Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kopdar Bersama Salman Faris & Timo (Part 2)

Sehari setelah bertemu Mas Salman & Mas Timo di Shinjuku, kami bertemu lagi di Harajuku. Hari itu aku bekerja di rumah dan setelah selesai bekerja aku langsung menuju ke Harajuku.

Saat aku tiba, Mas Salman & Mas Timo baru saja membeli bubble tea di Koi. Aku lihat-lihat kok kepengen cuma aku belum makan seharian takut tiba-tiba mules 😅 Mas Timo sudah memakai kacamata barunya yang barusan dibeli hari itu. Dia beli kacamata soalnya kacamatanya hilang di hotel. 😂

Kami kemudian berjalan menelusuri Takeshita-dori dan pergi ke Daiso. Mereka belanja banyak sekali, aku juga. Udah mana Daiso cuma 100 yen, kalau mau beli banyak ngga mikir gitu. Di Daiso aku beli keripik jamur yang di-vacuum fried sekitar 12 bungkus 😂 Sumpah kalau ke Jepang harus beli itu, sangat adiktif. 

Sumpah ini enak banget! The best!

Setelah belanja di Daiso, kami pergi ke purikura (photobox) yang ada di depan persis Daiso Takeshita-dori ini. Di Jepang, purikura ngga boleh dimasuki oleh laki-laki yang datang sendirian, atau sekelompok orang yang isinya laki-laki aja. Aku ngga tahu ya seluruh Jepang atau gimana, tapi sampai saat ini semua purikura yang aku pernah datangi sih gitu.

Kalau misal si laki-laki datang sama perempuan, ngga masalah. Kayaknya sih karena banyak kasus laki-laki ambil foto perempuan sembarangan, creep creep gitu.

Ini kalau ngga sama aku, Mas Salman sama Mas Timo ngga bisa masuk ke purikura 😄 Kami pilih satu photobox dan kemudian berpose dengan ceria. Hasilnya di bawah ini nih.


Satu aja ya. 😁

Setelah purikura, kami pergi makan ke salah satu restoran hits di kalangan turis asing, Gyukatsu Motomura. Kalau aku ngga pergi sama mereka, ogah gue ke sana. Soalnya laris banget, selalu antre! Sebelum ke cabang Harajuku, aku hanya pernah lewat Gyukatsu Motomura di Ueno. Setiap lewat, pasti ada antrean di luar toko.

Gyukatsu Motomura lokasinya di basement, dan pas kami sampai sana, ada sekitar lima orang antre di depan kita. Kami memesan makanannya pas antre, jadi pas kita masuk ke tokonya, makanannya udah siap dan nggak perlu lama menunggu.

Gyukatsu Motomura menyajikan menu beef cutlet yang ukurannya bisa kamu pilih, 1, 1.5, atau 2 beef cutlet. Mereka juga menyediakan menu side dish, seperti potato salad, grated yam, etc. Aku pesan yang 1 cutlet. Kayaknya sih ngga kenyang, tapi prinsipku kalau makan dikit aja, kalau masih lapar, jajan yang lain/makan di tempat lain 😅

Beef cutlet disajikan dengan miso soup, potato salad, kubis, saus wasabi dan soy sauce, pickles, miso soup, dan nasi. Nah, beef cutlet-nya dipanggang di kompor di depan itu. Kata stafnya, dipanggang tiap sisi sekitar 15 detik. Beef cutlet-nya sendiri sudah medium rare. Oh ya, untuk customer lansia dan anak-anak, mereka akan masak beef cutlet-nya well done.





Aku ngga punya ekspektasi sih sama Gyukatsu Motomura. Soalnya aku pernah makan gyukatsu di tempat lain, kayak biasa aja. Tapi gyukatsunya Motomura, enak sih. Lapisan luar bagian tepung rotinya tipis jadi kayak makan daging aja gitu. Saus wasabinya juga enak. Harganya juga not bad, 1900 yen yang 1 beef cutlet. Trus aku ditraktir Mas Timo, makasih Mas!

Tapi kalau ke sana lagi, mikir-mikir sih. Males antre plus warungnya bau minyak dan asap 😄

Trus setelah dari Gyukatsu Motomura, kami pergi ke Shinjuku dan jalan-jalan sebentar. 

Malam itu, kalau ngga salah ada kecelakaan di JR Yamanote Line jadi kereta pada telat dan Stasiun Shinjuku ya ampun penuhnya minta ampun. 😌

Mas Salman dan Mas Timo masih ada di Tokyo beberapa hari kemudian. Cuma karena besokannya Golden Week, aku bakal liburan jadi aku ngga ketemu lagi setelah hari itu. Ya semoga ketemu lagi kapan-kapan 😄

3 komentar untuk "Kopdar Bersama Salman Faris & Timo (Part 2)"

  1. Balasan
    1. Ke Jepang aja. XD Di Jakarta juga ada sih.

      Hapus
    2. tapi saya masih belum bisa makan ikan yang mentah2 gitu, susi aja kalau yang mentah langsung naik ini isi perut wkwkwk

      Hapus