Lima Alasan untuk Jalan Solo


Saya menikmati sekali perjalanan duet saya dengan partner perjalanan 26 hari saya, apalagi dia memiliki hobi yang sama dan dia merupakan remaja yang kuat-kuatnya rasa penasarannya. Saya merasa jika bepergian dengan dia, tidak ada batasan yang mengharuskan saya mengalah atau pun saya yang harus memaksa dia.  Dia bukan orang yang khawatir akan jam pulang, bahkan kami pernah jalan kaki dari Alun-Alun Selatan sampai Malioboro jam 11 malam. Dan saya pun tidak pula khawatir 'melepas' dia pergi sendiri menikmati jedag-jedugnya Legian. Atau bahkan kami pernah tidur di masjid! Nah, bukannya melakukan perjalanan dengan teman atau keluarga atau bahkan dengan partner terdekat saya ini tidak menyenangkan, tapi rasanya saya ingin sekali-kali melakukan perjalanan solo.

Dari kecil, saya dibiasakan untuk pergi-pergi sendiri. Jaman SD saya sering disuruh ibu saya pergi ke Jakarta sendiri menggunakan pesawat. Waktu SMP saya pernah naik bus Joglosemar ke arah Semarang yang mana saya belum pernah ke Semarang dalam hidup saya sebelumnya. Pergi ke sekolah pun naik bus sendiri, makanya saya suka iri melihat teman-teman yang diantar orang tuanya, hehehe... Tetapi itu pun bukan perjalanan solo karena sesampainya di tempat tujuan saya langsung bertemu keluarga saya. Langsung saja, berikut alasan-alasan saya untuk melakukan perjalanan solo:

1. Pengalaman melakukan perjalanan solo, bisa menjadi bahan cerita kita dalam keluarga mau pun ke teman. Pengalaman bisa dishare ke mana pun, blog, milis, buku, dan lain-lain, meskipun yang melakukannya lah yang merasakan.

2. Mencari tranquility kadang-kadang kita ingin mencari kedamaian dalam hati, tidak diburu-buru teman perjalanan kita dan tidak perlu mengkuatirkan masalah teman perjalanan.

3. Cara lain untuk mengenal intrapersonal atau introspeksi, yaa tentu saja kita akan lebih mengenal diri kita sendiri.

4. Perjalanan tanpa dibatasi travel partner kita bisa lebih bebas karena tidak perlu mengalah kepada travel partner kita dan kita bisa menikmati tempat yang kita suka selama yang kita inginkan. Alias tidak diburu-buru.

5. Akan lebih menantang, berjalan sendirian dengan atau tanpa sebuah buku petunjuk, tersesat di gang yang kita tidak ketahui, bertanya kepada penduduk lokal, bukankah lebih menantang? Hehehe...

Itu saja sih menurut saya alasan saya ingin pergi sendiri, hehehe. Saya sendiri belum berpengalaman dalam 'menaklukkan' dunia tapi paling tidak saya memulai dari tempat yang dekat dengan rumah saya, Pulau Jawa. Bagaimana dengan Anda?



2 comments:

  1. hmmmm.............
    mbak una emang gadis petualang....
    :)
    go green...
    Lho.....
    :P

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!