My Dorm Tour! (Dorm Ashiya-L, Ashiya-shi, Japan)

Hari ini tepat sebulan setelah aku keluar dari Jepang, dan sebulan sehari setelah keluar dari asramaku di Kota Ashiya. Waktu terbang begitu cepat... nggak berasa banget.

Karena aku tinggal di Jepang untuk tiga bulan, aku harus cari tempat tinggal dong. Sekolah punya beberapa daftar asrama maupun apartemen yang tersedia untuk siswanya. Ada puluhan pilihan deh, tinggal pilih dan sesuaikan dengan kemampuan dan keinginan. Pas lihat daftar harganya... aduh tinggal di Jepang mahal banget ya. Kamar paling murah sekitar 38.000 yen (1 yen=114) dan bahkan yang 92.000 yen sebulan pun juga ada dalam list.

Masalahnya, kebanyakan rumah/apartemen disewakan kan dalam jangka panjang >1 tahun, sedangkan aku hanya tiga bulan. Nggak semua yang ada .dalam daftar menyediakan untuk jangka pendek. Singkat cerita, berdasarkan benefit and cost analysis yang telah dilakukan, akhirnya aku memilih menyewa kamar di sebuah asrama milik perusahaan swasta (barusan gugling ternyata perusahaannya ada di list bursa efek lah), yang letaknya di kota sebelah, kota sekolahku berada, Kota Kobe.

Namanya Dorm Ashiya-L, dan L untuk ladies. Yah sayang sekali nggak ada prianya. Ada ding satu, kepala asramanya =)) 

Asrama ini menyediakan kamar untuk jangka pendek dari sebulan sampai enam bulan. Tentu harganya beda bagi yang jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek per bulannya 63.000 yen, sedangkan jangka panjang 48.000 yen. Kalau nyewa rumah kan biasanya di awal ada uang deposit (yang nggak dibalikin lah wkwk), uang apa, uang tetek bengek, nah kalau asrama ini bebas ongkos lain khusus untuk yang jangka pendek. Selain itu, air dan listrik nggak perlu bayar sendiri. Ditambah, sudah termasuk sarapan dan makan malam. Kurangnya, toilet dan kamar mandinya shared. Buatku bagus sih, nggak perlu bersihin!

Karena kebiasaan pakai ukuran duit Indonesia, ongkos asrama di sana mahal banget di kepalaku. Tapi sempat ngobrol sama ibu-ibu staf toko kare dekat asrama, katanya itu termasuk murah, karena sudah plus makan. Iya juga sih. Makan yang disediakan kan selalu set ya, sudah ada nasi, sup, main course, kadang-kadang salad, dan dessert. Kalau di luar, makan selengkap itu minimal 600-800 yen. Di asrama, hari minggu dan hari libur nasional, makan juga libur. Jadi misal sebulan ada 4 hari Minggu, digenepin 25 hari deh yang dapet makan, di kali 600 yen, di kali dua, udah 30.000 yen sendiri. Anggepannya bayar kamar cuma 33.000 yen, ya nggak begitu mahal sih. Deket rumahku di Jakarta aja kosan ada yang dua jutaan T.T

Hari tiba di asrama, aku tiba hari Minggu persis H-1 mulai sekolah. Mundur tiga hari dari rencanaku karena sesuatu hal.

Asramanya paling dekat dengan Stasiun JR Ashiya, sekitar 800 meter yang bisa dibilang nggak dekat banget. Tapi gampang nemunya karena tinggal lurus doang. Usai pencet bel, bapak kepala asrama menyambutku dan ngomong macem-macem in full Japanese. Ngerti... 10%-nya =))

Bapak asrama mengantarku ke kamarku nomor 515 di lantai 5. Ia mengajariku bagaimana caranya membuka pintu, menyalakan AC, dan menghubungkan komputer dengan internet. Eh kok ya abis itu kunci kamarku patah, nunggu bapaknya 10 menitan bikin kunci baru deh. Setelah itu, ia menunjukkan toilet yang letaknya persis di sebelah kamarku, dapur, dan tempat mencuci. Selanjutnya ke lantai satu, ia menunjukkan kamar mandi shower, common room, tempat makan, ofuro (kolam mandi), kotak pos, dan bagaimana kalau ada teman atau keluarga yang mau datang.

Tak lupa bilang, "Tapi yang laki-laki nggak boleh masuk lho. Di sini, laki-laki yang boleh cuma saya," sambil ketawa.

Kemudian keluar gedung untuk menjelaskan di mana tempat membuang sampah. Ada garasi kecil yang digunakan untuk membuang sampah dan ia tak lupa mengingatkan jangan lupa menutup dengan rapat karena nanti ada karasu (burung gagak) matok plastik sampah. Oya, senangnya di sini, sampah nggak perlu misah-misahin, misal mana plastik, botol plastik, bungkus makanan, karena bakal dipisahin sama obasan (bibi-bibi) yang tugas bersih-bersih. Lanjut kita jalan ke arah samping gedung asrama, dan cuma nunjukin, "Tuh kamarmu di situ." Selanjutnya jalan agak jauh dari asrama, untuk memberitahuku di mana letak supermarket dan convenience store.

Itu terjadi lebih dari empat bulan silam... hikz.

Oke lah, mari kita mulai turnya!

Ruang kepala asrama. 

Koridor lantai satu. Jepang emang di mana-mana tetep ada vending machine. Paling ujung, pintu menuju tempat makan.

Wastafel di toilet bersama.

Toiletnya. Hampir semua toilet jongkok.

Can you read my name?

Shokudou - tempat makan.


My last dinner :(


Laundry area. Dryer bayar.

Dapur. Nggak pernah make... hihihi.

Pintu kamarku :(((((

Kamar tidurku. Kanan lemari, kiri wastafel. Kantong sampah terakhir, sendalku, dan koperku uwuwuwu.

Foto dulu sebelum cabsss... itu dalam plastik isinya sprei selimut bantal dkk.

Kamarnya berukuran 3 x 5 meter dan menurutku lega dan bagus banget, karena kamarku di rumah 3 x 3,5 meter dan nggak pakai AC, hehehe. Lemarinya besar dan karena barangku dikit, jadi nggak keisi juga sih. Shower room-nya biasa saja, malah kurang bagus menurutku, ditambah kalau makenya abis jam-jam sibuk. Mampus lihat rambut banyak banget deket bolongan air. Rambutnya kalau dikumpulin bisa jadi wig kali, suer banyak banget. Udah mana aku nggak nyaman lagi lihat rambut gitu, jadi biasanya sebelum mandi aku selalu ngambilin rambut (hiii nggilani) atau mandi setelah jam 12 siang alias abis dibersihin obasannya.

Oiya, aku nggak pernah mandi di ofuro. Soalnya maluuu kan telanjang barengan. Sempet abis balik dari liburan musim panas, trus mikir kayaknya enak nih berendam... eh kolamnya airnya kosong. Libur musim panas, ofuro pun ikut libur. Makanannya? Aku sih cocok-cocok saja. Setiap bulan, menu selalu ditempel di dinding ruang makan. Tiap hari ganti-ganti dong, dan beragam banget, dari kare, ikan, ebi katsu, sampai masakan Okinawa taco-rice dan tofu chanpuru (yes, tahu campur). Kalau pagi biasanya ada natto, dan bisa minum kopi, cokelat, atau teh celup. Selain itu, khusus sarapan bisa pilih mau sarapan ala barat atau Jepang. Kadang-kadang kalau ada babinya ya aku singkirin aja dagingnya atau makan side-dishnya aja. Pantesan aku di sana naik tiga kilo, makannya terjamin hehehe, belum kadang tambah nasi =)) Kalau yang punya alergi atau vegetarian, aku kurang tahu, mungkin bisa request sebelum datang. 

Penghuni asramanya sebagian besar mahasiswi Jepang, orang asingnya tidak banyak. Rata-rata masih muda sih, tapi ada yang tua satu, udah kayak nenek-nenek, bilangnya ke aku sih student, tapi ngga tahu deh. Nggak banyak ngobrol sama penghuni asrama lain, kenal juga cuma beberapa doang, yang salah satunya temen sekelas di sekolah. Penghuni orang asingnya kebanyakan dari Korea dan Taiwan. Sempet ketemu orang Amerika bule putih dan hitam tapi mereka cuma sebulan aja. Sedangkan orang Indonesianya cuma aku.

Aaaahhh jadi rinduuu XD
Oya di bawah ini fasilitas + alamatnya. Yah kali ada orang Indonesia yang mau sekolah di Kobe dan cari-cari referensi asrama hihihi!

Fasilitas
dalam kamar: meja, kursi, bookshelf, closet, air conditioner, curtains, IPphone, wastafel
shared: dining room, kitchen, toilet, bath (ofuro), shower room, washing machine

Dorm Ashiya-L
Alamat: 6-17 Maeda-Cho, Ashiya-Shi, Hyogo-Ken, Japan
10 menit jalan kaki dari Stasiun JR Ashiya
10 menit jalan kaki dari Stasiun Hankyu Ashiyagawa
10 menit jalan kaki dari Stasiun Hanshin Ashiya

15 comments:

  1. Jadi pengen ke Jepang lagi one day hahaha, kemaren aku ngga jadi Una :(, btw itu harga kamarnya ngga bisa lebih murah :(, kalau tinggal disana beneran jadi mikir dua kali ya karena ongkosnya itu loh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa one day doang? *becandak wkwk* Bisa lebih murah tapi kamarnya kecil hahaha...

      Delete
  2. una,tahu campurnya difoto nggak??pingin tau bentuk tahu campur sana sama indonesia hehehe....
    bersih ya,menu makananya juga enak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Difoto doang, bentar kuposnya di blog hahaha. Bersih tapi agak jadul heheh karena dibangun tahun 1992

      Delete
  3. porsi makannya banyak yaa...
    asrama nya persis hotel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak hihi tapi kadang-kadang sedikit wkwk
      Hotel melati :p

      Delete
  4. Lumayan tuh naa. Bangunannya bagus. Dapet makan. Kamarnya luas. Iihhh pasti seru banget ya bisa sekolah di jepang 😣

    ReplyDelete
  5. itu kali orang jepang rambutnya gampang rontok apa gimana ya hahaha... nggilani banget emang! tapi kok kamu mau2nya ngebersihin hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ngerti deh karena dipakai ramean juga jadi lama lama banyak. Ya gimanaaa kalo liat numpuk di bolongan air aku giloooo ga tenang mandinya hahaha...

      Delete
  6. kalau di luar rumah malah aku suka kalau toiletnya jongkok jadi gak jorok

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!