Sabetsu

Waktu itu di kelas lagi membahas tata bahasa bagaimana menyatakan, "A lebih xxx dari B." Guruku menyuruh dua anak Vietnam untuk berdiri, keduanya lelaki, namanya Minh dan Minh (jadi di kelasku ada tiga anak Vietnam namanya Minh semua). Minh satunya panggilannya Ken, ding.

Lalu, guruku menyuruh salah satu murid yang berasal dari Tiongkok untuk membuat kalimat berdasarkan dua anak tadi. Dan temanku itu menyebutkan, dibahasaindonesiain lah yau ini: "Ken warnanya lebih hitam dari Minh." Trus aku langsung njenggirat, kalau dilihat lagi, dari anak sekelas kan paling hitam gue. Eh, cokelat. Trus aku juga syok sih, ini orang bahas warna kulit tapi kayak biasa saja. Nggak sambil bercanda atau gimana.

Kemudian gurunya bilang, kalau kaya gitu, namanya sabetsu (差別), yang artinya diskriminasi. Di Jepang ya sebaiknya tidak membahas warna kulit. Trus temanku menanggapi kalau di negaranya nggak masalah bilang orang itu putih orang itu kuning atau hitam. Teman lain dari Taiwan juga bilang kalau di negaranya nggak masalah.

Trus aku mikir kalau di Indonesia gimana...

Kebetulan aku dapat nasib lahir berkulit lebih gelap dibandingkan anggota keluarga lain. Di rumahku, foto bayiku digantung jejer sama foto adikku pas bayi. Udah kayak… apa ya, keabisan perbendaharaan kata aku, susu milo sama susu full cream kayaknya, hahaha. Tapi adikku sekarang juga item deng.

Udah gitu, rasanya titik didihku ini rendah. Jadi baru keluar bentar kena panas, udah tambah gelap aja kulitku. Akibat kulitku ini, jaman kecil aku ingat suka dikatain ‘item, item’ gitu. Tapi aku nggak merasa tersinggung, wong emang item, dan maybe I’m not that easily hurt, apeu lah ini.

Di sisi lain, ada juga yang tersinggung dikatain kulitnya item. Padahal emang item. Teman SD adikku dikatain item sama temennya. Aku lupa apakah temennya itu adikku sendiri atau bukan, hahaha. Dan emang anaknya sama aku (pas lagi fase agak terangan) aja iteman dia. Oh ya, dia ini cewek. Eh abis dikatain item, pulang-pulang bilang ibunya, sambil nangis tersedu-sedu, hahahahahaha.

Kalau sama teman rasanya bahas warna kulit nggak masalah lah ya, dan aku ngga merasa ada diskriminasi juga sih di Indonesia. Kalau masalah ras dan agama mungkin masih ada macam-macam stereotip, tapi kalau temenan kayaknya aku nggak merasakan ada diskriminasi.

Beberapa hari setelah kelas itu, aku pergi ke sekolah. Dari Stasiun JR Sannomiya sampai sekolah, jalan kaki. Pas abis nyeberang, nggak sengaja bumped into teman dari Tiongkok tadi. Awalnya aku nggak ngeh, trus kemudian dia bilang:

“Tadi aku lihat kamu dari jauh. Dari tadi aku mikir, ini kulitnya agak gelap siapa sih. Oh ternyata kamu toh.”

Aku agak syok dan feel awkward aja, baru kali ini ada orang bilang gitu… kulitnya agak gelap… aku cuma menaikkan mataku sambil cengo trus senyum.

“Well, no offense but yeah you know di sini nggak banyak orang kulitnya gelap…”

Aku cuma menanggapi, “Ah nggak apa-apa, nggak apa-apa.”

Dalam hati, aneh banget sih ini orang =))

Ada pengalaman dengan diskriminasi, teman-teman?

19 comments:

  1. gelap manis kok Una :) Kalau di sini lebih hati-hati ya ngomong warna kulit sam aorang yang baru dikenal

    ReplyDelete
  2. walau kulitnya gelap, tapi kalo hatinya baik, org lain gak akan bisa berkutik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... sayangnya kulitku gelap, hatinya apalagi :p

      Delete
  3. tergantung orangnya sensy apa gak kali ya na... :)

    ReplyDelete
  4. Kalau bergaul dgn beda bangsa dan budaya, harusnya sih belajar dulu ya mba budaya negara tersebut. di budaya mereka mungkin ga apa2 bilang si A begini dan bgeitu. tapi di budaya kita rasanya ga gitu walau masih ada aja masyarakatnya yang spontan, kk iparku pernah dibilang orang gini, "kamu ko belumpunya anak, mandul ya?" jelas tersinggung banget dia tp mgk aja orang itu ga ngerti gimana rasanya lama ga hamil2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau itu jahat sih nanya apakah mandul :(

      Delete
  5. njenggirat opo kie artine mbakyu Una ?

    ReplyDelete
  6. haha, kulitku juga gelap (ga gelap banget, cuma sawo kematengan) kug
    tapi itu tidak masalah
    justru kulit gelapku ini bikin istriku jatuh hati

    ReplyDelete
  7. oalaaah ..aku juga asline gelap Un...kalo minjem istilahnya pak Habibi..kayak gula jawa..coklat2 gimanaaa gitu, hihihihi

    ReplyDelete
  8. Hahaha, kalo disini malah ada banyak salon penghitam kulit Na :P . Isinya tanning bed gitu pake lampu2 ultraviolet, hahaha...

    Kalo masalah sabetsu mah memang tergantung orangnya masing-masing plus latar belakangnya juga sih ya :-) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Kayak apa tuh salonnya... penasaran hahaha. Yang putih pengen item yang item pengen putih =))

      Delete
  9. Sante ae, Una. Jadiin pelajaran ke diri sendiri aja kalo ngomong sm orang apalagi orang luar, ati2 banget. Kamu seksih, Una :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mah santai... cuma abit awkward ada orang ngomong gitu =)) =)) Seksi tuh maksudnya item ya...

      Delete
  10. Una lg di Jepang toh? Aku dah lama nih gak ngikutin perkembangan kamu jd kurang update *tsaah bahasanya*

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!