Chasing Sudjiwo Tedjo

Akunya lemu bangettt T.T
Rasanya aku jarang-jarang menyukai public figure yang ada rasa pengen ketemuuuu banget. Kecuali (sementara) tiga ini: Liem Swie King, Trinity, dan Sudjiwo Tedjo. Liem Swie King pernah aku 'kejar' dan kuceritakan di postingan Chasing Liem Swie King. Bahkan sebuah majalah bernama Diplomat Indonesia memasukkan fotoku dengan Liem Swie King di artikelnya. Dan aku baru tahu setelah 1,5 tahun majalahnya terbit. Kalau Trinity sudah pernah foto sama dia tapi nggak pernah aku tulis ceritanya di blog. Nah yang terakhir Sudjiwo Tedjo.

Aku mendadak ngefans sama dia sejak mendengar lagu-lagunya. Dari Anyam Anyaman Nyaman, Titi Kala Mangsa, hingga Cinta Tanpa Tanda. Yang bikin aku suka lagunya yaitu karena lagunya terdengar aneh dan unik. Beberapa orang bilang nadanya horor. Menurutku sih nggak, yang jelas lagunya itu sekali dengar langsung bikin candu. Huehehehe...

Nah aku sendiri akhirnya berhasil ketemu Sudjiwo Tedjo dan foto bareng, hihihi. Awalnya sepupuku yang sekolah di Prasetiya Mulya Business School cerita kalau di sana akan ada acara yang temanya adalah Jogja. Salah satu bagian acaranya adalah nanggap wayang yang didalangi oleh Sudjiwo Tedjo. Tadinya sempat, "Yah kok wayang. Ngga nyanyi apa?" Soalnya aku nggak suka nonton wayang, baik dibawakan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa. Tapi gapapa deh, sekalian ketemu Sudjiwo Tedjo sekalian liat Prasetiya Mulya.

Kuakui Prasetiya Mulya BSD itu jauh banget. Terlebih lagi aku naik angkutan umum. Dari Cawang sampai ke BSD memakan waktu 1,5-2 jam. Hueee... Kala itu aku berdua dengan Lik-ku, ibunya Wening, sepupuku itu. Nah Wening ternyata jadi Person In Charge yang ngurusin Sudjiwo Tedjo. Jadilah aku bisa bertemu beliau dengan mudahnya, huehehehe. Setelah minta foto, kami harus cepat keluar dari tempat beliau berada. Karena beliau barusan pulang dari luar kota dan ingin tidur sebentar. Ya meskipun nggak sempat ngobrol, udah seneng dapet foto sama dia.

Kata Wening, sebelum pentas wayang, ia meminta nasi putih dan apa gitu. Nggak tahu deh buat apa. Ia sendiri mendalang dengan bahasa campur. Jadi yang bukan orang Jawa bisa ngerti. Dan cerita wayangnya nggak sesuai sama pakem, mengkritik keadaan politik, jadi jatuhnya malah kocak. Tak selesai menonton wayangnya, akhirnya kami pulang dan menempuh fiuhhh dua jam perjalanan lagi.

Di kolom komen postinganku Anyam Anyaman Nyaman, Mbak Ila men-share kutipan Sudjiwo Tedjo yang ia suka.

"Puncak rindu yang paling dahsyat tuh ketika dua orang tak saling sms/BBM/telepon, tapi diam-diam saling mendoakan." - Sudjiwo Tedjo.

Terimakasih Mbak Ila. Hueee aku juga suka quotenya. Kena banget. Padahal juga ngga lagi rindu sama siapa-siapa =,= Tapi aku berharap sananya mendoakanku. *loh?* Ah ya wis lah, hihi, denger deh lagunya Sudjiwo Tedjo pasti kecanduan.

17 comments:

  1. Blog saya dijelajahi sama una..wow...
    Salam kenal ya,...
    lucu pas jawab pertanyaan si dai..hehehhehe

    Ikut joinnya..kalopun suka blog saya join aja.nanti saya tempel di blogroll.

    aku juga mau dong foto sama sudjiwo tedjo...

    ReplyDelete
  2. Lagu2 sujiwo tedjo emmag unik dan lain dari yang lain, apa karena dia basic teater ya.

    ReplyDelete
  3. Kalau lagu pakde tedjo itu memang khas karena beliau seniman jawa,jadi menciptakan atau menyanyikan sebuah lagu punya rasa emosional yang tinggi atas lagu'a

    ReplyDelete
  4. pertama-tama ngerti sujiwo tejo, waktu sd atau smp dulu, saya nganggep mbah tejo ini nyeremin. apalagi sejak jadi pemain film "kafir". makin seremlah sujiwo tejo di mata saya. :)

    tapi akhir-akhir ini kok jadi seneng juga dengerin lagunya, nunggu-nunggu juga komentar2 pedasnya di talkshow2. jadi kagum juga, budayawan ini multi-talented banget. dalang, komposer, saxophonist, penulis..

    Indonesia butuh budayawan seperti ini, yang akan mengimbangi ketika poitikus melenceng dari koridornya. :)

    ReplyDelete
  5. huehehehheee.
    loh iya...kok sya ngelantur...

    maaf

    ReplyDelete
  6. kapan pengen poto karo aku..?
    po lagi ngebet foto karo mbah surip..?

    ReplyDelete
  7. :'( jadi kebawa sedih kemana-mana nih mo komentar di blogspot orang

    ReplyDelete
  8. puncak rindu yang paling dahsyat terlampiaskan saat jumpa dengan yang dirindukan :)

    ReplyDelete
  9. puncak rindu yang paling dahsyat terlampiaskan saat jumpa dengan yang dirindukan :)

    ReplyDelete
  10. hehe bener juga. diam2 saling mendoakan. tapi kalo sama2 suka berdoa. kalo enggak, gimana dong. hiks

    ReplyDelete
  11. Wah, poto-poto sama selebritis, ya? Ntar ketularan lho jadi selebritis. :)

    ReplyDelete
  12. Pasti senang banget bisa ketemu orang yg diidolakan... selamat mbak! :D

    ReplyDelete
  13. saya juga suka sama beliau, karena memang beliau itu bisa banyak tentang banyak hal.. penyanyi, penulis, dalang, aktor, dan banyak hal lainnya yang belaiu bisa.. :)

    ReplyDelete
  14. Una, masya Alloh.. aku merinding denger lagunya, padahal nggak ngerti artinya apa.
    Ini yang mistis pasti suara penyanyinya yak :D

    ReplyDelete
  15. Waduuuhh saya iri sebagai Jancukers belum ketemu Presidennya, hahaha

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!