Ketemu Orang Indonesia di Ayr!

Throwback abis sih, alias setahun yang lalu tapi ngga apa-apa lah ya.

Saat pertama kali tiba di Australia dengan visa work and holiday, kota pertama yang kutuju adalah Perth. Alasannya cuma satu, karena tiketnya paling murah dari Jakarta. Aku cuma bayar sekitar 1,1 juta untuk tiket pesawatnya, ya meskipun tentu saja dengan low cost carrier yang harus transit dulu ke Kuala Lumpur. Di Perth aku sempat tinggal di salah satu suburb-nya Fremantle selama 4 hari dan di kota Perth selama empat minggu. Di apartemenku di Perth aku serumah dengan 10 orang lainnya dan dua di antaranya berasal dari Indonesia.

Setelah dari Perth aku terbang menuju Brisbane dan dengan bus aku menuju ke sebuah desa kecil bernama Stanthorpe. Jaraknya sekitar tiga jam perjalanan darat dari Brisbane. Pergi ke sana juga cuma gara-gara housemate-ku di Perth yang memberiku informasi kalau kerja farm di Stanthorpe oke juga dan dia punya teman di sana. Sebelumnya mana aku tahu kalau ada desa namanya itu.

Sampai Stanthorpe, aku tinggal di bilik kecil di sebuah caravan park bernama Blue Topaz Caravan Park. Di masa puncaknya mungkin ada lebih dari 150 backpackers yang tinggal di sana. Tapi nggak ada satu pun yang berasal dari Indonesia kecuali aku! Kalau di desa Stanthorpe-nya aku kurang tahu sih, maklum kurang gaul. Wah pokoknya hampir tiga bulan di sana blas nggak ngomong Bahasa Indonesia deh.

Setelah dari Stanthorpe, aku sempat transit sebentar di Brisbane buat jalan-jalan dan belanja. Kemudian aku terbang ke Queensland bagian utara tepatnya ke kota Cairns. Tujuanku selanjutnya adalah desa bernama Ayr, yang bisa ditempuh sekitar tujuh jam menggunakan bus dari Cairs. Sebenarnya nggak desa-desa banget sih, town. Tapi town terjemahannya apa yaaa... kota kok kayaknya nggak kota, sebut saja desa aja lah. Eh bukannya langsung pergi ke Ayr, aku malah jalan-jalan ke Jepang dulu. Random banget 'kan hidup gue. Setelah dari Jepang aku baru pergi ke Ayr.

Di Ayr, aku tinggal di caravan park yang bernama Big4 Silver Link Caravan Village. Aku tinggal di kamar delapan orang yang di dalamnya lengkap dengan dapur dan kamar mandi. Nggak begitu luas banget tapi nggak sempit meski untuk delapan orang. Aku ingat sekali aku tiba di sana tanggal 19 April 2017 (setahun persis!). Kemudian pagi-pagi keesokan harinya saat aku masih tidur hendak terbangun aku mendengar sayup-sayup suara orang ngomong Bahasa Indonesia.

He?

Mimpi kali yaaa...

Aku dengar-dengar lagi, mungkin Bahasa Tagalog -kali aja kan cara ngomongnya sama.

Eh nggak loh, beneran Bahasa Indonesia.

Aku pun bangun dan keluar, eh ternyata ada tiga orang Indonesia yang baru datang dan parkir depan kamarku persis. Tahunya dua di antaranya (cowok) bakal tinggal di kamarku sedangkan satu lagi tinggal di kamar sebelah. Tahunya lagi sebenernya ada satu cowok Indonesia yang tinggal di caravan park yang sama dan sudah tiba sebulan sebelum kita sampai.

Males nanyain consent satu-satu jadi blurin aja... HAHAHA. Sebenernya iseng aja sih. 😄
Eh dua minggu kemudian datang lagi dua orang Indonesia dong, rame deh. Dan setelah lama nggak ketemu orang Indonesia itu rasanya seneng banget. Plus kalau ada yang masak makanan Indonesia trus bagi-bagi LOL. Soalnya gue nggak bisa masak.

Ngeri bat gue liatnya LOL
Sudah gitu, teman-teman Indonesia-ku di Ayr ini keren-keren semua. Ada yang jago masak apa saja, ada yang pernah menang lomba video di kompetisi yang diadain Metro TV, ada yang jago main drum, main gitar, ada yang jago pet grooming, ada yang hobi pull-up, ada yang pernah kerja di maskapai penerbangan nomor satu Indonesia. Panjang kalau dideskripsikan intinya orang-orang Indonesia yang kutemuin di Ayr keren abis sih parah 😎

Oh iya, salah satunya ada dong yang tahunya rumah neneknya tetanggaan sama rumah nenekku. LOL, bisa jadi bahan postingan sendiri nih. Destiny banget kaaan...

Aku juga pernah roadtrip sama tiga orang di antara mereka. Dari Sydney ke Katherine, Northern Territory. Ngga pernah terbayangkan bisa roadtrip wong aku sendiri ngga bisa nyetir dan nyari temen buatku susah -maklum aku kan anaknya shy shy kaku gitu. 😝

Jalan-jalan di Sydney jugaaa...
Lagi pengen nulis ini soalnya ngga ada temen Indonesia di Deloraine sini...
Isinya orang Taiwan semua...
Sumpah nggak berasa kayak di Australia, tapi kayak di Taiwan...
Bayangin aja setim 8 orang, 7-nya orang Taiwan, satunya gue! 😩😩😩

8 comments:

  1. Seneng, ya, Na, kalau di tinggal di luar bisa ketemu orang Indonesia. Apalagi yg bisa diajak seneng2 bareng.

    Iyo ik, fotone yg mbok edit medeni, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan seneng, apalagi udah lama ngga ngomong Bahasa Indonesia

      Delete
  2. Ketemu temen sekampung bikin heppi ya Unaa. Apa kabar aku lama ga mampir sini yahhh

    ReplyDelete
  3. wah Una, masih di Australia kah??

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!