Antara Klenik dan Fisika Kuantum

Weleh, ngomongin Fisika saja saya sudah ogah-ogahan apalagi si ‘Fisika’ itu ditambahi kata Kuantum. Tambah ngga ngerti saya dan seharusnya tambah ogah-ogahan. Tapi memang dasar ngga ngerti, ya justru itu sebab saya menulis tentang itu

Jadi gini ceritanya kenapa saya penasaran... *clingclingcling*

Suatu waktu saya pergi untuk konsultasi ke seorang psikolog di daerah kota swasta BSD. Konsultasi itu menyusul pemberitahuan hasil psikotes saya yang hasilnya sudah keluar. Kebetulan hasilnya menunjukkan bahwa saya cerdas di bahasa tapi di kecerdasan lainnya lemah sekali, bahkan tidak mencapai tingkat rata-rata. Cerita demi cerita, ibu saya yang menemani saya waktu itu (emangnya ada banyak?!) bercerita kepada psikolog berambut horor itu bahwa ayah ibu saya alias kakek saya ialah seorang sastrawan, baik penulis cerpen, novel, naskah drama, penyiar radio, maupun pemain teater. (Padahal sekolahnya HI dan teknik!) Kemudian si psikolog yang agak kejawen itu menjelaskan jika saya ingin bakat kakek saya tersalur kepada saya, dianjurkan untuk mengunjungi kuburan kakek saya dan meminta do’a di sana, maka energi pun tersalur. Saya pun mangap tercekat. “Ha?” Namun ibu saya mengangguk mengiyakan. Kemudian ibu saya menanya anjuran lain karena keluarga saya tidak terbiasa untuk mengunjungi makam secara rutin. (Bukan berarti ngga pernah lho! Tapi jaarraanngg bangeett.)

Anjuran kedua dari si psikolog itu: menyiapkan baskom yang telah diisi air dan diberi kembang, lalu berdo’a kepada Sang Gusti dan memusatkan pikiran. Tambah mangap saya kali ini.

“Air itu cuma perantara saja,” katanya.

“Kuwi ki fisika kuantum je,” celetuk ibu saya.

“Apaan! Kuwi mah klenik!” Hati dan benak saya teriak seperti itu.

“Iyo, itu fisika kuantum. Jadi... blablabla,” jelas si psikolog dengan panjang lebar dan padat. Namun dengan singkat kata, saya ngga ngerti.
...


Barusan hari ini ibu saya bilang, “Klenik yang sudah ada dari jaman dahulu mungkin itu fisika kuantum. Kenapa fisika kuantum? Karena memberikan energi tetapi belum bisa dibuktikan secara ilmiah.”

Tetep aja saya: NGGA NGERTTIIII!!! Mumet van lieur lah saya ini...
...


Ada yang bisa bantu jelaskan?

No comments:

Post a Comment

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!