Jangan Ke Jogja...

JANGAN KE JOGJA!

Bukan karena kotanya sudah terlalu ramai wisatawan dan macet…

Bukan, bukan…

Tapi ya, kalau udah ke Jogja tuh bawaannya pengen males-malesan, tidur, dan makan mulu.

Sumpah… dan kurasa ini bukan aku doang yang mengalami, hahaha. Atau emang dasarnya aku aja yang malesan sih.

Tapi beda deh. Di Jakarta ya, biasanya aku bangun jam enam, kalau masih ngantuk ya tidur lagi. Nanti kalau abis bangun trus mandi trus melakukan kegiatan yang harus dilakukan. Even masih menganggur pun, biasanya aku nyalain komputer, baca, ngeblog, atau nonton apa kek, atau melakukan hal yang disuruh nyokap lakukan. Di Jogja ya, bangun jam delapan, males-malesan depan TV, mainan hape, mondar-mandir rumah, ngalungin handuk dari jam Sembilan pagi, baru mandi jam sebelas. Abis mandi males-malesan lagi. Buka laptop males banget apalagi baca-baca dan ngeblog. Padahal aku bawa laptop dan buku pelajaran ke Jogja. Rasanya nggak produktif banget. Ini sudah hari kesepuluh dan aku belum ke rumah nenekku. Males bergerak buat berangkatnya. Duh.

Perpustakaan atau Mall? (Kaohsiung Main Public Library)

Salah satu rekomendasi tempat yang wajib kunjung di Kota Kaohsiung, Taiwan adalah perpustakaan umumnya. Saya cukup beruntung karena lokasinya hanya dua menit jalan kaki dari hostel yang saya singgahi.

Melihat gambarnya di internet, saya cukup tertarik untuk mendatangi perpustakaan saat ini. Tapi makin penasaran setelah wanita Jepang yang menginap sekamar dengan saya bercerita kalau ia takjub dengan gedung dan dalam perpustakaan. Katanya, kalau ada perpustakaan seperti itu di dekat rumahnya, pasti tiap hari bakal main. Wah, makin penasaran! Cusss ah ke perpustakaan!

Kira-kira sekitar pukul tujuh malam, saya mulai berjalan menuju perpustakaan. Hanya jalan lurus dari tempat saya menginap, gedung dengan lampu-lampu yang bersinar terlihat jelas. Gedungnya seperti gedung perkantoran yang futuristik dengan dominan warna perak.

Penampakan Kaohsiung Main Public Library dari luar.
Eskalator dari library square.

Mini Giveaways

Happy new year semua! #telat

Kalau mulai akhir tahun biasanya pada bikin daftar resolusi dan keinginan. Kalau aku nggak bikin sih.

Menjelang akhir tahun kemarin, aku jatuh dari trotoar. Awalnya aku kira hanya keseleo biasa, sampai ditunggu sejam dua jam, kok tetap sakit buat jalan. Kemudian ke rumah sakit dan kakinya pun di foto, eh betulan patah di bawah jari tengah kaki kiri. Jadi merasakan naik kursi roda dan pakai tongkat. Sempat jalan-jalan pakai tongkat, selalu dikasih tempat duduk di kereta commuter. Seneng sih dikasih duduk, tapi jauh lebih seneng kalau sehat-sehat saja dan kuat berdiri.

Kakiku juga harus digips selama lima minggu. Bayangin aja kaki dibungkus sebulan lebih nggak kena air. Njijiki ya? Tapi alhamdulillah kakiku tetap wangi... ngga percaya? Nih! *sodorin kaki kiri* 

Memang sedang dapat teguran dari Tuhan. Mungkin supaya nggak kebanyakan maen mulu, hehehe. Makanya keinginan yang paling paling untuk tahun ini adalah segera buka gips dan jalan kembali biasanya. Aku nulis status lho tentang ini di FB-ku, intinya mau jalan seperti biasa dan lepas dari tongkat. Eh besokannya langsung tongkatku patah lah. Bener-bener langsung terkabul.

Masih beberapa hari lagi kakiku dibuka gipsnya. Ngga sabar mau mandiin kaki kiri.

Kalau keinginanmu tahun ini apa?

School Tour: Communica Institute, Kobe, Japan

Sekolah Bahasa Jepangku terletak di pusat Kota Kobe, Prefektur Hyogo. Semacam Yogyakarta yang punya pusat di sekitar Malioboro, kalau Kobe pusatnya ada di Sannomiya. Di kawasan ini terletak balaikota, tempat perbelanjaan besar, dan deretan gedung-gedung perkantoran. Sekolahku, Communica Institute tak jauh dari balaikota dan hanya 7 menit jalan kaki dari Stasiun Sannomiya.

Communica Institute terletak di lantai dua dan tiga sebuah gedung yang tak jauh dari Kobe City Hall. Di lantai dua terdapat tiga ruang kelas serta ruang administrasi guru, sedangkan di lantai tiga terdapat dua ruang kelas dan common area yang bisa digunakan untuk duduk santai, bermain computer, membaca brosur terkait wisata dan pendidikan, serta menggunakan microwave. Awalnya aku kira sekolahnya cukup besar, ternyata kecil, bahkan lebih kecil dari tempat kursus Bahasa Jepangku di Jakarta. Tapi it doesn’t matter at all~ karena sekolah dan guru-gurunya keren abis!

Meskipun di dalam gedung (bukan berdiri sendiri), ada tangga khusus untuk masuk langsung ke Communica Institute.

Persiapan Kursus Bahasa di Jepang

Sudah beberapa kali aku menyebut sempat di Jepang beberapa bulan dalam beberapa postingan. Tahun lalu, aku mengambil kursus Bahasa Jepang selama tiga bulan di Communica Institute, Kobe. Nah, aku mau cerita bagaimana aku ‘menemukan’ sekolah ini dan mengapa aku memilihnya. Selanjutnya, aku akan mengulas sekolahku dan ada school tour, akan kutunjukkan foto-foto sekolahku!

Setelah lulus kuliah, aku memutuskan untuk ‘sekolah’ lagi. Tapi kali ini sekolah bahasa karena aku doyan belajar bahasa. Inginnya belajar antara Mandarin atau Jepang, tapi karena aku sudah ada dasar Bahasa Jepang dan suka sama Jepang tentu saja akhirnya pilih ke Jepang! Masih ingin belajar Mandarin sih… Aku pun kemudian mencari-cari sekolah Bahasa Jepang di Jepang.

Ternyata, di Indonesia banyak agen atau perantara yang membantu menghubungkan antara calon pelajar dan sekolah di sana. Ada satu yang kutemukan dan kantornya ada di kampusku. Aku langsung datang ke sana sekaligus konsultasi. Rencanaku belajar hanya tiga bulan dan yang kudatangi ternyata tidak bisa memberikan informasi yang cocok untukku karena kebanyakan sekolah yang kerjasama dengan mereka hanya menawarkan program jangka panjang, mulai dari enam bulan sampai dua tahun. Pengen sih lama-lama… tapi menimbang macam-macam dan mihil yaaaaa…

Aku tanya-tanya temanku yang selama ini ingin ke Jepang dan berniat sekolah ke sana. Ia merekomendasikan Japan Future Center (JFC). Temanku bilang, kalau kita ingin konsultasi via LINE pun, pasti dijawab dengan cepat. Kucoba dong tanya via LINE, eh iya tak lama membalasnya. Aku langsung bilang to the point kalau aku inginnya sekolah bahasa short term tiga bulan dan kalau bisa lokasinya jauh dari tengah kota. JFC kemudian merekomendasikan Communica Institute. Letaknya di tengah Kota Kobe, Prefektur Hyogo tapi kalau ingin ke rural area juga dekat. Yang paling penting juga menyediakan program tiga bulan. Bahkan sebulan pun bisa!