ASEAN, Penghasil Kopi Terbaik di Dunia

Mamaku itu sangat pengertian, karena setiap aku pergi, ia selalu memberikan uang saku dan nggak pernah minta beliin oleh-oleh. Tiap kutanya mau dioleh-olehin apa, seringnya jawab 'nggak usah'. Tapi waktu aku ke Vietnam, mama berpesan untuk membelikan kopi karena kata mama kopi Vietnam itu uenak tenan... ra ngapusi... (enak banget, nggak bohong).

Aku lebih dulu merasakan Vietnamese tea. Biasanya es teh disajikan sebagai komplemen kalau beli makanan atau minuman lain. Dan itu enak banget, tehnya bening nggak kayak teh Indonesia, dan ada rasa melatinya. Sedap sekali. Padahal ya nggak pakai gula. Nah, waktu jalan-jalan di Ho Chi Minh City, aku dan temanku yang merupakan turis manja nggak kuat panas dan emang lagi panas banget sih, kita mampir ke Highlands Coffee buat neduh.

Kiri, Vietnamese Tea. Kanan, voucher Highlands. *gak nyambung yo ben*
Highlands Coffee ini semacam Starbucks tapi asli Vietnam. Pendirinya gemas melihat Starbucks yang nge-hip banget di dunia dan ia mempunyai ide untuk membuat kafe lokal yang bisa terkenal. Sembari ngadem, aku memesan iced coffee with condensed milk. Anehnya, di sana itu kopi nggak pernah segelas penuh. Es kopiku disajikan dengan kopi hitam dan susu kental manis yang belum diaduk, dan tinggi kopinya nggak sampai 3/4 gelas. Kayak nanggung gitu deh!

Aku bukan pecinta kopi, jarang minum kopi hitam, maksimal minum kopi sachet atau minum Starbak yang kualitas kopinya nggak begitu bagus itu dan itu pun kayak sebulan sekali. Mahal bok, nunggu mamaku nraktir, hehehe. Dan es kopi susu itu, meski aku bukan coffee lovers, aku bisa ngerasain enaknya kopi Vietnam, dan enak bangettt! Beda aja gitu... Dan mamaku bener nggak ngapusi.

Kiri: iced coffee pakai susu kental manis. Kanan: kopi hitam~ nanggung amat kan isinya.
Waktu di Dalat, dengan cuaca belasan derajat, aku yang pakai celana pendek ini kedinginan. *kapok* Memutuskan untuk mlipir ke warung terdekat buat beli kopi hitam panas. Mau diminum langsung kok panas banget, eh baru nunggu tiga menit udah dingin aja tercampur dengan udara dinginnya Dalat. Dan kopi yang aku beli itu kayak cuma 1/4 gelas deh... dan rasanya emang enak sih. Setelah aku tanya temanku Nguyen, kenapa di Vietnam kalau beli kopi nggak pernah penuh segelas. Katanya, karena kopinya strong banget, jadi memang disajikan nggak banyak, nggak baik nantinya kalau segelas penuh.

Pake celana pendek kedinginan, beb...
Dan Vietnamese cà phê (kopi) emang enak... dan bisa dijadikan oleh-oleh kalau dari sana. Rupanya, Vietnam ini merupakan penghasil kopi nomor dua di dunia setelah Brazil, pantas saja di mana-mana jual kopi dan pemandangan dari Ho Chi Minh City ke Dalat ialah kebun kopi.

Di ASEAN, selain Vietnam ada juga negara penghasil kopi tingkat dunia, yaitu negara kita sendiri: Indonesia! Dari segi kuantitas produksi, Indonesia menjadi negara peringkat ketiga, tak jauh dari Kolombia. Namun dari segi ekspor, Indonesia merupakan negara peringkat keempat setelah Kolombia. Ini disebabkan karena pasar domestik Indonesia sendiri juga besar.

Industri kopi menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena kopi ialah salah satu produk pertanian yang nilainya tinggi, konsumsinya meningkat dari tahun ke tahun, dan minum kopi sepertinya sudah menjadi gaya hidup warga dunia.

Industri Kopi di Indonesia


Menurut Bustanul Arifin, profesor Ekonomi Pertanian UNILA, produktivitas industri kopi di Indonesia tergolong rendah, bahkan jauh lebih rendah daripada Brazil dan Vietnam. Teknologi rendah dan riset yang kurang menyebabkan panen kopi per hektar di Indonesia cenderung lebih rendah. Sedangkan di Brazil dan Vietnam, praktik penanamannya sangat intensif. Di sini, per hektar menghasilkan 600-700 kg kopi sementara di Vietnam bisa mencapai 2000 kg. Dari segi kuantitas produksi secara nasional, kita pun sekitar separuhnya Vietnam.

Tapi Indonesia punya sesuatu dari kopi yang bisa 'dijual' lagi. Yaitu keunikannya. Kita tahu kita punya Kopi Luwak yang terkenal sedunia itu. Selain itu kita punya kopi Toraja, kopi Mandheling, kopi Timor, kopi Jawa, dan kopi-kopi daerah lain yang memiliki keunikan rasanya masing-masing. Dari kuantitas produksi, mungkin akan susah untuk mengalahkan Brazil, namun dari sisi kualitas dan uniqueness kita punya kekuatan. Industri kopi di Indonesia pun sekarang mengarah kepada keberagaman jenis kopi.

Toraja, salah satu penghasil kopi terenak di Indonesia.
What should we do?

Kerjasama antara Indonesia dan Vietnam sebagai penghasil kopi bukan tidak mungkin. Namun kita harus banyak belajar dulu dari pertanian kopi di Vietnam. Pernah dilakukan studi banding ke Vietnam oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), yang membedakan pertanian kopi di Indonesia dan di Vietnam adalah etos kerjanya. Mereka dengan luar biasa meriset mencari varietas yang unggul. Meski satu jenis kopi tidak cocok ditanam di ketinggian tertentu, mereka akan mencari generasi kesekian yang berhasil tumbuh di tempat tersebut dan kemudian dikembangkan.

Selanjutnya kita harus bikin brand lokal yang siap mendunia. Ini salah satu cara memanfaatkan konsumsi kopi sebagai gaya hidup masa kini. Vietnam bisa membuat 'Highlands Coffee'-nya sebagai kafe yang populer di sana, kita pun juga harus punya.

Kerjasama dalam bidang industri kopi antara Indonesia dan Vietnam, pertama, bisa diwujudkan dengan Vietnam menjadi salah satu tujuan ekspor specialty coffee Indonesia. Jumlah produksi Indonesia dan Vietnam masih di bawah jumlah produksi Brazil. Namun Indonesia dan Vietnam bisa maju di pasar dunia dengan menjual kualitas dan specialty coffee-nya. Lalu, sekarang kan ada US Mission to ASEAN, Japan Mission to ASEAN, dan mungkin mendatang ada ASEAN Mission to mana-mana gitu, dan Indonesia dan Vietnam bisa membentuk partnership untuk memperkenalkan ASEAN sebagai penghasil kopi terbaik di dunia. ^^

Referensi:
Foto koleksi pribadi.
barifin.files.wordpress.com/2012/12/2011-arifin-indonesian-coffee-economy.pdf
http://foragri.blogsome.com/kopi-indonesia-dan-serbuan-coca-cola/

9 comments:

  1. Bangsa ini sudah lama menyadari akan suatu potensi yang ada di negeri Indonesia, namun sayangnya kenapa malah kita tidak bisa menjadi produksi yang terbaik di dunia ya ? yang harus menjadi pertanyaan, kapan bangsa ini untuk tidak menjawab dengan seribu alasan, dan yang terpenting tidakan nyata yang berefek untuk kemanjuan nasional di mata dunia. ?

    Indonesia pasti bisa......

    Salam wisata

    ReplyDelete
  2. jd pengen ngerasin kopi vietnam,kalo ke vietnam lagi aku minta oleh2 kopi juga ya na...satuuu aja..plissss...ya na.... *wkwkwkwkwkwk melas ngene yo

    yang khas di vietman itu emang kopi dicampur es gitu ya na?

    ReplyDelete
  3. oalaa itu emang segitu ya kopinya, sumpah aku kira itu malah sisa hahaha. beda banget ama di sini, kalau nyajiin segitu mah dikira pelit.
    Ibu aku juga suka ngopi, pagi-pagi pasti deh nyeruput segelas sebelum ngantor. Mudahan aku juga bisa ngerasain kopi Vietnam someday :)

    ReplyDelete
  4. Kalau Vietnam dan Indonesia kerja sama dalam marketing kopi, mungkin asean akan jadi produsen kopi nomor satu dunia ya, Un..

    ReplyDelete
  5. ngomongin kopii, rasanya cuma incip2 dikit seh ndak pecinta kkopii, eeh itu dinginan yaa kesian :p

    ReplyDelete
  6. kerjasama yang menarik ya, na. coba nanti ditindaklanjuti sama pemerintah, bisa melejit ekspor kopi indonesia :D

    ReplyDelete
  7. menaaaaaaaaaaang menaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang

    ReplyDelete
  8. Tapi akuh gak.suka kopi naaa *gak nyambung*

    indonesia emang sekarang harus mikirin secara kuantitas ya na.. kalau keanekaragaman dibarengi kuantitas yg meningkat pasti akan jadi negara kopi dunia :D

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!