Cinta yang Paling Romantis

Seperti yang kawan tahu, jarang-jarang aku terbuka dengan masalah cinta. Namun kali ini, entah mengapa aku ingin menuliskannya. Kemarin, tak kuduga aku bertemu dengan dia yang aku sukai. Suka? Aduh, istilah ini terlalu ABG. Sudah dua tahun aku tak bertemu dengannya, sama sekali tak kontak. Meski begitu, aku selalu mendengar selentingan berita tentangnya. Entah keberadaan dia di Serbia, kemudian ada berita lagi dia sedang di Surabaya, eh tahu-tahu dia sudah di Seattle saja. Dan kemarin dia ada persis di depanku.

Mata kami bertemu mengingatkanku bagaimana bisa aku tahan tak menghubunginya selama dua tahun. Ah, toh dia pun juga tak menghubungiku. Wajahnya masih seperti dulu, badan yang tegap dengan garis muka yang jelas, sangat rupawan. Dulu kami pernah bersama, meski tak pernah ada status hubungan yang jelas. Lagipula kami menikmati hubungan kami waktu itu. Eh, kami? Atau aku sajakah? Dan entah kenapa banyak hal yang sama antara kami, paling hobi membersihkan telinga, pemburu benda kuno, banyak pokoknya. Sampai suatu malam ia memberiku DVD Gone With The Wind… yang di dalamnya terselip surat cinta.

Dan kemudian aku tak bertemu lagi dengannya sampai kemarin ini. Aku ingat sekali Kapten Bhirawa, teman dia yang tentara, dan kala itu kami bersenda gurau dan aku lupa kami membahas apa, tahu-tahu si kapten berkata, “Cinta yang paling romantis itu adalah cinta yang tak sampai. Makanya kebanyakan lagu bertemakan cinta tak sampai, patah hati, ah, menyedihkan.” Mungkin waktu itu aku tertawa, tapi dalam hati aku bertanya, apakah kisah cintaku dengannya ini juga kisah cinta yang paling romantis?

Setelah aku terkejut dalam hati karena kehadirannya sambil tersenyum simpul, ia menanyakan bagaimana kabarku. Basa basi. Tak lama ia membuka tasnya dan memberikan sesuatu padaku. Undangan pernikahannya. Aku hanya tersenyum karena aku sudah siap dengan hal ini. Kemudian ia memelukku dan tak pernah seerat kemarin ini dan kutemukan matanya berkaca-kaca. Ia menangis. Tahu kan artinya kalau laki-laki bisa menangis karena perempuan? Mungkin memang kisah cintaku ini kisah cinta paling romantis, tak sampai dan tak bersatu. Ah...

❤❤❤

Cerita  ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest: Senandung Cinta

72 comments:

  1. Ini katanya gak pengalaman soal percintaan dan nulis fiksi? Ah, yang bener...
    Bagus gitu kok.
    Eh, bagian hobi bersihin telinga, bikin telingaku geli :D
    Gudlak ya, Una :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalamanku nulis fiksi cuma kalau ada kontes teman blogger :P

      Delete
  2. cinta .. oh cinta .. :)

    good luck ya Una buat konetsnya :D

    ReplyDelete
  3. Etdah... akhirnya baca postingan fiksi Una. keren Na, bahasanya masih mengalir dan ga dibuat-buat. Menanti fiksi lainnya, walau bukan GA :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, motivasi nulisnya karena GA jeee...

      Delete
  4. ikutan GA tapi ceritanya bikin ngiris banget! kalo yg sering gue denger orang bilang "kacian deh loe" hehehe..!

    ReplyDelete
  5. ini curcolkah, na? atau fiksi beneran? wekeke. :P

    ReplyDelete
  6. Hm..... buat aku jadi penasaran dengan cerita ini. Antara fiksi atau pun kejadian benar. Tapi yang penting tetap semangat.

    Sukses selalu
    Salam wisata

    ReplyDelete
  7. kirain beneran, Na.. fiksimu terasa beneran :)
    bagus una :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terasa beneran kan esensi fiksi :D

      Delete
  8. cinta yang tak sampai adalah cinta paling romantis...ach apa benar demikian ya :-)

    ReplyDelete
  9. cinta yg lewat begitu saja memang fiksi, cinta yg non-fiksi setelah ijab kabul. tul gak

    ReplyDelete
  10. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

    Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  11. un...fiksi beneran apa pengalaman ini? :p dari hati gitu sepertinya :D

    sukses ga nya un, semoga menang

    ReplyDelete
  12. Una bisa juga nulis FF ya, Keren. TOP BGT deh

    ReplyDelete
  13. aku pikir Una curcol, langsung deh aku pelototin. Bahasa mengalir indah seperti sebuah sungai jernih..
    Lah kok ikutan nulis fiksi... :D
    Keren Na... serius keren banget >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheee jadi ngiler deh.

      Tante una ikut ya kalau ke Surabaya

      Delete
  14. itu mah bukan cinta paling romantis tapi cinta yang tragis dan sangat tragis :)

    ReplyDelete
  15. lala yeye..akhirnya aku baca juga FF nya una, keren na..tuh kan bagus..sukses ya

    ReplyDelete
  16. T_T sialnya T_T
    kupikir ini tadi curahan hati... T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. wew, salah sendiri. Terlalu antusias baca, sampe nggak baca labelnya. -__-"

      Delete
  17. wew, terang aja menangis, kan, waktu di peluk, kakinya lo injek ... wew :p

    ReplyDelete
  18. Ternyata fiksi, kirain beneran Na, hehehe. Eh, apa jangan-jangan cerita beneran ya?? :P

    Anyway, good luck kontesnya!! :D

    ReplyDelete
  19. manis sekali... ^_^
    tapi sempat ketipu, saya kira mbak una diberi undangan pernikahan betulan dari cowok yang mbak una suka dlu... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang aku seneng belum kawin kawin mbak... :D

      Delete
  20. Cinta yang paling romantis itu adalah cinta yang tak sampai. Entah sudah berapa kali kau mengatakan ini kepadaku. Wkwkwkwkwk

    Sukses ngontesnya, yaaa. . .
    Moga menang, makan2. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kisah cintaku romantis terus mbak...

      Delete
  21. weh cinta tak sampai, mbak una gitu juga gag yaa :p

    ff e keren jeee :D

    ReplyDelete
  22. Na, ini fiksi atau NYATA YAAAA?
    AAAHHH NGAKUUUU :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah na, aku tau siapa pacarmu, kan udah cerita pas ketemu. yang ganteng itu kaan? yang baik hati dan tidak sombong? satu rekan mu saat pergi ke jpg? HUHAHAHA

      Delete
  23. Ahiwww,, curcol yang disembunyikan dalam bentuk FF :p

    ReplyDelete
  24. ahh cintaaa..cintaa..
    Una Curhaat :P

    sukses ya ngontes cinta2annya
    moga dapet jodoh baruu :P

    ReplyDelete
  25. Jangan-jangan pengalaman pribadi ya Una? :D

    Sukses yaa ^_^

    ReplyDelete
  26. kirain serius, taunya kontes, ya sudah lah

    ReplyDelete
  27. sepertinya ini curcol beneran deh bukan fiksi..ya kaan Unnn...*kedip kedip* :D

    btw, sakses yaa ngontesnya...;))

    ReplyDelete
  28. hahaha :D Kayaknya betulan nich, dalem bangeeet ceritanya... Tenang aja sist.. Tuhan sedang memberikan yang terbaik buat sist... Ganbate ! #cieeee

    ReplyDelete
  29. tsaaaahhhh Una ngefiksi lagi, horeeeeyyyy.
    jangan ditiru ya na, cinta mah harus memiliki loh *halah* qiqiqiqi

    ReplyDelete
  30. tragis banget kak ... hampir mirip sama kisah nyata yang aku alami...
    memang terkadang cinta tak harus saling memiliki...


    semoga tulisannya jadi juara ya kak una

    ReplyDelete
  31. Ahh.. Una.. ceritanya.. ahh.. T-T

    ReplyDelete
  32. Hiks

    Ironis ... jlebb bgt Una

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!