Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Customer-Customer Favorit

Kemarin (2/3), aku kerja di konbini (baca: minimarket) shift sore dari pukul lima sore hingga sepuluh malam. Sekitar pukul tujuh malam aku sendirian di kasir menyapa customer yang masuk ke toko tempat aku kerja, “Irasshaimase,” tapi kemudian customer ini melihat aku dan aku yakin ia sedang tersenyum di balik maskernya.

“Eh, siapa ya?” tanyaku dalam hati mengingat-ingat siapa lelaki ini. Setelah beberapa detik kemudian, aku baru sadar kalau ia adalah customer regular yang dulu hampir tiap hari mampir buat beli es krim yang sama tiap harinya.

Ia bekerja di hotel dengan brand terkenal yang letaknya tak jauh dari tokoku. Hanya saja sejak pandemi, ia sering diliburkan. Apalagi hotel memang sepi kan, jadi tidak ada kerja.

Mulai tanggal 8 Februari lalu, pemerintah Jepang memberlakukan emergency state di beberapa prefektur termasuk prefektur tempat aku tinggal, Kyoto. Ngga lockdown banget sih, cuma jam buka toko atau bisnis jadi dibatasi. Pusat perbelanjaan sih masih ramai-ramai saja. Harusnya emergency state berakhir pada tanggal 7 Maret, namun untuk Kyoto dimajukan jadi hari Sabtu lalu. Sehingga, customer yang bekerja di hotel itu bisa bekerja lagi.


Kemarin ia tidak beli es krim melainkan satu botol teh hijau.

“Sudah lama ya tidak bertemu,” begitu yang aku ucapkan ketika aku melayaninya di kasir.

Ia bercerita kalau habis libur sebulan akibat emergency state itu. Customer ini seorang bapak-bapak kira-kira berumur 50 akhir-60 awal. Orangnya ramah banget sama aku dan sebelum pandemi terjadi, hampir tiap kerja selalu bertemu dengan customer ini. Aku senang customer ini masih ingat aku meskipun sudah lama tidak bertemu.

Ketemu customer-customer ramah tuh salah satu alasan kenapa aku masih bertahan kerja di minimarket sih.

Kadang-kadang, ada aja customer yang rese, jutek, atau marah-marah. Meskipun yang rese paling cuma satu di antara 100, tetep aja bikin hati ngga enak. Biasanya kalau abis itu ketemu customer-customer ramah langsung jadi semangat lagi.

Tiap shift pagi ada satu customer, seorang ibu-ibu yang selalu membeli salad chicken dan yogurt. Di konbini kami menyediakan jenis sendok, kecil dan besar. Kebanyakan kalau beli yogurt customer lebih prefer pakai sendok kecil tapi si ibu ini lebih suka pakai sendok besar. Lama-lama aku jadi ingat dan tanpa dia bilang aku memberinya sendok besar. Dia senang karena kami sudah hapal.

Suatu hari Senin, aku bekerja sore hari dan dia datang ke toko. Dia kaget karena dikira aku hanya kerja shift pagi. Aku pun senang karena dia ngeh aja aku kerjanya shift pagi.

Ada juga customer lain yang cukup ‘kaget’ aku kerja shift sore. Soalnya biasanya lihatnya pagi. Dalam hatiku, kok perhatian juga ya orang ini.

Ada juga customer yang bahkan saking ramahnya kami bertukar nomor kontak. Ada juga customer regular yang suka memberikan kupon gratisnya untukku.

Itu sih, senengnya kerja di konbini.

2 komentar untuk "Customer-Customer Favorit"

  1. Seneng ya na rasanya kerja di minimarket di negei orang, ada banyak cerita dan pengalaman. Kalo udah saling kenal gini rasanya kayak saudara gitu ya...diperhatiin sama customer itu pasti senangnya plus plus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hahaha seneng aja diperhatiin.

      Hapus