Rasanya Melanggar Batas Pengunjung di Keraton Surakarta

Mungkin pada saat acara ASEAN Blogger Festival Mei kemarin di Solo, bukan pertama kali aku mendatangi Kasunanan Surakarta. Tapi kemarin ini begitu berbeda. Eh, tentu saja beda waktu beda kesan, tapi pas ABFI kemarin berkesan sekali deh!

Sebab-sebabnya:
1. Partisipan ABFI merupakan tamu Keraton Kasunanan, sehingga masuknya pun lewat pintu Kori Kamandungan, yang sembarang turis tak bisa lewat situ.
2. Bisa melanggar plang 'STOP batas pengunjung, no visitor beyond this point, stop limit visitor'. Soalnya sebelumnya, cuma bisa lihat-lihat di area sebelum plang itu. ^^
3. Karena? Ya, karena penutupan ABFI 2013 dilaksanakan di Pendopo Sasana Sewaka yang hanya dibuka jika sedang ada acara resmi berlangsung.

Kalau nggak karena ABFI, nggak bisa tembus batas itu... ^^
Sudut Sasana Sewaka.
Ngomong-ngomong tentang Sasana Sewaka, kalau masuk ke area Kasunanan Surakarta, pendopo ini adalah yang paling mewah. Arsitekturalnya berbentuk joglo dan beratap genteng sirap. Tentunya, bercorak Jawa namun juga berpadu dengan gaya Eropa. Di sekeliling pendopo ini terdapat patung-patung bergaya Eropa. Lantainya yang marmer, chandelier, dan gaya kaca sekeliling pendopo, merupakan beberapa tanda pengaruh arsitektur Eropa. Meskipun begitu, pengaruh Eropa hanya pada fisik bangunan saja, sedangkan nilai, filosofi, dan fungsinya bersifat tradisional Jawa.

Fungsi Sasana Sewaka adalah sebagai tempat menghadap pejabat Keraton pada upacara-upacara kerajaan, tadinya. Namun sekarang fungsinya meluas, banyak acara-acara kerajaan dan acara penting dilaksanaan di sana, termasuk penutupan ABFI 2013!

Pertama kali memasuki pendopo itu, rasanya wah... keren banget bangunannya. Kacanya cantik bergambar logo PB XII, berarti kaca itu dipasang pada masa tahta Pakubuwono XII. Kursinya kayu kuno bertuliskan Kraton Soerakarta di bagian belakang dan bersimbolkan PB X di bagian tempat punggung, berarti kursi itu dibuat pada masa tahta PB X. Waks, kuno sekali!


Searah jarum jam: tulisan Kraton Soerakarta di kursi, chandelier, tulisan PB X di kursi, simbol Kasunanan dan 'PB XII''.
ABFI 2013 yang bertema 'Reinventing the Spirit Cultural Heritage in Southeast Asia' ditutup dengan apik di Kasunanan Surakarta. Terlebih lagi sangat cocok dengan tema acaranya 'kan? Sekaligus juga memperkenalkan eksistensi Keraton Surakarta kepada partisipan ABFI luar Solo bahkan luar negeri. Sebagai warisan budaya, banyak sekali hal menarik yang bisa dilihat dan dipelajari di sana. ^^

Di dalam Keraton terdapat museum yang bisa dikunjungi dengan tiket seharga 10 ribu. Yang perlu diperhatikan adalah jangan pakai kaos tanpa lengan, celana pendek, dan juga sandal. Kalau pakai celana pendek harus memakai kain yang disewakan oleh Keraton dan kalau pakai sandal jangan harap dipinjami sepatu. Ya harus nyeker men... Seperti banyak partisipan ABFI kemarin yang kecele dan musti cekeran deh.

Di museum terdapat peninggalan Keraton Surakarta, kereta-kereta yang dulu digunakan seperti Kyahi Groedo dan Kyai Morosebo, serta ada juga silsilah keluarga. Yang menarik, di antara dua ruang ekshibisi benda sejarah -yang saling berseberangan- ada sumur yang amat terkenal. Namanya Sumur Songo. Konon sumur ini dibangun 150 tahun silam dan tak pernah kering. Sumur ini terdiri dari dua sumur dan ditutupi atap laiknya sebuah gazebo. Pengunjung bisa cuci muka dan minum air tersebut. Sayangnya sih aku pas ke sana, nggak coba. >_<

Kyai Morosebo.
Sumur Songo.
Masuk dari gerbang Kori Kamandungan, area itu disebut komplek Kedhaton. Sasana Sewaka adalah salah satu bangunan utamanya. Selain itu, yang paling menonjol adalah Panggung Sangga Buwana. Itu adalah sebuah menara dengan tinggi sekitar 30 meter dan terlihat dari luar Kori Kamandungan. Menara ini digunakan sebagai tempat bertapa Susuhunan dan juga sebagai tempat pengawasan. Jadi bisa liat  dari atas gitu kalau ada yang menyerang...

Selain itu, yang populer lainnya adalah kompleks alun-alun. Seperti ciri-ciri alun-alun di Jawa, pasti terdapat masjid. Nah, Kasunanan Surakarta juga punya Masjid Agung Surakarta. Masjid ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono III pada tahun 1750 dan masih utuh sampai sekarang. Kalau acara grebeg, masjid ini ramai dikunjungi. Selain melihat prosesi grebeg, rayahan gunungan grebeg juga menjadi salah satu alasan.

Gerbang Masjid Agung Surakarta.
Masih banyak area lain di Keraton Surakarta yang penuh dengan sejarah namun tak sanggup aku tuliskan dalam satu postingan ini. Keraton Surakarta sebagai salah satu warisan budaya Indonesia harus terus diperkenalkan, apalagi menjelang ASEAN Community 2015. Salah satu pilar ASEAN Community kan socio-cultural, dan dengan pengenalan wisata sejarah dan budaya Indonesia tentunya berhubungan dengan pilar yang satu lagi, yakni economic

Yap, dan rasanya melanggar batas pengunjung di Keraton Surakarta karena berkesempatan duduk di kursi di Pendopo Sasana Sewaka? Senang dan berkesan sekali pastinya! Terima kasih ASEAN Blogger Festival 2013 dan Kasunanan Surakarta!

47 comments:

  1. Penyajian liputan yang lengkap dan renyah, dimana banyak sisi yang diurai dalam pemandangan sudut seni bernilai tinggi yang memiliki ciri khas menarik untuk dilihat dan tertata rapih.

    Sukse deh buat Una.
    Salam wisata

    ReplyDelete
  2. Kereta kudanya lucu bangeeet aaakk.. (>.<) jadi pingin kesana mbak. coba kmrin mbak una bawa aku dibawa. wkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. tulisannya sangat apik, jadi pngn ke sana nih :)

    ReplyDelete
  4. bagus banget ya aristektur keraton surakartanya..dan semuanya terlihat bersih terawat.. ;)

    ReplyDelete
  5. Pelanggaran resmi ini YA Mbak :)

    ReplyDelete
  6. weh keren... aku juga banyak tahu dari postinganmu ini loh Unaa >.<
    ketinggalan banyak :O

    ReplyDelete
  7. Artitik tenan yo Keraton Surakarta.
    Btw, gue baru tau ada asian blogger festival gitu lho. Rame ya un ?

    ReplyDelete
  8. Bisa melanggar plang 'STOP batas pengunjung, no visitor beyond this point, stop limit visitor'. Soalnya sebelumnya, cuma bisa lihat-lihat di area sebelum plang itu. <-- saya dulu malah bisa ngelewatin batas itu tanpa ditegor penjaganya. Padahal saya kesana sendirian dan gak berkelompok dengan komunitas gitu

    entahlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya emang bisa ngelewatin -,-
      Cuma kan ya, taat sama plang itu tanda menghormati mas :D

      Delete
  9. hemmmm aku ngiri nih, blm pernah kesana dan gagal ikut gara2 kerja :D

    ReplyDelete
  10. xixixi... Aku yang 6 tahun disolo aja gk pernah masuk kraton un. Paling jauh sampek mbaluarti aja.

    ReplyDelete
  11. Wah senengnya bisa jalan2 ke Kraton Surakarta. Pengen deh, aku belum pernah

    ReplyDelete
  12. wew.. seru juga.. pingin juga nanti berkunjung kesana.. :)

    ReplyDelete
  13. sayang banget ya Una gak boleh mandi disumur itu :-D

    ReplyDelete
  14. bagus banget itu diliat dari sudut sasana sewaka nyaaa :D

    ReplyDelete
  15. wuah sering ke surakarta tapi gak pernah dolan neng kraton...

    ReplyDelete
  16. Waaaah, beneran aku banyak tau tentang karton surakarta lewat postingan ini.

    Terima Kasih ya.
    Semoga menang dan makan2. . .

    ReplyDelete
  17. Ini menarik. Kadang kadang dilema juga. Disuruh dilarang memotret di sebuah obyek wisata, saya malah nyelenh ambil gambar. Di suruh jangan duduk atau pegang, eh malah dipegang. Sensasinya luar biasa. Na kalau disuruh jangan pake baju warna Hijau di Pantai Selatan apa masih mau dilanggar juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, aku pernah ommm ke parangtritis pake baju ijo :D

      Delete
  18. waduh.. acara apalagi nie na? asean blogger vestival,, ajak ajak dong lain kali.. hehehehe.

    ReplyDelete
  19. Waaaaa.. Unaaaaaa.. kamu termasuk yang nyeker gk? Hehehehe..

    ReplyDelete
  20. Mengingatkan pada masa lalu..

    ReplyDelete
  21. Wah beruntung ya bisa menerobos batas pengunjung disana.. kesempatan yang langka tuh na...

    ReplyDelete
  22. Yup, sebuah pelanggaran yang memberi kesan tersendiri ya, Na? Hihi.
    Sungguh beruntung kita berkesempatan ikut ABFI 2013, jadi bisa masuk ke tempat istimewa ini, dalam suaasana yang begitu berkesan. :)

    ReplyDelete
  23. Mungkin yang dimaksud bukan pendhopo Sasono Sewoko, tapi Sasono Hondrowino tempat menjamu tamu-tamu kerajaan. Kalo Sasono Sewoko biasanya dibuka dan dipake pas acara2 kebesaran kerajaan saja seperti Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan tahta Raja, dan acara2 yang lain. Matur suwun sampun rawuh dhateng Kraton Surokarto Hadiningrat

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!