Digodain Kakek-Kakek Jepang

Suatu Sabtu di bulan Juli, aku menghabiskan hariku di Osaka. Aku penasaran banget tuh yang namanya Nanba dan baliho Glico yang paling heitz.

I was walking along di trotoar ke arah Shinsaibashi Shopping Street, but then terdengar...

"Sumimasen, sumimasen."

Aku merasa suaranya persis di belakangku, aku menoleh, dan seorang kakek-kakek melihat ke arahku,

"Ocha shinai?" 

Ha?

"Ocha shinai?" sambil menunjuk ke arah gedung di sebelahnya.

Kakek-kakek itu mengajak minum teh. Aku langsung kembali jalan ke arah yang benar sambil sedikit agak dicepatkan. Ho-rorr!

Sampai rumah aku googling, ada forum yang menyatakan kalau "Ocha shinai?" itu pick-up line tahun 1980-an. Ya ampun... Di antara 60 juta lelaki Jepang, kok ya harus yang tua gitu... Kalau muda ganteng nanya gitu juga aku takut sih. Tapi nggak yakin juga sih ada yang muda ganteng mau ngajakin aku minum teh.

Seketika, aku melihat bajuku. Aku nggak pakai baju terbuka kok. Malah tertutup banget manalah ini lagi musim panas. Pakai jaket lengan panjang, jeans, sandal jepitan tak lupa kaos kaki. Aku juga nggak cakep-cakep amat... tapi memesona sih. Tapi sedih kali diriku pesonaku kok nariknya kakek-kakek. Yaaaa paling random sih itu kakeknya ngajaknya... Tapi kenapa ya? Maksud aku buat apaan? Siang bolong lho ini kejadiannya. Ah nggak tahu lah.

Osaka...  padat mana sama Jakarta?
Seminggu yang lalu, aku mampir ke warung kare dekat asrama untuk membeli omurice. Warungnya sangat kecil, sepertinya ada empat orang tamu saat aku masuk. Aku duduk di kursi yang tinggi, yang kayak di bar, yang sendiri-sendiri, nggak berhadap-hadapan. Ada juga meja yang untuk berdua atau berempat. Saat aku sedang memesan omurice, seorang kakek yang berjarak tiga kursi dariku menyapaku. Dia mencoba menyapa dengan Bahasa Inggris yang pronunciationnya yah begitu lah...

Ngobrol-ngobrol, tahunya dia berumur 70 tahun, sering ke warung kare tersebut untuk minum bir dan makan snack. Kakek ini juga sedang mengobrol dengan seorang kakek yang duduk sendiri di meja empat kursi. Kakek yang kedua mengakunya tidak bisa Bahasa Inggris jadi tiap dia bicara apa, kakek pertama menerjemahkannya untukku. Ternyata kakek kedua sudah berumur 90 tahun dan saat perang dunia II ia merupakan seorang pilot tentaranya Jepang. Tahu aku dari Indonesia, Ia meminta maaf kepadaku dengan bahasa formal Bahasa Jepang dan dengan menunduk. Aku ya cuma ketawa aja.

Saat aku selesai makan, kakek pertama bertanya padaku,

"Ada waktu ngga?"

Jeng jeng! Mengingatkanku dengan kakek-kakek di Osaka yang mengajakku minum teh. Dengan ragu-ragu aku menjawab,

"Ada sih... Kenapa memangnya?"

"Saya ingin ngobrol lebih banyak sama kamu lagi. Mungkin bisa ngobrol sambil minum bir atau kopi."

Ibuuuu... Sumpah waktu itu aku berasa insekyur. Ngebayangin sexual harassment, digoda-godain, tapi tenang, tenang di warung itu kan ada stafnya perempuan.

"Mau kopi panas atau es?"

"Eeee... Es aja."

Nggak lama, kakek pertama menyuruh kakek kedua untuk duduk di kursi tinggi. Tapi aslinya dia nggak suka karena udah tua jadinya capek.

Kita ngobrol ngalor ngidul meski ada language barrier. Aku yang ngga ngerti dialek Kansai, kakek pertama yang Bahasa Inggrisnya acakadut, dan kakek kedua yang kalau bicara dialek Kansai banget.

Awalnya kami bahas perang dunia II. Kakek kedua semacam nostalgia gitu, yang mungkin bertepatan 70 tahun setelah perang dunia II. Trus nyebut-nyebut Borneo Sumatera tapi aku nggak paham. Kakek kedua ini tidak pernah sampai Indonesia tapi merasa bersalah waktu Jepang menjajah Indonesia. Ia bertanya kepadaku pendapat tentang penjajahan jaman dulu.

"Well, ngeliat orang Jepang sekarang baik semua, nggak percaya dulu bisa jahat juga."

Lagi-lagi kakek kedua minta maaf dengan formal. Bahkan katanya, mewakili seluruh negara Jepang dan Abe (perdana menteri Jepang), ya aku cuma ketawa aja...

"Udah dong Mbah... Kan udah lalu."

Tapi muka kakeknya serius banget. Dia bilang betulan minta maaf. Aku tambah ketawa.

Kita ngobrol banyak tentang Indonesia. Kata kakek pertama, ada dua hal tentang Indonesia yang paling banyak diketahui oleh orang Jepang. Pertama adalah Dewi Sukarno. Yang kedua adalah Bali. Ternyata memang Dewi Fujin seterkenal itu yaaaa...

Mereka juga nanya kesanku terhadap orang Jepang bagaimana,

"Ya orangnya benar-benar helpful dan baik. Laki-lakinya juga keren-keren."

Ehhh si kakek kedua langsung menyalamiku sambil bilang, "Terima kasih... Benar-benar terima kasih..." Dan muka dia serius gitu bikin makin pengen ketawa...

Pokoknya ngobrol ngerti nggak ngerti ketawa aja lah kita. Kami juga ngobrol sama mbak-mbak stafnya yang sepertinya sudah akrab dengan kedua kakek ini, karena pelanggan tetap. Kata mbaknya, kakek kedua serasa umurnya berkurang 10 tahun karena mengobrol dengan anak muda. Kakek yang pertama berterima kasih padaku berulang kali karena mau menemani ngobrol mereka.

Belakangan kuketahui kakek kedua bernama Hattori dan kakek pertama kutanya namanya...

"My name is Ailando."

Dalam hati gua, Aliando? Temannya Prilly? Emang ada orang namanya kayak gitu di Jepang?"

"Shima, Shima."

Kirain. Shima dalam Bahasa Jepang berarti pulau, island, ailando. Yah elah mbaaahhh...

Dan ternyata... nggak ada tuh sexual harassment atau apa, hahaha. Geer banget gue. Kakek-kakek itu bener-bener baik dan memang hanya mau mengobrol saja, cerita-cerita. Sama sekali nggak menakutkan. Bahkan selain es kopinya, omuriceku juga ditraktir loh. Lumayan irit deh jadinya... Sampai asrama pun aku geli sendiri mengingat kakek kedua nggak berhenti minta maaf.

Ya memang orangtua gitu seneng ngobrol dan butuh teman kali ya. Kakek Hattori sudah ditinggal mati istrinya dan pastinya kesepian. Makanya ia datang ke warung kare tersebut hanya untuk minum dan menghabiskan waktu. Sayangnya aku nggak bawa handphone hari itu... nggak bisa moto kakek-kakeknya deh.

Mungkin kakek yang di Osaka, yang mengajakku minum teh juga pengen ngobrol aja kali ya. Tapi kalau ngajaknya gitu, kan serem amat... Hahahahaha... astaghfirullah.

49 comments:

  1. pukpuk una...waduh gimana gitu ya digodain kake kake hihik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gimanaaa gitu. Padahal niatnya mungkin ngga ngapa-ngapain =))

      Delete
  2. mereka bangga banget kali ya
    Dewi sukarno diperistri presiden gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangga ngga yaaaa ngga tau deh. Tapi Dewi Fujin memang sering masuk TV, aku sempet liat iklannya di dalam kereta XD

      Delete
  3. Hahaha, hanya di bayangan aja ya Na. Nggak semua orang maksudnya buruk ternyata :D .

    ReplyDelete
  4. Aku pengen ketawa ngakak dulu *ngakak guling2*
    Eh itu ada ninja Hatori ngajakin ngobrol :D

    Awal baca posting mu aku rada ngeri eh berkarhir dengan ngakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sempet mau bilang kalau kartun Ninja Hattori terkenal di Indonesia tapi ngga kesebut wkwkwk

      Delete
  5. emang sih di sana sexual harassment-nya cukup gede
    tapi setahuku itu ga dilakukan oleh kakek2 lah :D
    jalan aja sudah susah, apalagi ngelakuin itu
    kamu tendang sudah ga bisa bangun, wehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha di stasiun ampe ada peringatan "hati-hati chikan (sexual harasser)" wkwkwk... Tetep aja yang ngelakuin kan laki-laki, tetep asa parno wkwk

      Delete
  6. Hihihi GR aja lu na... Hahaha
    Iya ya kakek kakek pada suka ngobrol kali ya... Lucu ya sampe minta maaf gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucu banget hahaha... ketemu orang Belanda nggak pernah ada yang minta maaf tuh wkwkwk

      Delete
  7. Hihihi GR aja lu na... Hahaha
    Iya ya kakek kakek pada suka ngobrol kali ya... Lucu ya sampe minta maaf gitu...

    ReplyDelete
  8. Lumayan lah traktiranya walau obrolan perang hehehe.Hattori ninja dong :-p. Kalau aliando kesukaan pungky, oops mumpung ga ada orangnya

    ReplyDelete
  9. semalam dengerin dari umi nya Noofa..ternyataa....enak dunkkk dapat traktiran hehehehhe

    Kunjungi blog saya juga ya di www.fauzulandim.com dan www.blogofeducation.com kalau belum follow silahkan follow, maturnuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, enak sih tapi sereeem awalnyaaa...

      Delete
  10. Aku malah jadi penasaran sama dialek Kansai.. *padahal Kanto aja ga ngerti :D

    Kasian juga kakek2nya. Di rumah mungkin sepi. Jadinya nongkrong di warung kare.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yo ra ngerti Kanto piye hahaha... iya kasian kesepian...

      Delete
  11. Aku juga kalau ketemu dijalan orang ngajakin minum ngeri juga na. Hahaha.

    Tapi ternyata warna jepang sebagian ada yang merasa bersalah ya dengan orang indonesia. Bisa minta maaf banget.

    ReplyDelete
  12. Kok aku jadi sedih ya bacanya, kasihan kakek-kakek itu butuh temen buat ngobrol. Apa nggak tinggal sama anak cucunya lagi?
    Hmm semoga masa tua kita nanti nggak kesepian, moga bisa ngeblog terus he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin anak cucunya tinggal jauh dari rumahnya... Amiinnn...

      Delete
  13. sebenarnya asik loh diajak minum teh ama si kakek..hahaha...kalo horor takut2in aja sekalian kakeknya mbak...hahaha

    ReplyDelete
  14. Una, aku ngakak dewean baca ini, lutchuuuu banget!! hahahaha.

    ReplyDelete
  15. tapi kalo kakek yg pertama itu serem, Na kalo bneran macem2..ternyata sama aja ya dgn jakarta, aku juga pernah digituin sm embah2 meskipun pake bahasa jawa yg gue ngerti bangeeetttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... mau pake bahasa apa aja tetep serem =))

      Delete
  16. kebayang Na, disapa Kakek sambi ada harum biru.... ini mabok apa nggak...

    ReplyDelete
  17. Ahh...ngomongin Kakek-kakek, aku jadi pengen kangen sama SImbok-Bapak Na,
    Beliau kakek-nenek yg juga pengen selalu ada teman ngobrol setiap hari, tapi anaknya jauh semua.

    ReplyDelete
  18. hihihi, iya kayaknya mereka cuma butuh teman ngobrol. Tapi ya memang amannya di tempat umumlah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hahaha kan ngga tau apa yang bakal terjadi =))

      Delete
  19. Kalau aku yang digodain atau diajak ngeteh kayak gitu, mungkin juga bakal curiga dan kabur Na.. :D Padahal bisa aja emang cuma ngobrol ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya... tapi serem emang kalau ngajaknya gitu :D

      Delete
  20. Wuaah... mbah mbah Jepang sampe segitunya ya minta maaf. Nggak nyangka... Jadi ngebayangin andaikan mbah mbah Indonesia ketemu mbah mbah Jepang.

    ReplyDelete
  21. Kakek Hattori ? jadi inget film ninja kseukaan si Najin.

    Duh kakek kakek Japan.....

    ReplyDelete
  22. AADC diganti dengan AADK
    Ada apa dengan kakek ?

    ReplyDelete
  23. Memesona atau mempesona? *dibahas* *iseng banget* wkwwk

    ReplyDelete
  24. Yaah, itung-itung momong ya Una, nyenengin orang lain kan berpahala tuh, dan kita juga senang, hehehe

    ReplyDelete
  25. hihihihi ada-ada aja yaa kakeknya, ternyata butuh teman ngobrol...

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!