Cara Membuat E-Paspor 2016

E-paspor baru.

Baru saja aku mengambil e-paspor baruku! Paspor sebelumnya berlaku hingga September 2016, namun untuk masuk ke negeri orang biasanya waktu berlaku minimal enam bulan. Mana ibuku bilang, meski cuma ke negara ASEAN yang tanpa visa, kalau masa berlaku paspor kurang dari enam bulan suka nggak boleh masuk. Benar ngga ya?

Aku sendiri tidak ada rencana jalan-jalam dalam waktu dekat. Tapi kan yang penting punya paspor dulu. Ya kan nggak tahu, kali aja tetiba besok pengen beli tiket ke Maldives *nengok celengan* atau siapa tahuuu ada yang ngajak ke Eropa gitu, nggak perlu menunggu waktu 10 hari lagi untuk membuat paspor ya kan. Tinggal cusss! Ya nggak tinggal cusss juga sih.

Aku melakukan permohonan paspor ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan di Duren Tiga, Jalan Warung Buncit. KTP-ku sendiri KTP Jakarta Timur. Adapun persyaratan yang harus dibawa adalah:

1. Kartu Tanda Penduduk E-KTP
2. Kartu Keluarga
3. Akte Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah
4. Paspor lama apabila memiliki

Dokumen asli harus dibawa untuk ditunjukkan kepada petugas. Masing-masing difotokopi satu kali dengan ukuran A4. Untuk paspor lama, bagian biodata harus difotokopi. Apabila akan membuat paspor untuk anak di bawah 17 tahun yang harus disiapkan adalah:

1. KTP kedua orang tua dan dikopi dalam satu lembar.
2. Kartu Keluarga
3. Akte Kelahiran
4. Surat nikah orang tua
5. Paspor lama apabila memiliki
6. Surat persetujuan orang tua

Surat persetujuan orang tua ditandatangani di atas materai. Kalau bingung mau membuatnya, di koperasi Kantor Imigrasi tersedia formnya dan sudah lengkap ditempel materai.

Kantor Imigrasi melayani mulai pukul 07.30 dan nomor antrean bisa diambil mulai pukul 07.00. Kuota pembuatan paspor per hari tidak lagi dibatasi, dan apabila datang sampai pukul 10.00 pasti terlayani. Oya, harap diperhatikan untuk permohonan paspor harus berpakaian rapi (bukan kaos) dan tidak menggunakan sandal jepit.

Untuk sementara, permohonan e-paspor hanya bisa dilakukan di kantor imigrasi sebagai berikut:
1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan
2. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat
3. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta
4. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat
5. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara
6. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok
7. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
8. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam

Berikut kususun secara kronologis waktu aku membuat paspor.

07:53 Tiba di Kantor Imigrasi dan antrean mengular di luar gedung.

Antre di luar.

08:10 Dipersilakan masuk dan antre nomor di Lantai 2.

08:20 Petugas memeriksa dan mencocokkan data di KTP dan Kartu Keluarga. Kemudian mengambil map kuning berisi formulir yang harus diisi, dan sudah ditempel nomor antrean. Nomor antreanku 2-082.


Nomor paling depan antrean di imigrasi tergantung urusannya masing-masing. Untuk 1-001 khusus pemohon prioritas seperti ibu hamil, lansia dan ibu dengan anak, dan hari itu aku hanya lihat antrean sampai sekitar 1-030. Kalau depannya 2 seperti 2-001 untuk permohonan paspor walk-in, 3 untuk para pemohon paspor online, 5 untuk pengambilan paspor, dan 6 untuk pelayanan Warga Negara Asing (WNA). Tersedia monitor dan pengumuman pemanggilan nomor antrean. Kalau mengambil paspor dan mendaftar permohonan paspor secara online, namanya juga muncul di monitor.

10:48 Antrean masih nomor 2-058. Antrean bisa dicek di http://infoantrianpaspor.imigrasi.go.id/ . Jadi bisa ditinggal makan dulu atau ke mana kek.

Suasana Lantai Dua Kantor Imigrasi Kelas Khusus I Jakarta Selatan.

11:39 Nomorku muncul dan aku ke counter 1. Hal yang ditanyakan hanya di mana bekerja, kapan lulus kuliah, dan mau ke mana. Kemudian scan sidik jari dan foto. Geser ke meja sebelahnya untuk konfirmasi data dan mencetak bukti pengantar pembayaran. Sebenarnya proses di counter sangat cepat sekali, yang bikin lama adalah loading sistem di komputernya. Misalnya, scan jempol, mau di-next-in, loading lama banget. Di dalam aku 9 menit, yang sebenarnya bisa saja cuma 1 menit kalau loading-nya cepat.

Daftar bank yang melayani pembayaran paspor.

Bukti pengantar pembayaran (nggak foto secara full) dan bukti bayar.

11:48 Keluar dari counter dan membayar di Kantor Cabang BRI di lantai dasar. Sebenarnya di bank lain nggak masalah, cuma biar bayar di situ aja, biar langsung selesai. Di BRI juga tidak ada ongkos transaksi.

Proses pembuatan e-paspor adalah 10 hari kerja dengan biaya 655.000. Sedangkan paspor biasa 48 halaman adalah tiga hari kerja dengan biaya 355.000.

♥♥♥

Dua minggu kemudian, alias hari ini (21/04), aku mengambil pasporku. Aku tiba sekitar pukul 10.00, antre pengambilan nomor antrean (hari ini ramai sekali kantor imigrasinya!), dan mendapatkan nomor antrean 5-043. Pengambilan paspor dibuka pukul 10.00 namun tadi baru dimulai pukul 10.20. Pas aku wawancara + foto, pukul 09.57 pun sudah buka loketnya, lho.  Nomorku muncul di layar pukul 10.54. Kira-kira menunggu sekitar setengah jam, setelah loket dibuka. Di loket, setelah menyerahkan bukti bayar, kami diminta menuliskan nomor antrean, nama, nomor paspor, dan nomor HP. Paspor baru diserahkan dan paspor lama pun dikembalikan.


Mau ke loket aja, foto dulu layarnya pas nama keluar.

Tadi, aku dengar salah satu pegawainya bilang kalau hari ini ada 400 pemohon online. Barusan aku buka web-nya per pukul 5.17 sore belum kelar dooong itu permohonan paspor hari ini.


Semangat ya mbak/mas petugas kantor imigrasi. Melihat pola antreannya, mendingan kalau daftar online ya sebaiknya tidak ke Kanim Jaksel, atau kalau walk-in jangan ke Jakarta Barat. Tapi nggak tahu juga sih, kan tiap harinya fluktuatif. (Pukul 6.12, aku buka web-nya yang Jakarta Selatan Online sudah selesai melayani 411 permohonan.)

♥♥♥

Lima tahun lalu, gedung Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan sedang direnovasi dan waktu itu pelayanan untuk sementara dipindahkan di Simatupang. Aku lupa itu gedung apa. Mengingat dulu masih kecil, aku juga nggak ingat sih pelayanan kantor imigrasi seperti apa. Yang aku ingat dulu juga pernah bikin di Jakarta Timur, harus pindah ruang beberapa kali untuk foto lalu untuk sidik jari, dan lain-lain.

Tapi sekarang memang berasa peningkatan kualitas pelayanannya. Seperti, One Stop Service, jadi wawancara, foto, scan sidik jari, ya hanya di satu counter saja, tidak perlu pindah-pindah. Pelayanan permohonan paspor pun tidak dibatasi kuota. Jam makan siang, counter pelayanan tidak tutup melainkan petugas bergantian istirahat. Di kantor imigrasi pun disediakan playground kecil untuk anak-anak dan nursery room. Haus atau laper pengen ngemil pun juga nggak perlu khawatir karena tiap lantai ada koperasinya.


Makin baik lagi ya Kantor Imigrasi *kiss*

♥♥♥

Meski pelayanan Kantor Imigrasi meningkat lebih baik daripada dulu, tetap ada beberapa harapan dariku. Beberapa harapanku untuk Kantor Imigrasi secara khusus Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan.

1. Mohon turunkan harga paspor. Kalau bisa gratis... *ditabok* Dan percepat prosesnya, tidak 10 hari gitu... (Kalau e-paspor).

2. Jangan biarkan pemohon mengantre di luar gedung Kantor Imigrasi. Tapi gimana ya caranya, emang penuh banget sih...

3. Sistemnya makin dikerenin lagi supaya proses wawancara dan sidik jari bisa lebih cepat. Kasian juga Kanim Jaksel jam setengah enam sore masih ngurusin permohonan *hihihi*

4. Sempat mampir ke lantai khusus pengurusan dokumen WNA. Panggilan nomornya tidak ada Bahasa Inggris kayaknya. Di monitor jelas sihhh, tapi kalau ada Bahasa Inggrisnya lebih oke. Hmmm...

5. Sediakan tisu di toilet, sediakan gantungan untuk menggantung tas di bilik toilet, dan posisi tempat sampah di bilik harap dibuat lebih nyaman, karena kok pantatku kena tempat sampahnya *ini sih karena gendut* Sama pakai washlet dooong... abis pinggiran dudukan klosetnya mengerikan.

Apalagi ya?

Ah, gue seneng banget, foto gue nggak sejelek paspor lama.

Ya sudah segitu dulu aja. Selamat mengurus paspor!

♥♥♥

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan
Jl. Warung Buncit Raya No. 207
Jakarta Selatan 12790
Phone : (021)79170912 , (021)79170913,
Akses angkutan umum: Halte Imigrasi, Koridor 6 Transjakarta

32 comments:

  1. Alhamdulillah. Selamat hari Kartini eh maksudnya selamat karena saya pertama mengisi kolom komentar di artikel terbaru mba Una ini hiheiheiheie. La komentarnya opo taa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha selamat sudah jadi Pertamax XD

      Delete
  2. Selamat dengan Paspor barunya Ahaaa kali ini foto mba Una di passpor tidak diblur seperti biasanya. Passpor saya sendiri masih berlaku hingga 12 Juli 2018 yang akan datang. Sama juga nih belum ada jadual untuk jalan jalan untuk tahun 2016 ini. Mungkin Dalam Negeri dulu (Jogja) lebaran nanti Insya Allah Kalau ke Jogja saja kan nda perlu pake passpor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas ucapan selamatnya hahaha

      Delete
  3. Asyiknya Na pasporku masih paspor biasa. Mana yang dalamnya masih disain yang lama pula, hahahaha

    ReplyDelete
  4. Makasi Una infonya, bentar lagi pasporku juga habis masa berlakunya.

    Enak juga ya bisa liat nomor antrian dari web.

    Oh iya kalo ini fotonya itu pas kedatangan kedua ya?

    ReplyDelete
  5. Kompliiit bgt infonya. Keren ya ada play groundnya. Btw siap2 mau brgkt nih. Hiks, iri bgt!!

    ReplyDelete
  6. Wah makasih infonya Un, jd tau deh gmna cara ngurus epaspor.

    ReplyDelete
  7. Wah muantappp nih infonya terima kasih ya sangat bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  8. Gue juga mau bikin rencananya ,,,

    ReplyDelete
  9. wa ini, sepertinya mudah dipraktekkan hehe

    ReplyDelete
  10. enak ya, antriannya bs di akses online jdi bisa di tinggal2

    ReplyDelete
  11. Kayaknya aku ga bakal bikin paspor lagi, lha data di pasporku dulu dipalsu :(

    ReplyDelete
  12. Ciyee ciyeee, yuk cuss ahh kemana gituuu

    ReplyDelete
  13. Sayangnya yg deket rmh di BSD tidak terima pendaftaran online. Kyknya lebih enak ya cepet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang sekali, semoga secepatnya bisa XD

      Delete
  14. Makasih ya mbak... infonya membantu.. saya juga mau bikin pasport nih buat keponakan..

    ReplyDelete
  15. Wah makasih infonya nih mba, sangat membantu.

    ReplyDelete
  16. Iihhh. Aku pengen ganti epassport. Tapi di pontianak gak ada 😔

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!