Menginap di KLIA2

Ceritanya kan sebelum ke Sri Lanka, aku menginap dua malam di Kuala Lumpur. Semalam pertama aku menginap di Raizzy's Guesthouse dan malam berikutnya di bandara saja. Pertimbangannya, temanku Kak Hanna Ester dan teman-temannya sudah ada di bandara malam itu. Lagipula penerbangan ke Sri Lanka pagi hari, jadi ya ngga masalah.

Waktu aku mengutarakan rencana menginap di KLIA2 kepada Chun Ik karena penerbanganku pagi, ia langsung berkomentar.

"But you don't have to stay there..."
"Yes, but I'll meet my friend there. So yeah... And I'm afraid I will wake up late."

Padahal dalam hati gue, salah satu hal utama mau nginep di bandara adalah karena nggak mau ngeluarin duit aja buat nginep lagi. #terkere #doainkayaya

Hari kedua di Kuala Lumpur, malamnya, aku menghabiskan waktu dengan duduk-duduk santai bersama Chun Ik dan Falk di Menara KH, sambil lihat pemandangan skyline Kuala Lumpur. Sekitar pukul sembilan malam, Kak Hanna Ester memberitahuku kalau bus terakhir ke KLIA2 adalah pukul sembilan. Dalam hatiku, ya sudah lah, besok pagi ke KLIA2-nya. Tapi aku juga cari-cari jadwal bus shuttle dari KL Sentral ke KLIA2, tahunya masih ada sampai pukul 23.00.

Sekitar setengah sepuluh, kami kembali ke hotel dan aku pun mengambil tas dan bergegas ke KLIA2. Sampai di KL Sentral sekitar pukul setengah sebelas, dan masih ada busnya... siapa sih yang bilang cuma sampai jam sembilan. Sorakin: huuu!

Perjalanan ditempuh sekitar satu jam, dan aku benar-benar ngantuk waktu itu. Nggak enak banget lagi ngantuk-ngantuknya, trus eh sampe. Bertemu dengan teman-teman Kak Hanna dari Komunitas Backpacker Dunia, lalu aku pamit buat mandi. Emang ya aku anaknya rajin banget, ngantuk masih niat mandi. Padahal sudah setengah dua belas malam lhooo...

Abis mandi, eh teman-teman sudah berniat untuk istirahat. Mereka akan tidur di musholla wanita KLIA2, aku ikuttt deh.

Peraturan di mushalla wanita KLIA2. Nggak ada nggak boleh tidur, sih.

Keran.
Pukul 12.10 AM, masih sepi ini mushalla. Tunggu jam satuan, hahaha penuh dah.
Telekung alias mukena.


Nah, sepertinya mushalla wanita ini memang kamar tidur bagi yang menginap di KLIA2. Pas kami masuk, sudah banyak mbak-mbak dan ibu-ibu yang tidur di situ. Hampir semua menggunakan sajadah yang disediakan mushalla sebagai lemek (opo Bahasa Indonesianya nih?) untuk bobok. Jujur saja agak mengganggu, soalnya sempat aku mau shalat (di malam sebelum pulang ke Jakarta), eh di baris paling depan ada ibu-ibu tidur. Trus tumpukan sajadah sudah habis. Kan resek. Alhamdulillah, ada ibu yang ngeuh dan memberikan sajadahnya untukku. Kemudian dia kembali tidur, dan belum ada semenit, dia ngorok.

Sempat dengar cerita katanya ibu cleaning service-nya menegur, karena banyak yang tidur di mushalla, tapi tetap aja pada kembali lagi tidur, hehehe.

Aku pun tidur di mushalla dengan bantal ransel dan pakai jaket sebagai selimut. Lumayan nyenyak juga. Tapi jam dua kebangun karena kedinginan, akhirnya aku membuka mukenaku dan kupakai untuk krukupan, sudah lumayan hangat, lalu tidur lagi. Ehhh jam setengah lima, kebangun lagi. Nggak punya bahan untuk krukupan lainnya. Dan ini terlalu dingin, aku tak tahan... tapi masih pengen tidur wakwakwak. Akhirnya cabsss keluar dari mushalla dan cari tempat yang nggak dingin-dingin banget.

Keluar dari terminal sebelum Gateway, ada area terbuka, nah aku tidur di kursi di situ. Bobok deh.

Depan kursi tidurku.


Kebangun passunrise, langitnya cantik banget, berwarna biru tua dengan guratan merah dan oranye, bagus. Ambil gambar beberapa kali, lalu bergegas ke counter untuk check-in. Woo-hoo~~~

Belajar dari menginap di KLIA2 ini (belajar mananyaaa), sepertinya kalau jalan lagi, aku harus bawa bantal tiup, hmmm meski untukku kurang berguna untuk di pesawat, dan selimut atau sarung, biar nggak kedinginan.

31 comments:

  1. Emang nikmat yaa tidur di Mushala *eh

    ReplyDelete
  2. Kirain ada tempat khusus gitu ma buat nginapnya. Aku juga ada rencana nginep dekat2 sono. Tapi di tune aja seh. Masih 300an lumayan lah ya bertiga sama si bayi. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha engga, maunya sih ada gitu kursi buat tiduran atau bed gratis XD XD Murah tuh 300 hehe...

      Delete
  3. Foto dua terakhir itu cakep banget Unaa... Langitnya bagus. Cerita di Sri Lanka-nya dong mau baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas banget bagus langitnya. Hahaha ntar ya, ini sehari di KL aja udah rencana nulis 20 post wkwkwk

      Delete
  4. Suka banget foto no 2 dr bawahnya Na.. Bagus :)

    ReplyDelete
  5. oalaaaa bener2 backpackeran ini mah ya Un... ;)))
    tapi untungnya mushollanya bersih dan bisa buat tidur.. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas emang cuma bawa backpack sih tapi bukan karena itu sih, karena ngga modal aja wkwk

      Delete
  6. sebagai lemek (opo Bahasa Indonesianya nih?) >> alas tidur jeenggg hahah..aku juga pernah tidur di musholla soetta sekali jaman2 penerbangan jam 6 pagi malemnya nginep haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya alas ya hahaha... Waw, rame gak mushalla soetta?

      Delete
  7. aku catet , bawa bantal ya hehehe

    ReplyDelete
  8. Hahaha..seru aja na, aku niru juga nanti ah..biar irit ga perlu di hotel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, ngga direkomendasikan untuk yang tidak muda wkwkwk

      Delete
  9. Suka banget sama pemandangan sunrise nya. Kalah ya hotel berbintang 5 :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Ya menang hotel bintang lima tetepan hahaha...

      Delete
  10. Cuman mau nginfo, lemek itu artinya alas :D

    ReplyDelete
  11. Katanya sih tidur di KLIA2 lebih enak daripada di changi~ Tapi tau deh, belom pernah cobain di KLIA2, kalau di changi udah sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha apa bedanya coba haha kecuali di hotelnya wkwk

      Delete
  12. Un un...
    Nek posting mbok ojo borongan ngene tho...

    ReplyDelete
  13. Ah ...
    Pengen juga tidur di Airport ...
    Soalnya airport itu karpetnya banyak yang tebel-tebel ...
    Pengen leyeh-leyeh ...

    Saya jadi inget film The Terminal ...

    salam saya Una
    (6/6 : 17)

    ReplyDelete
  14. hehehehe...aku jarang-jarang nginep di airport tapi kayaknya seru juga yaaa..apalagi kalau tanggung gitu travelingnya..

    ReplyDelete
  15. Hi Unna, greeting from Aceh! Setelah bbrp hari di Aceh, aq baru sempat browsing blog mu. It"s so funny, kebayang deh perjalanan mu yg gokil. BTW, kapan ke Aceh? Gw tunggu lho !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Dewww! Terima kasih hahaha! Abis balik dari Jepang kalau ada dana, mau main ke Aceh :')

      Delete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!