Pengalaman Paling Menyeramkan Saat Traveling

... salah satunya, berdasarkan pengalaman gue ya.

Bukan menyeramkan macam hantu-hantu gitu, tapi lebih karena berbahaya dan mempertaruhkan nyawa. Lebay ya? Bentar, aku ceritakan dulu. Sebenarnya aku nggak tahu apakah oke untuk menceritakan ini. Karena, kalau pihak terkait membaca tulisan ini, bisa-bisa orang yang mengajakku melakukan ini bisa semprot. Tapi di sisi lain, aku jadi bisa memahami sedikit bagaimana pekerja konstruksi turut mempertaruhkan nyawanya demi mencari penghidupan.

Belum lama ini, aku naik crane, alias alat berat yang digunakan untuk mengangkat material atau orang di proyek konstruksi. Kalau untuk mengangkat orang, maka digunakanlah semacam... kotak yang diangkat balon udara itu lho, apa ya ngomongnya... Pokoknya yang waktu itu aku naik crane, terbuat dari besi dan tidak ada pintu proper-nya. Harus masuk melalui sela-sela di krangkeng itu. 

Gini lho...

♬♬♬

Beberapa minggu lalu, aku dan temanku pergi ke salah satu bagian wilayah Indonesia. Tebak aja di mananya ya, hehehe. Di sana terkenal dengan kekayaan baharinya. Di salah satu spot, sedang ada konstruksi. Waktu itu aku lagi mau duduk-duduk sambil ngemil di warung dekat situ. Saat itu, pekerja konstruksinya sedang istirahat dan mengajak ngobrol dengan ramah. Sampai kemudian, salah satu supir crane-nya mengajak kami untuk mencoba naik crane. Supaya bisa melihat pemandangan yang bagus, katanya. Beberapa mbak-mbak penjaga warung semangat menyuruh si supir crane untuk segera mengangkat mereka dengan crane karena matahari sejenak lagi akan tenggelam.

"Emang nggak takut apa, Mbak?" tanyaku.

"Enggak lah, kami sudah pernah beberapa kali. Bagus Mbak dari atas."

Sebenarnya sebelum naik crane, aku ngerasa, ah... gitu aja masak takut sih. #songong Sementara temanku sudah ketakutan sebelum naik. Setelah menunggu si supir crane-nya makan, kami dipandu untuk masuk krangkengnya. Udah mana sela-selanya kecil, kalau gendut kan susah masuknya. Meski akhirnya aku bisa masuk meski agak maksa dikit. Di bagian alas krangkengnya ada papan, sepertinya supaya pekerja konstruksinya berdirinya enak.

Yak, mesin pun dinyalakan.

Sekitar lima orang dewasa berada di dalam krangkeng dan kami pun diangkat ke atas perlahan. Temanku sudah teriak-teriak ketakutan minta turun. Sementara yang lain sibuk foto-foto pemandangan. Di satu sisi terlihat hijau-hijauan hutan dan pemandangan tower, di sisi lain ada lautan luas dan mataharinya yang sudah siap-siap mau tidur.

Kayak brokoli ya.

Nggak lurus... padahal udah berusaha dirotate.
Mau ngeklik mataharinya biar nggak silau gini, tapi apadaya nggak berani lepas tangan dari pegangan.

Aku hendak mengambil gambar dengan kamera, tapi nggak cukup berani buat ngerogoh-rogoh tas di ketinggian tanpa pegangan. Akhirnya aku memakai ponselku saja yang kupegang erat-erat. Itu juga motonya asal jepret, nggak bisa ngeklik fokus di layar.

Sudah mana ada angin, jadi kan krangkengnya kayak muter, dan saat itulah aku merasa agak pusing. Tapi sempat selfie segala sih. Nggak di-upload, soalnya nggak pakai make-up. Kayak biasanya make aja. Plis.

Pas di atas, aku teringat pekerja konstruksi yang tiap hari harus naik crane ini. Nggak ada pengaman sama sekali dan meski crane sudah teruji keamanannya tapi tetap kan... kecelakaan kan tidak ada yang tahu. Pas di atas, bener deh, aku takut... takut tiba-tiba krangkengnya lepas dari cantolannya dan YAK! DIE.

Belum pernah naik Tornado di Dunia Fantasi sih, tapi rasanya pengalaman naik crane ini jauh lebih menyeramkan daripada naik wahana terngeri di theme park. Bayangkan saja, diangkat crane naik ke atas, tanpa pengaman sama sekali. Tanpa sabuk maupun safety helmet.

Wajar sih kalau temanku dari awal sampai akhir teriak-teriak minta turun, dan dari awal sampai akhir selalu pegangan besi di krangkengnya. ♥

Setelah sampai bawah, rasanya lega sekali. Sudah ah, nggak mau coba-coba lagi. Sudah cukup! Tapi btw, sebenarnya boleh nggak sih supir crane ngajak orang-orang sembarangan buat naik kayak gini?

46 comments:

  1. YaAllaaaah uuun, aku mah bacanya udah bikin degdegan lho ini >.< ishhhh, bayanginnya aja udah takut duluan aku T.T
    Menurut aku sih ya, pastinya gak bolehlah supir crane ngajak orang begitu. Cuma mungkin niatnya baik, biar orang bisa liat pemandangan bagus dari ketinggian, tapi ga gitu juga kali yes --"

    Ini di Sabang itu kah? kali aja nanti dibuat towernya, biar naiknya bisa pake lift hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, ketahuan di mananya... wkwkwk! Coba Ran, naik crane :P

      Delete
  2. Wooh, di mana ini mbak? Hutannya lebat banget.
    Mungkin kalau saya udah pingsan duluan kali, mbak :"( Naik tornado sama roller coaster aja mata pakek merem gak berani melek :"(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di yang disebutin Rani... tapi udah pernah naik Tornado? Ngga pake muntah kan?

      Delete
    2. Alhamdulillahnya gak muntah, mbak :"( Tapi cuma berani melek pas berhenti di atas aja. Haha.

      Weh, Sabang udah, berarti tinggal ke Merauke ya, mbak Una XD

      Delete
  3. Deg-degan bacanya. Aku juga belum pernah naik tornado kok. Apalagi naik crane gini. Ngeri-ngeri sedap.

    ReplyDelete
  4. Ya ampun Unaaaa, aku mah nyerah deh klo gak ada safety nya, gimana klo tiba2 crane-nya jatuh? :D

    ReplyDelete
  5. Eh, tapi, Un.. aku abis naik tornade di dufan, minus mataku berkurang :D
    Serius ini..hhaha.
    Biasanya aku gak kuat liat keramaian, mata lgs muter dan pusing. Tp setelah naik tornado, seharian itu aku lepas kacamata. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius ngefek gitu?
      Karena diputer-puter tuh ya, jadi ngefek... hahaha.
      Jadi pengen coba naik Tornado...

      Delete
  6. Memacuuu adrenalin..bagai naik kora kora dufan hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kora-kora lebih bikin sakit perut, tapi lebih aman lah XD

      Delete
  7. Duh klo aku pasti udah keringetan dingin dan dagdigdug gak karuan haha

    ReplyDelete
  8. Harusnya supir cranenya gak boleh loh sembarangan gitu. Masalahnya kan itu nyawa orang kalau kenapa2 kan ngeri juga. Aku aja ngeri bacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, serem bahaya. Alhamdulillah aman...

      Delete
  9. Unaaa.. Nekat bangeeet. Kalo aku pasti udah dari awal nolak naik deh.. Sereem. Walau pemandangannya bagus sih ya dapetnya. Cuma kaaaaaan.. :(

    Btw, kayaknya ga boleh deh seharusnya ada org yg ga berwenang masuk ke dalam daerah konstruksi gt.. Kayaknya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau konstruksi kan dikasih pager khusus biar nggak sembarang orang masuk kan ya. Kalau ini enggak Mbak :'(

      Delete
  10. Unaaa jangan nyoba2 lagi kayak gini deh.. mengerikan

    ReplyDelete
  11. Aku bakal nggak berani juga kalau diajakin naik ini... uji nyali banget ya. Para bos dan pekerja belum memenuhi sarat keselamatan kerja :(

    ReplyDelete
  12. apa gak keringat dingin mbak, uji adrenalin bngt nihh

    ReplyDelete
  13. nekat kamu Una, dasar bandel hehe. ga boleh itu kalau ketahuan mandornya bisa diomeli tuh supir. kalau kejadian kecelakaan bisa dipecat deh :-D

    ReplyDelete
  14. Iya Na, memang boleh kah naik crane sembarangan seperti itu? Biarpun pekerjanya berpengalaman, tapi harus ada izinnya dulu kan dan apakah itu aman atau tidak. Kalau kenapa-kenapa (amit-amit), siapa yang bertanggung-jawab coba? Sereeem...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mottonya bukan safety first, hahaha...

      Delete
  15. Sebagai orang yang takut ketinggian. Baca kamu bilang crane, aku langsung lemes....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... kalau naik Tornado berani ngga Mbak?

      Delete
  16. Serem banget naik tanpa pengaman, na. Aku aja yang naik wahana di BNS terusan pegangan sampai selesai. apalagi tanpa pengaman.

    ReplyDelete
  17. kebayang memang hebohnya ya Una...deg-degannya pasti gila-gilaan hehehe..aku juga paling sebel ama ketinggian, tapi suka lupa kalau sudah foto dari atas..cakep soalnyaaa

    ReplyDelete
  18. tante una berani banget yaaa

    ReplyDelete
  19. pemandangannya baguuussss bangettt..... tapi tarohannya itu lohhhh, seereeemmmm

    ReplyDelete
  20. Aku naik bianglala kampung yang di pasar malam kampung aja udah kebat kebit soalnya besinya tipis2. Nggak save. 2 kali muter minta turun. Takuut

    ReplyDelete
  21. wuihh, ngeri banget yah ceritanya

    ReplyDelete
  22. pemandangan dari atas memang benar-benar indah, hanya saja ngeri juga ya naik crane..

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!