#PesonaIndonesia: Lagi Mens Ke Komodo, Boleh Nggak?

“Kak, ke komodo kan katanya nggak boleh kalau lagi mens. Ntar lo dikejar loh sama komodonya.”

Yang bener? Esoknya ialah jadwal kami pergi ke Pulau Komodo, dan hari itu aku masih visitor langganan bulananku. Masa’ jauh-jauh sampai Taman Nasional Komodo aku nggak bisa bertemu dengan si ora –nama lokal makhluk yang kerap disapa Komodo ini-? Aku pun mencari informasi di mesin pencarian. Ternyata hasilnya… sebagian bilang tidak boleh, sebagian bilang tidak masalah. Jadi boleh nggak sih?

♥♥♥

Dari Labuan Bajo, dibutuhkan sekitar satu jam perjalanan menuju ke Pulau Komodo dengan menggunakan speed boat. Kali itu merupakan pertama kalinya aku menyaksikan keindahan secara langsung Nusa Tenggara Timur, sehingga saat melihat bertaburan pulau-pulau kecil di luas lautan, rasanya… tercengang deh! Memang ya Pesona Indonesia itu… memang deh keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia.

Pemandangan on the way to Pulau Komodo~
Tak lama, kami tiba di Loh Liang, salah satu gerbang utama Pulau Komodo! Dalam bahasa setempat, ‘Loh’ berarti 'teluk', dan 'Liang' berarti sarang, yang berarti Loh Liang adalah teluk sarang Komodo. Oh ya, sebenarnya nama hewannya bukan KOMODO loh ya. Komodo itu nama tempatnya. Nama hewannya sendiri adalah Ora, yang berarti ‘buaya darat’. Nah, untuk trekking ke dalam Pulau Komodo ini, nggak boleh sendirian. Ada ranger yang berperan untuk menjaga pengunjung. Setiap satu ranger, maksimal ‘menjaga’ lima orang pengunjung. Sebelum berangkat trekking, ada briefing singkat terlebih dahulu.


Ranger menjelaskan ke titik mana saja kita akan berjalan, hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana, dan soal datang bulan…

Katanya…

Ibu hamil dan perempuan yang datang bulan, tidak masalah kok ikut susur pengamatan komodo. Hip hip hurray! Tapi memang diperingatkan jangan sampai jauh-jauh dari rangernya. Ada ranger yang menggandeng ranger lain dan bilang, “Kalau perlu gini deh!” Ya kalik~

Wuaaah syukurlah!!

♥♥♥

Walking trail di Loh Liang ini ada bermacam-macam, mulai dari Short Trek, Medium Trek, Long Trek, dan Adventure Trek. Makin panjang tentunya spot-spotnya makin banyak dan komodo yang dilihat juga lebih banyak dong ya. Nah kami ambil jalur yang Medium Trek, tidak terlalu pendek tapi juga nggak jauh-jauh amat. Kira-kira perjalanannya memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.


Dermaga tempat parkir speed boat.
Kenapa Komodo ini sangat spesial? Karena hewan yang menyerupai kadal raksasa ini hanya ada di Taman Nasional yang luasnya tiga kali Provinsi DKI Jakarta ini. Selain itu tak semua pulau dihuni komodo, melainkan hanya empat pulau, yaitu Komodo, Rinca, Padar, dan Gili Motang. Karakteristik komodo antar pulau pun berbeda, katanya komodo yang tinggal di Pulau Komodo ukurannya lebih besar dari yang tinggal di pulau lainnya. Jumlah komodo di Pulau Komodo berkisar 2919 ekor dan jumlahnya terus naik.

Tak sampai 15 menit jalan kaki, kami sudah bertemu dengan komodo! Langsung lah si komodo ini bak artis yang lewat, dipotret sana sini. Kata bapak ranger, kami beruntung dapat cepat bertemu komodo, karena katanya bahkan ada lho yang menyusuri walking trail tapi tak berkesempatan lihat komodo satu pun! Tak hanya komodo yang dapat kita lihat, namun juga hewan lain seperti rusa dan kerbau yang jiwanya selalu terancam~ karena komodo selalu di dekat mereka!

Komodo lewat duluuu.
Jalan lagi, kemudian tiba di Sulphurea Hill. Nama Sulphurea diambil dari jenis spesies burung. Di sini kita bisa melihat pemandangan Pulau Komodo, yang panas, kering, namun cantik, dan juga lautannya.

Dari Sulphurea Hill.

Melanjutkan perjalanan, kemudian kami ke arah bangunan yang rupanya dulunya digunakan menjadi kafe. Sekarang kosong, dan yang nongkrong ya, para komodo itu. Di 'kafe' ini akhir dari jalan di walking trail kami~ nggak berasa sumpah 1,5 jam ituuu. Kapan-kapan kalau ke sana lagi mau yang Adventure Trek ahhh! Kapan yiaaa? Kayak kuat?

Di bawah kafenya nih, ada komodo nongki ^^
Kiss kiss Komodo.
Pulau Komodo ini nggak cuma buat lihat komodo loh, tapi juga tuan rumah daru Pink Beach, satu dari tujuh pantai berpasir pink yang ada di dunia. Penasaran? Atau malah sudah pernah ke sini? Tunggu yahhh bakal aku post di sini ^^

Gimana? Jadi, pada pengen ke Pulau Komodo kan? Info lebih lengkapnya temen-temen bisa baca di situs Indonesia Travel: http://www.indonesia.travel/en/destination/106/komodo-national-park

23 comments:

  1. Halo Una!!!! Lama gak meninggalkan komen di blog ini. Ternyata dikau sudah pulang ke Indo ye?
    Ttg jalan2 ke pulau komodo, Jadi teteup dong, wanita lagi haid/hamil lebih di TO sama komodo drpd yang gak haid/hamil? Ush, serem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sudah pulang sebulan lalu! Ngga serem kok Mbak, kayaknya komodonya pun udah kebiasa sama manusia yang datang jadi gapapa.

      Delete
  2. aku sih gak berani ke sana. Takut sama komodonya :D

    ReplyDelete
  3. wow,banyak banget ya ternyata..hampir 3000

    ReplyDelete
  4. pohon pohon nya tampak gersang ya warnanya gak hijau. apa memang begitu warnanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya emang lagi panas, belom hujan~ dan belum hijau hijau banget

      Delete
  5. Kuece badai emang ke pulau komodo, itu itu ke pink beach wah makin kece :D
    Bedeway gewees yoo mbak una :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ranger nya warna apah itu mbak una? Ranger Merah atau Pink kah :p

      Delete
  6. Pengen pengen pengeeeennn. Huwaaaaaa. Daripada ngulang ke bali mending duitnya ditabung buat ke NTT seh yak 😣

    ReplyDelete
  7. mungkin karena si komodo penciumannya tajam jadi kalo lagi dapet kirain ada daging segar gitu apa yak, haha seremmmm

    ReplyDelete
  8. eh eh komodonya ga nerkam kan yah, hihihi...seruu banget naa! Cita-cita akuh banget pengen ke pulau komodo

    ReplyDelete
  9. Unaa.. kok gak ada poto komodo yg lagi ngumpul banyaakkk gitu.. atau memang mereka berkeliaran sendiri2 gtu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa sendiri-sendiri... ga komunal. Liat yang ngumpul banyaknya di Pulau Rinca... nanti kuposting ^^

      Delete
  10. Eow jadi begitu tow ceritanya,,, Pulau komodo memang spesial. Pemandangannya dari fotonya saja sudah kelihatan bagus, apalgi bisa menyaksikkannya secara langsung yaw? pasti menakjubkan,,, nabung dah buat kesana

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!