Rasanya Jalan-Jalan Pakai Kruk #2

Kelanjutan dari Rasanya Jalan-Jalan Pakai Kruk #1

PAKAI ACCESSIBLE TOILET

Saat itu, aku hanya bisa menggunakan sepatu/sandal di kaki kanan. Sedangkan kaki kiri menggunakan 'sepatu' buatan dokter yang dibalut dengan kain perban (bandage). Pakai sepatu khusus itu membutuhkan waktu yang lumayan lama. Untuk berjalan aku juga menggunakan tongkat jalan (kruk) supaya lebih mudah.

Keesokan hari setelah memeriksakan diri ke dokter, aku berangkat ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai Air Asia dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Memang tidak enak rasanya berjalan kaki menggunakan kruk tapi rasanya biasa-biasa saja, sampai akhirnya di bandara aku hendak pipis.

Aku pun berjalan menuju toilet dan seorang petugas pun membukakan pintu accessible toilet (biasa juga disebut disabled toilet, toilet khusus yang digunakan untuk orang yang difabel). Aku bahkan sampai lupa ada toilet khusus dan niatnya menuju ke toilet yang 'biasa'. Aku agak terharu karena si petugas toilet begitu perhatian.

Nggak punya foto toilet, fotoku aja ya.

Accessible toilet cenderung lebih bersih dan luas dibanding toilet biasa, jadi aku cukup senang bisa menggunakannya.

Sama halnya saat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA 2), di Suria Mall KLCC, dan berbagai tempat umum lain yang kukunjungi di Kuala Lumpur, aku selalu menggunakan accessible toilet tanpa rasa bersalah. Sebagian besar ada petugas toilet yang menyilakanku masuk ke accessible toilet.

NGGAK PERLU ANTRE, DONG?

Saat periksa ke dokter, si dokter bilang kalau menggunakan kruk bisa menggunakan kursi roda di bandara dan kalau antre biasanya didahulukan.

Mbak rumahku a.k.a asisten rumah tanggaku sudah bilang di awal, nanti kalau ada kursi roda di bandara dia akan ikhlas mendorongku. Di bandara memang tersedia kursi roda, tapi ribet ah pakai kursi roda. Setelah mencoba pakai kursi roda di rumah sakit, nggak enak lho rasanya. Ada semacam perasaan yang berbeda gitu, yang susah dijelaskan. Tetap enakan jalan kaki sendiri.

Setelah sampai di KLIA 2, ternyata antrean imigrasi lumayan panjang. Aku berharap kali aja aku diminta duluan ke depan. Tapi ternyata enggak... hiks. Ya sudah lah antre seperti yang lain. Lagian kuat juga sih... Cuma kadang pingin memanfaatkan keadaan, kan lumayan hemat waktu, hahaha.

TERHARU DI KERETA

Selama 4 hari 3 malam di Malaysia, kami banyak menggunakan kereta. Kami juga naik taksi beberapa kali -yang sebenarnya aku malas sekali karena kebanyakan supir taksi Kuala Lumpur yang kutemui, service-nya buruk, galak, dan semuanya nggak mau pakai argo!

Yang bikin terharu, saat naik kereta, hampir selalu ada yang memberikan bangkunya kepadaku. Mungkin kasihan lihat aku pakai kruk. Semuanya pun tak pernah kutolak. Lha wong, lumayan pegal juga kalau berdiri terus pakai kruk.


Dapat bangku ya senang. Tapi sumpaaaahhh, lebih enak sehat dan jadi yang ngasih bangkunya buat orang yang membutuhkan.

✮✮✮

Selama 4 hari 3 malam, nggak terlalu banyak tempat yang kami kunjungi. Cuma ke Petronas Twin Towers, Suria Mall, Lapangan Merdeka, MyDin, dan sekitar Masjid Jamek. Ya bagaimana, aku tuh benar-benar nggak kuat jalan kaki.

Meskipun pakai kruk aku masih sanggup jalan 16 ribu langkah atau sekitar 12 km per hari.
Biasanya, aku sanggup jalan kaki dari pagi sampai malam. Tapi dengan keadaan seperti ini, aku sudah menyerah sekitar pukul tiga sore. Jadinya setiap hari, sekitar pukul 3-4 selalu sudah balik ke hotel. Selain itu, waktu berjalan kaki pun menjadi lebih lama. Kalau misal aku tanya ke orang, berapa menit untuk jalan ke suatu tempat, dan dia menjawab lima menit, maka untukku bisa jadi 20 menit.

Ditambah banyak stasiun yang tidak punya elevator. Duh, makin berat... Hahaha...

✮✮✮

FOTOKU BANYAK!

Karena sering jalan-jalan sendiri, biasanya foto diri nggak banyak. Lebih banyak foto yang dilihat saja. Tapi kali itu kebalikannya. Aku nggak banyak foto yang aku lihat, ya karena ribet aja satu memegang tongkat dan harus memotret dan lagian sudah pernah ke KL sebelumnya. Dan fotoku banyak!

Ya, karena aku minta fotoin mbakku supaya buat kenang-kenangan jalan-jalan pakai kruk dan mbakku banyak foto aku buat laporan ke mamah kalau anaknya kayak gini nih jalan-jalannya. Hahaha...

Turun tangga, anak tangganya banyak, kakinya sakit, superrr...
Kalau nggak pakai kruk, ngapain coba foto kayak gini. Ya ampun itu betis... itu pantat... huft.
Jadi, rasanya jalan-jalan pakai kruk gimana?

Nggak enak. Nggak mau lagi.
Seseneng-senengnya dikasih tempat duduk dan pakai toilet umum yang bersih, nggak enak!
Capek! Sakit!
Sehat memang paling enak deh yaaa...

✮✮✮

Instagram: @u__n__a__
Twitter: @u__n__a__
Facebook: Una Vida Escrita de la Una
E-mail: me@sittirasuna.com
LINE@: @jqr0626c

33 comments:

  1. Moga-moga cepet pulih ya na...

    ReplyDelete
  2. waaah hebring banget, meski apke kruk kuat jalaaan!

    ReplyDelete
  3. bagaimana bagusnya rumah sakit, atau bgaimana hebatnya kepedulian orang2, emang lebih baik kita yang sehat n peduli sama orang... rumah sakit ga perlu didatengin malau nginepnya di kelas piv :)

    ReplyDelete
  4. Ini sih nekat... biasanya klo sakit kek gini yang ada orang-orang males kemana-mana...hihihi

    ReplyDelete
  5. Baca ini nyeri tau keinget mau turun dari trotoar aja yg cuma beberapa cm aku sampai meringis

    ReplyDelete
  6. semangatmu memang hebat deh Una, masih sanggup aja jalan 12 kilo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jalan-jalan semangat, kalau belajar... hmmm gatau deh.

      Delete
  7. Iya Na, sakit itu gimanapun kondisinya pasti ngga enak. baru berasa kalo sehat itu kok nikmat banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngga sakit, ngga sadar ya... hahaha

      Delete
  8. semoga lekas sehat ya mb, tapi hebat loh dengan kondisi kaki lagi kurang fit gak ngurangi semangat buat jalan-jalannya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe udah lama kok sakitnya #throwback

      Delete
  9. Warbiasak nona satu ini, kakinya sakit masih semangant travelling. Get well soon yaa Unaaa :*

    ReplyDelete
  10. Luar biasaaaa mbaaaaa... Masih sanggup jalan2 padahal pakai kruk. Saya pernah operasi kecil di betis dan bikin saya dibalut dan pincang aja rasanya kalo jalan cenat cenuuttt... get well soon mbaaa :)

    ReplyDelete
  11. Perjuangannya untuk jalan jalan ke KL menepati janji sama si Mbaknya, patut diacungi jempol nih. Kereeen lah.
    Untuk yg toilet khusus itu emang aku sering lihat banyak juga yg pakai yg bukan orang yg seharusnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga tahu deh Mbak boleh nggaknya yang nggak difabel pakai toilet itu, hehehe XD

      Delete
  12. ya ampun mba Unaaa...ngilu liatnya...moga cepat sembuh ya

    ReplyDelete
  13. tapi seru ya tante, punya kenangan jalan jalan tapi kakinya sakit
    heheheh.... ayooo semangat jalan jalan lagiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dija,
      ada kenangan yang sedikit berbeda hahaha

      Delete
  14. Una, salut deh. Ini memang kenangan yg tak terlupakan.
    Ternyata jalan-jalan tidak bisa ditundukkan oleh apapun selagi badan bisa diajak kompromi ya. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bisa diajak kompromi, asal ga capek-capek XD

      Delete
  15. Unaaaaa.. Kamu kenapaaah? Aku baru tau nih kaki mu sakit. Tapi sekarang uda sembuh kan?

    Iya walaupun diistimewakan tetep aja lebih enak sehat :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udaah... udah hampir setahun lalu hahaha #terthrowback

      Delete
  16. Ehhhh. Itu kenapa pake kruk? Ya ampun. Tapi syukur kemarin nggak gitu.
    Warga malaysia perhatian juga ya. Hemm :3

    ReplyDelete
  17. Tapi orang dikereta emang beneran baek. Kalau aku lagi gendong si K pasti dikasih tempat duduk. Mau itu di bangkok KL atau Singapore. Tapi kalau si abang yang gendong gak dikasih 😆

    Lagian niat banget lo na jalan jalan pas masih pake kruk 😆😆

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!