Summer Nude: Nostalgia (Ulasan Dorama Jepang Summer Nude)

GUEST POST

Postingan kali ini adalah tulisan dari seorang teman yang menyukai dorama Jepang. Biasanya, kalau aku bingung ingin nonton dorama atau film Jepang, aku bertanya kepada teman satu ini~ Kali ini yang diulas adalah dorama berjudul Summer Nude. Sudah nonton? Aku sendiri belum. Ngomong-ngomong, aku lagi senang nonton Cheese In The Trap.
_________________________________________________

Chemistry kadang membawa sepasang kekasih dipertemukan kembali, minimal di layar kaca. Nggak percaya? Pernah denger pelm Speed (1994) pan, itu loh pelm yang mempertemukan Kak Nunu (Keanu Reeves) sama Sandra Bullock berhasil memikat pemirsa dengan menggondol 350 juta dolar ajah, angka yang relatif gede kalau dibandingin ongkos produksi yang cuma 30 juta dolar aja. Fantastis kan, mengingat acara pembajakan bus yang terkesan mencekam bisa disajiin secara seru (spoiler yo ben). Menariknya lagi, chemistry antara Annie dan Jack bisa kerasa sampe sekarang padahal sama sekali bukan film romantis. Speed 2 yang dibikin dengan budget yang lebih wah malah ga secetar versi ori-nya. Formula yang nggak jauh beda dengan aktor yang utama yang beda bikin filmnya kurang berasa gereget. Nggak heran pemirsah yang budiman ngarepin Mbak Sandra sama Kak Nunu bersatu kembali. Hasilnya mereka reuni lewat Lake House, pelm yang diadaptasi dari drakor berjudul sama. Teorinya, dengan pasangan yang sama, apalagi cerita yang manis, film ini menjanjikan cerita cinta yang gimanaaaaaaaaaaaaaa gitu. Faktanya? Penonton yang lebih paam.

Duet berikutnya malah lebih membahana. Gimana enggak? Kajol ma Shahrukh Khan, duet bareng sampek 13 kali. Apa ngga bosen tuh dua orang. Seenggaknya mereka duet sejak pelm Banzigaar di taon 1993, tapi baru kerasa gaungnya setelah mereka maen bareng di Dilwale Dulhania Le Jayenge. Pelm ini konon laris karena menceritakan cinta sepasang manusia yang universal, nggak memandang status sosial. Berhubung dianggep chemistry-nya nampol banget, mereka dipertemukan kembali 20 taon kemudian, lewat Dilwale (aja). Entah kenapa nonton trailernya yang penuh mobil berterbangan, rasanya blom dapet feel buat nonton.


Ini katanya judulnya Summer Nude, kenapa separo halaman sendiri ceritanya pelm laen dari negeri antah berantah yak? Baiklah kalo begono, mari kita bercerita soal Summer Nude. Sejak sebelom beronjol, Summer Nude, digadang-gadang bakal menjanjikan keseruan luar biasah. Siapa sih yang nggak kesengsem duet Yamashita Tomohisa sama Nagasawa Masami di Proposal Daisakusen, cowoknya dingin tapi tetep karismatik (perasaan Yamapi maennya begono mulu deh) ketemu cewek kalem lembut. Chemistry memikat terbangun sempurna lantaran dorama ini jalan ceritanya juga nampol, tentang seseorang pria yang nggak punya keberanian untuk menyatakan cinta. Penonton serasa ikut terbawa lantaran ceritanya bikin geregetan. “Orang udah keliatan banget kok kalok sukak, kenapa sih kaga diutarain ajah,” begitulah kira-kira.

Sayang di Summer Nude Masami cuma kebagian special guest, cuma nongol sekilasan doang. Eits tapi bukan berarti dorama ini nggak menarik loh, lantaran di mari Yamapi bukan cuma bernostalgia sama Masami tapi Toda Erika, yang sempat duet bareng di Code Blue, drama medis yang paramedisnya nunggang heli buat nganterin pasiennya, di dorama menantang seperti ini biasanya, Toda Erika justru tampil menawan.

Bisa dibayangkan kan keseruan tiga pemain yang pernah tampil bareng bisa nongol di satu frame yang sama, terlebih nuansanya pantai-pantai gitu, dijamin seruh. Apalagi Nose Karina, aktris yang identik dengan peran-perannya yang menggelitik tanpa harus tampil ngocol secara berlebihan, juga ikut hadir mengisi ruang yang ditinggalkan Masami. Lewat barisan nama yang wah, serial Senin malem khas Fuji TV kayaknya bakal mengikuti kesuksesan dorama yang pernah tayang di jam yang sama. Siapa yang ngga kenal Tokyo Love Story, Long Vacation atau Love Generation? Dorama-dorama itu sempat beredar jadi topik obrolan di Indonesia, dengan rataan rating berkisar 25%.

Ceritanya juga terbilang menarik, lantaran bawa-bawa unsur nostalgia antara Yamapi sama Masami, dengan Erika Toda sebagai bumbu penyedap. Lah kalo cerita cintanya antara tiga orang itu, mpok Karina Nose ngapain dong, masak cuma selewat dua lewat doang? Kira-kira kasih tau nggak ya? Gimana kalo biar seru kita nikmatin bareng yuk ceritanya!

No comments:

Post a Comment

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!