One Meal A Day

Bulan Agustus lalu, aku mencoba melakukan OMAD, One Meal A Day, alias puasa ekstrim di mana aku hanya makan sekali sehari. Dalam 24 jam, hanya sekitar satu - satu setengah jam sehari di mana aku boleh makan. Sisa 23 jamnya ya tidak makan sama sekali. Meskipun tidak makan, aku tetap minum air putih, atau teh dan kopi tanpa gula.

Boong ding.

Yang aku lakukan nggak seekstrim itu sih, tapi aku memang hanya makan besar sekali, biasanya sekitar pukul 2-3 siang. Sebisa mungkin minum air putih atau teh/kopi tanpa gula, tapi sesekali aku masih minum manis. Biasanya sih karena di minimarket ada produk minuman keluaran baru, trus aku nggak bisa tahan nafsu untuk nggak beli. Masih ngemil juga tapi... benar-benar berkurang drastis. Misal aku beli sebungkus ciki atau cokelat, yang kalau biasanya setelah aku buka akan kuhabiskan saat itu juga, akan kuhabiskan dalam waktu tiga hari. Kukaretin gitu biasanya. Olahraga sih tidak selalu, hanya sesekali zumba, tapi bulan itu aku hampir tiap hari jalan kaki minimal 10000 langkah.

Ceritanya, aku sampai beli skipping karena katanya cepat untuk menguruskan badan. Ah, tapi baru 20 kali lompat sudah capek 😜 Trus kata sepupuku yang juga sedang menguruskan badan katanya lompat-lompat, skipping, lari, berbahaya untuk orang gendut 😜 Jadilah tali skipping 13 ribuku (100 yen) hanya digunakan satu kali. Kayaknya udah kubuang juga deh 😄

Hasilnya, aku turun tujuh kilogram dalam waktu empat minggu. Oya, asal tahu saja, berat badanku itu 20 kilogram lebih dari berat badan ideal, jadi mungkin cukup mudah turun berat badannya dalam waktu singkat.

Sayang sekali, sekitar akhir bulan Agustus aku mendapat teman baru yang selalu mengajakku makan di luar tengah malam 😂 Selama bulan September aku jajan di luar tiada henti. Rasanya tuh apa-apa pengen dimakan 😂 Diet yang sudah kubangun selama hampir sebulan tiba-tiba hancur berkeping-keping. Belum lagi, aku yang tidak suka dengan alkohol, mendadak rajin mencoba koktail-koktail atau minuman beralkohol lain yang belum pernah aku coba. Soalnya ditraktir. Sudah gitu jam tidur yang makin kacau bahkan sering menghabiskan malam tanpa tidur barang lima menit pun.

Meski begitu, selama sebulan lebih aku hanya naik sekitar 2-3 kg saja 😄 Alhamdulillah tak kembali ke berat badan awal.

Per kemarin aku memulai One Meal A Day ala ala lagi. Kemarin dan hari ini pun menunya sama: prata + rffisa ( رفيسة ) Minum manis Lipton Oolong Milk Tea, ngemil Snickers fun size dua biji dan seperempat tempolong Pringles rasa Fish and Chips. Sisanya minum ocha, air putih, dan mugicha saja.

Rfissa, masakan asal Maroko
Rfissa, masakan asal Maroko

Aku ngga makan sebanyak itu kok. Aku makan itu dua hari lalu sebelum memulai OMAD yang tidak ekstrim periode kedua ini. Seorang teman asal Maroko menyuguhkanku Rfissa dan bahkan aku dikasih sangu bekal buat bawa pulang 😄 Jadilah kumakan kemarin dan hari ini.

Rfissa ini merupakan masakan yang bahan utamanya adalah ayam, lentil, dan fenugreek (halba). Bahan lainnya adalah bawang bombay, jinten, lemon yang diawetkan (bahan masakan khas Maroko), dan kismis. Biasanya ditaruh di atas roti pipih yang bernama m'semen (مسمن) tapi karena tidak mudah ditemukan dan butuh waktu lama untuk membuatnya, frozen prata dijadikan penggantinya. Kata temanku, roti prata itu yang paling menyerupai m'semen. 

Balik lagi ke OMAD, yang paling aku sukai dari one meal a day ini sih: menghemat waktu.

Karena makan hanya satu kali (anggap saja aku nggak pakai ngemil 😋), aku cukup menentukan apa yang akan aku makan sekali dalam sehari. Aku nggak perlu tuh, setelah makan siang, trus mikir nanti malam makan apa ya. Selain itu, cuci piring, panci segala rupa hanya sekali sehari. Nah kalau misal asupan karbohidrat kurang, kemudian tubuh akan mengalami ketosis, yaitu ketika tubuh akan membakar lemak untuk energi dalam tubuh. Tubuh tuh 'makan' dirinya sendiri, yang mengakibatkan turunnya berat badan. Selain itu, badan lebih segar dan nggak ngantukan, karena tubuh bekerja keras membakar lemak.

Berasa banget sih beberapa minggu lalu kerjaanku tidur mulu 😌 Sering banget mengantuk, apalagi pas kerja.

Waktu yang kuhemat dari waktu makan + waktu mikir makan apa selanjutnya + waktu cuci piring + waktu menyiapkan makan + waktu karena nggak tidur mulu tuh bisa kugunakan untuk, misalnya, menulis postingan ini, nonton film, membaca buku, jalan-jalan, atau mendengarkan musik.

Selain mengurangi makan, aku juga mulai memperhatikan apa yang kumakan, mulai sedikit demi sedikit menjauh dari telepon genggam dan social media (average activity-ku di Instagram hanya 13 menit sehari, aku terharu 😢, di Youtube 3 jam lebih sih), dan juga mulai menghindari penggunaan skincare yang berlebihan. Rasanya pengen kubuang semua itu obat jerawat, penghilang dark circle mata, losion muka, dan lain-lain. Aduh pengen nulis kok sudah panjang banget. Lanjut besok.

6 komentar:

  1. wah baru mulai ini una skin care annya bulan lalu, biasanya cuek aja ga pake,,,kr efek dirumah aja ini

    BalasHapus
  2. "Sayang sekali, sekitar akhir bulan Agustus aku mendapat teman baru yang selalu mengajakku makan di luar tengah malam 😂"

    Kenalin dong mbak, syapa tau bisa saya manpaatkan AOKWOKWKWKOOKWO :vvv *just kidding

    BalasHapus
  3. Naaaa, olahraga ringan asal rutin aja. Yeay, Una sekarang lebih 'sadar' hidup sehat. Ditunggu cerita2 seru yang lainnya. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sadar sih sadar tapi makan tuh kok enak ya :P

      Hapus

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!