah gitu, kita harus membayar biaya visa yang tidak menjamin kita bisa mengantongi izin masuk negara tersebut atau tidak. Kasus ribet daftar visa dan ditolak, rasanya adalah kisah 'biasa' bagi kalangan warga Indonesia.

Tapi tidak bagi teman-teman yang berasal dari negara dunia pertama (termasuk Eropa Barat, Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Australia, New Zealand, Singapura, yang maju-maju lah). Mereka nggak ngerti... wkwkwk.

Di Busan dua bulan lalu, aku sehostel dengan seorang bule Belgia yang pernah kuceritakan makan darah bersamaku di beberapa postingan lalu. Ia berhenti bekerja dan memulai jalan-jalan keliling dunia. Ia datang dari Fukuoka, Jepang sebelum ke Korea, dan selanjutnya akan bertualang ke Vietnam dan negara Indochina lainnya. Mulanya, ia hendak ke Tiongkok, namun syarat-syarat untuk apply visa-nya menahan dia untuk pergi ke sana. Salah satu syarat dokumennya adalah salinan rekening, dan temanku nggak habis pikir kenapa untuk berkunjung ke sebuah negara dan cuma untuk jalan-jalan harus perlu menunjukkan dokumen yang sangat privat.

Ada lagi pas di Taipei, si om-om Kanada juga mengeluh. Katanya mau masuk Vietnam, ribetnya minta ampun. Kalau pemegang paspor negara ASEAN sih nggak ribet, nggak pakai visa. Visa Vietnam bisa di-apply di websitenya, dan membayar sejumlah biaya. Dan itu belum selesai, karena ketika kedatangan harus membayar biaya lagi untuk stamping fee. Kedatangannya hanya bisa di empat bandara internasional, Hanoi, HCMC, Da Nang, dan Nha Trang. Kalau si om-om itu mau lewat darat, nggak bisa jadinya. Si om ini bilang kalau sistemnya aneh banget, ngapain coba harus bayar dua kali, kenapa nggak sekali aja pas arrival, ribet amat. Yahhh dia cuma ribet di satu negara doang, nah sini? =))

Kaohsiung dari Love Observatory Deck, Martyr's Shrine.
Bulan lalu, aku menginap di sebuah hostel di daerah Mong Kok, Hong Kong. Aku sekamar dengan perempuan asal Kanada yang setelah dari Hong Kong, akan menuju ke rumah pacarnya di Jepang. Kalau nggak salah dia bilang akan liburan seminggu di sana. Aku bercerita kalau aku pengen ke Jepang lagi dan sayangnya bahkan buat jalan-jalan seminggu aja, aku harus apply visa Jepang. Aku juga cerita kalau sempat ke Korea dari Jepang dan di check-in counter ditanya-tanya banyak sampai harus menunggu 30 menit lalu. Dia bingung kok buat jalan-jalan bentar harus pakai visa, trus dia bilang: kayaknya dengan paspor Kanada hampir ke semua negara deh nggak perlu pakai visa kalau cuma buat jalan-jalan.

Sirik.

33 comments:

  1. Ternyata ribet. Baru tahu. Yo wes, aku jalan2nya di dalam negeri saja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heee itu maksudnya ribet buat orang sana :(

      Delete
  2. Indonesia memang suka yg ribet-ribet #Loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi semoga ntar banyak bebas visa ke mana mana

      Delete
  3. Salah satu alasan males pergi ke negara yang butuh visa karen repotnya gitu ya. Hehehe.

    ReplyDelete
  4. Yang namanya hobi mmg ada aja tantangannya ya Na, termasuk hobi jalan2..hehe

    ReplyDelete
  5. Aku idem dgn mbak Susi kayaknya Un...
    Sementara jalan2 dalam negeri dulu ehehe...

    Semangat selalu ya Unaa.. ^_^

    ReplyDelete
  6. iya bener banget Un..waktu suami mau kunjungan dalam rangka kerja ke negara China aja ribeet banget urusan visanya. Hampir di tolak segala. Untungnya akhirnya bisa juga dapet visanya walopun dapetnya mepet banget ama jadwal keberangkatan kesana..

    semoga aja nantinya passpor Indo bisa di apply di negara manapun tanpa visa ya Un ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh oyaaa...? Aku pernah denger cerita temenku juga sih, meski sudah jelas di Tiongkok mau ngapain tetep aja bisa ditolak :(

      AMIINNN!

      Delete
  7. hehe, karena tiap negara beda kebijakan untuk visa ya, na. lebih enak negara maju memang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sama urusan hubungan antar negaranya juga sihhh

      Delete
  8. Duh enaknya Kanada...

    Dulu, saya senang banget kalo pemilik e-paspor itu katanya bebas ke Jepang tanpa visa. Awalnya saya kira bisa langsung ke Jepang dengan e-paspor. Nyatanya kita harus semacam "lapor" dulu ke kedutaan jepang untuk memperoleh izin ke Jepang. Ya, meskipun prosesnya lebih mudah, daripada mengajukan visa manual.

    Eh, na tapi kalo punya visa Jepang itu bisa masuk tanpa visa korea kan. Andai travelingnya dibalik dari Jepang dulu ke korea hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paspor Kanada salah satu yang powerful euy buat traveling...

      Iyaaa tapi mendingan lah 'lapor' doang hihi ga pake masukin dokumen segala rupa. Cuma harus nginepin paspor sehari sihhh...

      Hihi ya itu dia mbaaa karena 'tanpa visa Korea', bakal ditanya tanya sumpahhh di cek in counter sama imigrasi =))

      Delete
  9. Haha, temanku yang orang Kanada juga gitu Na. Pernah sekali mengeluh apply visa India kok ribet amat sih, dsb. Lha saiah? Kemana-mana mesti apply visa, haha :P .

    Btw, katanya paspor Indonesia sedang dipertimbangkan untuk tanpa visa masuk ke Schengen loh. Mudah-mudahan segera gol ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA ya kannn, itu orang dunia pertama ga mengerti menderitanya kita...

      AMIINNNNN!

      Delete
  10. visa ooh visa enak bener yaa mbak un om2 kanada itu, eeh kalau indonesia ke kanada di permudah juga ngak seh visa nya ngak belibet gitu dokumennya :D

    ReplyDelete
  11. *brb pindah jadi warga negara Kanada*
    *ngayal*

    ReplyDelete
  12. Nasib punya paspor indo wkwk

    Btw aku bahkan blm punya paspor lho sebenernya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi bikin Ulll biar ntar kalau mau pergi gampang tinggal cabs XD

      Delete
  13. Biarpun ribet. Tetep kepengen kan. 😆

    Makanya aku sekarang cari yang gak pake visa dulu aja. Lo masih mending deh na yang gak usah kemana manalagi ngurus visa. Lah aku harus ke jakarta. Biaya pesawat ke jakarta PP nya sama dengan tiket pesawat yang udah aku booking ke hongkong PP juga. Kan ngeselin

    ReplyDelete
  14. weeeeeeeeeeeeee yang habis dari korea huuuuu

    ReplyDelete
  15. kalau terima bers lebih mahal lagi ya buat dapetin visa

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!