Sehari Bersama Om Korea dan Mas Jerman: Gagal ke Colmar Tropicale!

Sebelum ke Kuala Lumpur, aku tanya-tanya sama beberapa teman, apa yang asyik di Kuala Lumpur. Apalagi ini pertama kalinya untukku. Aku udah gugling dong, tapi kan biasanya ada tempat yang sering nggak kesebut di catatan perjalanan. Setelah tanya-tanya, aku berencana menghabiskan waktuku sehari di Kuala Lumpur dengan pergi ke Colmar Tropicale (resort ala ala French village di Pahang), Petrosains (semacam PP Iptek, well aku suka beginian), dan Menara KH (buat lihat KL 360 derajat dari helipad).

Saat menginap di dorm, aku bertanya pada Chun Ik, si om-om Korea, mengenai Colmar Tropicale dan dia belum pernah mendengarnya. Lalu aku tunjukkan foto di google, dan dia tertarik untuk pergi denganku. Lagipula dia tidak punya agenda. Aku tanya Jin yang orang Malaysia tentang Colmar, dia juga tidak tahu tapi pas aku lihat fotonya, dia tahu. Katanya resort itu sudah lumayan lama, dan dia hanya mengingatnya sebagai 'French village'. Mungkin baru heitz-nya sekarang-sekarang ya. Aku juga menunjukkan foto Colmar pada Falk, si orang Jerman, dan dia berpikir untuk ikut bersamaku.

Aku nggak booking tapi kirim email pada malam harinya dan tidak dibalas. Yaiyalah kan nggak 24 hours mungkin customer service-nya ya. Aku sudah kasih tahu ke Chun Ik dan Falk kalau shuttle nya ada jam 10.00. Kami pun baru berangkat dari hostel jam 9.45, dan naik taksi 15RM (nggak pakai argo) untuk pergi ke Berjaya Times Square. Hanya lima menit sudah sampai. Eh tahunya beli tiketnya di lantai delapan, sempat dihalangi satpam karena baru buka jam 10, trus kita bilang aja mau beli tiket. Buru-buru cari lift dan tanya kios yang buka di mana kios jual tiket Colmar Tropicale.

Huh huh hah hah capek.

Sampai di kiosnya, ternyata fully booked. Kalau jam 13.00? Juga habis. Lemes gua... hahahaha. Salah banget sih nggak reserve sebelum-sebelumnya. Falk bertanya berapa jarak dari Kuala Lumpur ke Colmar Tropicale, masak CS-nya nggak tahu, geleng-geleng sambil senyum mengulum. Kemayu lu Mbak, hahaha. Pas keluar dari kiosnya, Falk ngedumel, gimana sih masak jualan tiket nggak tahu berapa jarak dan lamanya. Itu kan basic banget...

Kecewa sih nggak, ya juga nggak pengen-pengen banget ke sana. Kapan-kapan juga bisa. Yakin aja bakal ke Kuala Lumpur lagi atau ke Eropah sekalian. Si Falk sih nggak masalah, wong dia orang Eropa. Pasti sering liat yang lebih bagus. Sedangkan si Chun Ik ini sepertinya masih pengen. Di jalan dia masih bolak-balik bukletnya Colmar Tropicale. Dia sempet nanya, bagaimana kalau kita ke sana naik taksi yang aku sama Falk kurang setuju. Trus kubilang aja, di Korea ada juga kok, tapi aku lupa namanya apa (ternyata namanya Petite France).

Buat yang penasaran kayak gimana itu Colmar, ini nih aku pasang foto-foto Colmar.


Dari blog melissathegreat.com


Akhirnya kita jalan kaki deh dari Berjaya Times Square ke Petronas. Lagi, karena si Falk belum lihat Petronas. Kali ini kita mendeklarasikan Chun Ik jadi tourguide karena sudah ke Petronas sebelumnya (well aku juga sudah semalamnya tapi kan cuma di luar doang). Ceritanya kita mau naik ke atas Petronas nih.

Kita masuk Petronas dari pintu Suria KLCC yang letaknya dekat air mancur yang kalau malem nari itu. Nah si Chun Ik ini jalan kaki agak jauh di depan aku dan Falk, dan kita ngikutin aja. Abis itu kita keluar Suria KLCC dan masuk ke suatu gedung dan bukan twin tower-nya Petronas. Aku bilang ke Falk itu salah, tapi dia bilang, udah ikutin aja Chun Ik. Ehhh abis itu kita masuk Suria KLCC lagi, kemudian keluar lagi masuk ke lobi twin towers Petronas tapi trus Chun Ik lewat aja dan masuk Suria KLCC lagi. Trus aku cuma tengok-tengokan sama Falk dan dia bilang, "So smart..." Hahaha...


Pejoy Matcha yang kubawa dari pagi hari dan baru dimakan sore hari. =))

Biasa aja dong bro motonya =))
Botol air mineral 105 ringgit. Naik ke KL Tower dapet air mineral botol bentuk KL Tower =))
Akhirnya keluar lagi (ini kita tawaf banget sumpah) dan masuk ke lobi twin tower yang sama, hahaha. Nah yang ini sepertinya Chun Ik sudah yakin kalau itu yang dia masukin itu benar. Pas kulihat papannya, masuk twin towers bayarnya 84RM, sekitar 300 ribu. Najong. Tapi tetep abis itu kita tanya-tanya di mana beli tiket masuknya. Kami menuju ke sana dan... antrenya panjang. Kami bertiga ngobrol sama petugasnya dan nawar-nawar. Falk malah curhat kalau di luar Malaysia, observation deck aja nggak semahal ini. Trus mana beda banget, kalau lokal Malaysia bayarnya cuma 26RM. Trus aku tanya apakah kalau bisa Bahasa Melayu jadi dapat harga lokal. Katanya, "Nggak bisa." Aku nggak tahu apakah ini masnya orang Malay apa bukan tapi logatnya ganti-ganti antara Malaysia dan logat familiar yang sering dengar aku dengar di Indonesia. Setahuku orang Malaysia nggak ngomong kata 'bisa' tapi kata 'boleh'.

Nggak tahu deng. Ngomong apa sih gue, wkwkwk.

Intinya kita ogah bayar segitu dan ditawar juga nggak bisa. Yaiyalah, lu kira Petronas itu pasar deket rumah lu.

Jadinya kita nggak naik ke Petronas dan... malah pergi ke tempat random cuma buat cari makan.

34 comments:

  1. ya ampun itu moto gayanya sirkus banget sih una

    ReplyDelete
  2. keren dan menyenangkan banget kayanya bisa ketemu sama om Korea dan Mas jerman, saking asiknya jeprat-jepretnya sambil ngglosoran dilantai...emang lantainya bersih gituh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya menyenabgkan dong. Ngga bersih bekas kucing ee hahaha

      Delete
  3. Pengen ke colmar ah ntar pas ke Kl. maklum pasti sering ke KL soalnya tempat transit paling ok dr pintianak daripada lewat jakarta jadi sering. Hahahaha.

    Aku udah beberapa kali ke Kl malah gak pernah naek petronas sama Kl tower. Males bayar mahal seh hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi jangan lupa booking kalau mau ke Colmar! Wkwkwk ndak usahhh ke sana, mending ke rooftop bar atau gedung lain XD XD

      Delete
  4. Gaya moto begitu pernah aku lakuin hahahahaha

    ReplyDelete
  5. Saya sudah pernah ke sana tapi belum jadi blogger jadi nggak asyik motretnya
    Kapan ya bisa ke KL lagi
    Terima kasih reportasenya
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  6. mahal bgt tiketnya smp segitu -_-"

    ReplyDelete
  7. 300ribu kalau buat makan2 enak dijabanin lah. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan dilihat benefit costnya dong. Lagipula ada tempat lebih keren buat liat pemandangan KL wuhuuu gratis lagi

      Delete
  8. huhuhuhu.. dulu akupun batal naik karena ngga cocok sama harganya Na. Bisa buat bayar hostel itu

    ReplyDelete
  9. Un, si Falk itu yg akhirnya ke rumah Mas Hakim bukan? :D

    ReplyDelete
  10. Unsss iki sopooo yg moto sambil boboo kocak benerrrr hahahaha who is he naaaa

    ReplyDelete
  11. Unsss iki sopooo yg moto sambil boboo kocak benerrrr hahahaha who is he naaaa

    ReplyDelete
  12. Wakaka jadi tulisan segini panjang intinya mau cerita pengalaman yang gagal total! Kena jebakan betmen juga nih haha..
    Heran juga siapa sih yang bikin peraturan karcis masuk orang lokal sama interlokal beda? di Borobudur juga gitu lho, harga tiket orang lokal lebih murah dibanding interlokal wehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Price discrimination biasa, buat jaring pendapatan lebih banyak kali :D

      Delete
  13. Hahah, ambil fotonya sampai rebahan di lantai gitu~ Asian photographer style sih~ :D

    ReplyDelete
  14. berasa di kasur kali ya ambil poto sambil tiduran gitu :D

    ReplyDelete
  15. pas liat fotonya Colmar...ealah bagus banget ya Un..pantesan ampe harus reserve segala ya kesananya... :D

    ReplyDelete
  16. Aku dooong naik ke menara gratis nggak pakai antri pula. Lalu dikeplak Una

    ReplyDelete
  17. Penjual tiketnya sama juga dengan penjual tiket di Indonesia ya, Un...

    ReplyDelete
  18. aku juga kemaren gagal ke Colmar
    itu kantor yang di lantai 8 pernah buka gak sih?
    malem sebelumnya aku kesana tutup, paginya juga tutup
    iki piye to

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha pas aku ke sana jam 10 kurang sih buka,
      anehnya pas kita keluar dari kantornya, eh mbak CS nya juga keluar, bawa tas gitu kayak mau pulang,
      trus kita ngrasani, enak banget kerjanya bentar doang :v

      Delete
  19. botol air mineralnya lucuuuu Una hehehehe

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!