Kura-Kura Madura

Una dan Kura-Kura Madura
Sackdress yang aku pakai dibuat dengan batik Madura. Ciri-ciri batik Madura ialah berwarna cerah dan kebanyakan motifnya ialah tumbuhan atau hewan. Yang aku pakai bermotif kura-kura.

❤❤❤


"Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Catatan Akhir Pekan dengan Tema Aku Cinta Batik Indonesia."


Dressmaker: Liliana Melinda
Photo by: Lisiatin Warsanti
Edited by: Mohamad Riva'i dan eike.
Yang punya baju (ketahuan minjem deh): ibuku... hihihi.
Ahahaha gak fotojenik blas T.T

Peer Lagi!

Sudah lama sekali nggak nggarap PR kayak gini nih. Dan deket-deket ini aku dapat dua PR, dari Mbak Niar dan Indana. Dua-duanya award yang sama: Liebster Award. Mumpung ndak ada ide posting, tak garap ah... seru ini juga pastinya!



Ada enam rules dalam PR ini (aku copas):
  1. Tiap orang yang kena tag harus nulis 11 hal mengenai dirinya sendiri ^
  2. Jawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang nge-tag kamu ^
  3. Bikin 11 pertanyaan baru untuk orang yang ingin kamu tag ^
  4. Tentuin 11 orang untuk dapat award ini dan link-kan mereka ke post-mu ^
  5. Pergi ke halaman blog mereka dan kasih tau kalo mereka dapat award ini ^
  6. Gak bisa nge-tag balik (padahal gag tau siapa ajah yang udah di tag) ^
Sebelas hal tentang aku (sebenarnya udah sering tapi gak apa deh tulis lagi hihi)

1. Angka tinggiku hampir dua kali angka berat badanku. Hahaha...
2. Currently nature deficit. Pengen pergiiii!

Ke Parapat lagi juga mauuu...
3. Kalau liat boneka dombaku, aku ketawa sendiri. *edan*
4. Suka pedas wasabi, anti pedas cabai.
5. Rambutku keriting seksiiii...
6. Setiap pergi, selalu bawa pocket camera. Kecuali lupa...
7. Sudah pernah dua kali menghilangkan KTP.
8. Susah tidur tanpa kipas angin.
9. Selalu bawa guling di saku celana. *kata Mas Vai, hueee*
10. Lagi ngefans sama Shiina Ringo.


11. Currently In Relationship with Shirley.

Pertanyaan dari Mbak Niar

1. Sebutin Nama Panjang kalian?
Cari aja sendiri di blogku. *penjawab songong*

2. Ciri khas kamu apah di blog?
Apa ya... pink, maybe... profilenya pakai foto Shirley.

3. Punya berapa blog? Buat kamu blog itu?
Beberapa, tapi yang aktif cuma ini. Buat aku, blog itu teman. Aih, unyu kan...

4. Suka makanan apah?
Yang enak! Hahaha! Kalau nggak enak, bikin gendut pulak, ya ngapain...


5. Kalau jalan-jalan gratisan pinginnya kemana?
All around the world, ke luar angkasa, sama ke bulan. *nggak mau rugi*

6. Pilih Bad Boy apah Good Boy, alasannya yaa?
Waduh, angil... bad boy itu menurutku lebih mempesona. Tapi eike pilih good boy aja dah. Good Boy + Good Face, hihihi...

7. Pacaran berapa kali?.
Ihhh ini pertanyaan ngece banget sihhh... Sensi aku. Aku belum pernahhh, sekalipun. Sama manusia. Mau nyariin po, mbak?

8. Kebiasaan unik kamu apah?
Nggak tahu ya, lagi pula semua yang ada di diri saya ini unik. PREEETT!
Apa ya... lagi nggak kepikiran je... apa emang nggak punya kebiasaan unik ya aku... hmmm...

9. Warna yang kamu banget?
Pink! Soalnya blognya pink... meski sebenernya biasa aja sih sama pink.
Cokelat juga boleh, karena kulitku cokelat tua..

10. Suka gag main ke blog Niar Ningrum? Kritik saran dong selengkapnya :)
Suka dong...
Kritik dan saran? Wani pirooo???
Itu sih paling begron item, jadi kalau baca harus berusaha lebih keras, trus begron itemnya transparan, jadi ya itu agak mumet sih menurutku. Menurutku lho yo...


11. Menurut kamu, niar itu gimana orangnya? kritik dan saran di tampung sedalam-dalamnya lho #jujur.
Jujur ya... Mbak Niar itu grapyak banget, keliatan dari pertama ketemu. Aku lagi suka nih ama kata grapyak. Trus Mbak Niar itu manis apalagi giginya itu loh, gingsulnya bikin manis... Fotogenik banget... aku mauuu jugaaa >__< Abis itu Mbak Niar itu fashionable abis, 11-12(ribu) lah ama eike... Kritiknya, mbok kalo kutanya tu jujur dong mbak, siapa sih blogger yang kamu taksir? Huahahaha goseeeppp!

Pertanyaan dari Indana

1. lagi jomblo/pacaran/ato yang lain?
Ngece banget nii... gak punya pacar aku... mau nyariin?

2. sering galau gag? kalo iya karna apa?
Sering dong. Karena apa ya rahasia dong.

3. udah bolong berapa puasanya?
Kamu kepo banget sih... hahaha, aku bolong tujuh kayaknya.

4. lagi mudik kemana?
Nggak mudik.

5. masih sekolah/kuliah/kerja/yang lain?
Ada dehhhh...

6. yang paling disuka apa? yang paling dibenci juga apa?
Aku bingung menjawabnya...

7. twitter ato facebook?
SimsSocial. Ahaha jawabannya gak nyambung...


8. biasa ngenet sampai berapa jam?
Kalau di rumah sih nyalain komputer, tapi ya nggak terus-terusan di depan komputer sih. Ditanya berapa jamnya mungkin bisa lebih dari enam jam tiap hari, ahahaha! *pengangguran terkentara*

9. biasa bangun pagi jam berapa?
Biasanya jam setengah enam-enam, tapi akhir-akhir ini jam hidupku terbalik, bangun jam delapan-sepuluh pagi, hehehe...

10. menurutmu blogku ini gimana? *kalo ada saran monggo
Nggak gimana-gimana. Tampilannya enak banget dilihat!

11. bagaimana pendapatmu tentang perbedaan memulai puasa (kemarin) ato bahkan nanti ketika terdapat perbedaan hari raya idul fitri?
Nggak gimana-gimana. Hihihi...

Pertanyaan dari akuuu! Dijawab ya buat teman-teman yang ku-tag!
1. Apa arti nama lengkapmu?
2. Pilih mana, ayah atau ibu?
3. Satu cita-cita yang ingin sekali kamu raih apa?
4. Dalam lima tahun ke depan, kamu menginginkan kehidupanmu seperti apa dan bagaimana?
5. Apa passion-mu?
6. Paling nggak suka, orang yang bagaimana?
7. Apa motto hidupmu?
8. Kamu suka blog yang bagaimana?
9. Satu tempat di Indonesia yang ingin kamu datangi?
10. Kalau ada peri cantik datang kepadamu yang bisa memenuhi tiga permintaanmu, kamu akan minta apa?
11. Kalau misal kamu hanya diperbolehkan membawa lima barang kepunyaanmu, apa saja yang akan kamu bawa?

Dan sebelas orang yang aku tag:

1. Mbak Alaika Abdullah
2. Mbak Ririe Khayan
3. Mas Va'i Kemproh Kempor
4. Mbak Hima-Rain
5. Mbak Nurmayanti Zain
6. Mas Affan Ibnu
7. Deby Putra Bahrodin
8. Himi Muhimmi
9. Wahyu Prakoso
10. Mbak Ila Rizky
11. Mbak Mugniar

Silahkan diterima award-nya dan dikerjakan ya! Tapi yang tulus... hihihi, sebaiknya dikerjakan, kalau tidak sempat, ya disempat-sempatkan ya... hahaha...


Kota Tua with Deby and Ega

Beberapa waktu silam, hari Jumat tanggal 17 Agustus, ada seorang blogger datang ke rumahku. Ini pertama kalinya ada teman blogger datang ke rumah. (Si Aji kagak diitung). Namanya Deby Putra Bahrodin, katanya sih biasa dipanggil Putra. Tapi eike manggilnya Deby aja deh, lebih enak... enak kayak apaan aja... Dia ini mahasiswa di Univ. Brawijaya, Malang.

Ia datang bersama temannya bernama Ega. Aku kira pacarnya Deby, ternyata bukan. Ngakunya sih gitu... ahahaha, ini postingan tentang kopdar apa gosip sih. Ega ini teman satu fakultasnya satu angkatan di atasnya tapi lebih muda dua tahun dari Deby. Deby sendiri seumuran denganku. Hahaha penipuan dikit biar aku keliatan muda =p


Diajak jalan kan... tapi nggak tahu destinasinya ke mana. Mosok ke mall... nggak oke bener, hihihi wis kerep... aku kan juga bingung ya, apalagi sudah jam tiga sore. Kutawarin aja ke Kota Tua, pada oke yo wis... Eh kok ya lali jalanan dekat istana kan pada ditutup jadilah rute dari rumahku ke Kota Tua jadi jauh bener, muter-muter gak paham arah, hihihi...

Lucu deh ngeliat si Deby ama Ega ini, berantem-berantem unyu, kayak yang di FTV FTV gitu... biasanya kan ceritanya ada cowok dan cewek temenan gitu eh ternyata terusannya... gak jadi lanjut ah... malah bikin gosip ini mah.

Jam setengah lima sore lebih akhirnya sampai, lama banget dah perjalanannya. Eh taunya namanya Kota Tua tuh sekarang rameeeeee banget. Mau jalan kaki pun rasanya susah karena banyak gerobak jualan kanan kiri, tukang ramal garis tangan pun sudah bejibun... macam-macam lah. Aku keinget cerita bapakku dulu pernah diramal peramal tua pake kartu tarot di sana, tapi kok sekarang udah nggak ada ya... hmmm gak tau deh...

Rambut eike oke juga... kayak didi kempot perasaan...
Karena Taman Fatahillah penuh sekali, akhirnya kami melipir ke yang ada dinding-dinding warna orennya, ya itu deh... foto-foto deh. Lalu kami lanjut jalan kaki ke arah Jembatan Kota Intan. Bayar dua ribu baru bisa masuk. Foto-foto lagi hihi...


Abis dari Jembatan Kota Intan duduk-duduk dulu bentar. Dan tau gak sih, malah debat mengenai hidung... Kata si Deby hidung si Ega kayak hidung tempelan. Kata Ega hidung Deby udah gede bolongannya gede. Nah si Deby malah ngarah ke aku bilang hidungnya aku juga gede. Asem... Tapi Ega bela gue bro, hidung gue gede tapi bolongannya imut gak kayak Deby. Malah mainan fisik...

Terus aja berantem idung, hahaha. Asal gak bawa-bawa perut. *eh*

Setelah itu kan nunggu adzan maghrib tuh buka, kami makan di Taman Fatahillah. Ega makan mi ayam, aku ama Deby makan ayam bakar... Deby ikut-ikut samaan makannya huuuu... dan apapun makanannya minumannya? Ah nggak jadi sebut ah... nggak dibayar ini ahahaha...

Usai dari Kota Tua, kami menuju Central Park karena Deby tinggal di Jakartanya di sana. Deby balik, aku makan lagi di CP, hahaha, si Ega pulang ke Bogor...

Aku kira nggak akan ketemu Deby di Jakarta karena pas Deby bilang dia di Jakarta aku lagi di luar kota dan balik tanggal 15, dan kayaknya tanggal 15 aku belum di Jakarta. Eh ternyata Deby masih di Jakarta sampai tanggal 19... ya udah deh... ahaha biasa dulu cuma baca pesannya di YM atau di SMS dan dengar suaranya doang, bisa liat langsung wujudnya wkwkwk!

Thanks Deby dan Ega. Kiss kiss huek!

❤❤❤

Yang moto kalau nggak Deby ya Ega. Tapi bagusan Ega motonya hahaha... kecuali yang foto berdua Deby sama Ega, ya itu aku yang moto.
Pake kamera Ega.
Tapi pake SD-ku.
Jadi fotonya di aku semua hihihi!

Beras Semoya

Sudah takdirnya Indonesia terdiri dari pulau-pulau. Kondisi nature of land Indonesia yang seperti itu membuat sangat susah sekali menemukan sebuah lahan agrikultur makanan pokok (staple foods) yang luas dan skala besar.

Seperti di Semoya, sebuah dusun di Kabupaten Sleman, Jogjakarta, rata-rata mata pencahariannya merupakan petani dan lahan yang mereka garap/miliki jauh lebih kecil jika dibandingkan farming makanan pokok yang biasa kita lihat di benua Amerika sana. Di film atau televisi, maksudku. Canggih , luas lahannya, dan benar-benar skala besar. Di Amerika Serikat sendiri, rata-rata petani menggarap 182 hektar lahan pertanian.


Dusun Semoya masuk dalam wilayah Desa Tegaltirto, dan Tegaltirto memiliki luas lahan pertanian 270 hektar. Tidak luas. Sebagian besar lahan ditanami padi, salah satu tanaman tropika bahan makanan pokok. Meski lahannya tak luas, sepertinya beras hasil tanam penduduk Semoya mampu membuat dusun itu swasembada pangan. Seperti Bu Sunar, salah satu warga yang juga petani, ia makan nasi dari beras yang ia tanam.

Masa-masa sekarang ialah masa panen. Banyak di depan rumah warga gabah disiangi.



Hingga kemudian gabah dikelupas dengan alat penggiling padi. Yang menurutku berisik sekali.


Dan... gabah akan menjelma menjadi beras yang biasa kita makan di rumah. Salah yeee, kita kan makannya nasi...

Ada angsa nyasar... eh atau kemoceng ya?
Aku tidak paham mengenai pertanian. Tapi aku membayangkan kalau beras bisa direkayasa genetik hingga meningkat produksinya, satu meter persegi tak lagi hanya menghasilkan 0,8 kg beras tapi bisa 5 kg beras, tidak ada gabah tak berisi, tak sampai sebulan sudah bisa panen, padinya tahan hama, namun tak memberikan efek negatif ke jangka panjang. Hahaha... bisa nggak sih?

Ini baru padi saja, bagaimana dengan tanaman tropika misalnya buah, sayur, di Indonesia ya?

Aku usai mengikuti workcamp di Semoya bersama beberapa volunteer Jepang, dan melihat mereka doyan makan lengkeng, berbinar melihat salak, bahagia makan mangga (di sana satu buah berkisar 100.000 rupiah). Di lain sisi, partisipan Indonesianya malah berdebat mengeluh karena membeli mangga 14000 sekilo karena di Semoya hitungannya sudah mahal. Hahaha...

Beruntung deh tinggal di Indonesia. Hihihi...

❤❤❤

http://repository.ipb.ac.id/
http://humas-protokoler.ipb.ac.id/

Kesesi Coret

Pernah suatu kali aku dan Affi transit di Terminal Soreang dalam perjalanan ke Ciwidey. Gaya tenan istilahe transit padahal numpak bis elek. Kutanya apakah daerah itu masih masuk ke dalam Bandung. Kata Affi, Soreang itu Bandung coret. Yang aku tangkap dari jawabannya sih, Bandung coret itu sudah bukan Kota Bandung lagi. Karena Soreang berada di Kabupaten Bandung.

Aku cuma pernah dengar istilah Bandung coret sih. Di Jogja nggak pernah dengar istilah Jogja coret untuk daerah mBantul po Sleman. Di Jakarta juga nggak pernah tahu ada orang bilang Jakarta coret. Aku kira sih Bandung coret itu ya istilah yang biasa dipakai orang sana buat bilang daerah yang udah bukan Kota Bandung. Tadinya...

❤❤❤


Seminggu lebih lalu, tepatnya tanggal 13 Agustus malam aku tiba di rumah Mbak Noorma Fitriana Miftahudin Zain, ibu hamil yang seksi, di Kesesi, Pekalongan. Aku berangkat dari Jogja jam enam-an, sampai Kesesi jam setengah 12 malam. Duh, maap ya Mbak Noorma... Ke sana dalam rangka apa, bro? Ya main aja, hehehe... abis dari Jogja mau pulang tak mampir barang sebentar ah ke Kesesi.

Kesesi ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Nenekku yang tinggal di Jogja sendiri orang Pekajangan, Kab. Pekalongan, jadi ya aku sudah beberapa kali ke sana. Dari Jogja, melewati Pekajangan juga. Tapi aku gak mampir, wkwkwk! Langsung ke Kesesi... dan ternyata... jauh bener namanya Kesesi itu! Lima puluh kilo meter dari Pekajangan, wow!


Aku sama Mbak Noorma gede mana perutnya?
Sampai sana, Mbak Noorma menjemputku di jalan besar. Rumahnya agak masuk gitu. Alhamdulillah, beliau belum tidur... hihi aku juga kok ya nggak mikir kalau sampai sana malam banget. Karena pas di jalan aku tidur terus, sampai sana aku nggak ngantuk. Berbincang-bincang, kemudian baru tidur jam berapa ya... lali... dua po yo... atau kurang... atau lebih... lali ah...

Setelah sahur, Mbak Noorma mengajakku ke Jembatan Panjang (Jepang). Jembatan Panjang ini jembatan yang menghubungkan Kesesi dan Kabupaten Pemalang. Biasanya ya, abis sahur aku tidur lagi, wkwkwk tapi kali itu enggak. Hanya perlu jalan kaki ke sana. Kalau mau jalan tangan boleh...

Gak ada airnyaaa... gak jadi mandi di kali deh.
Mbak Noorma ini meski hamil sudah 40 minggu tapi kayak strong gitu. Jalan kakinya sih nggak begitu jauh, tapi kalau bawa perut segitu, gimana ya... Halah, Un... emang kamu gak bawa perut, hm yang hampir segitu? Ngok... Kami jalan ke sana bertiga sama Uul, adiknya Mbak Noorma.

Kesesi - Kesesi Coret - Kesesi - Kesesi Coret - Kesesi - Kesesi - Coret - Kesesi - Kesesi Coret
Dari jembatan bisa dilihat sungai... sungai yang tidak ada airnya karena musimnya lagi kemarau. Kasian sungainya... T.T Mbak Noorma di sana jadi guide-nya, ahahaha... Ia menjelaskan jembatan ini selalu ramai. Pagi sebelum jam enam pagi aku ke sana aja sudah ramai, apalagi malam minggu. Jelas Mbak Noorma lagi, ujung jembatan satunya masih Kesesi ujung satunya sudah masuk Pemalang. Dan ada tanda plangnya. Yang satu tulisan Kesesi yang satu Kesesi dicoret.

Pas liat plang ini aku jadi ingat orang suka pada bilang Bandung coret Bandung coret gitu kan... Oh ternyata maksud kata 'coret' tuh itu. Aku kira hanya sebuah istilah, ternyata memang ada plang dicoret gitu tho... Suer eike baru tau...

Hahaha sengaja banget aku ngekropnya...
Aku belum pernah lihat plang Kebayoran Lama coret atau Jogja coret sih... baru kali itu aku lihat di Kesesi. Kalau plang Bandung coret di mana yah?

Kali ini ke perbatasan antar kabupaten, pengen juga ih ke perbatasan antar negara, hehehe!

❤❤❤

Atarashii Tomodachi #2

Waktu camp di Semoya kan juga ada volunteer dari Jepang. Ada enam orang, tiga perempuan tiga laki-laki. Empat orangnya anak kelas dua SMA di Takata High School, satu orang guru biologinya, satunya lagi pendampingnya yang merupakan staf organisasi NICE. (Organisasi volunteering-nya di Jepang).

Sebelumnya aku kira volunteer dari Jepang berumur 18 tahun ke atas karena syaratnya (kalau nggak salah aku baca sih) minimal 18 tahun. Ternyata empat anak SMA itu rata-rata masih 16 tahun. Hueee, sama dong! Tapi beberapa tahun lalu...

Ahaha maap ya hard shadow jadi gak jelas...
Nah, adik-adik di atas itu dari kiri namanya Rumi, Tomo, Chabo, dan Ryota. Semuanya sekolah di SMA yang sama. Dan mereka semua bisa memasak. Dan mereka semua suka kucing. Dan mereka semua cuteeeeee... kayak gueh... Mereka berasal dari Prefektur Iwate. Pada Maret 2011 daerah sana diguncang gempa dan tsunami dan rumah dan sekolah mereka rusak... T.T Dalam agenda camp, mereka men-share bagaimana cerita dan foto-foto pasca gempa di sana.

Kalau ngomongin mereka, kami yang orang Indonesia menyebut mereka 'adik cantik 1, 2' dan 'adik ganteng 1, 2'. Mereka ngomongin kami pakai 'kakak cantik ganteng' gitu gak ya... hahaha. Gak mungkin!

Mereka tidak pandai Bahasa Inggris. Jadi kalau berkomunikasi dengan mereka harus pelan-pelan sekali dan menggunakan bahasa tubuh. Aku sendiri juga sama aja nggak pandainya. Pernah Rumi cerita apa trus ada kata begini, "Askue... as... kwe..." Aku cuma ndomblong aja. "As... kue..."

Apa coba menurutmu?

Ternyata maksudnya 'earthquake'. Wkwkwk... meneketehe tuh ya. Pernah juga dia bilang sesuatu trus gini nih, "brekburrrodo?" Ngok... apa lagi itu coba... ternyata 'blackboard'. Dia nanya apakah SD di sana pakai blackboard atau whiteboard.  Meski Igirisu worudo (English words) yang mereka ketahui nggak banyak, tapi bukan berarti kami nggak bisa akrab.

Rumi menggoreng kerupuk udang. Pake pisau.
Kata gurunya, Rumi bagus dalam mata pelajaran. Aku ingat sekali waktu ia menggoreng kerupuk. Mas Matsu memintanya menggoreng kerupuk, katanya magic. Dari kecil digoreng jadi membesar. Di Jepang emang gak ada kerupuk gituan po... Aku ingat waktu main Truth or Dare, ia ditanya... antara dua campleader mana yang lebih ganteng. Kasian... Dasar orang Indonesia pertanyaannya aneh-aneh. Eh bukan aku kan ya yang nanya... >___< Oya, dia pernah nanya ke aku pas ada bazaar gitu, dia nanya apakah di sana jual "po~chu~" Sampai sekarang aku belum tahu maksud dia apaan.

Mas Matsu menggambar untuk Tomo dan adik-adik lainnya. Yang orang Indonesia gak dibikinin! Diskriminasi...
Tomoe atau Tomo. Ia selalu tersenyum... aku juga gitu sih hahaha (tipu). Si campleader, Mas Matsu suka banget nanya, "why you always smile?" Jawabannya? Si Tomo senyum. Dia yang mengajariku membuat onigiri. Waktu kami bermain gamelan, ia bagian bermain alat bernama 'slenthem'. Wondering apakah dia bisa menyebut kata 'slenthem' dengan benar...

Kenyu atau panggilannya Chabo. Dia ketua cheerleader di sekolahnya. Etapi bukan cheerleader yang bawa pompom gitu. Aku lupa Bahasa Jepangnya apa. Ia mengajariku bermain 'dauto'. Kayaknya itu dari Bahasa Inggris 'doubt' deh. Main kartu remi gitu. Aku suka banget liat muka dia zonk waktu Truth or Dare ia ditanya gurunya, "nanti kamu mau belikan Maki-chan oleh-oleh apa?" Kita bingung dong. Ternyata Maki-chan itu nama pacarnya, hahaha...


Dan... Ryota atau Ryo saja. Ia anggota cheer juga. Ia bisa bermain judo, tapi dia nggak ikut club judo di sekolahnya. Suka banget main sama anak-anak Semoya. Kejar-kejaran lah, kelitik-kelitikan lah. Pas main ToD juga dia nanya aku gini dong, "Do you have lover?" Huahahahaha... ketularan kepoan juga ni si Ryo. Ia selalu bareng Chabo, main sama anak-anak berdua, pas gamelan, satu megang kempul, satu megang gong. Deketan juga. Trus pas ngasih makan cacing pake ee sapi, mereka doang yang dari Jepang ikut terjun :P


Lalu ada gurunya, Taka-san. Karena ia guru biologi, ia suka melihat tanaman-tanaman. Banyak banget tu ya tanaman di sini yang nggak ada di Jepang. Buah asem aja dia nggak tahu, hihihi! Ia rajin memotreti kegiatannya. Sampai waktu mau dikopi aja abis 24 giga wkwkwk. Umurnya 41 tahun dan punya anak satu. Waktu main ToD, si Rumi tanya ke dia, "how much money do you have?" Hahaha... dia jawab, "Uangku hilang setelah tsunami. Tapi sekarang banyak, karena setelah gempa banyak yang ngasih uang." Waaaa...

Hana dan Taka-san.
Ada Hana-san. Ia staf NICE. Ia lahir di Hiroshima namun besarnya pindah-pindah. Ia sebelumnya pernah ke Indonesia sekali. Katanya ke 'Bintang'. Di manaaa coba Bintang itu... eh ternyata Bintan. Wew! Ia satu-satunya yang pandai Bahasa Inggris dari keenamnya. Dia sekaligus translator bagi kami, hihihi! Awalnya aku kira dia juga masih SMA, ternyataaa tidak... ia bahkan sudah menikah. Ia banyak memberitahu kami mengenai budaya sana dan ia terlihat sekali tertarik dengan budaya lain. Waktu gamelan ia memegang Bonang yang jadi pembuka lagu gitu, ia senang sekali!

Mereka diaba-abai berpose seperti itu... Dan mereka tak tahu Cherrybelle itu apa, pastinya.
Mauuu ketemu lagiii...

❤❤❤

Ke Sangiran Bersama Manusia Gua

Pas aku ke Solo kemarin, aku ketemu sama blogger juga. Lagi-lagi aku selalu takut ketemu orang baru. Hahaha kayaknya aku selalu nulis gitu di postingan tentang kopdar. Oiya, yang aku temui namanya Mas Va'i atau Mas Kempor. Lelaki ini berusia 23 tahun, mahasiswa mesin ITS, orang Solo, apikan banget orangnya, grapyak juga, dan ia pesuka (ada gak sih kata 'pesuka' itu?) caving, mlebu gua gitu...

Tadinya kan janjiannya ketemu di Mangkunegaran. Etapi kan ternyata tutup. Aku kirim pesan ke dia yang katanya lagi mandi padahal gak mandi, nanya, mau nggak ke Sangiran... Eh mau dong, asik asikkk!


Aku penasaran aja Sangiran kayak apa, kan ia termasuk dalam salah satu World Heritage Site-nya UNESCO. Sangiran itu letaknya belasan kilo dari Kota Surakarta, tepatnya di Kabupaten Sragen. Lewat Jalan Solo-Purwodadi ngelewatin Kab. Karanganyar dulu, baru Sragen. Sangiran merupakan salah satu dari empat destinasi utama yang ditawarkan oleh Disbudpar Jawa Tengah dalam agenda 'Visit Jawa Tengah 2013'. Yeee aku ke sana taun 2012...!!

Masuknya bayar 3000 rupiah per orangnya. Murah ya...

Dari kiri: Homo kerenensis, Homo sapiens, Cro Magnon Man, dll dll...
Ada tiga bagian diorama. Diorama pertama berisi jenis lapisan bumi yang bisa menunjukkan umur fosil yang ditemukan, lalu ada tengkorak para manusia purba itu, tengkorak hewan purba, dan batu-batu yang digunakan pada zaman itu.

Pas masuk ke dioramanya, si Mas Va'i sambil lihat-lihat komentarnya selalu, "sok tahu..." Lihat lain lagi ngomong sendiri lagi, "sok tahu..." Ia rada nggak percaya kayaknya sama tulisan penjelasan di situ. Dan aku curiga, ia adalah 'missing link' teori evolusi Darwin yang sebenarnya... makanya dia bisa komentar kayak gitu, ahahaha! Pas liat batu-batu alat jaman purba dulu, dia bilang, di gua banyak kayak gitu mah...




Diorama pertama cuma dua ruang. Nggak besar. Yang paling banyak ada di diorama kedua. Di awal diorama kita disuguhi tontonan mengenai proses terjadinya alam semesta yang versi teori Bigbang. Kemudian ada mengenai persilangan, tokoh-tokoh macam Mendel, Koenigswald, ada fosil kerang purba, perilaku manusia purba, teori urutan adanya makhluk hidup, dan lain-lain. Yaaa tapi gitu deh... ntar kuceritain wkwk.

Diorama ketiga sangat luas tapi hanya berisi display patung rekonstruksi makhluk purba. Ada tiga display, tapi aku lupa semua dong namanya... padahal aku pikir aku bakal ingatttt T.T Di google juga nggak nemuuu... karena itu diorama baru. Gak ada katalog lagi di sana, ahahaha!

Sekarang aku mau komentar ah...
Hm, kalau suka pergi ke museum, oke juga ke sana. Bisa lihat fosilnya langsung nggak cuma baca di buku Sejarah SMP-SMA. Display fosil dan patung hasil rekonstruksinya keren. Tapi ya gitu...

1. Katanya World Heritage Site tapi hampir tidak ada penjelasan koleksi dan tulisan lain yang berbahasa Inggris. Kasian yang turis internasional T.T
2. Di bagian tokoh ada Mendel ada siapa lagi ya itu, masa' tulisan penjelasannya sumbernya dari Wikipedia. Yang betulnya mah Wikipedia sumbernya dari Museum Sangiran.
3. Urutan display-nya kacauuu. Kan ada tuh mengenai urutan makhluk hidup yang ada di dunia, dari  kiri 440 juta tahun lalu, trus 220 juta tahun lalu, trus masa' ke kanannya 660 juta tahun lalu. Nggak urut gitu deh...

Failllll. Aku nggak bisa baca tulisan di balik patung itu...
Ada tulisan di sana, bahwa mau semodern apapun manusia, nantinya bakal punah dan digantikan makhluk baru. Yang bikin punah contohnya perang besar. Dan cara biar nggak punah ya berkembang biak. Aku kan nggak kepengen menikah ya, pas baca tulisan di sana, langsung deg, aku nggak mau manusia punaaahhh!!

Trus juga dibilang karena manusia sekarang hidupnya selalu berhadapan dengan komputer. Sampai bekerja, shopping, berteman aja ya via komputer, prediksinya sih makhluk masa depan nanti matanya besar, otaknya besar, dan badannya kecil. Yah tapi siapa yang tahu... hihihi!


Pas aku ke sana sepi banget... yah semoga Visit Jateng 2013 bisa bikin rame deh!
Bye!
❤❤❤

Photo-Poem: Gelombang Mozaik

(1)
Nggak tahu ya, rasa-rasanya aku jarang lihat Jakarta dengan langit biru deh. Foto di Jakarta yang langitnya biru pun aku nggak punya. Sekarang-sekarang, langitnya pun putih terang. Itu polusi kah? Ora paham... Makanya pas aku beberapa minggu lalu pergi ke luar Jakarta, lho kok langitnya biru ya... mbuh ya, kok aku seneng sekali lihatnya... Sama excitednya dengan lihat taburan bintang di Semoya kemarin >__<

So, di post ini aku tak akan bercerita apa-apa. Hanya ada foto dan puisi. Meski foto-foto yang kuambil hasilnya elek, yaaa nikmati saja foto-foto langit yang aku jumpai dan puisi karya Mbak Ririe Khayan...



Gelombang Mozaik

Pada bentang buana yang menghampar
Lukisan langit yang membuncahkan kagumku
Berdispersi dalam pancaran serat-serat biru
Koheren
Menggelombang

(2)
Lalu udara yang hinggap, mengusap keningku penuh mesra
Sedetik mengacak rambutku bergerai masai
Dan awan-awan yang bermozaik-mozaik
Membersihkan jeda yang memasung pesona nirwana
Mendayu-dayu keterpesonaanku menatapi angkasa

(3)
Jika sejuk pagi dan hangat mentari mengizinkan embun mengering
Menghampirkan sesore yang menyingkap hangat siang
Menampakkan rerupa angkasa
Bersama tarian kosmis yang menggelombang
Memenuhi atmosfir senja dan kosmosnya

(4)
Sinergi ayat-ayatNYA s'lalu mendulang takjub
Mengetat lekat
Menyentuh piksel-piksel hati
Maka biarlah hidup sewajarnya mengalir
Dan aku pun bersenyawa dalam alur sejarahku

(5)

❤❤❤

Hope you enjoy this post!
Thanks to Mbak Ririe!

Caption foto:
(1) Akuuu suka negative space. Tiang lampu dan langit sore Solo.
(2) Pohon dan langit di Kompleks Ratu Boko.
(3) Pendopo Ratu Boko.
(4) Semburat jingga senja Jogja. Diambil dari rumah simbah.
(5) Narsiisss di Parangtritisss, taken by Mas Matsu.

Cita-Cita Itu Esensial

Ingat cita-cita dalam terpurukmu.
Itu akan membangkitkanmu. Sungguh.

Beberapa hari lalu, aku berbincang dengan temanku. Lebih tepatnya mewawancarai, sih. Aku kepo mengenai patah hati yang ia alami beberapa waktu silam. Saking patah hatinya, ia sampai mengurung diri selama sebulan. Aku yang nggak pernah patah hati, ketawa-ketawa aja, lebay betul ya sampai segitunya... Btw, aku jadi takut kualat menertawakan itu.


Karena sering kudengar kasus patah hati yang dilanjut dengan bunuh diri, aku pun bertanya mengapa ia tak lebih lama mengurung diri atau... bunuh diri gitu? Jawabnya, "ya nggak lah... masih pengen ke Everest nih... masih punya cita-cita." Rupanya itu yang membuat ia nggak lagi larut dalam sedih. Mau dong diajak juga ke Everest...

❤❤❤

Cita-cita itu esensial. Penting sekali. Katanya, kalau bercita-cita maka kamu akan memberikan seluruh dayamu untuk mewujudkan cita-citamu. Makanya, cita-cita bisa jadi penyemangat hidup. Entah nantinya tercapai atau tidak, cita-cita memang sangat penting. Ketika kamu sedang sedih atau mendapat  suatu sial, cita-cita yang tertanam dalam hati dan benakmu akan membuatmu tak mau berlama-lama bersedih dan kemudian kamu akan berdiri tegak tersenyum kembali.

Hmmm, cita-citaku apa ya? *monolog*

Motivasi Berwarna untuk marsudiyanto.net

❤❤❤

Kasur Kucing

Di rumah sang local host, Mbah Sunar, ada seekor kucing kecil. Kutengok ternyata perempuan. Kutanya namanya siapa, jawabannya "lha mbuh jenenge sopo..." Namanya panjang bo'... Ya udah aku sih manggilnya 'kucing, kucing' aja... Kalau nyuruh mendekat manggilnya, 'me he he he he he' a la suara domba. 


Kucingnya ganteng (padahal cewek). Dan baru kali itu aku bisa menikmati bermain bersama kucing. Sebelum-sebelumnya, gendong aja ogah... palingan cuma ngelus kepala sama badannya. Kucingnya suka sirik kalau liat kita makan. Kayaknya kalau liat makanan tuh ngeong-ngeong mulu, berisik.

Hampir semua partisipan suka ama tuh kucing. Apalagi si empat adik-adik cantik dan ganteng yang dari Jepang. Diuyel-uyel lah, diajak mainan pakai strap handphone, diimingi-imingi headset yang digerak-gerakkan biar tuh kucing datang lah... Dimasukin ke rice cooker lah (jelas kalau ini ama orang Indonesia)...


Ntu kucing kayaknya suka banget tidur di aku. Beberapa kali sedang evaluasi, kucingnya menghampiri pahaku dan kemudian... merem. Emangnya paha gue spring bed apah... Aku gendong, kupindahin ke lantai, balik lagi ke paha... merem... ngok! Kupindahin lagi ke lantai agak jauhan. Balik lagi dong.  Merem... Bayar sini, Cing!


Suatu malam, ketika lampu sudah dimatikan, aku belum tertidur sih, si kucing menghampiri pantatku. Waktu itu aku lagi tengkurep dengan selimut setengah badan. Aku pengen liat dia ngapain, pas kutengok... dia lagi merem. Enak banget dia... aku aja tidurnya cuma pakai tikar. Trus selimutnya kugeser, otomatis kan tuh kucing kegeser juga. Balik lagi! Tidur lagi!

Akhirnya kugeserin aja semua bagian selimutku ke tikar, jadi aku gak selimutan. Untungnya dia gak balik lagi ahahaha, dia tetap tidur di selimutku. Baik kan gue, Cing... Pas dia lagi tidur di pantat, gak lupa dipoto dulu doongg. Pake flash padahal semua orang dah tidur.


Ternyata kucingnya madep sana, mau poto lagi males ah... Belakangan, hari-hari terakhir pas camp, dia giras banget. Liar gitu. Sukanya lari-lari, nyakar-nyakar, meeeh rupanya dia lagi puber. Jadi pas malam terakhir, dia kata temanku bau sekali... gak ngerti deh. Trus dimasukin dapur aja deh, pintu dirapetin biar ndak bisa masuk. Kasian deh lo...

Jadi kangen ama tuh kucing. Jadi kepengen lagi punya kucing... tapi maunya yang kayak Garfield gitu...

❤❤❤