One-Day Himeji #1

Salah satu atraksi turis utama di Prefektur Hyogo adalah Kastil Himeji. Kastil ini mengalami renovasi besar yang memakan waktu lima setengah tahun. Pada akhir Maret 2015, Kastil Himeji kembali dibuka untuk umum.

Untuk sampai ke sini, akses menggunakan kereta sangat mudah. Dari Stasiun JR Kobe sampai JR Himeji hanya membutuhkan waktu 39 menit dengan menggunakan kereta special rapid. Jarak antara stasiun tersebut sekitar 55 km. Tarif keretanya 970 yen (1 yen = Rp108) atau sekitar Rp 110.000, one way. Mahal ya? Mahal! Kalau pakai tarif commuter Line Jakarta jarak segitu paling 10 ribu, hahaha. Keluar Stasiun JR Himeji, Kastil Himeji sudah terlihat gagah tegak berdiri. Serasa dekat. Padahal kalau lihat di Google Maps sekitar 1,8 KM.

Bagi teman-teman yang hendak ke Kastil Himeji namun tidak sempat riset di internet ada tempat menarik apa saja di sekitar kastil, tidak perlu khawatir. Di Stasiun JR Himeji terdapat tourist information center yang menyediakan buklet informasi wisata Himeji dalam berbagai bahasa. Dalam buklet tersebut tak hanya tentang kastil saja, namun juga peta, kuliner khas Himeji, kafe unik, dan tempat belanja. Mana setelah baca buklet jadi tahu di Himeji ada Hello Kitty Cafe pula, aduh! Kan pengen!

Tapi kita jalan-jalan dulu lah. Aku dan temanku Natasha, setelah ambil brosur, jalan kaki menuju Kastil Himeji. Sempat foto berlatar kastil di luar area kastil, tapi kami tidak langsung ke kastil tapi ke... Kebun Binatang!!! Jadi Himeji City Zoo ini masih searea dengan Kastil Himeji, masih dalam satu gerbang utama. Kebetulan temanku gemar sekali hewan dan aku juga suka lihatnya tapi nggak hafal nama-namanya, jadi hayuk aja lah.

1. Himeji City Zoo (姫路市立動物園)

Kebun binatang yang terletak di area taman depan kastil ini tidak besar, dan tiketnya hanya 200 yen. Aku sempat membaca ulasan di internet kalau kebun binatang ini bukan salah satu yang terbaik di Jepang, bahkan banyak yang bilang kebun binatang ini jelek, hewannya stres, menyedihkan, dan lain-lain. Pas aku masuk, aku nggak merasa Himeji City Zoo itu buruk. Mungkin karena aku dari Indonesia dan yeah kebun binatang di Indonesia bagaimana sih (sekarang makin baik sih tentunya) plus aku nggak punya ekspektasi tinggi juga sama kebun binatang. Lagian menurutku mau hewan di kebun binatang bagus atau jelek semuanya kasihan. Lha nggak bebas gitu, nggak bisa main sama teman yang lain. Tapi bisa jadi mereka bahagia-bahagia aja sih, aku nggak ngerti perasaan hewan.

Pintu masuk Himeji City Zoo.
Flamingo Himeji City Zoo.
Red Kangaroo, like a boss pose.
Suka burung yang ini... cantikkk...
Eek gajah.
Kastil Himeji dari Himeji City Zoo.
Himeji City Zoo tidak terlalu besar, sehingga 1,5 jam saja cukup untuk mengelilingi semuanya. Di kebun binatang ini terdapat beberapa hewan seperti spesies gajah, pinguin, singa (atau anjing ya) laut (sumpah gue masih bingung bedain seal, walrus, sea lion tuh yang gimana), jerapah, monyet, ayam, sapi, babi, dan lain-lain. Sayangnya aku nggak lihat ada binatang reptil di sana. Tak hanya melihat hewan saja, ada area khusus megang hewannya lho, atau disebut fureai hiroba. Jadi bisa elus-elus, tentunya hewan tertentu saja. Macam kelinci atau domba.

Terdapat pula area permainan anak, jenis mainannya kayak di pasar malam gitu lah, hihihi. Kereta-keretaan, mobil-mobilan :p

Bukan kebun binatang yang gimanaaaa gitu, tapi as orang yang suka lihat hewan, aku enjoyed so much my time visiting Himeji City Zoo.

Opening Hours: 09.00-17.00 (last admission 16.30)

Harga tiket:
Dewasa 200 yen
Anak-anak 80 yen

2. Himeji Castle (姫路城)

Sebelum loket tiket, terdapat semacam rumah-rumahan yang di dalamnya terdapat kayu besar dan panjang. Kayu tersebut merupakan salah satu pilar utama yang asli Kastil Himeji. Beratnya enam ton. Pilar yang digunakan sekarang sudah bukan yang asli lagi.

Sampai di loket tiket, kami kaget karena tulisannya waiting time 1,5 jam untuk sampai pintu utama. Kami mikirnya sampai loket tiket saja harus antre 1,5 jam. Tapi tidak kok, meski loket tiket ramai. Selain itu ditulis pula kalau kira-kira waktu berkunjung kastil adalah sekitar 2-3 jam. Senangnya, kami tak perlu antre di loket tiket. Hanya tinggal tunjukkan kartu sakti Hyogo Culture Pass, kami diizinkan melenggang dengan genit masuk ke area kastil. Lumayan irit 1000 yen (sekitar Rp108.000), tapi kalau pun harus bayar, untuk ukuran UNESCO World Heritage Site, tiket Kastil Himeji tidak mahal lho! Coba saja bandingkan dengan tiket Angkor Wat, Borobudur (tiket orang asing), atau Sigiriya di Sri Lanka! Bah!

Road to Himeji Castle.
Sejarah Kastil Himeji bermula sejak tahun 1333, saat itu berdiri sebuah benteng di area tersebut. Namun kemudian, dihancurkan dan dijadikan kastil pada tahun 1545. Tahun 1581, Toyotomi Hidetoshi, seorang daimyo (pemimpin Jepang zaman feudal), mengubah model kastil menjadi bangunan tiga lantai. Pada tahun 1601, kastil dibangun kembali menjadi seperti yang bisa kita saksikan sekarang. Lebih dari 400 tahun lhooo.

Kastil dengan dominan warna putih merupakan salah satu kastil terbesar di Jepang dan situs warisan budaya pertama di Jepang yang masuk dalam daftar UNESCO Heritage Site pada tahun 1993.

Kami menuju ke Nishi no Maru (West Bailey) terlebih dahulu. Di sini terdapat Hyakken Roku (Long-Connecting Corridor) yang panjangnya hingga 300 meter. Di dalamnya, terdapat ruangan-ruangan untuk para wanita. Di bagian Nishi no Maru pula terdapat Keshou-Yagura (Cosmetic Tower). Masuk ke sini harus menanggalkan alas kaki dan disediakan kantong plastik untuk membawanya. Di dalam ruangannya terdapat papan berceritakan sejarah mengenai Kastil Himeji.

Koridor...
Salah satu bagian Nishi no Maru.
Princess bermain Karuta.
Usai dari Nishi no Maru, kami beranjak ke kastil utama. Tahunya di sini antre panjang banget... Baru paham maksud waiting time yang tertera dekat loket tiket. Kastil utamanya terdiri dari enam lantai, lantai pertama sekitar 554 meter persegi dan makin ke atas makin sempit. Dengan pengunjung yang banyak banget gitu, tentunya tak semua bisa masuk dalam kastil utama dalam satu waktu. Makanya harus antre.

Pas antre kami sempat ngobrol dengan beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu dari Tokyo yang datang untuk liburan di Himeji. Ibunya ngeliat aku pakai sandal jepit plus kaos kaki, kemudian bercerita tentang suaminya yang suka pakai seperti itu juga, pakai kimono dan sambil nyanyi. Eh rupanya mereka punya sekolah nyanyi dan tempat karaoke. Sampai kasih kartu namanya lho mereka. Meski kami belum paham banget Bahasa Jepang, ibunya ramah banget, bahkan ngejelasin cara baca kartu namanya =))

Pemandangan Kota Himeji dari lantai enam Kastil Himeji.
Penuh banget, nggak bisa satu-satu. Mana celana dalemnya keliatan gitu pula.
Sampai di lantai satu kastil tidak antre lama, yang lama pas udah di lantai tiga sampai atas karena kan makin sempit. Banyak yang menyerah karena selain capai, tangganya curam begitu, cuaca panas banget. Huh hah huh hah. Sampai lantai enam, benar-benar penuh, dan banyak orang antre untuk berdoa. Aku juga dong make a wish, masukin duitnya 30 yen saja. #pelit. Pemandangan dari lantai enam, bagus banget. Macam di observation deck lah kita. Kami nggak lama-lama di sini, sumpekkk...

Omigot, udel gue...
Turun ke bawah, ke arah luar, foto-foto depan Kastil Himeji deh dari dekat. Abis foto-foto turun ke arah loket tiket dan beli eskrim. Benar lah kata Kastil Himeji, waktu berkunjung sekitar 2-3 jam... antrenya ke atas ituuu.

Emang ya... UNESCO World Heritage Site itu selalu bikin capek... Hm, kecuali yang di Hiroshima dan Singapore (thanks teman yang memberitahuku). Kapan ya aku ke situ... hehehe ngelantur. Kayaknya aku bakal balik ke Himeji lagi, karena ada beberapa tempat yang belum aku datangi karena rupanya sehari saja tidak cukup.

Akses menggunakan kereta:
Turun di Stasiun JR Himeji, jalan kaki ke arah utara sekitar 1,8 kilometer.

Opening Hours:
1 September - 26 April 09:00-16:00 (gerbang ditutup 17:00)
27 April - 31 Agustus 09:00-17:00 (gerbang ditutup 18:00)

Tanggal-tanggal early opening:
27 Maret -  12 April buka pukul 08:00
13 April - 28 April buka pukul 08:30
29 April - 10 Mei buka pukul 08:00

Tutup tanggal 29-30 Desember

Harga tiket:
Dewasa 1000 yen
Siswa SD-SMA 300 yen
Anak-anak sebelum SD gratis

Tiket Kombo Kastil Himeji + Kokoen (taman ala Jepang di kota Himeji)
Dewasa 1040 yen
Siswa SD-SMA 360 yen

Kami di Himeji sekitar sembilan jam, dari pukul 10.00 hingga 19.00. Keluar dari Kastil Himeji sekitar pukul tiga kurang. Kemudian karena lapar, nyari makan dan wisata kuliner tanpa henti.  Mau ke museum atau tempat lain rasanya waktunya nggak cukup. Karena kan kebanyakan tutup pukul 17.00. Di One-Day Himeji #2, akan aku list di sana kami makan apa aja =)) 

13 comments:

  1. hahaha numpang ngakak, kalau una gak bilang celana dalemnya keliatan aku gak ngeh tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak wkwkwkwkw...yang udel juga gitu,habis baca captionnya langsung lihat potonya hahahaha

      Delete
  2. cakep bangettttt na,itu gentengnya emang khas banget yak..kayak di tipi2 #loh *mulai noraknya*
    asik ya kalo punya kartu sakti

    ReplyDelete
  3. Loh singapore ada di mananya na? Namanya apa? Pengen juga deh kesana. Kalau ke jepangkan masih lama banget. Pengen ke korea aja dulu. Hahahahaha.

    ReplyDelete
  4. Kalau tau begini indah, kemarin mah mau ikut pergi sama Mbak Una (emang siapa yang ngajak ya? heheheh)

    ReplyDelete
  5. Ihhh cakeeep tenan foto na una, keren menara n flaminggo unyuknya

    ReplyDelete
  6. asiknya jalan2 terus..mbok ya aku dioleh2in..hehehe

    ReplyDelete
  7. Baru tw kalo eek gajah itu unyu2...

    ReplyDelete
  8. Kapan ya bisa jalan-jalan kesana ?
    Kepengen banget, tapi saya keiket terus sama jadwal kerja... :(

    ReplyDelete
  9. KENAPA CELANA DALEM DAN UDELNYA HARUS DIBAHAS KENAPAAAA xD

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!