Norak Level Dewi

Siapa yang nggak suka, jalan-jalan trus nginepnya di hotel berbintang yang bagus dan nyaman? Aku sih suka... apalagi kalau dibayari, dasar mental, hahaha. 

Beberapa kali jalan sama temanku Bellita atau sama sepupuku Affi, seringnya menginap di backpacker hostel dorms, rumah penduduk yang dijadikan guest house, atau wisma jelek-jelek gitu. Ya senangnya adalah murah, bisa ngobrol sama turis lain, dan kadang bisa cerita-cerita sama pemilik guest house. Tapi andai nggak mahal sih, aku lebih suka menginap di hotel bintang lima, hahaha nggak mahal mbahmu...

Tiga bulan lalu pas Jenesys, di Nagoya kita menginap di hotel Castle Plaza. Aku senang sekali karena hotelnya bersih, bagus, luks, dan nyaman banget. Gratis pula. Rasanya sudah lama sekali nggak menginap di hotel bagus... tapi belum lama ini aku menginap di hotel bintang lima, yang baru masuk aja udah pengen mangap saking terkesimanya, belum lagi pas masuk kamarnya, duh norak level dewi sumpah deh eike...

Marina Mandarin dari lantai 20.
Liburan ini, aku pergi ke Singapura selama empat hari tiga malam. Malam pertama, aku menginap di Marina Mandarin. Dan malam berikutnya, pindah level di 8-bed dorms di sebuah hostel di Chinatown. Nah, Marina Mandarin ini yang bikin aku tercengang. 

Saat itu, kata si resepsionis hotel benar-benar okupansinya tinggi. Katanya susah mencari dua kamar kosong yang berdekatan. Baru kali ini di reception saja hampir 20 menit. Akhirnya, kami beruntung sekali karena kamarnya di-upgrade dan berada di lantai 20 yang mana itu khusus anggota Meritus Club, kayaknya business travelers gitu deh. Meski di-upgrade, fasilitas khusus untuk anggota itu nggak kita dapatkan, hanya kamarnya saja, nggak apa lah yauuu...

Terlihat Esplanade dari balkon kamar. Maaf di-blur, aku maluuuu... hahaha.
Marina Mandarin ini letaknya di seberang Esplanade, nggak jauh juga dari Marina Bay Sands. Aku masuk ke hotel itu melalui Mall Marina Square, dan seketika buka pintunya. Uwooo... dari atrium kita bisa lihat berlantai-lantai hotel itu. Dasar orang norak ya, pertanyaanku adalah, kenapa tengahnya dibiarkan kosong sampai atas, kenapa nggak dijadiin kamar saja. Kata ibuku, ya nggak lah, nanti nggak ada jendelanya, lagian kalau dia mau buat begitu, pasti hotelnya tipis, alias nggak lebar gitu. Yang area tengah itu namanya service area. Ooo gitu toh...

Ada guling segalaaa... >,<
Mini barnya.
Aku sekamar sama sepupuku Affi. Kamar kita bernomor 2010. Pas masuk kamarnya, difoto dulu sebelum diberantakin. Betul deh, kamarnya bikin nggak mau keluar kamar. Sayaaannnggg... Dan isinya lengkap bo'. Di lemari, ada sandal, senter, meja setrika, dan setrikanya. Di kamar mandi, sabun sampo body lotionnya merek L'Occitane yang mana menggugah untuk dibawa pulang, hahaha. Kesetnya keset bulu-bulu, dan handuk badannya kita hitung ada empat, dan saudaraku ngira itu keset, dijadiin keset dah. Handuk kecilnya di dekat wastafel ada empat, belum yang digantungin ada dua. Hair-dryer, kaca khusus wajah yang bisa perbesar berapa kali tuh, komplit. Trus ada bantal juga di bawah wastafel, nggak tahu fungsinya apaan. >,<


Ada welcome snack, nggak tahu namanya, kue Cina yang isi nanas kayak nastar tapi bentuknya kotak. Ada coffee machine, teh, teko pemanas. Kasurnya pun enaaaakkk... Nah ini poin-poin yang bikin aku terkagum-kagum. Ya maklum aja ya, baru liat ginian pertama kali, wehehehe.

Welcome cookies.
Yang merah itu kapsulnya. ^^

1. The Coffee Machine

Mesin pembuat kopi ini menggunakan kopi yang sudah dalam bentuk kapsul. Udah gitu, jenis kopinya macem-macem. Ada espresso, ristretto, lungo forte, lungo finezzo, capriccio, masih banyak yang lain, batinku, "Opoooo kuwi jal?" Untung di gambarnya ada gambar level kopinya, yang paling rendah dan yang paling tinggi kekuatannya kali ye.


Ada cara penggunaan mesinnya. Kita ikutin pelan-pelan. Tapi di langkah, menutup mesin yang didalamnya sudah ada kapsulnya kok susah sekali. Mau maksain nutup nanti rusak mesinnya, mampus aja berapa duit dah tuh. Beberapa kali coba, jadinya kok keluar air putih doang, hahaha. Kapsul kopinya belum kebuka sama sekali, karena kurang sadis nutupnya. Sampai aku ke kamar ibuku buat nanya caranya, ternyata di kamar ibu mesinnya beda. >,< Akhirnya, pas agak dipaksa nutupnya, jadi deh kopinyaaa. Kapsulnya jadi bolong-bolong gitu. Tapi nggak enak kopinya, wuek!

2. The Shower

Kayaknya hal ini yang paling bikin girang aku dan Affi. Shower yang ada di kamar yang kita tempati, nggak cuma keluar air dari atas kepala saja, melainkan ada enam titik di depan badan kita yang bisa spray air juga. Jadinya kayak dipijat gitu... enak... Minusnya sih, kalau menyalakan mau pilih air keluar dari mana harus milih. Kalau mau dari atas ya atas aja, kalau mau enam titik itu yang menyemprot air ke arah kita, air dari atas gak nyala. Atau aku aja yang nggak paham nyalainnya, hahaha...

Nggak moto showernya. T.T
3. Rapi Kembali!

Di hari itu, kita meninggalkan hotel dari sekitar pukul enam sore dan pulang jam 11 malam. Sampai kamar, amazed kamarnya sudah berubah rapi lagi. Handuk yang dijadiin keset sudah nggak ada, sampo sabun ditambah lagi yang baru, selimut yang udah berantakan jadi rapi lagi. Ya kalau aku keluarnya siang, trus sore balik, pasti kan emang jadwal housekeeping tuh. Tapi kan ini malem-malem, dan bahkan belum tidur di situ, udah diberesin kamarnya... Uwooo... Aku kira aku salah pencet tombol khusus manggil housekeeping, ternyata kamar ibuku juga dibersihin, dan kata ibuku, ya memang gitu kalik! Nggak ngerti deh... hihihi.

Memang banyak hotel lain yang lebih canggih, tapi segini aja aku sudah terkagum-kagum. Bagaimana yang lebih canggih lagi? Yah nggak tahu deh. Yang jelas Marina Mandarin menjadi salah satu hotel favorit dan semoga bisa mencicipi hotel-hotel keren di dunia ini... Amiinnn ^^

39 comments:

  1. Replies
    1. Saya termasuk yang kena sindrom ketinggian. Jangankan ketinggoan sampai 20 yang sudah pasti menjulang tinggi. Yang lantai 7 aja saya sudah mual mual kalau melihat kebawah hiyyyyyyyyyyyyyyyy

      Delete
    2. urusan embat mengembat pernak pernik hotel hiiehiehiehee. Pengalaman dah eke 10 kali ke Denpasar Bali, nginep diberbagai hotel, selalu "rajin" koleksi pernak pernik dalam kamar hotel.

      Cuma yang ringan ringan saja. Nda sampai yang gede atau berharaga mahal. Bukannya kami tidak mampu membelinya, cuma resikonya kalau ketauan Hotel bisa runyam urusannya. Bisa ke Penjara. Jadi ngutil yang aman aman aja hiehiehiehiheihee

      Delete
    3. Kalau begini bukan takut sama ketinggian dong Kang. Tapi kalau untuk menceritakan pengalaman saja sih,,,,, ngak apa-apa asal yang baik-baik saja. Dan sesuai dengan nara sumber ko. He,,, he,,, he,,,,

      Delete
    4. Kang Asep: saya juga phobia ketinggian tapi kalau naiknya pakai tangga. Hehehee. Kalau urusan ngembat pernik hotel..paling poll ya sandal, sabun,samphoo yg mmg consumable duang.

      Delete
    5. @Ririe Khayan : Iya kah Waaaaaaaaaaaahahahahahahahahahahahaha xixixixixi. Namun yang paling saya incar setiap kali nginap di hotel hotel area Kuta (Bali) adalah plat atau vandel yang ada di kamar mandi. Apa aja yang bercirikan hotel yang bersangkutan misalnya sabun dan shampo. Nah yang saya sebut terakhir ini "rampokan" minimal.

      Delete
    6. Wahahaha,
      pengakuan suka ngutil :P
      Eh tapi kan kalau sampo sabun gitu gak papa...
      Asal gak bawa lampu meja, kaca kamar mandi aja, hahahaha~
      Vandel itu apaan, Om?

      Delete
    7. sekalian aja angkut tempat tidurnya, pak..
      haha mondol ah..

      Delete
  2. Review hotelnya dan perjalanannya oke Una, jadi ke pengen nginap di sana. He,,,, he,,, he,,,,

    Salam wisata

    ReplyDelete
  3. Kalau nginep di hotel, aku juga kdg gunain handuk utk keset ta taruh di depan kamar mandi. #ghaya handuk dipakai keset, mumpung di hotel. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahh samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
      Saya malah handuk yang halus dan berbulu indah itu saya jadikan keset juga mba. Entar kan diganti baru. Cuma kebiasaan saya yang lainnya adalah malas pake Jasa Laundry. Bukannya tidak mampu bayar Laundry cuma saya mau praktis aja. Bawa stel pakaian sesuai dengan hari saya traveling. Jadi nda perlu laundery atau setrika lagi

      Delete
    2. Hihihi, kan biasanya ada tuh handuk yang memang buat keset, keliatan dari ukurannya kan...

      Delete
    3. pak asep ngapain mikir londri
      bukannya semua koleksi handuknya dapat ngembat dari hotel juga.?

      Delete
  4. Aku baru baca ceritamu dan lihat foto-fotomu aja udah mangap-mangap, apalagi kalau ngalamin langsung, pasti ntar norak banget, hahaha....

    ReplyDelete
  5. baru kali ini ngeliat hotel nyediain guling segala. hahaha.

    ReplyDelete
  6. hem bagus juga tuh norak-level-dewi nya heheh

    ReplyDelete
  7. apik e...
    mbayar brapa ya un?? :p

    ReplyDelete
  8. duh na.jadi pengen kesana....padahal tinggal naik ferry 45 menit ya ke singapore dar batam tapi tapiiii g sempat2 bikin paspor hehehe.....

    ReplyDelete
  9. Waah kereen,waktu ke Sin aku nginep di Kallang, kayak ruko gitu tempatnya walhasil nggak dapet view apa2. lah jangankan balkon, jendela aja nggak ada. wkwkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, di hostel kah?
      Sama aku nginap di Chinatown juga gak ada jendela, andelin AC doanggg~

      Delete
  10. wah keren yah, asik tuh
    tapi aku gak suka jalan2, sukanya mendem di rumah :D
    good luck kontesnya :)

    ReplyDelete
  11. Mantab bener Na reviewnya. Sukses ya Na kontesnya.. :)

    ReplyDelete
  12. Asyik banget Na... Jadi Pengen yang kayak gt n gratisan, hihihi

    ReplyDelete
  13. jarang jarang lho ada hotel yang menyediakan guling yaaa
    baru tau ini deh...
    waktu aku nginep di rendezvous singapore dan di swissotel stamford singapore... gak ada gulingnya tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Mbak, jarang banget... Selalunya dua bantal gede...
      Padahal Rendezvouz lebih mahal tuh ya :P

      Delete
  14. Alat Nespressonya aku punya tuh Na.. tapi yang sekalian bisa bikin latte pake susu gitu siiih. Emang rasanya macem2 yaa, tergantung intensitas kopinya.. tapi bagiku sama aja rasanya. wong semua dicampur susu segelas gede.. :))

    Btw emang ya kalo nginep di hotel mahal itu kalau bener2 mau tidur2an di hotel aja seharian.. soalnya sayang kalo keluar2.. hahaha..

    ReplyDelete
  15. aakkk keren ini hotelnya, na. jarang ada yang pake guling segala. mupenggg >.<

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!