Apply Visa Turis Jepang 90 Hari

Masih cerita terkait persiapan saya berangkat ke Jepang dalam rangka sekolah jangka pendek tahun lalu. Yang kali ini soal urus-mengurus visa.

Saat aku mencari sekolah bahasa yang membuka program jangka pendek, aku membaca bahwa apabila belajar maksimal tiga bulan hanya membutuhkan visa turis spesial. Di beberapa situs web menyebutkan istilah itu: visa turis spesial. Sedangkan di web Kedutaan Besar Jepang di Indonesia tidak ada kata-kata seperti itu.

Rupanya, bahwa yang sering kita ketahui, visa turis (visitor visa) yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Jepang untuk pemegang paspor Indonesia kan biasanya maksimal 15 hari ya, ternyata bisa didapat juga sampai maksimal 90 hari. Visitor visa 90 hari bisa didapat dengan tujuan kunjungan keluarga, bisnis, training, dan kegiatan lainnya. Nah kalau lebih 90 hari, sepertinya mensyaratkan Certificate of Eligibility.

Untuk lebih jelasnya, aku menelepon langsung ke Kedubes. Si penerima telepon berkata, aku hanya tinggal ikuti syarat pembuatan business visa ditambahkan dengan bukti penerimaan siswa sekolah yang aku tuju.

Berikut ini dokumen yang diperlukan:
1. Paspor
2. Form aplikasi visa yang telah diisi + foto 4,5 x 4,5 berlatar putih
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi kartu mahasiswa atau surat keterangan belajar (apabila masih mahasiswa)
5. Bukti pemesanan tiket (tiket masuk-keluar Jepang)
6. Jadwal Perjalanan (Itinerary)
7. Certificate of Employment
8. Surat undangan
9. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: bisa dari buku tabungan pribadi atau orangtua (dengan melampirkan dokumen yang menunjukkan hubungan dengan penanggungjawab biaya seperti akte lahir atau Kartu Keluarga), atau dari pihak pengundang atau perusahaan.

Sementara itu, karena aku bertujuan untuk sekolah jangka pendek, tidak memerlukan Certificate of Employment dan surat undangan. Sebagai gantinya, surat bukti admission sekolah.

Katanya, aplikasi visa Jepang relatif mudah apabila semua syaratnya dipenuhi. Tapi, saat aku apply bukan berarti tanpa ada halangan! Saat aku ke sana aku membawa fotokopi kartu mahasiswaku sebagai bukti kalau aku masih mahasiswa. Ternyata petugasnya bilang harus pakai surat keterangan mahasiswa~ padahal di web-nya 'kan pakai kata 'atau'. Ya sudah, aku kembali ke kampus untuk membuat surat keterangan mahasiswa, yang baru jadi setelah 4 hari.

Untungnya aku apply visa tiga minggu sebelum keberangkatan, jadi tidak mepet! Setelah surat keterangan mahasiswaku jadi, aku kembali ke Kedubes. Kali ini dokumennya sudah lengkap. Tiga hari kemudian, kembalilah pasporku! Petugasnya memintaku untuk mengeceknya dulu sebelum membayarnya...

Eh? Eh? Aku diberi visa Multiple Entry! Girang dong!

Multiple Entry Visa nih... 90 hari pula! Sayang di-stempel VOID!
Bodohnya aku pakai konfirmasi ke petugasnya...

"Wah dapatnya Multiple ya..." aku berkomentar sekaligus bertanya kepada petugasnya.

"Tapi kemarin mintanya single atau multiple?" tanya balik petugasnya.

"Saya sih pokoknya cuma minta 90 hari saja. Tapi kalau dikasih Multiple ya nggak masalah Mas." Siapa yang nggak seneng, dikasih visa Multiple Entry. Biar kalau ke sana lagi nggak apply lagi, hehehe.

"Tapi sebaiknya diganti Mbak, takutnya pas masuk imigrasi sananya malah nggak boleh masuk."

Yahhh~ melayang lah visa Multiple Entry 90 hari-ku... sekitar 10 menit aku menunggu di loket akhirnya pasporku ditempeli stiker visa yang baru. Yang single.

Harga Visa
Single Entry Visa Jepang: 330.000
Multiple Entry Visa Jepang: 660.000


Tidak seperti aplikasi permohonan visa Schengen yang mensyaratkan pembelian asuransi perjalanan, dalam permohonan visa Jepang tidak membutuhkan. Namun menimbang-nimbang karena saya akan berada di Jepang selama tiga bulan dan (waktu itu) berencana jalan-jalan di negara lain selama dua bulan, rasanya harus membeli asuransi perjalanan. Seperti halnya kendaraan yang membutuhkan asuransi kecelakaan diri terbaik, aku mencari tahu asuransi perjalanan mana yang cocok untuk perjalananku. Aku lupa detilnya, kalau tidak salah aku membelinya seharga 2,3 juta rupiah.


Meskipun pada akhirnya, alhamdulillah, selama hampir empat bulan lebih ‘pergi’ saya tidak mengalami sakit atau musibah yang aneh-aneh. Sakitnya malah setelah pulang. Akhirnya 'asuransi kecelakaan diri'-ku tidak terpakai, deh. 

Kapan ya aku bisa apply Spouse Visa atau Dependent Visa Jepang~ hahaha… soon soon!

25 comments:

  1. Kok nggak boleh masuk kenapa memangnya ya Na kalau visanya multiple? Kok agak aneh ya? Hahaha...

    Btw, barusan cek pasporku, visa Jepangku tahun lalu berlakunya 30 hari, haha. Mungkin karena aku memang bilang bahwa tripnya bakalan 3 minggu jadi dibuletin jadi sebulan kali ya? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kurang ngerti... Katanya sih mungkin kok nggak punya record ke sana, tahu-tahu punya multiple entry #kaleee

      Kalau ga salah dia kasih waktu memang kelipatan 15, 30, 60, 90 hari~

      Delete
  2. Una menikmati hidup banget yaaa...

    ReplyDelete
  3. Kapan ya Tante Una ajak aku ke jepang

    ReplyDelete
  4. Yaa sayang. Padahal itu sampe 2018 ya. Siapa tahu bisa kesana lagi.

    ReplyDelete
  5. Pokoke postingane Una iki nggarai ngiri huh, hahaha
    Semoga nanti ikutan nyusul kayak kamu :)

    ReplyDelete
  6. ciyeehhh segera yaa Un...apply visa spousenya.. ;)

    ReplyDelete
  7. Unaaa aku sekarang kerja ama perusahaan Jepang... Yang Singapore kagak betah. Hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehhh... Wah kapan kapan mau denger ceritamuuu!

      Delete
  8. harusnya pas dapet multiple diem diem aja Na, pura-pura innocent haha, kamu sih naïf ciehhh

    ReplyDelete
  9. weeh kamu sekolah di jepang tah na? kok aku ga tau seh? *lha, wkwk :P

    ReplyDelete
  10. Setuju sama.mbak naya, harus nya tutup mulut aja kalo udah dapat yg multiple.

    Memang ya una ni, keluar negri mulu

    ReplyDelete
  11. Una mau ke sana lagi? nanti bawa aku di koper ya :)

    ReplyDelete
  12. La gimana mbak, pas masuk ke imigrasian di tanya single apa multy mbak? Di kasih multy malah minta yang single, hehehehe. menikmati hidup banget mbak e ini :-)

    ReplyDelete
  13. asyik ya, bisa free 90 hari. btw, na. penting ga sih beli asuransi pas jalan2? kayak misalnya backpacker sendirian kayak una pas tahun lalu?

    ReplyDelete
  14. aku penasaraaan dengan negara yang satu ini..belum sempet mampir :)

    ReplyDelete
  15. oh, harus ada kegiata seperti sekolah disana ya. eh itu short coursenya apa ya? pengen coba nanti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar Bahasa Jepang aja Mas, tapi mendingan, bikin student visa aja. Belajarnya ga usah lama-lama, sisanya buat jalan-jalan HAHAHA. Visa student soale 1 tahun 3 bulan.

      Delete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!