Makan-Makan Makassar

Liburan musim panas lalu bulan Juni-Agustus, sebenarnya aku nggak ada rencana liburan jauh-jauh hari. Eh tapi di bulan Juni, kok rasanya pengen ke manaaa gitu. Asal nggak ke Jogja aja pokoknya. Setelah bingung memilih ke mana, Derawan, Belitong, Bali, Lombok, Maluku, Raja Ampat (kayak iya punya duit hahaha), akhirnya aku dan seorang partner perjalananku memutuskan ke Makassar! Alasannya, mau wisata kota ada, sejarah oke, mau liat pantai bisa (Bira), mau yang nggak pantai juga ada, banyak pilihan deh.


Dan satu lagi... setelah memutuskan pergi ke Makassar, kami juga memutuskan untuk melupakan sejenak satuan kilokalori. Kudaftar apa saja yang hendak kucoba. Woo-hoo, wisata kuliner!

1. Coto Makassar



Makanan pertama yang aku makan di perjalananku waktu itu adalah coto Makassar. Kami berhenti di satu warung bernama Coto Buttatoa (artinya tanah tua) di Jalan Maros-Makassar tak jauh dari bandara. Tahu bisa saja dicemplungi jeroan, aku yang anti jeroan memesan coto dan daging thok. Tak lupa minumnya teh botol sosro. Cotonya sedikit hambar karena sama sekali tidak asin. Sedikit membubuhkan garam, dan cotonya waaa enak banget kya kyaaa~ Coto ini dimakan dengan ketupat dan karena aku tidak banyak makan *pret*, hanya makan dua ketupat kecil saja.


2. Pallubasa


Sewaktu naik pete-pete malam hari, tiba-tiba aku melihat plang Jalan Onta. Aku teringat ada penjual pallubasa terkenal di Jalan Onta. Akhirnya kami berhenti, dan jalan menuju Jalan Onta. Nggak tahunya jalannya jauuuhh, karena tempat makan pallubasa yang populer itu berada di ujung jalan satunya. Pallubasa mirip sih tampilannya sama coto, hanya saja dengan santan yang lebih kental dan memakai kelapa goreng sangrai. Berbeda dengan coto, pallubasa dimakan dengan nasi. Tak lupa lagi minumnya teh botol sosro.

Pallubasa.
Dan kyaaa, aku akui pallubasa itu enak parahhh. Cuma isinya kok jeroan semua... perasaan aku udah bilang daging doang pas pesen. Fufufu, akhirnya si pallubasa tak selesai kuhabiskan, maaf ya sapi...

3. Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung


Es pisang ijo masuk juga dalam daftar must-eat kami. Oleh Pak Rauf, bapak yang mengantar kami, kami diantar ke Warung Bravo yang katanya populer banget itu. Temanku memesan es pisang ijo, dan aku memesan es palu butung. Biar beda gitu, bisa nyicipi. Aku kira perbedaan di antara mereka hanya lah sebatas terbungkus adonan hijau dan tidak. Ternyata jenis pisangnya berbeda. Es pisang ijo menggunakan pisang raja sedangkan palu butung menggunakan pisang kepok.

Si pisang diberi es serut ditambah kuah bubur sumsum dan sirup merah. Segarnyaaaa...


4. Sop Konro


Aku sering melihat sop ini dijual di Jakarta tapi belum pernah sekalipun mencobanya. Di Makassar tadinya diajak makan di Konro Karebosi, ternyata tutup menjelang puasa, jadinya makan di seberangnya. Ternyata ada sop konro dan juga konro bakar. Aku memilih sop konro. Aku baru tahu saat itu kalau konro itu terbuat dari iga. Dan karena aku ndeso parah, aku nggak pernah namanya makan iga, rib-eye, dan sejenisnya. Pas nyobain, waaa ternyata enaakkk... asem owk makanan di Makassar enak-enak semua.


Aku pun ikut nyicipin konro bakar, hmmm enak juga rasanya mirip sate ayam khas Madura. Udah gitu, lagi-lagi aku makannya nggak habis. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku nggak pandai pakai garpu, hihihi. Kata Mbak Hima, sebenarnya biasanya pakai tangan juga ngga apa-apa, tapi kok seantero warung makannya well-mannered semua, jadi jaga imej deh~ Menikmati konro saat itu disponsori oleh Mbak Maya alias ditraktir... hihihi...

5. Pisang Epe


Gara-gara kepengen pisang epe, kami yang sudah menuju arah Maros, putar balik buat ke Losari. Ongkos taksi nambah 50 ribu cuma gara-gara pisang epe delapan ribuan. Pisang epe ini disebut-sebut Pak Rauf sebagai banana press karena pisangnya memang di-pres. Pisang epe ini pisang kepok setengah matang dan kemudian dipres, ditekan menggunakan alat dan dibakar. Kemudian diberi saus gula merah yang bisa ditambah rasa cokelat, keju, dan lain-lain.


Somehow, aku nggak cocok sama rasa gula merahnya. Agak-agak gimana gitu... kayak ada sintetisnya. Mungkin kalau di pedagang lain bisa lebih enak.

6. Mie Titi



Mie titi ini mengingatkanku dengan mi ongklok di Wonosobo karena menggunakan tepung kanji yang membuat kuahnya menjadi kental. Mie titi ini mie yang digoreng kering dan kemudian disiram dengan masakan ber kuah kental mirip capcay. Yes, indeed, enak banget... tapi pas makan ini kondisinya pas udah kenyang banget, serta kuah kentalnya membuat cepat eneg.

7. Burasa'


Suatu pagi, Pak Rauf menebaki kami, makanan yang dia bawa itu makanan apa. Bentuknya seperti lontong pipih dibungkus daun. Kami membaui dan menerka-nerka. Aku mengira itu semacam carang gesing atau nagasari karena baunya wangi, dan kucurigai isinya pisang. Nggak tahunya salah. Burasa' lebih mirip ke lontong namun dimasak dengan santan. Biasanya untuk menemani makanan berkuah namun sering juga dimakan digado burasa' saja.

Burasa'

Senangnya di Makassar adalah makanan-makanannya sangat berbeda dengan di Jawa. Walaupun ada yang sama, namanya beda. Atau namanya sama, tapi rasanya bedaaa jauh. Seperti aku makan nasi kuning di Makassar. Tampilannya sih nasi kuning biasa, tahunya enak parah. Nasi kuningnya terkandung banyak rempah di dalamnya. Aku juga mencoba jalangkote, pastelnya Makassar. Juga jagung putih khas Maros. Lalu, aku masih kepengen minum sarabba' makan sop saudara, pallumara, hahaha semuanya deh!

Fakeee...

Kadang gimana gitu ya, kalau tahu ada sesuatu yang fake/palsu, bawaannya jadi ilfil. Kayak temen yang pura-pura baik, tahunya aslinya kagak. Atau liat ada orang sok-sok imut (kayak gue). Atau lihat tas-tas palsu yang KW 999, yang tulisan mereknya aja typo. Makanya aku nggak pernah mau namanya make tas Louis Vuitton palsu... even KW 1 pun... tapi make yang asli juga nggak pernah (duitnya siapaaa?!)

Tapi aku tetep suka sih aplikasi Camera360 (yang bisa bikin jadi cakep itu...).

Nah inti cerita ini aku mau bahas tentang salah satu band Korea. Bukan karena oplas atau apa ya. Jadi gini, aku kan bukan penggemar K-Pop, nonton K-drama pun hanya sesekali. Running Man atau Family Outing aku nggak nonton sama sekali. Suatu saat, seorang teman memberi tahuku lagu Korea yang enakeun menurut dia. Judulnya Hey You, dibawakan oleh grup band Korea bernama CN Blue. Dan memang benar, lagunya juga enakeun menurutku.

Kalau udah suka lagu, biasanya aku penasaran videoklipnya dan versi live on stage-nya. Aku pun cari-cari videonya di Youtube. Setelah diperhatikan, ketika mereka di stage, mereka selalu perform tapi didukung dengan versi rekamannya. Jadi vokalnya dobel gitu. Selain itu, di tiga acara berbeda ada setelah menyanyikan suatu part pasti gaya panggungnya begini: si vokalis utama yang juga bermain gitar dan si bassis berhadap-hadapan. Batinku, kok so fake yaaa...

Aku pun bertanya dengan teman kuliahku yang gemar Korea-Korea-an. Aku bilang merasa aneh aja, kok grup band kayak gitu ya. Selalu nyanyi nggak benar-benar live. Kalau boyband, girlband, oke laah, mereka kan sambil joget-joget. Selain itu, penamaan CN Blue juga kayak palsu gitu. CN kepanjangannya Code Name, sedangkan Blue adalah inisial personality mereka, Burning, Lovely, Untouchable, dan Emotional. Aku geli pas tahu kepanjangannya.

Aaaa~ I Jeong Shin Oppa~~~~~
Temanku pun menjelaskan kalau Korea tuh ya kayak gitu semuanya. Bahkan improvisasi panggung saja sudah diarahkan di belakang panggung, yang berarti bukan improve ya itu... Ia menjelaskan kalau katanya hanya di Jepang saja, mereka (artis-artis Korea itu) nggak lip-synch... Bener ga tuh? Setelah temanku menjelaskan, aku hanya 'ooohhh...'

Somehow, ke-fake-an itu bikin ilfil, sedikit. Aku nggak kebayang aja Ariel Noah lip-synch di aksi panggungnya. Tapi aku tetep salut banget, Korea bisa menggencarkan Hallyu wave-nya. Risetnya yahud banget... Aku juga tetep masih naksir sama 이정신 (Lee Jeong Shin), bassisnya CN-Blue. Kapan lah Indonesia bisa menyebarkan virus I-Pop, I-Drama, atau I-Dutz (Indonesia-Dangdutz~) ke seluruh duniaaaaa...

Jalan-Jalan Ke Indonesia.Travel

Pertama kali membuka website Indonesia.Travel milik Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif ini seperti penyegaran. Beberapa bulan lalu, entah kenapa aku membuka situs web tiap-tiap Kementerian negara ini. Ada yang error dibuka, berita dan pengumumannya tidak up to date, desainnya buruk, singkat kata, mengecewakan. Tak lama setelah itu, ada lomba dari Kemenparekraf yang membuatku meng-klik link website Indonesia.Travel, wow, ternyata keren juga tampilannya. Menjadi penyegaran mengenai citra website resmi pemerintah di mataku.

Coba saja tengok laman pengumuman lomba Wonderful Indonesia Blogging Contest ini: http://indonesia.travel/games/ Ciamik banget 'kan? Oke, mari kita jalan-jalan di website Indonesia.Travel sambil mengulas dalam beberapa aspek.


Review Web Indonesia.Travel


Desain halaman utama website indonesia.travel cenderung sederhana. Namun yang membuat menarik adalah mozaik foto yang mengarahkan ke artikel terkait. Situs itu tahu bagaimana memikat orang saat pandangan pertama. Kekurangannya adalah warna latar (background) yang hijau muda terang terasa kurang pas. Setelah di-scroll ke bawah dapat kita temukan bagian Headline, Events, Featured Destinations, dan lain-lain. Situs webnya up-to-date melihat berita terakhir di-posting dua hari lalu (17/10) dan kalender events-nya pun up-to-date. Sayangnya, menurutku tampilannya kurang rapi.

Penetrasi promosi paling yahud tentu dengan menggunakan social media. Indonesia.travel sudah mengerahkan berbagai jurus di bidang ini. Twitternya sudah memiliki follower lebih dari 95 ribu, dan sangat interaktif, adanya kuis-kuis dan lomba yang kerap diadakan oleh Indonesia.Travel juga menggunakan sosmed lain seperti Youtube, Pinterest, Google Plus, dan terintegrasi dengan Facebook. Di bagian bawah web berjajar ikon-ikon yang me-link ke masing-masing social media. Meski begitu, interaktivitas di dalam web sendiri tidak seinteraktif di dalam akun social media-nya.

Ikon-ikon link socmed di bagian bawah web.
Sebagai situs web resmi pariwisata milik negara Indonesia, aku tidak menemukan cara untuk mengganti bahasa menjadi Bahasa Indonesia. Atau aku saja yang kurang teliti? Tapi ternyata setelah ditambahkan menjadi indonesia.travel/id/ baru bisa menjadi Bahasa Indonesia.

Selain itu ada empat menu di sidebar sebelah kiri, berturut-berturut: Trip Planner, Booking Online, Online Forum, dan ikon map (destination locator). Menarik menggunakan menu locator, kita bisa mencari jenis objek wisata di pulau atau provinsi tertentu. Kemudian ditunjukkan letaknya di map berikut ringkasan mengenai objek wisata itu. Tapi menu lainnya serasa kosong. Jumlah post di Online Forum tidak ramai, Booking Online tidak komplit bahkan aku pilih hotel di Jakarta, SCBD, tidak ditemukan satu hotel pun. Trip Planner juga hanya berisi iklan paket wisata, hanya dua, dan sudah kadaluarsa beberapa tahun lalu!

Menu sidebar di sebelah kiri.
Beberapa waktu lalu aku mengikuti kuis dari Indonesia.Travel dengan meng-upload foto di grup di Google Plus milik Indonesia.Travel. Syaratnya adalah kita harus mencantumkan link artikel objek wisata terkait dari web Indonesia.Travel. Waktu itu aku hendak posting foto indahnya Pantai Tanjung Bira. Sayang artikel tentang Bira tidak kutemukan di Indonesia.Travel. Tapi saat aku menulis postingan ini, sudah ada tentang Tanjung Bira, ini berarti artikel destinasi terus di-update.

Satu lagi yang aku suka dari website ini adalah, sering sekali mengadakan quiz dan lomba! Hadiahnya pun selalu menggiurkan. Adanya quiz dan lomba menarik banyak visitor ke web ini. Mungkin lebih oke kalau kuisnya dibuat tak hanya visitor orang Indonesia saja yang bisa mengikuti kuisnya.

Kritik dan Saran

Ini beberapa poin kritik dan saran yang bisa aku simpulkan dari ulasan di atas:

1. Isi menu sidebar kiri harus di-update. Tampilan web dirapikan dan dipermudah navigasinya, semisal mencari tombol pengganti ke Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia. Bahasa yang ditawarkan juga seharusnya ditambah, apalagi wisatawan ke Indonesia banyak berasal dari Jepang atau Cina, misalnya.

2. Menu Trip Planner seharusnya berisi mengenai visa, akomodasi, hingga paket wisata. Kemudian dibuat interaktif dan membuat pengunjung bisa menyusun simulasi itinerary. Misalkan, si pengunjung bisa mengisi berapa lama dia di Indonesia, kategori wisata yang disukai (sejarah, rekreasi, alam, dan lain-lain), di pulau mana dia hendak datang. Kemudian, nanti bisa dilihat simulasi itinerary yang cocok.

3. Cara supaya interaktif lainnya adalah memasang games. Bukan seperti kuis yang berhadiah. Tapi game interaktif simpel semacam, menebak nama pulau, landmark, dan lain-lain.

Pantai Bira saat mendung. Pasirnya putih, halus kayak tepung... 
Kesimpulan

Masih banyak yang harus diperbaiki dan di-update lagi situs Indonesia.Travel ini. Tak hanya Indonesia saja yang wonderful, semoga situs web resmi pariwisata Indonesia juga semakin wonderful!

Referensi:
Indonesia's Official Tourism Website
Dan situs pariwisata negara lain sebagai pembanding, Discover Hongkong dan YourSingapore.

Motif Hello Kitty (Reviu Public Lecture Gubernur Yamanashi-Ken)

Melihat pengumuman di situs web universitasku ada kuliah umum dari Gubernur Prefektur Yamanashi Jepang bertema 'Peningkatan Hubungan Bilateral Prefektur Yamanashi dan Indonesia melalui Pendekatan Ekonomi dan Strategi Pariwisata'. Wow, sepertinya menarik. Mataku kemudian melihat ke arah ini:

Pendaftaran Gratis, Peserta akan mendapatkan Mug hello Kitty, Map Hello Kitty, dan Sertifikat.

Langsung bersemangat daftar deh. Tralala trilili~

Kuliah umum ini diadakan tanggal 17 Oktober lalu di Perpustakaan Pusat UI, di auditorium lantai enam, dan itu ya, elevatornya cuma satu. Aku kira aku hanya akan terbuai dengan Hello Kitty-nya. Nggak tahunya di lantai dasar perpus lagi ada stand LINE yang bagi-bagi boneka sama kipas gratis gambar karakter LINE. Meh, aku sama temanku kepengen jugaaa boneka Brown dan Cony! Sambil sirik liat banyak orang yang meluk kardus boneka LINE, kami menuju ke atas.

Registrasi macet sekali, antre panjang. Padahal belum lama ini pas kuliah umum Presiden Asian Development Bank yang orang Jepang juga, Takehiko Nakao, nggak antre loh. Abis tanda tangan, kami dapat map Hello Kitty edisi Fujisan yang berisi handout presentasi dan postcard Fujisan (Gunung Fuji). Si mugnya aku lihat masih ada di kardus, dikasih pas pulang kali ya. Auditoriumnya masih sepi. Padahal jam sudah jam tiga dan jadwalnya jam tiga. Rubberrrr~ (karet maksudnya).


Baru mulai sekitar setengah empat-an dimulai dan itu ya auditorium penuh sangat, ampe ada yang duduk di tangganya. Mantappp, pas presiden ADB sepi loh, mungkin ini pada punya motif dapet mug dan map Hello Kitty (suuzon!).

Sebelum kuliah umum, diputarkan lah video Prefektur Yamanashi, gambar Gunung Fuji empat musim, objek wisata sekitar Fuji, gambar buah-buahan unggulan dari sana, gambar makanan, kya kyaaa, Nihon e Ikitai (want to go to Japan) pleaseee!!!

Acara itu dibawakan oleh MC bernama Jennifer, ia merupakan anggota Enjuku, sebuah teater Bahasa Jepang di Jakarta. Kini ia bekerja untuk Yamanashi-Ken (Prefektur Yamanashi). Oya, prefektur itu selevel provinsi. Gubernur Yamanashi, Shoumei Yokouchi, menyampaikan kuliahnya dengan menggunakan Bahasa Jepang dan kemudian diterjemahkan oleh translator. Dan aku nggak asing sama muka translatornya, karena aku liat dia di Japan Travel Fair hari minggu lalu.

Prefektur Yamanashi ini punya satu ikon Jepang yang sangat terkenal yaitu, Fuji-san, Fujiyama, Gunung Fuji. Selama ini kebanyakan dari kita tahu Gunung Fuji sekadar di negara Jepang saja. Pak Yokouchi memulai kuliahnya dengan ucapan terima kasih kepada Indonesia atas kesempatannya dan kepada masyarakat Indonesia yang men-support Jepang saat terkenal bencana alam.

Kitty White, daisuki!
Beliau melemparkan joke seperti ini. Ada dua orang, satu orang Indonesia satu orang Jepang sedang melihat suatu produk Jepang. Orang Indonesia bilang bahwa Jepang keren sekali bisa memproduksi barang yang bagus sedemikian rupa. Lantas si orang Jepangnya bilang, "Indonesia juga punya produk yang ciamik kok." Si orang Indonesianya kaget (kalo gue jadi dia juga kaget hahaha). "Emang produk apaan?" Trus kata orang Jepangnya, "Ya orang-orangnya (orang Indonesia)."

Trus aku nanya temenku, "Meh, orang Jepang tuh tukang gombal yak?" Wkwkwk...

Kemudian Pak Yokouchi menjelaskan mengenai pusat turisme di Yamanashi-Ken adalah Fuji-san. Di sana, tidak hanya orang dan hewan saja yang tinggal, tapi dipercaya banyak dewa juga sehingga Fuji-san menjadi gunung yang sakral. Gunung Fuji sendiri dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Selain itu keunggulan Yamanashi berada pada pertaniannya terutama buah-buahan yang memberikan julukan Yamanashi-Ken sebagai Kerajaan Buah-Buahan. Ada peach, ceri, plum, anggur, mango, dan lain-lain. Yamanashi-Ken juga terkenal akan Koshu Wine-nya.

Untuk bidang teknologi, sekarang ini sedang dikembangkan Linear Chuo Shinkansen menggunakan Maglev bullet train yang nantinya bisa membuat jarak Tokyo-Yamanashi hanya 25 menit saja. Selain itu, juga sedang mengembangkan sel bahan bakar dan clean and sustainable energy oleh Yamanashi University.

Yamanashi-Ken memberikan lukisan Fuji di atas kertas washi kepada UI. Tapi aku gatau itu bapaknya siapa hehehe, anyway lukisannya mirip semangka...
Dari jumlah wisatawan tahun 2012, wisatawan Jepang ke Indonesia mencapat 450 ribu orang, sedang dari Indonesia ke Jepang sekitar 100 ribu orang. Jepang dan Yamanashi-Ken ingin membuat program agar jumlahnya seimbang...

Aku merasa Jepang dan Yamanashi-Ken itu apa ya, rendah hati kali ya? Mereka ingin mendengar opini kami yang mahasiswa mengenai turisme di sana. Ada tiga pertanyaan: bagaimana cara supaya Yamanashi-Ken terkenal, apa yang harus dipersiapkan Yamanashi-Ken supaya banyak orang Indonesia pergi ke sana, dan bagaimana cara agar produk lokal Yamanashi-Ken dapat dikenal dan dijual di Indonesia.

Para mahasiswa dibagi tiga kelompok besar dan diwakili satu orang menjawab pertanyaannya. Diskusi pun singkat hanya 10 menit. Setelah dijawab, Gubernur Yamanashi pun memberikan komentarnya. Dan pendapat paling menarik menurutku adalah saran supaya buah-buah terkenal di Yamanashi-Ken dibuat keripik. Kebayang nggak sih keripik ceri, sama keripik persik. Hihihi... Pak Yokouchi pun berkomentar, itu ide bagus sekali. Sepulang dari sini akan segera bikin keripik!

Mau keluar aja macetttt~
Yamanashi-Ken sungguh baik banget, karena banyak yang nggak kebagian suvenir, katanya suvenirnya lagi dikirim dari Jepang ke Indonesia dan nanti yang belum dapat akan dikontak untuk mengambilnya di Int'l Office. Udah gitu kata Mbak MC-nya, "Jangan dijual ya mug-nya!" Wahahaha...

Ya aku senang lah dapat suvenir Hello Kitty, tapi mendengarkan kuliah umum dari Prefektur Yamanashi itu jauh lebih bikin senang, jadi tambah pengetahuan... <3

Konsep Kebanggaan

"Apa arti kebanggaan buat lo?"

Pada dasarnya, bangga adalah rasa senang, puas, dan berbesar hati yang timbul karena adanya prestasi atau sesuatu tertentu yang dilakukan atau terjadi. Seperti aku bangga dengan saudaraku karena dia dapat beasiswa ke luar negeri, seperti aku bangga ada kakak kelas sefakultas jadi mahasiswa berprestasi nasional, seperti seorang guru bangga karena muridnya memenangkan sebuah lomba. Entah bagaimana, konsep bangga dalam pikiranku ialah bahwa perasaan bangga tidak seharusnya dirasakan diri sendiri atas 'prestasi' kita sendiri.

Mungkin karena bangga dan sombong itu beda tipis.

Lima bulan lalu, aku mendapatkan keberuntungan untuk mengikuti program pemuda di Jepang. Aku percaya aspek keberuntungan itu penting dalam kehidupan, apalagi aku bisa dibilang buruk dalam akademis di kampus. Aku pun bercerita kepada nenek, ibu, dan teman-teman terdekat. Nenekku menceritakan ini kepada keluargaku yang lain, ibu juga kepergok menceritakan tentang ini kepada beberapa temannya via BBM. Aku merasa ada rasa bangga di dalam perasaan mereka (ngaku deh Bu, ya kan ya kan? Hahaha...)

Waktu aku tahu aku dapat kesempatan itu, aku girang sekali, seriusan, pakai teriak-teriak pula. Beberapa saat, ada sedikit rasa bangga terhadap diriku sendiri. Tapi kutepis karena menurutku ini belum ada apa-apanya, aku belum bermanfaat bagi orang lain, bangga terhadap diri sendiri akan membuat lupa diri dan terlena.

Aku kemudian melihat video Book Trailer CineUS karya Mbak Evi Sri Rezeki.


Konsep bangga salah satu tokoh yang tampak di video Book Trailer di atas berbeda dengan konsepku. Tokoh laki-laki itu membuat film yang ditonton oleh banyak orang namun ia tak ikut menontonnya. Ia berkata, "melelahkan sekali kalau kita terus mengejar pengakuan orang lain. Puas itu dari sini (memegang dada) bukan dari sana." Bangga menurutnya rasa puas di dalam hati tanpa keinginan mengejar pengakuan orang lain.

Hmmm... aku jadi bingung konsep bangga sebenarnya itu apa.
Tapi satu yang penting, kebanggaan menjadi berarti ketika perasaan itu dirasakan oleh orang-orang di sekitarmu karena prestasi atau sesuatu hal yang kamu lakukan. Sesuatu mulai dari hal sesimpel apapun. Menurutku yang esensial lagi, apa yang kita lakukan sebisa mungkin bermanfaat untuk orang lain, syukur-syukur membuat banyak orang lain bangga, terutama orangtua, terhadap kita. ^^

Kalau, arti kebanggaan buat lo, apa?

Belum selesai baca buku Mbak Evi, masih awal-awal. :D

"Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Artikel CineUs Book Trailer Bersama Smartfren dan Noura Books."

Get Inspired and Be Inspiring with Wardah

Let's talk about beauty... beautifully.

Aku dan Make-up Sehari-Hari


Sudah takdirku terlahir dengan kulit gelap, bahkan lebih gelap dari pada orangtua dan adikku. Ditambah dengan kulit di daerah T di muka yang cepat berminyak menjadikan istilah dekil dan sinonimnya tak jauh dari kehidupanku. Pun kayaknya pakai bedak juga tetap kucel. Aku juga biasa saja membiarkan mukaku dengan bare face tanpa apapun. Nggak cantik blas. Aku lebih peduli dengan rambut, sampai-sampai sempat ketika rambutku panjang, kalau tidak ada kondisioner, mending nggak mandi. Hihihi, jorok maksimal!

Tapi kemudian aku sadar, bahwa merawat muka (dan seluruh badan) bukan untuk menjadi cantik atau bagaimana, tapi itu merupakan penghargaan pada diri sendiri yang merupakan pemberian Tuhan. Selain itu, make-up, menggunakan sunscreen, bedak, dan lainnya merupakan pencegah radikal bebas dan penyakit menempel di muka. Aku sendiri pakai make-up 'dengan serius' hanya ketika traveling, ketika berjibaku dengan polusi dan kuman-kuman di berbagai sudut tempat. Alhasil kalau bepergian, di kantong make-up penuh dengan acne gel, sunscreen, moisturizer, bedak, lipstik, dan lain-lain. Atau saat menghadiri acara tertentu.

Bare face. 
Kiri: hanya pakai moisturizer dan bedak.
Kanan: 'agak dandan', wehehehe.
Make-up sehari-hari? Aku sendiri bukan orang yang 'dandan'. Apalagi aku masih kuliah. Jadi sehari-hari aku hanya pakai moisturizer atau sunscreen gel, bedak serta lipgloss. Mukaku nggak berubah, aku nggak peduli karena yang penting sudah ada 'pelindung' di mukaku. Belakangan ini aku sudah rajin pakai moisturizer tiap hari, apalagi setelah tahu ketika kulitku sebenarnya tergolong kering hanya saja di daerah T memang berminyak. Nggak jadi awet muda deh! (Kan katanya kulit berminyak awet muda tuh?)

Definisi Cantik


Sebagai perempuan, selain tahu orang mana yang ganteng, aku juga sering menilai (dalam hati) perempuan apakah ia cantik atau tidak. Meski standar cantik mainstream yaitu langsing, tinggi, putih, tapi enggak juga. Kadang berasa aja apakah orang itu cantik atau tidak. Mungkin dari kharisma sama attitude ya. Menurutku orang cantik itu, orang yang enak dilihat dan kalau pakai make-up tetap kelihatan jadi dia sendiri. Karena menurutku orang yang manglingi setelah didandani itu bukan cantik sebenarnya.

Cantik itu relatif, mungkin iya, karena setiap orang memiliki definisi cantik yang berbeda-beda. Seperti pendapat teman-temanku ini yang beberapa waktu lalu kutanya mengenai definisi cantik.
"Pada dasarnya aku setuju bahwa semua wanita itu cantik. Yang penting itu aspek brain, behaviour, dan be honest." - Ririe, 37 tahun, pegawai negeri.
"Cantik itu ketika mampu membawa diri dengan baik, dari segi fisik maupun di dalam diri. Selain menjaga penampilan bersih dan rapi, cantik juga dari attitude-nya, baik hati di depan dan di belakang, mampu membahagiakan orang-orang sekitarnya, dan mampu memberi cahaya untuk orang lain." - Kartika, 22 tahun, mahasiswi.
"Cantik menurut gue sih cukup punya senyum yang manis, mudah menolong, nggak sombong." Muhammad, 32 tahun, pekerja kemanusiaan.
"Cantik itu... yang nggak membosankan untuk dilihat." Lozz, 34 tahun, blogger.
Kalau cantik menurut teman-teman bagaimana?

with Wardah Moisturizer Gel
Wardah Exclusive Lipstick 42 Precious Violet
Wardah Eye Shadow A

Halal Is My Life, Our Life


Aku ingat saat mata kuliah Ekonomi Syariah, dosenku menjelaskan bahwa ibadah yang langsung kepada Tuhan (mahdhah) pada dasarnya semua tidak boleh alias haram, kecuali yang diwajibkan seperti shalat, puasa, zakat, dan lain-lain. Sedangkan, muamalah (ghairu mahdhah) ibadah berupa perbuatan yang dilakukan antar sesama makhluk manusia pada dasarnya semua boleh dilakukan kecuali yang diharamkan. Contohnya, berteman tentu boleh tapi kalau menzalimi teman tentunya tidak boleh.

Ibuku juga sering berpesan agar jangan sampai memakan hak orang lain. Hal baik yang didapatkan dengan cara yang buruk seperti mencuri juga menjadikannya haram. Maka dari itu, kita harus melakukan hal yang halal, makan yang halal, dan segalanya harus halal.


Sama halnya dengan berdandan atau berhias diri, tentu saja boleh tapi memang ada beberapa batasan atau hal yang diharamkan. Seperti diharamkannya tato, memanjangkan kuku, atau menyambung rambut (HR Bukhari dan Muslim). Kalau dikaitkan dengan konsep masa kini, berarti juga kita tidak boleh menggunakan kosmetik dengan bahan yang tidak halal.

Bukan karena masalah dosa, tapi dihalalkan atau diharamkannya sesuatu itu bukan tanpa alasan. Diharamkannya sesuatu mungkin karena lebih banyak mudharat-nya, atau merupakan perintah Tuhan yang alasannya mungkin belum bisa dijangkau manusia.

Di Indonesia, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) memberikan sertifikat halal dengan prosedur dan persyaratan tertentu. Menurut MUI, produk olahan pada dasarnya bersifat syubhat sehingga harus ditelaah status kehalalannya. Untuk kosmetik halal, merek Wardah sudah memiliki sertifikasi MUI. Di setiap kardus dan tube/wadah kosmetiknya juga terdapat label halal MUI.

Wardah Acne Treatment Gel.
Wardah pun punya prinsip yang disebut dengan Wardah Signature Beauty.

1. Pure and safe.
Produk Wardah aman dan halal sehingga yang menggunakan nyaman dan tenang.

2. Beauty Expert.
Wardah yang awalnya ditujukan untuk muslimah, kini dinikmati kalangan luas karena cantik adalah universal.

3. Inspiring Beauty. 
Wardah percaya bahwa cantik sebenarnya adalah cantik yang menginspirasi.

Dengan jaminan halal dan komitmen Wardah, kita semakin merasa aman dan makin percaya 'kan?

Perkenalan dengan Wardah


Merek Wardah mungkin aku sudah lama mendengar dan mengenalnya. Yang kutahu pasti adalah Wardah dan salah satu ambassador-nya, Inneke Koesherawati. Aku baru benar-benar mencoba sekitar setahun lalu ketika aku berlibur di rumah nenekku dan menemukan eye shadow Wardah milik tanteku berwarna hijau. Ternyata tanteku konsumen Wardah. Sempat juga aku mencari sunscreen, karena harganya relatif mahal. Kemudian aku diberitahu kalau Wardah punya produk sunscreen gel yang harganya terjangkau.

Moisturizer gel dan sunscreen gel adalah dua produk Wardah pertama yang aku beli.



(Sedikit) Review Produk Wardah


Hanya beberapa saja produk Wardah yang aku miliki. Dan ada produk Wardah favoritku, antara lain tiga di bawah ini:

1. Moisturizer Gel.
Aku sadar bahwa kulitku ternyata kering dan disarankan untuk menggunakan pelembab. Aku kemudian mencoba moisturizer gel dari Wardah ini. Karena base-nya air atau gel, jadi nggak lengket dan ringan dipakai di muka. Harganya juga tergolong terjangkau.

2. Sunscreen Gel.
Setelah aku membeli ini, ibuku melihatnya dan bilang kalau ia juga pakai produk yang sama. Ah, tahu gitu kan nggak beli, minta punya ibu aja, hahaha. Sunscreen-nya wangi dan juga ringan rasanya di muka.

3. Facial Massage Cream.
Krim ini digunakan untuk sambil memijat muka dengan gerakan memutar. Hanya dipakai 2 kali seminggu dan aku memakainya malam hari sebelum tidur. Entah kenapa, setelah me-massage muka, kok aku merasa jadi tambah cakep ya, hahaha nggak tahu deh.

with Wardah Moisturizer Gel
Wardah Exclusive Lipstick 42 Precious Violet
Wardah Eye Shadow A

Selain itu, aku juga kepengen produk Wardah di bawah ini. Tapi kalau Glitter Powder kapan makenya coba, hihihi.

Photo diambil dari www.wardahbeauty.com

Cantik yang Menginspirasi


Salah satu prinsip dan kerap menjadi slogan Wardah adalah inspiring beauty. Bahwa kecantikan yang dimiliki membuat merasa mencintai diri sendiri namun bisa memberi inspirasi bagi orang di sekitarnya. 'Inspiring woman' yang diusung Wardah antara lain Dewi Sandra, Inneke Koesherawati, dan Dian Pelangi. Mereka memang cantik dan menginspirasi. Salah satunya Dian Pelangi. Aku bukan penggemar hasil karyanya tapi aku kagum olehnya karena di umurnya yang masih sangat muda sudah menjadi desainer terkenal tak hanya di Indonesia namun merambah di kancah internasional juga.

Bahkan 'hanya' liat blognya Dian Pelangi saja, melihat foto-foto dia, aku ikut senang. Terinspirasi.

Apakah kita bisa menginspirasi orang lain? Aku nggak punya pengalaman dan kapabilitas, tapi kurasa bisa. Seperti yang temanku Kartika bilang, karena cantik itu adalah baik hati luar dalam dan ketika mampu memberi semangat kepada orang di sekitarnya. Apapun bidang kegiatannya. Cantik itu sederhana, sesederhana bahagia. Dan cantik tak hanya sekadar fisik tapi juga aspek jiwa, ketika kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Aku pun percaya bahwa semua wanita itu cantik.




Referensi:
Teman blogger dan kuliah.
HR Bukhari Muslim http://muslimah.or.id/fikih/boleh-berhias-tapi-etika-berhias-wanita-muslimah.html
WARDAH Beauty Cosmetics http://www.wardahbeauty.com
LPPOM MUI http://halalmui.org

Itu Bukan Jang Geun Suk! (Review Film The Flu)

Ceritanya gue dapat tiket gratis nonton film Korea yang berjudul The Flu di Blitz Megaplex dari Korean Cultural Center. Dapatnya sih lima tiket, tapi berhubung forever a stone alone jadi cuma berhasil ngajak satu teman. Teman tercinta gue namanya Aji! Oke. Apalagi dia kantornya dekat dari Grand Indonesia, jadi kan nggak susah. Eh taunya dia abis pulang kerja, musti ke Pondok Kopi dulu balik lagi ke Thamrin, kasian.

Kata pihak KCC, tinggal menunjukkan KTP saja ke meja registrasinya. Nggak tahunya, harus ngetwit foto kita di depan tulisan Muvila (penyelenggara eventnya) dan mention ke akun mereka. Meh, gue kan nggak ada aplikasi Twitter di hape, pakai browser juga nggak bisaaa. Dan gue barusan uninstal Twitter di hape karena nggak kepake menuh-menuhin ikon di layar aja. Jadi donlod dulu, ribet. Susah yaaa jadi ansosmed, anti sosial media. Si Aji kutanya juga, barusan kemarinnya uninstal Twitter. Sehati banget -,-

Dapet masker...
Sudah mau mulai eh failed terus send tweetnya, ya udah gue bilang ke mbaknya dan akhirnya dapat tiketnya. Meh.

Sebelum The Flu dimulai ada trailer film yang bikin penasaran untuk ditonton, judulnya The Spy: Undercover Operation. Ceritanya tentang seorang agen yang undercover dan istrinya nggak tahu suaminya kerja apa. Yang bikin gue tertarik adalah salah satu aktornya itu pacar gueee Daniel Henney! *kyaa ngaku-ngaku plak*

Daniel Henney! Hansamu na Namja~ *bahasa campur*
Cerita The Flu dimulai dengan adanya pengiriman imigran ilegal dari Hong Kong ke Korea menggunakan kontainer. Sampai-sampai di Korea hampir semua mati dan ditemukan penuh darah dan tikus di sana. Hanya ada satu yang hidup dan lolos dari kontainer itu. Dari orang itu yang belakangan diketahui namanya Monssai, sebuah penyakit tersebar di Kota Bundang, tak jauh dari Seoul.

The Flu.
Di kejadian lain, seorang dokter wanita, In-Hye dan mobilnya terperosok di lubang besar di jalanan. Petugas penyelamatan yang bernama Ji-Gu membantunya dengan cara petugas turun ke lubang menggunakan tali lalu mengeluarkan In-Hye dengan cara mengkaitkan tali ke In-Hye dan dipeluknya. Hehe, jadilah tuh petugasnya naksir. Bukannya berterimakasih, In-Hye marah-marah karena data pentingnya tertinggal di mobil yang sudah masuk ke lubang.

Keesokannya, Ji-Gu mengambil tasnya dan memberikan kepada anak si dokter wanita itu, Mirre. Suatu ketika Mirre bertemu dengan Monssai yang menderita sebuah penyakit aneh itu. Mirre pun terkena. Banyak penduduk Bundang yang terkena penyakit flu itu. Seperti flu burung namun tidak bisa disembuhkan dengan Tamiflu. Gejalanya adalah batuk-batuk, ruam kulit, dan muntah darah.

Penyakit flu itu sangat mematikan, lalu bagaimana kebijakan pemerintah Bundang dan Korea Selatan? Apakah Mirre akan meninggal? Apakah nanti si dokter wanita itu 'jadi' sama Ji-Gu? Hehehe, nonton sendiri aja yak...


Soo-Ae dan Park Min Ha yang jadi In-Hye dan Mirre.
Review

Tema film The Flu bukan tema film yang aku tonton di rumah. Pasti males, asikan nonton romance comedy, hihihi. Menurut gue sih lebih seru nonton di bioskop karena dipadu dengan suara soundsystem yang oke jadi deg-degannya berasa gitu.

Film ini bener kayak Nano-Nano dah, jiaaah. Bisa ketawa terbahak-bahak, bisa ikut sedih, dan bisa ikut deg-degan. Mirre, anak si dokter In-Hye lucu banget. Kalau ngomong kayak sok tua gitu padahal masih kecil bikin para penonton ketawa-tawa. Pengen gue cubit rasanya. Dialog Ji-Gu dan temannya sesama petugas penyelamatan juga bikin ketawa. Part udah penyakit flunya tersebar, makin mengerikan ikut deg-degan jadinya.

Ada banyak adegan yang bikin sedih ketika penduduk Bundang dikumpulkan di camp dan yang divonis terkena flu dipisah lagi di ruang isolasi dan bakal dibakar. *spoiler banget* Ada seorang tentara yang membiarkan ia membuka maskernya supaya ia ketularan, karena pacarnya pun sudah terkena juga. Tentara lain memarahinya, nggak lama kemudian (si tentara lain itu) ia melihat ibunya pun terkena penyakit itu juga. Sedih banget... fufufu.

Udah gitu ya, penontonnya pada ketawa keras-keras teriak-teriak juga, udah berasa naik roller-coaster! Nggak kayak lagi nonton film.

Gue lupa pokoknya lagi adegan apa yang fokusnya ke Ji-Gu. Si Aji teriak-teriak, "Jang Geun Suk, Jang Geun Suuukkk!" Langsung gue nengok ke Aji, "Itu bukaaaan Jang Geun Suuukk kalik!" Pokoknya selama film Aji bilang itu Jang Geun Suk. Zzz... Dia kayaknya pura-pura lupa, orang dia penggemar drama Korea~

Plusnya lagi, cowoknya yang jadi Ji-Gu (Jung Hyuk) ganteeeenggg... cool gitu deh. Kan jadi seneng nontonnya, meh.

Ganteng kali kau Mas >,<
Spoiler lagi, yang gue suka The Flu ini happy ending! (Pernah ketipu sama film Korea, Welcome to Dongmakgol, awalnya kayak lucu gitu, taunya terakhirnya mati semuaaa. Rrr...) Menurutku sih film ini oke banget lah, aku kasih nilai 4/5. ^^


Kepang Kuta


Di hari terakhir liburanku bersama Aziz di Bali beberapa waktu lalu, sebelum berangkat ke airport untuk pulang ke Jakarta, kami menyempatkan menikmati sore di Pantai Kuta. Ada banyak ibu-ibu menawarkan jasa kepang rambut. Aku memang kepengen ngerasain namanya di kepang banyak, sering liat sodara atau temen balik-balik dari Bali rambutnya kepangan. Pengen juga ah...

Aku pun tanya tarif kepangnya. Dengan rambutku yang pendek ini, tebak berapa tarif kepangnya! Dua ratus ribu rupiah! Kyaaa, ogah deh makacih Buk! Tapi ibunya masih bersemangat menawarkan, nanya aku maunya berapa. Aku tawar 50 ribu, akhirnya mau. Itu pun tetap kemahalan kataku.


Rambutku yang kering, nggak pernah pakai kondisioner setelah rambutnya pendek, nggak pernah sisiran pula, disisir oleh si ibu-ibu kepang itu. Kayaknya dia butuh usaha kuat gitu. Dan sakit ya ditarik-tarik disisir itu, rrr. Sembari aku duduk dikepang, Aziz jalan-jalan sambil foto-foto di Pantai Kuta.

Sembari aku duduk, aku menyesali kenapa aku harus potong rambut. Kan nggak oke tuh kepang tapi rambutnya pendek. Waktu rambutku masih gondrong, kepikiran buat microbraid (kepang kecil-kecil) kayak orang negro gitu. Tapi di deket rumah nggak ada yang bisa microbraid. Dan emang nggak niat, karena aku nggak nyari tempat lain. Dan itu keramasnya gimana ya.


Taunya... di Poppies Lane itu ada beberapa salon reggae yang menerima layanan gimbal (dreadlock) dan ada juga microbraiding! Ish, kenapa aku nggak ke Bali dari dulu, pas rambutnya masih gondrong mempesona itu.

Setelah 30 menit melamun dan memikirkan banyak hal, kepangnya selesai. Tak lupa foto-foto dulu, penasaran kayak apaan kepangnya. Ternyata rrr, ya biasa aja, hihihi. Dari belakang kayak anak kecil gimana gitu.

Kayak orang Latin kan *ngaku-ngaku
Tak hanya kepang, macam-macam 'layanan' yang ditawarkan. Ada pedikur, menikur, pasang kuteks, pijet, tato temporer, dan lain-lain. Yang penting sih, ditawarrr... gilak ya touristy banget pasang harganya tinggi parah!

Hanya beberapa menit setelah aku dikepang, hujan deras dong. Duh pertanda apa ini, padahal kemarin-kemarinnya puanasss pol. Terpaksa naik taksi ke penginapan yang hanya di Jalan Legian untuk mengambil tas dan kemudian ke airport...

Pernah kepang di Kuta?

Launching Samsung ATIV Book 9 Lite

Dalam acara press launching di Luna Negra, Bapindo Plaza (29/8), Samsung ATIV Book 9 Lite resmi diluncurkan. Produk baru Samsung ini merupakan notebook yang sangat ramping (16,9 mm), ringan (1,44 kg), dan desainnya elegan, pas dengan lifestyle masa kini.

Dalam acara itu dijelaskan bahwa nama ATIV didapatkan dari kebalikannya yaitu VITA. VITA berarti hidup atau kehidupan. Yang dimaksudkan bahwa produk-produk Samsung ATIV bisa memudahkan kehidupan penggunanya. Hadir pula dalam press launching, Bapak Sung Khiun, IT Business Director Indonesia. Ia menjelaskan mengenai pangsa pasar notebook agak menurun namun melihat kecenderungan orang memilih notebook yang ringan dan ramping.

Samsung ATIV Book 9 Lite. Bisa ngetik di layar yang touchscreen.
Ia juga mengatakan bahwa produk Samsung ATIV Book 9 Lite memadukan tampilan dan bentuk yang cantik dengan inovasi teknologi yang mantap. Yang mengedepankan creATIV, originATIV, dan innovATIV.

Nah, Samsung ATIV Book 9 Lite punya banyak keistimewaan, seperti di bawah ini:
  • Design: elegan, ramping dengan 16,9 mm ketebalannya, ringan hanya 1,44 kg, dengan balutan warna marble white.
  • Fast Booting & Fast Start: Hanya butuh 8 detik untuk menyalakan notebook dan 2 detik untuk 'membangunkannya' dari mode sleep. Cepat sekali kan...
  • Samsung Quad Core Processor yang mampu membuat notebook 'lebih' multitasking dan tentunya mengoptimalkan produktivitas pengguna.
  • SideSync: sinkronisasi Samsung ATIV Book 9 Lite dengan Samsung Smartphone.
  • Battery life tahan sampai 8,5 jam.



Samsung ATIV Book 9 Lite memiliki dua jenis, touch screen dan nggak touch screen. Touch screen tentunya akan memudahkan navigasi. Selain itu, yang bikin aku agak-agak serem, notebook ini bisa dibuka sampai 180 derajat. Keren! Maklum, baru kali ini liat notebook bisa dibuka sampai lurus gitu.

Samsung juga menghadirkan Marischka Prudence, seorang travel blogger yang dulunya adalah penyiar berita dan Alvin Tjitowirjo, seorang desainer furnitur. 

Dengan mobilitas yang tinggi, sering ke mana-mana, Samsung ATIV Book 9 Lite cocok sekali untuk Prue, panggilan Marischka Prudence. Sebagai perempuan yang lebih suka tas cangklong, Prue mudah membawanya karena ukurannya kecil, ramping, dan ringan. Misal ia lagi di suatu daerah dan ingin menulis blog, lebih mudah memindahkan file foto ke notebook menggunakan SideSync. Urusan blogging menjadi lebih mudah...

Sedangkan Alvin yang merupakan desainer mengatakan bahwa kecepatan boot dan wake up Samsung ATIV Book 9 Lite memudahkan pekerjaannya yang erat hubungannya dengan kreativitas. Menurutnya, inspirasi dan ide harus cepat dikeluarkan tidak bisa ditunda lagi. Integrasi dengan SideSync juga membantunya karena sembari melakukan pekerjaannya ia masih bisa berinteraksi dengan rekan kerjanya.

Mbak-mbak modelnya~
Aku pun mencoba Samsung ATIV Book 9 Lite ini, waks keren banget. Apalagi part touchscreen-nya. Yang fitur SideSync baru nyoba pas kemarin mampir ke toko komputer, rasanya kayak layar handphone-nya dikopi jadi dua ke notebook. Langsung kepengen deh >,<

Samsung ATIV Book 9 Lite ini memang lebih ditujukan kepada konsumen yang memiliki mobilitas tinggi, aktivitas dinamis, dan penggemar kreativitas.

Keren banget kan Samsung ATIV Book 9 Lite?
Hihihi, ayooo buruan beli! Samsung ATIV Book 9 Lite ini bisa didapatkan di Pazia, Electronic Solution, dan toko-toko IT di mall lainnya. 

Info lebih lanjut bisa dilihat di:
Twitter: @Samsung_ID