Saya Sedih

Semester ini, kuliah dimulai pada awal September. Setiap pergi ke kampus, aku selalu pergi naik kereta. Pernah sih sesekali naik ojek, tapi itu kalau aku lagi mau menikmati angin Jakarta dan gara-gara kereta nggak jalan! Sebelum aku masuk kuliah semester ini, Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sudah mulai menggunakan kartu yang di-tap untuk tiketnya bukan kertas yang di-jeglek pakai perforator lagi. Sebagai pengguna kereta secara reguler, aku pun berencana membeli kartu KRL multitrip.

Oya, pembelian kartu KRL ini bukan dengan pencet-pencet mesin seperti di luar negeri melainkan harus antre di loket. Dari awal aplikasi tiket kereta baru ini hingga sekarang, antre selalu panjang apalagi jam-jam berangkat dan pulang kerja. Ada dua pilihan kartu, single trip atau multi trip. Single trip ya untuk sekali perjalanan dan disebut Tiket Harian Berjaminan karena misal ongkos kereta 2000, harga kartunya 2000 + jaminannya 5000. Jaminannya bisa di-refund sesudah melakukan perjalanan.

Antrenya tidak panjang karena sudah siang.
Sedangkan multi trip ya seperti kartu yang bisa diisi ulang. Perdananya seharga 50.000 yang termasuk biaya kartu 20.000 dan isi pulsanya 30.000. Untuk para commuter, ya mending beli ini, meski di awal kudu beli kartu tapi lebih praktis nggak perlu antre di loket. Selain itu, harga tiket kereta jauuuhhh lebih murah dari sebelumnya! Dulu, awal kuliah naik kereta ekonomi AC ongkosnya 5.500 sekali perjalanan dengan tujuan manapun. Sampai akhirnya menjadi 8.000. Berat bok, apalagi kalau ke kampus cuma ada satu kuliah... hihihi.

Sekarang, dari stasiun dekat rumah ke kampus cuma 2.500. Jauh bener 'kan... Hitungannya, lima stasiun pertama dikenakan biaya 2.000, per tiga stasiun berikutnya ditambah 500. Gimana aku nggak cinta sama keretaaaa sekaraaanggg... ❤❤❤

Trus... apa yang bikin aku sedih? Hum... ya aku sedih pastinya mendengar berita kereta di Bintaro beberapa waktu lalu. Tapi kali ini bukan itu.

Nah, hari pertama aku kuliah, aku naik kereta dong ya dan sudah siapkan uang lebih untuk membeli kartu kereta multi trip. Sudah sampai loket tiket, rupanya kalau beli tiket multi trip hanya bisa di loket seberang. Padahal kalau mau ke loket seberang kudu masuk stasiun yang pakai mesin tap kartu. Aku pun bilang penjaganya kalau aku mau beli kartu multi trip, jadi sama dia di-tap pakai kartunya deh. Sampai di loket seberang... aku pun siap-siap membeli kartu kereta baruku.

Kartu multi tripku yang sudah hilang... wkwkwk.
Setelah aku membeli dan memegang kartunya, aku tahu-tahu merasa sedih. Huhuhu, aku memang melankolis ya. Bukan karena terharu punya kartu kereta lah! Tapi karena... kok di negara kita telat amat sih pakai kartu kereta beginian... kenapa baru sekarang?!?! Dari dulu ke mana aja?!?! WHYYY???

Kesedihan itu bertambah ketika aku pernah melihat antrean loket yang parah panjangnya sampai ke luar stasiun. Ketika aku masuk stasiun namun nggak jadi naik, dan mau keluar stasiun aja, aku belum naik kereta aja, katanya petugasnya pinaltinya 7.000. Jadi pas keluar digituin kartunya ama petugasnya. Meh. (Sekarang sih sudah bisa keluar tanpa pinalti maksimal satu kali dalam satu jam). Bertambah lagi ketika ketemu orang yang berpendapat kalau mendingan KRL balik lagi kertas yang di-jeglek. WHAT???

Oke, but yaaa... aku senang juga sih meski belum maju-maju amat KRL terlihat membaik. Selain kartu kereta, kartu Flazz juga bisa digunakan. Warung-warung di stasiun dihilangkan, yaaa meski jadi agak susah kalau mau beli pulsa, wkwkwk. Menunggu KRL juga sudah jarang selamaaaaa dulu. Sudah nggak ada lagi kereta ekonomi yang jelek itu juga. Ada juga colokan buat nge-charge.

Dirutnya KAI pun kan abisan dapet Best of the Best CEO BUMN versi majalah BUMN Track. Keren euyyy. Yaaa aku sih berharap banyak dan berdoa PT KAI semoga makin oke lagi yaaa Pak...!!

42 comments:

  1. Aku mau beli kartu multitrip seperti itu belum juga kesampaian nih una. Maklum lokasinya untuk pembeliannya agak jau dari rumah, kalau lagi lewat stasiun malah keasyikan jalam terus. he,, he,,, he,,,,
    join aja ya.wkwkwkwkwk......


    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wehehehe... biasa emang gitu ya, pas udah deket tempatnya malah lupa :D

      Delete
  2. lah di Jakarta aja baru sekarang, gimana kalau di luar Jakarta? taon berapa itu o.0
    pakai cash aja gak bisa ya, nggak ribet gitu :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk kapan-kapan :P
      Pake tunai kok belinya hihi

      Delete
  3. Barusan nonton film, salah satu tokohnya ngomong gini: "Gak apa2 telat daripada enggak sama sekali kan?" :D

    ReplyDelete
  4. Nggak pernah naik kereta :(
    Di Kalimantan ga ada kereta.

    ReplyDelete
  5. hebat kalau udah mulai pakai kartu elektronik begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hihi keren juga kali ya mbak pake kertas tapi kayak yang di Jepang :D :D

      Delete
  6. kartunya kayak kartu tiket busway TJ gitu ya..., aku nggak pernah naik KRL siih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah... tapi kalau TJ kayaknya dari bank semua deh @.@

      Delete
  7. kayak kartunya busway TJ ya ?
    aku nggak pernah naik KRL un.. kesian ya

    ReplyDelete
  8. better late than never kan na?
    walaupun telat, at least sekarang udah pake kartu begini juga udah bagus dong... :)

    ReplyDelete
  9. tapi kereta ekonomi sekarang makin mahal :D
    tahun depan naik 100% >_<
    sedih kalo mau ke rumah mertua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya :P
      Asal makin bagus sih gapapa sih ya :D

      Delete
  10. aku baru sekali doang nyobain naik KRL, itu pun cuma satu stasiun. hihihi
    yaa bukan hanya itu aja deh mba, kayaknya disini mah semuanya ketinggalan :P maklum mba, kan negara berkembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah cobain dong asik loh :P *gak deng*
      Iya, tapi masih ketinggalan lagi kalo dibanding Thailand atau Malaysia T.T

      Delete
  11. awal2 penerapan sistem kartu ini kacau bangeettt, antrian panjang dimana mana tapi setelahnya sdh cukup tertib. Cuma ya ituu kalo masalah penumpang yang berjumbel masih belum teratasi, masih kurang banget jumlah keretanya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... tapi apa ya, gate tap nya kurang banyak juga sih ya Mbak hihihi.
      Hu um semoga terus ditambah keretanyaaa... kan abis impor dari bekas Jepang tuh :D

      Delete
  12. Tabahkan hatimu, Una. Hihihihihihi....
    Ntar kalo ke Jkt aku juga mau nyoba naik kereta ah. Secara dulu waktu tinggal di jakarta baru sempat nyobain kereta yang itu lho Un, tiketnya beli di loket, trus di dalemnya banyak pedagang menjajakan barang. Dari pita rambut sampe semangka. Hihihihihihihi......
    Bandingin sama ini, Un http://felyina.blogspot.com/2012/10/utc.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, sekarang udah nggak ada KRL Ekonomi jadi gak bisa belanja dalam kereta! :D :D
      Aku udah pernah liat, beda banget sama di sini yak :P

      Delete
    2. Lhe? serius wes nggak ono, Un? Padahal seru lho naik kereta itu. Naik tangan kosong, turun kereta bawa sak kresek blonjoan. Hihihihihihi

      Delete
    3. Seriuusss wkwkwk... kereta ekonomi KRL sudah dimusnahkan :P Jadi susah sih kalau mau beli jepet rambut :D :D

      Delete
  13. Seperti pepatah lama, lebih baik terlambat daripada tidak ^^

    ReplyDelete
  14. setujuuuuu....
    banyak sekali perubahan di PT KAI ya
    gerbong gerbong jelek mulai dikurangin, trus yang paling terasa... adalah pedagang asongan udah gak boleh masuk apalagi naik kereta api. siiip kaaann
    kadang aku suka parno sama pedagang asongan gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatan ya perubahannya,
      meski masih gak gitu oke sih :P
      Kok parno Mbak? Karena keamanan kah?

      Delete
  15. Amiiin na. Semoga semakin banyak perbaikan yang dilakukan sama kAI ya. Dan semoga semakin aman. Emang enak sih naik kereta Na. Apalagi kalo udah bagus.

    ReplyDelete
  16. ikut sedih tapi setidaknya ada kemajuanlah walaupun telat dan masih STANDAR, hehe...

    belum pernah punya kartunya, ada niatan sih tapi mikir2, lha mau kemana, orang klo naek kereta palingan ke thamrin n tanah abang, wkwkwk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... yang penting impruf laaa...
      Beli single trip aja ya mendingan tuh ya...

      Delete
  17. dari tambun kemarin naik krl juga udah pake kartu gitu mbak un, cuma kartunya kemarin putih bles gag ada gambarnya kayak yang di gambar diatas :D

    ReplyDelete
  18. sudah lama enggak naik kereta, enggak tahu jadinya T_T

    ReplyDelete
  19. oalah, sistem kartu Kereta yang dulu pernah kontroversial itu seperti itu wujudnya to hehe

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!