Makan-Makan Makassar

Liburan musim panas lalu bulan Juni-Agustus, sebenarnya aku nggak ada rencana liburan jauh-jauh hari. Eh tapi di bulan Juni, kok rasanya pengen ke manaaa gitu. Asal nggak ke Jogja aja pokoknya. Setelah bingung memilih ke mana, Derawan, Belitong, Bali, Lombok, Maluku, Raja Ampat (kayak iya punya duit hahaha), akhirnya aku dan seorang partner perjalananku memutuskan ke Makassar! Alasannya, mau wisata kota ada, sejarah oke, mau liat pantai bisa (Bira), mau yang nggak pantai juga ada, banyak pilihan deh.


Dan satu lagi... setelah memutuskan pergi ke Makassar, kami juga memutuskan untuk melupakan sejenak satuan kilokalori. Kudaftar apa saja yang hendak kucoba. Woo-hoo, wisata kuliner!

1. Coto Makassar



Makanan pertama yang aku makan di perjalananku waktu itu adalah coto Makassar. Kami berhenti di satu warung bernama Coto Buttatoa (artinya tanah tua) di Jalan Maros-Makassar tak jauh dari bandara. Tahu bisa saja dicemplungi jeroan, aku yang anti jeroan memesan coto dan daging thok. Tak lupa minumnya teh botol sosro. Cotonya sedikit hambar karena sama sekali tidak asin. Sedikit membubuhkan garam, dan cotonya waaa enak banget kya kyaaa~ Coto ini dimakan dengan ketupat dan karena aku tidak banyak makan *pret*, hanya makan dua ketupat kecil saja.


2. Pallubasa


Sewaktu naik pete-pete malam hari, tiba-tiba aku melihat plang Jalan Onta. Aku teringat ada penjual pallubasa terkenal di Jalan Onta. Akhirnya kami berhenti, dan jalan menuju Jalan Onta. Nggak tahunya jalannya jauuuhh, karena tempat makan pallubasa yang populer itu berada di ujung jalan satunya. Pallubasa mirip sih tampilannya sama coto, hanya saja dengan santan yang lebih kental dan memakai kelapa goreng sangrai. Berbeda dengan coto, pallubasa dimakan dengan nasi. Tak lupa lagi minumnya teh botol sosro.

Pallubasa.
Dan kyaaa, aku akui pallubasa itu enak parahhh. Cuma isinya kok jeroan semua... perasaan aku udah bilang daging doang pas pesen. Fufufu, akhirnya si pallubasa tak selesai kuhabiskan, maaf ya sapi...

3. Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung


Es pisang ijo masuk juga dalam daftar must-eat kami. Oleh Pak Rauf, bapak yang mengantar kami, kami diantar ke Warung Bravo yang katanya populer banget itu. Temanku memesan es pisang ijo, dan aku memesan es palu butung. Biar beda gitu, bisa nyicipi. Aku kira perbedaan di antara mereka hanya lah sebatas terbungkus adonan hijau dan tidak. Ternyata jenis pisangnya berbeda. Es pisang ijo menggunakan pisang raja sedangkan palu butung menggunakan pisang kepok.

Si pisang diberi es serut ditambah kuah bubur sumsum dan sirup merah. Segarnyaaaa...


4. Sop Konro


Aku sering melihat sop ini dijual di Jakarta tapi belum pernah sekalipun mencobanya. Di Makassar tadinya diajak makan di Konro Karebosi, ternyata tutup menjelang puasa, jadinya makan di seberangnya. Ternyata ada sop konro dan juga konro bakar. Aku memilih sop konro. Aku baru tahu saat itu kalau konro itu terbuat dari iga. Dan karena aku ndeso parah, aku nggak pernah namanya makan iga, rib-eye, dan sejenisnya. Pas nyobain, waaa ternyata enaakkk... asem owk makanan di Makassar enak-enak semua.


Aku pun ikut nyicipin konro bakar, hmmm enak juga rasanya mirip sate ayam khas Madura. Udah gitu, lagi-lagi aku makannya nggak habis. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku nggak pandai pakai garpu, hihihi. Kata Mbak Hima, sebenarnya biasanya pakai tangan juga ngga apa-apa, tapi kok seantero warung makannya well-mannered semua, jadi jaga imej deh~ Menikmati konro saat itu disponsori oleh Mbak Maya alias ditraktir... hihihi...

5. Pisang Epe


Gara-gara kepengen pisang epe, kami yang sudah menuju arah Maros, putar balik buat ke Losari. Ongkos taksi nambah 50 ribu cuma gara-gara pisang epe delapan ribuan. Pisang epe ini disebut-sebut Pak Rauf sebagai banana press karena pisangnya memang di-pres. Pisang epe ini pisang kepok setengah matang dan kemudian dipres, ditekan menggunakan alat dan dibakar. Kemudian diberi saus gula merah yang bisa ditambah rasa cokelat, keju, dan lain-lain.


Somehow, aku nggak cocok sama rasa gula merahnya. Agak-agak gimana gitu... kayak ada sintetisnya. Mungkin kalau di pedagang lain bisa lebih enak.

6. Mie Titi



Mie titi ini mengingatkanku dengan mi ongklok di Wonosobo karena menggunakan tepung kanji yang membuat kuahnya menjadi kental. Mie titi ini mie yang digoreng kering dan kemudian disiram dengan masakan ber kuah kental mirip capcay. Yes, indeed, enak banget... tapi pas makan ini kondisinya pas udah kenyang banget, serta kuah kentalnya membuat cepat eneg.

7. Burasa'


Suatu pagi, Pak Rauf menebaki kami, makanan yang dia bawa itu makanan apa. Bentuknya seperti lontong pipih dibungkus daun. Kami membaui dan menerka-nerka. Aku mengira itu semacam carang gesing atau nagasari karena baunya wangi, dan kucurigai isinya pisang. Nggak tahunya salah. Burasa' lebih mirip ke lontong namun dimasak dengan santan. Biasanya untuk menemani makanan berkuah namun sering juga dimakan digado burasa' saja.

Burasa'

Senangnya di Makassar adalah makanan-makanannya sangat berbeda dengan di Jawa. Walaupun ada yang sama, namanya beda. Atau namanya sama, tapi rasanya bedaaa jauh. Seperti aku makan nasi kuning di Makassar. Tampilannya sih nasi kuning biasa, tahunya enak parah. Nasi kuningnya terkandung banyak rempah di dalamnya. Aku juga mencoba jalangkote, pastelnya Makassar. Juga jagung putih khas Maros. Lalu, aku masih kepengen minum sarabba' makan sop saudara, pallumara, hahaha semuanya deh!

48 comments:

  1. Saya langsung pilih sop konro dan es pisang ijoo..

    bungkuus..

    ReplyDelete
  2. pesen dulu baru baca postingannyaa..

    ReplyDelete
  3. coto makasar itu rasanya kaya soto - soto yg ada di pulau Jawa itu gak sih, penapsaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip sih sakjane mbak... tapi beda deh... hahaha, cara makannya pake kupat juga beda...

      Delete
    2. penapsaran banget..

      heh kuwe kok gak tau mampir nanggonku maneh saiki..

      Delete
    3. Setahu saya Soto itu pake daging Sapi.. tapi kalu Coto pake daging Capi.. *ditimpuk

      Delete
  4. Wuee enaknya.. pengen yang konro .. thanks sharing nya

    ReplyDelete
  5. yg paling terakhir fave saya banget Na, klo Lebaran requestnya buras, hehehh.
    ciyee ciyeee ternyata ke Makassar, koq ndk lanjut ke Kendari sih Na? tak bawa keliling2 naik petepete trus makan sinonggi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi jauhhh...
      Waaa Sinonggi kayak kapurung yaaa, kemaren belum cobaaa >,<

      Delete
  6. semuanya belum pernah nyoba,etapi pernah ding pisang ijo tapi di jawa..pinginnya sih langsung ke mksar,moga aja ^^

    ReplyDelete
  7. memang beda citarasa ya un sama jawa enak.. eh tapi setauku coto makasar yang di gorontalo memang ga ada yang asin un.. kata temanku seh memang begitu biar pembelinya yang mengukur garamnya seberapa, tapi ga tahu juga sih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa iya mbak... aku juga dikasih tahu memang masaknya nggak pake garam, jadi masukin sendiri :D

      Delete
  8. Diantara kesemuanya yang belum pernah makan cuma Pallubasa. Gak pernah dengar juga sepertinya.
    Mie Titi enaaaaaaaaakkk... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kudu coba mbak, enak lhoo...
      Iyaaa enakkk~ enak kabeh...

      Delete
  9. aku harus sering ikut Una nih supaya naik BB aku hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha aku sirik sama Mbak Lid, kuruuusss~

      Delete
  10. lagi2 BW disuguhkan foto makanan hmmmm jadi laper *ambil piring
    untung yg diperut gak mupeng, klo mupeng repot mesti ke makasar :D

    ReplyDelete
  11. Wahhh aku yg abis dari Makassar aja gak sempet tuh makan pisang epe, palubasa, cotto konro,mie titi...haaahhh...ini harus balik lagi kesana sepertinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang sekaliii Miii, di Jakarta sih banyak yang jual masakan Makassar tapi tetep ajaaa bedaaa, balik lagi sono ke Makassar :P

      Delete
  12. Waduh belum pernah makan semua tuch, cuma makan mi yang kiri tapi di Hong Kong wuehehe

    ReplyDelete
  13. waduh na. itu ngeliat fotonya aja bikin w uda ngiler bgt..
    mati bgt pulang2 langsung nambah brpa kilo itu kalo gw.. --"

    ReplyDelete
  14. Aduhh.. perut saya kriuk-kriuk... laper.. gegara liat postingan una.. T-T

    ReplyDelete
  15. cocok yah..siang siang gini tetibaan kesini disuguhi berbagai macam makanan, glek laper *memandang menu maksi hr ini, sayur asem yang kemanisan hiks..

    ReplyDelete
  16. Wah ini satu posting isi makanan semua! Untung udah makan ini Na, hahaha :D

    ReplyDelete
  17. Kata orang, makassar surganya makanan. #ngiler

    ReplyDelete
  18. hmm, diantara semuanya hanya satu yg kemungkinan saya juga suka,,,

    ReplyDelete
  19. iya una. burasa emang gurih bgt. dimakan tanpa lauk juga udah enak :)

    ReplyDelete
  20. nanti klo ke Makassar lagi diinfo yah... kali aja aku bisa temenin jalan2. hheheh...
    salam...

    ReplyDelete
  21. wah kalau jalan-jalan kerjaannya makan melulu nih km un hahaha
    btw, engga takut sama buras yang waktu itu masuk reportase? :D

    ReplyDelete
  22. kok enak ya.. nggak ada oleh2 ? :D

    ReplyDelete
  23. ih ih ih,, jadi pengen pergi ke makasar deh

    ReplyDelete
  24. Halo, Perkenalkan saya Irham dari Greenpack.
    Jika Anda pemilik usaha makanan ataupun resto yang ingin membranding usaha Anda, maka jangan ragu gunakan Kemasan Makanan kami yang sudah terbukti berkualitas food grade.

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!