Ada Apa Dengan Blue Bird?

Nope. Surat ini bukan surat terbuka mau komplain ke Blue Bird atau apa. Lebih tepatnya bahkan aku tidak berada di posisi untuk komplain. Kalau soal satu ini, yang harusnya komplain ke Blue Bird ya supir Blue Bird-nya.

Cuma mau cerita saja, hal yang menurutku kocak yang terjadi pagi ini.

Ceritanya aku hari ini pesan taksi Blue Bird menggunakan aplikasi di ponsel. Tapi tidak seperti biasanya, map di dalam aplikasi tidak bisa mendeteksi alamat rumahku. Kalau karena sinyal atau GPS rasanya enggak deh karena di rumahku hapeku selalu 4G sinyalnya. Itu pun sampai akhirnya aku juga mencoba dengan menggunakan wi-fi rumah. Ternyata tetap tidak bisa, mungkin aplikasinya error. Sampai aku mencoba lagi dengan sinyal hape dan bisa mendeteksi alamat rumahku. Memasukkan destinasi pun lancar. Sampai creating booking-nya lama banget.

Ya sudah akhirnya kuklik cancel. Itu juga loadingnya lama banget. Ya sudah akhirnya aku memutuskan untuk telepon saja. Apalagi aku butuh taksinya dua jam dari waktu aku memesan. Mepet. Sudah pesan telepon, sudah nih ya.

Aku memesan taksi untuk pukul 10.20. Biasanya setengah jam sebelumnya, taksi sudah sampai. Benar saja, sekitar pukul 09.45 seorang supir taksi menelepon bertanya lewat jalan mana untuk ke rumahku. Akhirnya ia sampai rumah pukul 10 kurang dan kuminta tunggu dulu karena aku belum siap.

Pukul sepuluh lebih sedikit ada yang menelepon aku lagi, tapi nomor landline. Aku angkatlah tapi benar-benar nggak kedengaran kresek-kresek ngunu. Aku bilang nggak kedengaran trus kututup telepon lagi lah sana. Tetap kresek-kresek tapi aku mencoba mendengarkan *alah*

Katanya dari Blue Bird. Ia bertanya, “Ibu pesan dua taksi apa satu taksi?”

Satu tuh. Katanya lagi, ada dua taksi Blue Bird yang menuju rumahku. Lah? Setelah menutup teleponnya, aku melihat tempat parkir taksi yang kuminta tunggu tadi. Benar saja ada dua taksi.
Akhirnya aku keluar, dan ternyata… nggak cuma dua melainkan TIGA TAKSI yang dipesan atas 
nama Una.

Lah? Pucing palaaa Ping Ping deh. Ping Ping itu nama kucingku.

Gua pergi sendiri masak yang nganterin tiga taksi. Kayak mau konvoi aja.

Tuh taksinya tigaaa...
Salah satu bapak taksi bilang supaya aku meng-cancel saja pesanannya. Benar saja pas kubuka hapeku tahunya ada dua booking-an. Kan tadi udah di-cancel? Kalaupun cancelnya gagal kenapa jadi ada dua booking? Trus juga tidak ada notification kalau driver sudah found, apa gimana.

Aku sampai minta maaf berkali-kali, nggak enak sama supir taksinya (takutnya memang ini aplikasi nggak keluar notification, tapi kayaknya ada deh, au ah lupa #shorttermmemory). Tapi supir taksinya bilang, nggak apa-apa mbak, yang kacau aplikasi dan pusatnya kok. Aku sudah bawa dompet segala kalau-kalau harus bayar cancellation fee tapi ternyata tidak.


Nggak lama dua taksi pergi. Ya udah nih ya aku balik ke rumah lagi siap-siap karena belum kelar juga. Setelah aku kelar, aku memanggil taksinya supaya menuju ke depan rumahku persis.
Eh ada taksi lain lagi. Akhirnya kusamperin, atas nama Una juga.

Jadi ada EMPAT TAKSI yang berniat menjemput gue. Kalau gue tunggu jangan-jangan bus Big Bird juga ikut jemput gue.

Bapak taksi yang pertama sepertinya sudah ‘berdiskusi’ dan menceritakan apa yang terjadi, pas taksi keempat melewatiku dia bilang, “Udah di-cancel ya mbak ya.” Huhuhu maap yaaa Pak.

Pas aku cek aplikasi Blue Bird di hape, yak muncul lagi bookingannya dong. Perasaan tadi udah di-cancel semua. Ya sudah aku cancel langsung. Huft puaaahhh…

Pas di jalan bapak taksinya cerita kalau dia sebenarnya udah di-cancel dari pusatnya. Cuma biasanya kalau kejadian kayak begini yang berhak yang pertama datang. Dan ternyata ini bukan kejadian pertama kali yang dia alami.

Duh ada-ada aja deh pagi ini…

Tapi nggak cuma soal per-empat taksian-ini. Jadi di dekat rumahku tadi ada beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulans keluar dari kandangnya. Wah kebakaran gede nih, batinku. Aku sampai cari di google, mau cari di Twitter udah uninstal aplikasinya. Nggak nemu lah sampai aku minta mbak rumahku, liatin di TV ada kebakaran di mana.

Baru pertama kalinya aku melihat mobil pemadam kebakaran jalan melawan arah sampai-sampai kurekam.

Trus tadi lihat sepupuku yang kantornya tak jauh dari rumah posting kalau abis turun tangga 22 lantai karena ada kebakaran – yang tahunya simulasi doang. Hm, jadi tadi mobil pemadam kebakarannya keluar karena simulasi to. Kirain betulaaaan dah panik ajaaaa nih.

24 comments:

  1. hhahahaha una,,,kalau baca ini aku pengen ngakak. tapi kalau aku di posisi una mungkin udah nangis. heuheu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah nangis kenapa? Nangis terharu karena banyak taksi yang jemput?

      Delete
  2. waduh kebanyakan yang datang hehe tp di Medan pun supir BB kasih tau kita jgn pesen dulu lewat apps

    ReplyDelete
  3. kalo sy sebelnya karena harus ada nomor rumahnya kalo pesen taksi blue bird. Lha padahal sy kan baru ngontrak, dan nggak tau kontrakan saya ini nomor berapa dan RT/RW berapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh... ngga di Jakarta ya? Suka ngga ada nomornya sih ya

      Delete
  4. aplikaasiaanya eror jadi ada banyak takis yg datang, wah ....

    ReplyDelete
  5. Tahun ini absen belum naik blubed,biasanya naik pas lebaran di Surabaya.. untung taxi yg datang,coba bis.kebayang 4 bis nungguin kamu ^^

    ReplyDelete
  6. ya ampun kaco banget app nya ya.. sampe 4 taxi dateng. hahaha.

    ReplyDelete
  7. huahahahahaha, untung nggak pesan helikopter ya mbak. coba bayangkan kejadian ini terjadi ketika mbak memesan helikopter taksi :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kalik mas wkwk helipad juga ngga punya

      Delete
    2. naik tangga mbak, nggak perlu turun helikoter nya mbak wkwkwk

      Delete
  8. Mesakke bapake ya. Btw yg turun dari lantai 22, hebat bgt. Pernah tahu tugas pemadam di Hitam Putih. Salut ama kerja mereka.

    ReplyDelete
  9. haduuh.. itu kayaknya mau jalan2 sekompleks ya, taksinya sampai empat yang datang

    ReplyDelete
  10. haha.. mba kayak cinderella aja banyak yang jemput
    jadi itu kesalahan dari hp apa memang aplikasinya lagi error mba.

    ReplyDelete
  11. VIP tuh Na, perginya sendiri tapi dijemput pake 4 mobil, ahahahah...

    ReplyDelete
  12. Momen2 tak disangka, wkwk mantep 4 mobil men :D

    ReplyDelete
  13. weeeees, putri Una dijemput 4 taksi blue bird :P

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!