Buang-Buang Barang

Beberapa waktu lalu, Mbak Tiananda menuliskan bahwa ia berusaha menerapkan gaya hidup minimalis. Intinya, minimalis itu meminimalisasi punya dan memakai barang.

Well, aku juga berusaha seperti itu!

Di rumahku tadinya ada satu ruangan yang mana ada lemari buku yang memanjang (eh? meninggi?) dari langit-langit sampai lantai. Ceritanya ruangan itu semacam perpustakaan kecil. Tapi beberapa tahun yang lalu diserang oleh para rayap dan sebagian besar buku dimakan rayap. Buku yang selamat akhirnya disumbangkan ke perpustakaan salah satu universitas dan lemarinya dihancurkan.

Dampaknya berasa banget sampai sekarang. Masalahnya, rumahku tidak besar. Kamarku juga hanya 3,5 m x 3 m. Biasanya kalau aku beli buku dan selesai membacanya, aku taruh dalam lemari ruangan tadi. Sekarang tidak bisa, jadilah buku-buku berada di meja dan lemari semua kamar sebagai pengganti lemari buku besar tadi.

Kalau udah lihat buku-buku banyak gitu, rasanya pengen kusingkirkan. Biasanya tiap berapa bulan aku lihat buku mana yang aku nggak suka, lalu kujual atau kukasihkan orang. Pokoknya bawaannya pengen ‘buang-buang’ tuh buku biar nggak menuh-menuhin rumah. Rasanya puas kalau pas bersih-bersih dan sortir barang.

Nggak cuma karena buku, kadang-kadang aku bingung kenapa kamarku rasanya penuh dengan barang. Setelah kucermati, kosmetikku banyak dan kalau makai nggak habis tuntas lah, atau majalah-majalah kadaluarsa yang belum aku ‘buang’ lah, atau ada lagi barang-barang dari goodie bag yang didapatkan tapi nggak terpakai dan terdiam begitu saja.

Maka dari itu, sekarang aku lebih mikir-mikir lagi kalau mau beli barang. Tahan nggak beli barang kimia (kosmetik) sebelum yang sebelumnya habis. Kalau dapat goodie bag, ambil yang berguna sisanya langsung kasih orang saat itu juga, biasanya aku kasih ke mbakku. Kadang dapat kiriman produk pun, kalau banyak, aku hanya pakai sedikit sisanya kubagi-bagi. Bukan masalah baik suka bagi-bagi, tapi gue risih kamar gue penuh, hahaha… Mungkin kalau nanti punya kamar lebih besar dan walking closet gituuu, jadi punya tempat untuk storage barang.

Selain itu, aku punya semacam… kenikmatan (lebay!) kalau sampoku, sabun muka, night cream, sabun, selai Nutella, parfum, dan lain-lain itu abis. Kalau sudah habis dan buang botolnya ke tempat sampah rasanya nikmat banget… ini penyakit apa ya? =)) Kalau buang barang yang nggak kepakai dan botol karena habis rasanya senaaang gitu… hmmm… lebay yes? Ben.

Post selanjutnya, aku akan menulis apa yang aku suka dari sebuah goodie bag, hihihi!

22 comments:

  1. Lemari buku di rumahku juga udah kelebihan beban niih... Belum kesampaian beli lemari baru.. Sepertinya mungkin bakalan sortir-sortir buku ngikutin caranya Una :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin rak buku melayang aja Mbak! :D

      Delete
    2. Iya, Una.. Itu juga sempat kepikiran... (y)

      Delete
    3. Di OL shop banyak yang jual Mbak XD

      Delete
  2. Wah wah mba Una ternyata punya perpustakaan pribadi di rumah? Wah wah kalau gitu tooss sama donk. Saya juga punya perpustakaan pribadi di rumah. Eh maksudnya perpustkaan milik kami sekeluarga. Koleksi bukunya masih sedikit soalnya,. HIheiheiheiheiheiheihieee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Punya dulunya, hahaha XD Ayo ayo ditambah Om...

      Delete
  3. Bener, ada penyakit 'sayang' buang padahal siapat tau ada yg lebih membutuhkan diluar sana ya

    ReplyDelete
  4. Sayang koleksinya harus dibuang, tapi kalo udah ndak digunain lagi memang lebih baik disumbangkan aja, daripada nyemakin

    ReplyDelete
  5. paling nggak suka sama banyak pernah pernik di kamar. Sukanya Polos, sepolos hatiku #lebay. Hahaha. Hisasan paling kusuka cuman satu "deretan buku tertata rapi". baca buku sambil nyemil ... Boleh tuh selai nutellanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... risih ya Mbak banyak barang ;)

      Delete
  6. kalo aku sih ga aku buang
    paling aku bungkusin lagi, trus masukin ke lemari atau gudang
    kalo kangen, tinggal diambil lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi,
      kalau lemarinya banyak atau punya gudang mah ga masalah ya XD

      Delete
  7. aku ikut kok buang dari hatimu engga un..?

    ReplyDelete
  8. Sama, Naaaa.. Beberapa taun yang lalu, koleksi buku dan komik ku jugak diembat rayap! Jadinya sekarang males beli buku.. Seringnya dikasih malah.. ._.

    Aku kalok untuk baju en sepatu kayaknya ngga bisa direm deh. Beli mulu, make enggak. :P

    ReplyDelete
  9. preeet... yaiyalah selai nutella dibuang kalo udah abis -,- hahahaha

    ReplyDelete
  10. aku mau buang-buang barang juga nih, sekalian cari barang sampah elektronik :)

    ReplyDelete
  11. membuang botol yang udah abis itu rasanya puas ya mbak. terus seneng karna berarti mau beli yang baru. hihi

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!