Atarashii Tengoku: PERPUSTAKAAN JAPAN FOUNDATION JAKARTA

Atarashii tengoku, 新しい天国, surga baru!

Aku mau cerita tentang tempat nongkrong asik (tentu saja menurutku) di Jakarta. Sebenarnya, aku sudah tahu tentang tempat ini sejak jaman dahulu. Beberapa teman juga member dari tempat ini. Namun aku baru mencoba datang ke sini pertama kali akhir tahun lalu. Ini pun terhitung aku baru tiga kali ke sana. Waktu pertama kali ke sana, aku bahkan tahan di tempat itu sampai lima jam. Betah maximum level.

Nah, tempat itu adalah Perpustakaan Japan Foundation!

Japan Foundation.
Letaknya di Gedung Summitmas Lantai Dua, seberang Kemendikbud, Senayan. Waktu pertama kali ke sana, yang aku lakukan pertama kali adalah bertanya bagaimana cara menjadi anggota perpustakaannya. Kita diminta mengisi formulir berisi nama dan alamat. Beberapa hari kemudian, akan tiba surat dari Japan Foundation di rumah kita. Di bundelan surat itu, ada formulir data keanggotaan yang harus diisi dan lembaran mengenai informasi biaya keanggotaan serta lampiran yang harus dibawa saat mendaftar.

Sampai sekarang aku belum daftar. Karena ada persyaratan surat dari RT kalau alamat di KTP-nya berbeda. Males ke rumah Bu RT!


Perpustakaan Japan Foundation memiliki koleksi buku berbahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Mulai dari manga, novel, buku pelajaran Bahasa, hingga ensiklopedia. Ada juga majalah, surat kabar, jurnal ilmiah, dan koleksi audio visual. Kita juga bisa menonton televisi, fotokopi gratis untuk anggota, membawa pulang Majalah Nuansa, dan mendapatkan informasi terkini tentang pameran dan acara kebudayaan.

Selama ini, karena belum jadi anggota ya aku baca buku di tempat. Buku yang kubaca ya random, yang menarik ya aku ambil, hehehe. Rasa-rasanya pengen bawa pulang tuh buku semua. Hum, kalau majalah yang aku suka itu Hiragana Times. Soalnya majalahnya oke punya, dua bahasa (Inggris- Jepang) dan semua kanji ada hiragananya, jadi bisa sekalian belajar.


Pengen bawa buku ini pulang tapi belum jadi anggota uw uw uw...

Entah kenapa aku betah banget baca-baca di sini. Kalau di perpustakaan kampus atau di Perpustakaan Provinsi enggak betah, hahaha... Kamis lalu aku ke sini, 3,5 jam aku nongkrong di perpus. Nggak berasa aja tahu-tahu udah jam lima sore. Kayaknya aku harus cepat-cepat daftar biar bisa pinjam bawa ke rumah!

Suka ke perpus, teman-teman?

❤❤❤

Perpustakaan Japan Foundation
Japan Foundation Jakarta
Gedung Summitmas I Lt. 2
Jl. Jenderal Sudirman,
Kav. 61-62 Jakarta 12190

Jam Buka Perpustakaan:
Senin, Selasa, Kamis, Jum’at –> 9.30 – 16.00
Sabtu (minggu ke-1,3,5) –> 9.00 – 12.30
Rabu, Minggu, Hari Libur Nasional –> TUTUP
Sabtu (minggu ke-2 dan 4) –> TUTUP

43 comments:

  1. kalo ditempat tinggalku, belum ada perpustakaan umum, yang ada hanya di kota medan, Jadi, bisa dibilang aku ndak pernah ke perpus. yang ada hanya ke toko buku, beli dan dibaca kalo sempat...heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekilas tadi judulnya saya baca "atasi tenggorokanku"

      Delete
    2. Wah! Pook pook!
      Aku jadi mikir, perpustakaan kotamadya ada gak ya, hehehe!

      Delete
  2. Karena belum menjadi anggotanya ya bisa aja langsung di urus ke RT nya. Kalau malas ketemuan sama Bu RT nya, ya ketemuannya sama Pak RT dunk. Biar Bu RT nya suruh ke Mall aja dulu. Buku buku nda bisa dibawa pulang karena belum jadi anggota ya? Masih ada cara. Foto kopi aja di bab atau bagian yang menarik dari buku tersebut. Biasanya sih ini menyangkut hak cipta buku juga. Jangan jangan hanya 10 persen saja yang boleh di foto kopi. Piye tu mba Una?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngakak 'atasi tenggorokanku'! Emangnya obat batuk Om? Wekekeke.
      Iyaaa. Bisa fotokopi tapi maksimal 20 halaman apa... enggak seru!

      Delete
    2. Tidak apa. Hari ini cuma dapat 20 halaman. Besok foto kopi 20 Halaman lagi. Kalau sebulan kan lumayan. 30 x 20 = 600 halaman. Keren kan

      Delete
    3. Wakakakak! Ongkos ke sana tiap hari sama harga bukunya mahalan ongkosnya!

      Delete
  3. PErpus jepang.... hmm.. mungkin yang membedakan layananya ya mbak dan ruangannya... atau buku2nya, perpus lokal kurang perawatan dan perhatian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelayanannya sih Mbak. Perpus DKI, oke kok koleksinya. Tapi ibu-ibunya gaplek!

      Delete
  4. Aaaaaak... mupeng pengen ke sana deh. Cuman-cuman-cuman kapaaan yaaa. Hari kerja tak mungkin pulak sepertinyah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... oiya Mas Dani suka manga yah XD

      Delete
  5. Wahhh O.O Surga bukuuuu~
    Pengen ke sana, kak Una.
    Aku suka ke perpus. Tapi paling nggak suka kalau pas suasana lagi ribut. --'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh bukannya di Perpus engga boleh ribut?
      *inget-inget padahal aku sering ribut di perpus*

      Delete
  6. Woww

    buku pelajaran bahasa jepang ku pas SMA dulu juga dari Japan Foundation ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, oya? Jadi penasaran buku pelajarannya JF ^^

      Delete
  7. Wah, ada manga juga di perpustakaannya? Hehehe :D

    ReplyDelete
  8. Ada apel sm strobery g na???hehe.....lumayn suka ke perpus.sng aja byk buku suka2 dan sbyk2nya ;)

    ReplyDelete
  9. wah, keren deh, lengkap. pasti aku bakal betah tuh kalau diam di sana, hehehe :D

    ReplyDelete
  10. Pernah tahu perpustaakn ini di gedung Summitmas, tapi belum pernah masuk. Sepertinya enak juga tuh Na. Kapan-kapan mampir ke sini ah.... makasih ya Na infonya.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu pernahmampir di lantai 27 Na, Makanya setelah baca postingan mu jadi tambah penasaran. Iya nanti aku mampir kesana. Penjaganya kenal sama kamu ya ? kalau di tanya pasti dia tahu kamu. he,, he, he,,

      Delete
    2. Hahaha belom kenal kayaknya, baru tiga kali juga.
      Mampir aja Om, kadang ada pameran juga XD

      Delete
  11. keren banget pustakanya nyediain manga! haha.
    saya sukanya ke pustaka daerah dekat sekolah dulu, bisa sampe magrib baca animorph dan buku psikologi :D

    ReplyDelete
  12. Ya Allah, bikin ngiler perpustakaannya, mbak XD. Saya suka ke perpustakaan, tapi perpus kampus saja ._. . Dulu pernah ke perpus milik konsulat Jepang di Sby, tapi karna gag ada buku versi Indonesia, jarang ke sana lagi ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... sayang sekali ya kok engga ada buku Indo/Inggris...

      Delete
  13. perpus ini dan BC dari dulu udah ngetop banget ya, tapi belum pernah ke sini,
    dulu cuma minjam dan ngendon di perpus tempat les bahasa aja, padahal jaman kecil rutin lho ke perpus, sekalian ikut ibuku yang jadi pengurus perpus nya kompleks rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, British Council, pengen juga ke sana >,<
      Wih dulu les bahasa apa Mbak?

      Delete
  14. keren tempat nongkrongnya Una :)

    ReplyDelete
  15. Bukunya pakai tulisan kanji semua nggak Na

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak Mbak, ada yang Indo dan Inggris...

      Delete
  16. kereeeen banget tempatnya, pasti betah banget lama2 disana....
    sy suka keperpustakaan juga tp pas masa2 kuliah. palig senang ke perpus provinsi karena koleksinya banyak banding perpus kampus... tp jelas g sekeren ituuu waaaa,,, pengen di kendari ada perpus bagus kek gitu:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihhh hobi ke perpus juga toh Mbakkk... XD

      Delete
  17. Doooooh jauh beud sama perpustakaan daerah..
    jadi pengen foto perpustakaan daerah, eh emang boleh foto2 :))

    ReplyDelete
  18. boleh juga nih una, kalau kapan2 aku kesana bawa pascal boleh gak sih?

    ReplyDelete
  19. woaaaaaaaaah mauuuu, aih aih. kalo sy ke jakarta mau kesini ah fufufuw

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!