Logikanya Dulu Masak

Mungkin pada bingung sama judulnya. Tapi aku cuma mau cerita hal sepele sih.

Jadi kemarin aku main ke rumah temanku yang habis melahirkan. Dia pastinya cerita-cerita seputar melahirkan, menyusui, mengasuh bayi, dan hal-hal perbayian yang lain. Di dalam percakapan kami, dia cerita mengenai menyusui. Seperti ada ibu yang ASI-nya tidak keluar lah, atau kebalikannya —hiperlaktasi, seperti yang dialami oleh temanku ini. Pokoknya blablabla dia bilang kalau kata dokternya sebenarnya semua ibu baru melahirkan ya pastinya bisa menghasilkan ASI. Tergantung orangnya mau atau nggak.

Logikanya aja Un... zaman dulu juga ngga ada tuh namanya susu formula masak ada ibu yang ngga keluar ASI-nya?” aku lupa lah kalimat aslinya, tapi intinya gitu.

Kemudian setelah pulang dari rumah temanku aku masih kepikiran soal ‘logikanya’. (Memang benar kata kakek bule tabib pengobatan Cina yang tinggal di desaku, katanya aku kebanyakan mikir). Aku kok jadi bingung sama mana yang logis mana yang ngga.

Kayak gini...

Logikanya aja, dulu ngga ada sesar masak sekarang lahirannya pada sesar?”

Logikanya aja, dulu orang-orang pada ngga pake baju tuh, masak sekarang mau bugil di jalan aja ngga boleh?”

Logikanya aja, dulu orang hidup ngga pake handphone, masak kamu ngga bisa lepas dari handphone-mu?”

Logikanya aja, dulu belum ada 4G aja biasa aja, masak sekarang sinyal ganti ke 3G aja udah kzl bat lau?”

Logikanya aja, nenek zaman dulu bisa punya anak belasan selow-selow aja, masak kamu punya anak dua doang aja kebanyakan komplen?”

Logikanya aja, dulu bapak ibumu bikin skripsi pakai mesin tik aja kelar, masak kamu sekarang udah pake komputer ada google lima tahun ngga kelar-kelar skripsinya?”

Yah gitulah. Jadi ya memang ngga bisa sih bandingin keadaan antar waktu, sudah beda zaman, semuanya ya beda. Even itu soal natural -macam zaman dulu ngga ada air aja eek bisa-bisa aja, sekarang ngga ada air bingung- atau yang soal perkembangan teknologi.

Yah gitu deh. Aku pun juga bingung apa inti tulisanku 🤪

Aku juga bingung kenapa pasang foto ini. Chitato Mango Sticky Rice boleh juga sih.
Yah intinya semacam aku ngga bisa komplain ke orang-orang yang nyuruh aku mandi (misal: ibuku), “Logikanya aja Bu, zaman dulu purba orangnya ngga mandi tiap hari biasa aja tuh, masak aku disuruh mandi dua kali sehari?” 🤪🤪🤪

19 comments:

  1. Dulu belum ada kampus kali bu, sekarang sudah banyak orang kuliahan he...he..

    ReplyDelete
  2. Hahhaah iya bener mbakyu Una. Saya juga bingung dengan fotonya ya. Kok bisa fotonya jadi Chitato ya. Hmmmm efek opo kui mbakyu

    ReplyDelete
  3. Logikanya, kok aku bingung ya baca ini dan liat fotonya, hahahahaha.

    ReplyDelete
  4. logikanya tu makanan yang difoto kok diposting, kalau nggak dibagi bagi mbaaaak. minta mbak, chikinya

    ReplyDelete
  5. un, itu rasa chitato yang mangga ketan apa nggak eneg?

    ReplyDelete
  6. Logikanya aja dulu, chitato dan skripsi kayak apa sih rasanya? #Eh

    ReplyDelete
  7. Aku kadang kesal juga dengan orang yang tidak mengikuti perkembangan jaman dengan dalih apalah-apalah.. Samaan kayak ini :P

    Tapi balik lagi ketopik atas, sebenarnya maksudnya baik ya, cuma cara penyampaiannya aja yang gak ngena :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zamannya udah beda yaaa jadi ngga bisa dibandingin apple-to-apple XD

      Delete
  8. Padahal rencananya aku mau komen "Dulu Ibuku ASInya cuma keluar 2 minggu untuk adikku, setelahnya dikasih susu formula. Meski Ibu udah rutin pengobatan tradisional dan modern, tapi ASInya nggak keluar lagi"

    terus nggak jadi
    gegara tulisan bawahnya adalah tentang logikanya-dulu-masak

    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, berarti dulu sufor dong kamu? Pakai sufor juga ga masalah kan ya~ sehat sehat aja toh...

      Delete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!