Aku Melahirkan Anakku!

Di dalam sebuah kamar, aku rebahan dengan paha terbuka dan ditutupi sedikit dengan selimut garis merah putih. Dokter Devi bilang sudah bukaan tujuh. Aku tak tahu kapan akan bukaan sepuluh. Sesaat lagi aku akan mengeluarkan sesuatu yang beberapa waktu lalu menambahi perutku. Peluh, rasa tak sabar, senang, banyak rasa bercampur di hatiku.

Dua teman terdekatku, Martha dan Yanti dengan suka gembira menungguiku. Mereka memegang tanganku, sesekali melap dahiku. Mereka memberi kata-kata motivasi untukku. Aku beruntung punya teman baik seperti mereka.

"Ayo, Una, berjuanglah!" Martha dengan tampang serius melihatku. Aku terengah-engah untuk bernafas. Mengeluarkan anak dalam perutku ini.

"Tarik nafas Una... doronggg," Yanti juga menyemangatiku sambil ia menggenggam tanganku.

"Akhirnya, sudah lahir juga..." aku mendengar dokter berkata seperti itu. Syukurlah. Aku, Martha, dan Yanti bersuka cita. Aku masih bernafas dengan tersengal-sengal.

Beberapa saat kemudian, aku dibantu temanku membedong bayinya dan segera aku menunjukkan kepada ibuku.

"Ibu, aku melahirkan anakku!" aku dengan gembira memberitahu ibu sambil kugendong-gendong anakku.

"Aihhh... ada-ada aja kamu nih, masa' anak kecil bisa melahirkan. Melahirkannya boneka monyet lagi," ibuku mencibir, "Martha, Yanti, Devi, kamu ditelepon ibu kalian, katanya sudah sore. Besok lagi ya mainnya."



Tapi itu cerita dulu, waktu aku masih berumur tujuh tahun. Kini aku sudah dewasa. Rrr, belum terlalu sih. Tapi paling tidak aku sudah bisa datang bulan. Aku bisa melahirkan anak betulan. Bukan monyet George itu lagi yang nantinya aku keluarkan dari perutku.

Sesungguhnya aku tak begitu paham dengan menstruasi. Aku menangkapnya sih, sel telur perempuan sudah mulai diaktifkan. Setiap bulannya, kalau tidak didatangi oleh sperma yang mirip kecebong itu, si sel telur akan keluar melalui oviduk dan luruh keluar dari lubang kewanitaan bersama endometrium. Kalau didatangi sperma sih, bisa jadi anak betulan.

Ibuku khawatir denganku, aku sudah dua minggu terlambat menstruasi. Tapi aku pun tak merasa mengalami perubahan yang aneh. Aku dibawanya ke dokter obstetrik ginekolog. Takut ada apa-apa denganku.

Ibu menjelaskan keterlambatan datang bulanku kepada si dokter dan dokter menanyaiku sedikit hal tentang siklus mensku, masalah seks, dan aku lupa apa lagi.

"Tenang Bu, ini nggak apa-apa kok Bu..." kudenger dokter berbicara seperti itu kepada ibu.


Beberapa bulan kemudian, sudah waktuku untuk ke rumah sakit lagi. Kini ayah pun berencana ikut mengantarkanku. Seraya berdandan merapikan baju, aku pun merasa perutku sakit dan celana dalamku terasa basah. Aku berlari ke arah kamar mandi, sudah penuh darah di celana dalamku.

"Ibu, aku melahirkan anakku!" Teriakku dari kamar mandi. Ibu pun mengetok-ngetok kamar mandi yang di dalamnya ada aku.

"Na? Kamu akhirnya mens ya?" tanya ibuku dari luar kamar mandi.

"Iya Bu, syukurlah," aku menjawab dari dalam.

Ibu terlihat lega aku datang bulan lagi. Ibu bukan khawatir aku bakal hamil, aku tahu ibu percaya aku, tapi ibu takut aku menderita penyakit aneh-aneh. Kalimat 'aku melahirkan anakku', ya memang begitu. Aku melahirkan calon anakku yang tak dibuahi, hihihi. Kalimat itu selalu aku ucapkan ketika ada gumpalan darah yang kucurigai sebagai sel telur yang kulihat keluar dari lubang khusus itu.

Akhirnya kami tidak jadi pergi ke rumah sakit. Ibu hanya menelepon dokter itu dari rumah.

"Oh syukurlah. Tidak apa-apa Bu, anak usia 13-15 tahun yang baru-baru saja menstruasi kadang siklusnya masih tidak teratur. Ada yang dua bulan tidak mens, atau sebulan malah dua kali datang bulan. Atau seperti anak ibu, tiga bulan baru mens lagi," kata dokternya. Jangan tanya bagaimana aku mendengar percakapan ini. Aku menguping dari pesawat telepon di kamar ibuku.


Sekarang aku sudah di umur di saat aku sudah lebih dari seratus lima puluh kali datang bulan. Sudah benar-benar dewasa bukan? Masih saja aku suka mengecoh teman-temanku dengan menulis postingan di blog atau akun media sosial lain menggunakan kalimat 'aku melahirkan anakku'. Padahal cuma anak yang tak dibuahi, alias sel telur yang keluar waktu mens.

Aku jadi kepikiran... kapan ya aku melahirkan anak betulan... dua, tiga, lima, atau sepuluh tahun lagi?

Ah, aku tak tahu.

Mending menikmati hidup yang sekarang dulu saja deh. Aku tersenyum pada George yang sedang nangkring di atas mejaku.


Nyata.
Nyata fiksinya.
Fiksi!

Penampilan

Dua minggu lalu, aku hendak naik busway dari Pancoran. Di halte busway ada sosok perempuan yang memikat mataku. Bukan karena dia cantik. Dan kukira, masih cantikan aku kok. *eh* Tapi karena...

Hm, sebentar. Aku deskripsikan dia dari penampilannya ya. Ia seorang perempuan yang kurasa berumur belasan akhir. Memiliki tubuh yang tak terlalu tinggi, sekitar 150 cm mungkin. Berkulit kecoklatan, berbadan sintal, dan memiliki rambut keriting seperti Lala Suwages tapi lebih panjangan dan dikucir.

Ia menggunakan kemeja yang pas di tubuhnya dan celana jeans yang ngepres (nggak ngerti aku istilahe kathok opo). Ditambah dengan headset yang disambungkannya dengan pemutar musik digital dan menghiasi telinganya.

Kenapa aku begitu tertarik memperhatikannya? Karena ia familiar di ingatanku. Aku mencoba-coba mengingatnya dan akhirnya ya, aku tahu bahwa ia adik kelas waktu aku SMA.


Bayangkan Hagrid. Itu lho, yang di Harry Potter. Dulu pas SMA, si adik kelas ini mirip dia. Rambutnya keriting panjang sekali, owog-owog tak pernah dikucir. Kacamataan, gendut, dan sama sekali nggak mau difoto. Kalau teman-temannya iseng mau memotret dia, ia langsung nunduk atau mencegah temannya untuk mengambil gambarnya.

Oh, Tuhan. Dia berubah. Drastis. Aku langsung melihat diriku, jeans, sepatu sandal nyokap, kaos kegedean, kuciran uwel-uwelan untuk rambutku. Hahaha, aku kalah sama adik kelasku. Dari dulu perasaan aku nggak ada kemajuan di bidang penampilan. Kaos oblong, celana jeans/celana bahan andalan, sendal. Malah kalau bisa pake celana pendek aku milih pake celana pendek, fufufu...

Hampir nggak pernah aku pakai kemeja ke sekolah, pakai sepatu juga jarang sekali, apa lagi pake rok. Pas ospek doang kayaknya. Pake eyeliner dikit diciyein, pake lipbalm dikit diciyein. Asem. Banyak yang menyarankan aku untuk memperhatikan penampilan, at least rajin mandi gitu, tapi piye yah, ahahaha!


Jatuh cinta pun nggak ngefek aku jadi memperbaiki penampilan. Hihihi...

So, apa sih pentingnya penampilan? Menurutku dan setelah nanya ke beberapa orang (males nulis namanya di sini, bosen, wkwk.), penting nggak penting, sih.

Penting, karena penampilan yang baik memberi kesan pertama yang baik. Kesan pertama itu esensial sekali, karena tidak ada kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama 'kan? Penampilan yang rapi akan mampu membuat orang lain menilai 'lebih tinggi'. Mau dibilang 'don't judge by its cover' pun tetap saja, yang visual kan lebih mengena. Lagipula katanya, orang berpenampilan baik itu kan orang yang menghargai diri sendiri, jadi kalau begitu, orang lain pun akan lebih menghargai juga dong.

Tapi penampilan bisa dibilang nggak penting juga. "Penampilan itu buat gue nggak penting, karena penampilan kadang suka nggak cocok sama kepribadiannya, biasanya sih penampilan itu digunakan buat menutupi kepribadiannya," ujar salah satu responden. Salah satu respondenku yang lain sebut saja namanya Rie, berkata, "penampilan buatku is just first impression, selanjutnya ya depend on personality."

Kalau menurutku sih, aku setuju sama Rie kalau penampilan hanya kesan pertama. Karena dalamnya orang, siapa yang tahu. Tapi nggak menampik juga sih, yang penampilannya baik biasanya lebih enak dilihat hihi. Tapi tentunya, jangan sampai penampilan bikin kita menjudge duluan bagaimana sih dia orangnya. Yang biasa-biasa wae. Nggak usah meremehkan orang yang berpenampilan buruk tapi juga jangan trus lebih 'milih' (misalnya, dalam temenan gitchu atau apa kek) sama orang yang bepenampilan menarik.

Menurutku sih mau penampilannya piye, asal nggak mambu, rapopo, wkwkwk.
Kalau menurut teman-teman bagaimana pentingnya penampilan itu?


Buat yang nanya. Sungguh saya nggak ikutan demooo! Fufufu...

Cerita Tentang Aziz dan Fotonya

Dari kemarin tangan gatel pengen ngetik, apa daya jentrekan slide powerpoint Ekonomi Internasional berchapter-chapter bercokol di dock komputerku. Bercokol doang sih, nggak dibaca-baca. Blogwalking pun cuma yang atas-atas yang diklik, mau nulis curhat di blog ntar gimanaaa ujiannya.

Syukurlah yang susah sekali sudah terlewati. Bukan berarti yang besok gampang sih...

Hari Selasa, ada komentar masuk dari Mbak Mugniar, "Selamat yah menang di GA-nya mbak Susindra." Eh? Sedikit terkejutlah aku, aku mampir blognya Mbak Susi, eh ternyata sudah ada pengumumannya. Postingan Narsis Bersama Ayis ternyata membawa keberuntungan.

Nggak sia-sia pasang foto muka jelek di situ.

Eh.

Biasanya juga jelek sih.

Lagi-lagi ini bikin nyengir. Kemarinnya, waktu aku lagi nongkrong di Sevel sama Aziz, Aziz protes sama aku mengenai gambar-gambar dia di blogku.

"Kamu pasang-pasang fotoku, enak aja lo. Harusnya bayar lo sama gue," Aziz pasang muka serius.

"Hah? Kapan? Emang aku pernah pasang fotomu ya di blog?" Aku bertanya, seriusan nggak kepikiran pernah pasang foto dia.

"Apaan, udah gitu yang dipasang foto-fotoku yang jelek lagi. Malu-maluin tau gak sih."

"Hah yang jelek? Oh yang babi?


Atau yang lagi 'ssstttt'?


Atau yang ini?


Yang ini?


"Aaaaah, kenapa fotoku yang alay yang sebelumnya gak ada di blogmu juga dipost?" adikku marah-marah.

"Sengaja."

"Rrrgh."

"Resiko jadi adikku, Yis."

Baruuu aja si Aziz menyerukan protesnya kepadaku tentang foto dia yang diunggah di sini. Eh besoknya menang GA Mbak Susi. Hihihi... Aku bilang tuh ya siang-siang pas adikku main komputer.

"Eh makasih lho Yis, gara-gara fotomu aku menang. Tuh kan, pasang fotomu di sini ada manfaatnya," kataku.

Si Aziz nyengir-nyengir sendiri. Au dah tuh kenapa nyengar-nyengir.

Lagi asik-asik tiduran di kamar ibu, melepas capai akibat ujian analisa kebijakan publik yang aku nggak bisa nggarapnya, si Aziz nyamperin aku.

"Mbak."

"Opoh."

"Mau nggak nemenin aku ke Kutub Utara?"

"Emoh kalo karo kowe, Le."

"Jawabnya jangan gitu dong. Jawabnya: 'kok gitu?' gitu..."

"Kok gitu?"

"Soalnya kan nanti kamu bisa menghangatkanku."

"Eh, mbak."

"Opoh meneh?"

"Kok kamu sering bolos sih?"

"Nggak ah, cuma satu matkul itu doang kok yang suka bolos." Aku jawab serius.

"Jawabnya 'emang kenapa?' dong."

"Emang kenapa?"

"Lha kamu 24 jam ada di hatiku terus tuh."

Kebanyakan nonton OVJ nih bocah. Tiba-tiba si Aziz meluk aku, kangen nihh yeee. Padahal serumah tinggalnya. Sampai umur berapa ini bocah nggak males lagi ngunyel-unyel aku.

Ahahaha yo wis, mung pengen cerito curhat kuwi thok.


Malemnya kita berantem. Pukul-pukulan. Maki-makian. Tendang-tendangan. 

Hiatus yang Tak Hiatus

Mungkin teman-teman bingung kenapa sudah lebih dari dua bulan ini tak ada postingan baru di blog ini.

Di tulisan kali ini aku ingin menyampaikan kisah tentang seorang blogger yang mungkin teman-teman sudah mengenalnya. Aku pun mengenalnya. Sangat. Awalku mengenalnya bahkan dari dunia nyata bukan dari blog.

Penyendiri akut, begitulah aku dulu mengenalnya. Tertutup, tak banyak bicara, mungkin aku salah satu dari sedikit manusia yang ia kenal. Dulu. Beberapa waktu lalu, ia berubah sepenuhnya.

Ia mengubah penampilannya seperti semacam anggota boyband dan ia sudah berani bertemu dengan banyak orang. Karena blog. Aku bilang padanya agar menulis di surat kabar, di media, di apapun. Dulu ia hanya menulis di catatan sekolah saja. Kemudian pada musim panas tahun lalu ia pun memulai blogging.

Ia bertemu banyak teman melalui blog. Awalnya pun ia takut bertemu langsung dengan teman dunia mayanya. Kini ia pun sudah punya teman dari Sapporo, Nagano, Shizuoka, Yamagata, aku kira seluruh ujung Jepang ia punya teman yang ia temui dari dunia maya, baik yang sudah bertemu langsung maupun belum. Aku sering melihat kiriman paket untuknya dari teman blognya, aku ingat dia pernah bertamasya dengan teman blognya pula hingga ke Seoul dan Bari? Atau Bali? Semacam pulau di Indoneshia?

Langit

Kini ia punya banyak teman.

Kini teman-temannya mencarinya.

Sudah dua bulan blognya tak ada tulisan baru. Aku melihat kolom komentarnya.

"Hiro-kun, kamu hiatus kah?"
"Kenapa tak ada tulisan baru, Hiro? Tumben."
"Pindahkah ke luar negeri? Omiyage ya."
"Kapaaannn kamu kembali dari hiatus?"
"Aku mengirim pesan untukmu. Kenapa tak dibalas, Hiro-nii?"

Komentarnya semacam itu. Aku yang kenal dekat dengannya aku tahu ke mana ia pergi. Ia sedang hiatus, jeda untuk blogging, tapi jeda yang tak berjeda. Hiatus yang tak hiatus.

Aku baru saja menemukan surat terselip di laciku setelah dua bulan ia tidak ada. Tulisannya begini.

Imouto-chan, aku kurang kerjaan ya menulis seperti ini. Aku cuma mau pesan kepadamu kalau aku nanti mati kau tulis sesuatu tentang aku atau kematianku, apapun di blogku ya.
Username: hiroshiyamashita
Password: himitsu


Hahaha, surat ini warisanku untukmu. Oke?


Aniki-mu,
Yamashita Hiroshi
Ah, pasti teman-teman bingung kan? Ini bukan Hiro yang menulis, tapi adik perempuannya. Ia sudah tak ada dua bulan lalu dan aku baru saja menemukan surat itu hari ini. Tepat persis empat musim setelah ia mengawali tulisan pertamanya di sini. Aku akan menyimpan penyebab kematiannya untuk tulisan selanjutnya.

Semoga aniki baik-baik di sana.

Yamashita Erika.


"Aniki, aku hari ini menulis di blogmu. Aku membaca komentar-komentar teman-temanmu. Mereka tentu juga mendoakanmu. Mereka bersedih dan merindukanmu. Kamu punya teman-teman yang baik. Selamat ulang tahun untuk blogmu," tiba-tiba wajah Aniki muncul di bayanganku. Ia tersenyum.

Fiksi

“Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:.

*omiyage = oleh-oleh
*imouto-chan = adik perempuan
*aniki = panggilan untuk kakak laki-lak
*Indoneshia = romaji untuk katakana kata Indonesia

Sitti dan Sitti

Aku lagi demen sama yang namanya Sitti.

Tapi bukan narsis suka sama diri sendiri.

Melainkan sama Sitti Navarro!


Tahu dia gara-gara waktu SMA aku suka banget sama lagu Soft Melody. Search search lyricnya, eh aku malah nemu versi si Sitti Navarro. Sitti ini Pinoy yang merupakan penyanyi bossa nova. Kebanyakan lagu yang dia nyanyiin sih lagu lama yang sudah pernah dinyanyikan sebelumnya. Setelah Soft Melody aku pun tak mengingat-ingat si Sitti lagi.

Tahun lalu aku sama Affi lagi suka banget lagu Fly To The Moon. Pernah jalan kaki dari ujung ke ujung di Jalan Pandanaran nyanyi lagu itu direpeat-repeat. Anehnya aku belum bosan juga sampai sekarang. Rupanya Fly Me To The Moon ada versi Sitti juga.


Sebenarnya sih menurutku suara wanita kelahiran 29 November 1984 ini nggak spesial-spesial banget. *sok banget ngomentarin padahal ga iso nyanyi* Tapi dia bawain lagu bossa itu enaaaakkk bangettt~ fufufu.

Nggak tahu ya, apa aku jodoh sama si Sitti ini, kok kayaknya banyak lagu yang aku suka, dia juga nyanyiin. Padahal versi pertama yang aku dengar bukan versi Sitti. Sebut saja lagu One Note Samba, La, La Means I Love You, My Cherie Amour, dan Mas Que Nada.

Lagu yang kusebutin terakhir itu lagu yang lagi aku sukaaa... kusetel terus sampai si Sittinya aus kali ya. Anehnya tetep bagus-bagus aja tuh suaranya. *plakkk*


Denger deh... enaaak...

Andai Sitti baca ini, aku kepengen ketemu Sitti. Nyanyi berdua, muahahaha... Aku juga bisa kok nyanyi Lupang Hinirang (anthemnya Philippines) meski agak fals-fals gitchu deh.

Trus aku mau cerita kalau dulu aku pernah menulis di akun media sosialku kalau cita-citaku itu penyanyi bossanova, hihihi. Kan keren tuh kalau duet jadi Sitti & Sitti. *gak akan ada yang denger sihhh*

Oh ya, Sitti itu artinya princess. Kan oke tuh Sitti & Sitti berarti princess & princess. Wkwkwk...

*dreaming*

Ahahaha ya udah dehhh... bye bye. Dan semua fotonya aku ambil dari web dia: sittionline.com. Noooh dari URLnya aja dah mirip sama blogku.

Kalau lagu yang Soft Melody yang di bawah ini hihi, dipasang di video kumpulan snapshot blogku. Hihi sama-sama Sitti juga kan. Cuma yang versi ini bukan versi Sitti.

I

Space Maker untuk Traveler

Another review in my blog. Setelah sehari sebelum ini mereviu dua buah blog sekarang aku mau mereviu sebuah barang bernama spacemaker.

Spacemaker ini aku ketahui setelah membaca sebuah buku dan si penulis bilang kalau spacemaker itu benda paling ajaib di dunia dan berguna banget bagi para pejalan yang sering menggunakan keril/carrier atau travelbag jinjing. Dan mungkin berguna bagi yang suka packing uwel-uwelan.


Konsep spacemaker ini ialah kedap udara yang nggak kedap-kedap banget. Wkwkwk, kalimat opo kuwi. Spacemaker ini ialah plastik yang berfungsi untuk mengurangi spasi dalam tas. Cara kerjanya ya mengurangi udara dalam plastik itu sehingga mendekati kedap dan akan mengurangi volum pakaian yang memenuhi tas. Tulisan di wadahnya sih saves 75% more space.

Sebelumnya aku juga sudah tahu plastik yang bisa kedap namun membutuhkan vacuum cleaner untuk menyedot udara di dalamnya. Tapi kali ini nggak. No need to vacuum with any machine. Cuma tinggal gulung dan tekan supaya udara keluar.


Aku membeli spacemaker di Ace Hardware dengan harga 74900, di dalamnya berisi empat plastik. Dua plastik besar dan dua plastik agak besar. Ini lebih murah ketimbang beli di Daiso (toko Jepang yang jual macam-macam dan satu harga), karena di sana satu plastiknya dihargai 22000.


Aku pun mencobanya dong. Mengikuti instruksi di belakang kardusnya.

1. Lipat baju dan masukkan ke dalam space maker travel bag.


2. Masukkan bajunya tutup sealnya. Putih-putih itu berguna untuk menutup sealnya.


3. Gulung dan tadaaa! *tapi nggulungnya lupa kefoto huhuhu* Intinya sih digulung dikempesin gitchuuu...


Perasaan nggak ada bedanya, hihi.

Sebelum aku foto khusus untuk reviu aku mencobanya dan menggulung untuk mengeluarkan udaranya relatif mudah. Tapi kok tadi susah banget ya. Kebetulan plastik yang aku pakai juga berbeda. Yang hari ini kupakai belum pernah kupakai sebelumnya.

Mungkin gulungnya harus sekuat tenaga kali ya. Atau kalau mau suudzon, plastik yang aku pakai hari ini nggak ada buat keluar udaranya. Hihi, nggak tau deh. Akunya kayaknya yang nggulungnya nggak oke. Tapi emang sih, lumayan ngempesin baju loh.

Plastik spacemaker bisa mengurangi spasi, jadi tasnya bisa buat masukin oleh-oleh lebih banyak gitchuuu, hehehe xD Dan untuk business traveler, kayaknya aku nggak merekomendasikan ini. Kalau baju-baju formal dilipet ampe udaranya keluar ntar bisa ketekuk juga kan... kayaknya sih. *nggak yakin* So, space maker sepertinya berguna untuk baju kasual.

Aku pun iseng lagi mencoba.


Tebak itu siapa?

Reviu Blog #2: Ririe Khayan & Susu Segar

Muihihihi, setelah merilis Reviu Blog #1 kini lanjut lagi ke Reviu Blog #2. Kali ini, blog yang akan tampil di sini adalah blog Mbak Ririe dan Mas Susu Segar a.k.a Tabah. Oke ah, nda usah kebanyakan cing cong ah~ marikumulay:

1. Kidung Kinanthi by Ririe Khayan - http://www.ririekhayan.com/

Perempuan asal Lamongan yang tinggal di Banyuwangi ini kerap disapa Rie atau Ririe dan bernama lengkap Ribut. Yang aku ingat Mbak ini kerjanya di laboratorium ikan-ikan, wkwk lupa lengkapnya apa. Nama penanya Ririe Khayan dan sering juga menggunakan nama 'Kinanthi'.

Blog Mbak Rie ini menggunakan ID Blogspot kidungkinanthi dan kini berubah domainnya menjadi ririekhayan.com. Daaan, Mbak Rie ini kelihatannya sudah banyak makan asam garam pengalaman. (Asam apa asin mbak?) Selain dari umur, bisa dilihat dari tulisan-tulisannya yang selalu bisa diambil manfaat dan hikmahnya.

Dari tulisannya sih aku suka bacanya, ia nggak cuma cerita pengalaman pribadinya saja, namun juga membagi apa yang bisa diambil dari pengalamannya. Contoh kecilnya, ia sering memberi kutipan di akhir postingan, ada yang kutipan asli tulisannya ada yang diambil dari kutipan orang lainnya.

Cuma sayangnya, banyak postingan yang tidak ada spasi antar paragraf. Dan sungguh, itu melelahkan. Hihihi... Mestinya bisa diatasi dengan menambah spasi di tab HTML, kadang di compose suka nggak mau soalnya. Kalau tampilan keseluruhan, no komen ah. Aku suka warnanya, adem. Bannernya yang click me itu juga bagus banget. *eh*


Tapi iklan itu agak mengganggu. Bukan karena itu iklan. Tapi width iklannya lebih lebar dari tempatnya. Maka di belakang kotak search pun terbayang-bayang iklan. Selain tulisannya, satu hal lagi yang aku suka dari blog ini adalah banner aku di part banner sahabat ada di paling atasss!


Muahahaha... Ini intinya reviu blog apa narsis sih?!

2. Susu Segar by Tabah Setya Pambudi - http://s-segar.blogspot.com/

Bwahahaha, kalau Mas Susu lihat postingan ini bakal mencak-mencak nih soalnya pakai foto dia yang itu. Biarin ah.

Awalnya blogger profilenya dia pakai gambar sapi, tapi sekarang sudah berubah jadi orang dan ia pun menampilkan nama aslinya dalam postingan. Tabah, begitu ia acap disapa. Dan asli, kalau sama dia emang harus tabah. Pria yang suka mengaku-ngaku dirinya ganteng ini berasal dari Wonosobo dan kini tinggal di Jogja untuk belajar.

Tabah ini yang punya s-segar.blogspot.com. Ia memilih template bawaan blogger untuk tampilan blognya. Jadi no komen juga ah, hehehe...

Yang perlu diperhatikan Mas Tabah itu tab Link temen-temen, aku nggak lihat ada link di situ, ahahaha... Dan itu banner giveaway Mbak Susindra, bukannya udah lewat ya tanggal pendaftarannya pun, sebaiknya diturunkan. Selain itu tidak kulihat ada bannerku nampang di sana, itu kekurangan yang sangat krusial. Hahaha...


Hmmm, kalau dari postingan, ia suka men-share motivasi dan renungan juga menulis cerita pribadinya. Kadang kelihatan galaunya, hihi. Ia menulis cerita dirinya dalam rangkaian postingan berjudul Menanti tetes embun musim kemarau. Kalau isi postingan sih aku rasa okeh okeh saja, ndak ada masalah. Cumaaaa... penggunaan titik-titik itu loh.

Di salah satu postingannya ada kalimat: "Perumpamaan Sebuah Pensil - Terinspirasi dari motifator dunia. . . .."

Perhatiin deh penggunaan titik-titiknya. Kok aku jadi inget sandi morse ya. Ahahaha...


Hihi udahan deh reviewnya, aku ndak pandai review blog orang hihi.
Yang mau kenalan sama Mbak Rie dan Mas Susu bisa ke:

Yang mau nomer hapenya dan id Y!Mnya bisa japri ke aku, ahahaha. *eh*

Nikmat Ngeblog Mana Yang Kamu Dustakan?

"Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?"
- QS Arrahman

Mihihihi, iseng pake English. Kalau Bahasa Indonesianya, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Kalimat ini merupakan ciri khas dari Surat Arrahman yang memuat ayat tersebut sebanyak 31 kali.

Meski aku sudah lama nggak ngaji, aku suka banget sama ayat itu. Kalimat itu seakan-akan menyentil diriku. Aku diberi sehat, diberi rezeki, diberi bahagia, diberi rasa sedih, diberi raga, itu semuanya merupakan nikmat dari Tuhan. Tapi kenapa aku sering kufur (tidak mensyukuri) ya... Membaca kalimat itu sungguh termotivasi untuk mensyukuri hidup ini.

Apapun di dunia ini adalah nikmat. Semuanya rahmat bagi semesta alam. Apapun. Termasuk ngeblog. Ngeblog pun nikmat, hihi. ^^ Makanya harus bersyukur bisa ngeblog.

Dan ngeblog pun banyak manfaatnya. Indeed!

Kalau Om NH dan para blogger lain bilang, istilahnya: the beauty of blogging. Dari ngeblog kita bisa bertemu dengan orang baru, kopi darat dengan orang yang sebelumnya kita hanya tahu tulisannya, ikutan kontes, dapat hadiah, kirim hadiah dan lain-lainnya.

Naaah, di postingan ini aku mau cerita mengenai kebetulan mengenai hadiah. Eh, bukan kebetulan sih, mungkin ditakdirkan begitu, ding!

Hadiah dari Mbak Hima ^^

Beberapa minggu lalu di sebuah percakapan melalui messenger, aku sedang bercakap-cakap lewat teks dengan beberapa orang. Entah topik apa, aku pun bertanya dengan salah satu dari mereka, blogger juga, "Mas, mau nggak kukirimi **********?" (Ahahaha, rahasia itu asterix-nya.)

Eh nggak ada dua detik kemudian, dari window chat satu lagi dari Mbak Hima-Rain.

Ia menulis, "una mau kubuatkan sunflower flanel."

Aku, "mauuu~ bisa buat gantungan nggak? eh? beneran?"

Ia lagi, "iya..mau gantungan atau vas bunga?"

Aku memilih gantungan biar bisa dipakai di tas atau ritsleting lain.

Hahaha, liat window chatku aku nyengir sendiri. Kok bisa ya, pas banget, aku menawarkan Mas YYY untuk mengirimkan sesuatu, eh Mbak Hima kirim chat aku mau bikinin aku sunflower. Masih nyengir aku pun teringat, "nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Lucunyaaa, terimakasih Tuhan ^^

Hari ini paket dari Mbak Hima sampaiii. Masih asik-asikan tidur tiba-tiba orang di luar memanggil, "POS! POS!" Kayaknya dengar kata pos telingaku sensornya kuat. Bangun lah, dan menghampiri Pak Pos. "Una ya? Dari Makassar nih."

Asiiikkk~

Kubuka paketnya dan inilah isinya.

Matahari dan doraemon hihi ^^



Kenapa Shir, lihat-lihat? Kepengen yah?

Hihihi cantikk ga akuuu?

Terimakasih ya Mbak Hima. Aku suka sekali! Sebenarnya ada suratnya juga, tapi lupa kufoto hehe dan ini sudah malam, susah motonya dan kameraku internal flashnya rusak, fufufu...

Dapet hadiah cuma satu dari banyak nikmat dari ngeblog. Ngeblog nikmat 'kan? Hehehe...


Kunjungi blog Hima-Rain di: http://hima-rain.blogspot.com/
Ada tutorial bikin sunflower loh!

Cling! Ngga Ngantuk Lagi!

Mungkin postingan ini sejenis Yang Tak Pernah Membosankan kali yee... tapi kali ini gue mau bahas mengenai ngantuk.


Semua pernah dong ya merasakan ngantuk... atau di antara kalian ada yang nggak pernah? Nggak usah tidur kalau gitu! Penyebab mengantuk kan kekurangan oksigen dalam otak, kurang energi, bosan, dan yang gitu-gitu lah ya. Sebelnya kalau tiba-tiba mengantuk pas kelas, pas kerja, ngerjain tugas, huh. Anehnya kalau lagi main internet ngga pernah tiba-tiba mengantuk, ya karena sudah malam aja mengantuknya.

Nah... ada nggak sih sesuatu yang bikin kamu-kamu yang tadinya ngantuk banget, tiba-tiba njenggirat bersemangat atau nggak ngantuk lagi?

Menurut gue, sesuatu ini eksis. Ada. Tapi tentu saja, beda-beda setiap orang. Nah menurut gue sesuatu yang bisa bikin yang tadinya ngantuk jadi nggak ngantuk lagi ini terbagi menjadi dua kategori besar: sesuatu itu mengejutkan atau sesuatu itu tidak mengejutkan.

Yang mengejutkan ini, bisa negatif bisa positif. Yang negatif/kejutan ngga diharapkan misalnya begini. Pernah waktu itu aku tidur jam setengah 12 malam. Ngantuk banget tuh ya. Jam 12 malamnya depan rumahku kebakaran dong, panik banget. Langsung aja bangun, dan nggak ngantuk sampai keesokan harinya fufufu.

Pernah juga karena gempa. Aku bangun jam enam kurang dikit, ambil kacamata, jalan sambil ngantuk-ngantuk, ehhh gempaaaa. Bangunin adekku, keluar, liat ikan di akuarium pada ke darat, nggak ngantuk deh! Bisa juga ketika tiba-tiba kucingmu mati jam dua pagi trus kamu yang masih ngantuk-ngantukan langsung bangun seketika.

Kalau yang positif misalnya lagi ngantuk-ngantuk nihhh sambil nonton sinetron nggak jelas, eh sodara dateng dong malam-malam bawa McDonald's yang sebelumnya entah kenapa lagi kepengen banget, ngga ngantuk lagi deh. Atau lagi ngantuk di kelas biologi eh dapet SMS dari nyokap kalau kakakmu lulus sidang skripsi, seneng deh.

Jadi pengen mcdonal beneran aku...

Tapi ada juga sesuatu yang bisa bikin ngga ngantuk lagi tapi tidak mengejutkan.

Minum kopi misalnya... Atau karena ngga mau tidur lebih memilih nonton video lucu di internet yang bikin ngakak sehingga nggak ngantuk. Atau lagi karena kelaperan. Udah mata ngga kuat tiba-tiba melek nyari makanan ke dapur.

Atau, ngeblog? Beberapa bulan ini aku kalau dihadang mengantuk aku lebih memilih ngeblog. Misalnya nih, lagi ada peer. Tapi kok ya ngantuk gitchuw, ya wis lah aku ngeblog aja. Bener lho jadi nggak ngantuk. Pas udah publish, eh ngantuk lagi keingetan peer belum dikerjakan.

Lagi-lagi aku bertanya kepada beberapa blogger menanyakan apa ada sesuatu yang bikin ngantuk mendadak ngga ngantuk.

Ririe Khayan
"Kopi. Minum kopi kalau aku Na kalau kopinya bagus ngaruh banget. Apalagi klo bukan kopi mix..."
Juwita Zhu
"Dikagetin, baru ngantuknya bisa ilang tiba-tiba. Pernah pas lagi terkantuk-kantuk di tempat kerja, tiba-tiba temen masuk nepuk pundak, ilang langsung ngantuknya berubah jadi emosi, hahaha."
Stupid Monkey
"Becanda kali ya. Udah ngantuk, trus dateng temen yang ngajak ngobrol trus becanda, ya udah, ngantuknya jadi ilang deh."
Naaah, itu kata mereka. Kalau kata kamu apa? Share ya di kolom komentar ini. Pertanyaannya aku ulangi nih: Ada nggak sesuatu yang bikin kamu tadinya ngantuk banget jadi tiba-tiba nggak ngantuk lagi? Kalau ada, apa?



Hm. Sudah selesai ya postingannya. Tiba-tiba ngantuk lagi, fufufu...

Nita Birthday Bash

Hari Rabu, saat pelajaran ekonometrika temanku Nita mengirim pesan singkat. Dan singkat banget, "Unaaa". Aku ingat hari itu ia ulang tahun jadi kubalas lah SMS-nya dengan ucapan ulang tahun. Setelah itu, aku tak melihat hape sampai aku sudah naik kereta pulang.

Pesan sesudahnya intinya ia menanyakanku apakah minggu bisa jalan.

Bisaaa!

Janjiannya jam 10 di Central Park tapi si Nita sudah sampai jam 9/9.30. Janjiannya. Aku sampai Central Park 9.58, bahkan sebelum pintu Central Park buka dong. Untung cuma nunggu dua menit, ndak lama. Aku ke Carrefour dulu untuk membeli minum.

Dua puluh menit kemudian Nita SMS, katanya ketiduran tapi sudah nunggu bus. Wkwkwk, tahu gitu ngaret! Nita SMS kalau temannya, Vie sudah sampai CP. Rumahnya hanya tiga menit dari sana, jadi cepat sampai.

Kami melihat-lihat cakenya lalu ke Chatime sambil menunggu teman Nita yang lain datang. Kemudian April datang, dan Junjun datang. Dan si Nita baru datang jam setengah 12 lebih, huuuuuuuu!!! Hahaha...

Hihi aku beli ini buat Nita. Au dehhh, soalnya aku lagi suka Depapepe ahahaha!
Laluuu, makan di Manhattan Fish Market! Aku share berdua sama Nita karena porsinya lumayan besar. Fish and Chips ikan dori. Tapi abis makan itu ndak kenyang sih. Kenyangnya makan cake-nya! Hihihi...


Nah ini si Nita yang ulang tahun. Sudah kepala dua, hihihi! Nita ini teman sefakultas tapi nggak satu jurusan. Waktu semester dua-tiga, aku beberapa kali nginap kosannya, ^^


Yang paling kanan itu Vie dan yang tengah itu Junjun, teman SD-SMA Nita. Yang paling kiri April, temannya Vie.


Itu cakenyaaa, bayangin aja sebunder itu dibagi berlima dan dimakan saat itu juga, ahahaha. Alhasil perutku balapan sama... sama... eh, ada deh.




Hihihi, selamat ulang tahun yaaaa Nita. Semoga cita-citamu semua terkabul, cepat lulus, banyak rezeki, semuanya deh! :) Terimakasih traktirannya!

Ngomong-ngomong tadi liat di Carrefour, Tehbotol 200ml dan 250ml. Secara proporsional dihitung per mili memang lebih murah yang 250 mili. Tapi aneh aja, kalau tidak dihitung seperti itu, harganya lebih mahal yang 200 mili. Masa' yang 200ml harganya 2060, yang 250ml harganya 2030. Nggak ngerti deh.



*berharap emas satu gr 500ribuan, beli 10gr jadi 200ribu* *plaaak*

Jessie J Akan 'Jogetkan' Jakarta

It's not about the money, money, money
We don't need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag
Begitulah secuil lirik dalam lagu Price Tag. Siapa sih yang nggak tahu lagu itu? Aku yakin, meski nggak tahu lagu itu, tapi kalian pasti pernah mendengarnya. Sebelum aku tahu judul lagu itu, aku berulang kali mendengarnya di radio, di tempat abang-abang jualan CD bajakan, bahkan ternyata adikku menggemari lagu itu sampai diulang ratusan kali dalam perangkat lunak pemutar musik di komputerku.

Lagu ini begitu masyhur di kalangan remaja. Bahkan yang bukan remaja pun, sebagian besar pernah mendengarnya. Ya jelas aja, wong lagu Price Tag itu pada awal Februari 2012 menduduki peringkat nomor satu di MTV UK loh!

Waktu aku tahu lagu Price Tag, aku pun meng-googling siapa sih yang nyanyi lagu ini. Kok kayaknya lagunya bisa terkenal banget. Awalnya kukira lagunya Katy Perry, Lady Gaga, Ke$ha, atau siapa lah (maklum ya aku bukan penggemar mereka, jadi nggak tahu beda suaranya hihihi ^^), ternyata Jessie J.

Tahu nggak sih apa kesan pertamaku melihat video dan foto Jessie J?

Tahu nggak?

Mirip Luna Maya. Apalagi kalo dari samping.

Ambil dari: sini dan sini.

Mirippp kan???

Eh? Nggak ya?

Ya udah deh bilang mirip aja. Biar aku seneng...... Mirip tauk!

Jessie J ini aslinya bernama lengkap Jessica Ellen Cornish, guys. Penyanyi asal Inggris ini masih muda begini (24 tahun) rupanya banyak mendapatkan penghargaan dan menjadi nominasi. Sebut saja ia menang kategori Best Female Artist pada Urban Music Awards 2011, pernah masuk nominasi dalam acara MTV Europe Music Awards 2011, banyak banget deh. Hebat sekali ya, masih muda dan sudah me-make it happen-kan cita-citanya.

Berita baiknya: Jessie J akan datang ke Jakarta tanggal 18 Maret ini. Pengen banget ih nonton Jessie J... Jadi, si Jessie J ini adalah bintang tamu pada acara POND'S Teens Concert 2012. POND'S Teens Concert tahun ini merupakan tahun keempat sejak pertama diadakan yang bertujuan untuk menginspirasi remaja untuk make it happen mimpi para remaja dalam bidang musik. Hebatnya tahun ini, POND'S Teens Concert memiliki rangkaian acara di beberapa kota besar di Indonesia.

Oh iya, jadi POND'S beserta Asia Live sebagai promotornya menampilkan Jessie J untuk pembuka rangkaian POND'S Teens Concert tahun ini di Jakarta. Acara ini juga merupakan bagian dari POND'S Make It Happen di bagian musik. Lengkapnya bisa dilihat melalui www.pondsmakeithappen.com


Jadi POND'S Make It Happen itu tak hanya untuk menginspirasi remaja untuk mimpi mereka di bidang musik, tapi juga bidang fashion. Selain Jessie J, POND'S menghadirkan happening gank yaitu Afgansyah Reza, Lala Karmela, Calvin Jeremy, dan Pee Wee Gaskins. Kalau yang fashion ada Pevita Pearce, Olivia Jensen, Cotton Ink, dan Sonia Eryka (yang fashion blogger itu lohhh.)

Rame banget booo POND'S Make It Happen rupanya...

Asiknya bagi para remaja pengguna Pond's, tiket konser Jessie J ini bisa didapetin hanya dengan membeli paket produk POND'S yang berisi seri perawatan POND'S Clear Balance Facial Foam dan White Beauty Moisturizer. Ini berlaku dari tanggal 6 Februari hingga 17 Maret 2012.

Nah, ntar bakal dapet voucher yang nantinya bisa ditukarkan dengan tiket fisik POND'S Teens Concert 2012 maksimal tanggal 16 Maret 2012 di outlet POND'S Institute terdekat atau di outlet tiket Raja Karcis www.rajakarcis.com. Bisa juga pas hari-H konser (18 Maret 2012), ditukar di ticket box POND'S di JiExpo Kemayoran. Hihihi, mudah kan? ^^

Ayo segera serbu paket POND'Snya dan tonton Jessie J-nya!

Untuk ikuti berita paling baru bisa dilihat di www.pondsmakeithappen.com atau di official twitter di @PONDSTeens.

♥♥♥

Malfungsi Headset

Note: Tulisan ini berbau negatif. Isinya komplain. Tapi negatif itu relatif sih, bisa aja jadi positif kalau teman-teman setuju sama aku, ahahaha!

Beberapa minggu lalu, aku naik busway ke arah Grogol. Karena ngga ada yang ngira aku hamil, jadilah aku berdiri terus dari Pancoran sampai tujuan. Sebelah aku berdiri sepertinya mbak-mbak yang sekolah di salah satu universitas di Grogol. Kalau nggak yang itu, yang itu, atau yang itu universitasnya.

Dia mengeluarkan perangkat telepon pintarnya, memasang headset, dan mendengarkan lagu yang keluar dari alat itu. Dan aku juga jadi ikut mendengarkan loh. Tapi ya gitu, kresek kresek, berisik!

Kejadian seperti itu nggak sekali dua kali aku alami. Di KRL lah, di bus lah. Banyak manusia mendengarkan lagu dengan headset tapi suaranya ke mana-mana sampai satu gerbong kedengaran. Lebay ini sih. Ya kedengaran beberapa orang di sekitarnya.

Ini sih namanya headset sudah alih fungsi.

Headset kan fungsinya supaya kita bisa mendengarkan sesuatu sepuas hati tanpa menganggu kenyamanan orang lain di sekitarnya. Privasi orang sekitar terjaga. Dan privasi orang yang lagi pakai headset pun terjaga, karena kalau ada orang ngomong sama dia jadi nggak kedengeran.

Kalau headsetnya kayak cerita aku tadi di bus atau di kereta mah apa bedanya sama speaker?

Mbak-mbak di busway tadi: "Yeee lo bisanya cuma komplain. Kalau nggak mau keganggu beliin headphone Beats by Dr. Dre!!!"


Cih, headphone itu delapan bulan uang sakuku kali ya. Menurutku, kayaknya sih nggak perlu headset mahal-mahal biar nggak ganggu orang lain deh. Aku pakai headset belasan ribu pun orang lain nggak kedengeran kok. *pernah tes, orang lain yang make*

Yang jadi masalah itu karena banyak yang ngeset volumenya kenceng banget, jadinya orang lain kedengeran. Padahal kan keluarnya suara dari headset ke kuping jaraknya deket, ndak perlu kencang-kencang lah ya. Wong aku yang di sebelahnya aja kebrebegen (keberisikan), apalagi yang make headsetnya. Kuat apa yah tuh kuping. Apalagi kalau lagi di angkutan umum, kalau ada apa-apa gimana coba. Pernah kan tuh ada orang ketabrak kereta karena ia asyik dengerin pake headset, jadi ndak kedengeran orang teriak-teriak.

Aku pribadi sih merasa terganggu kalau ada orang pakai headset trus sampai kedengeran ke mana-mana. Ada yang terganggu juga ngga?


"Yak benar, makainya kayak gitu, Pik!"
"Nah itu juga benar, tapi kok kamu jadi aneh ya."
Shirley:"Ya tak pakenya gini aja deh."
"Itu sih bener-bener malfungsi, malah dijadiin bando. Fufufu..."

Berpikir Alternatif

"Kowe ki yo, dadi wong ki sing berpikir alternatif," ribuan kali bapakku menasehati itu. Sampai bosan aku dengarnya.

Di pikiranku dulu, berpikir alternatif itu berpikir aneh! Bapakku itu sering berargumentasi mengenai hal-hal yang menurutku nggak orang lain pikirkan. Misalnya, waktu itu dia ngedumel sendiri kenapa pengobatan herbal dan dukun disebut sebagai pengobatan alternatif. Ia bingung, padahal kan pengobatan herbal dan dukun itu sudah ada sebelum ada dokter, jadi kenapa bukan dokter yang disebut sebagai pengobatan alternatif?

Pernah juga bapakku debat sama temannya budeku mengenai sel penyakit di dalam tubuh. Kalau kata bapakku, kalau ada orang sakit kanker sebenarnya sel kankernya jangan dibunuhin. Sel kanker pun berhak hidup. Rame tuh ya teman budeku debat sama bapakku. Tapi kan, penderitanya jadi menderita, kata teman budeku. Eh kata bapakku, emang manusia mau kalau sembarang diputus hak hidupnya? Kalau nggak mau kenapa musnahin sel kanker yang berhak hidup juga. Teman budeku cuma, "Ya sana jadi aktivis pendukung sel kanker!"

Jadi, berpikir alternatif itu apa sih?

Aku cuma nemu yang bahas mengenai berpikir alternatif secara definitif di sini. Di sana ditulis bahwa paradigma berpikir alternatif merupakan paradigma yang menerima adanya perbedaan. Pendapat benar dan salah tidak akan dihakimi oleh para pemikir alternatif, dan malah dijadikan sebagai alternatif itu sendiri. Ditulis pula bahwa berpikir alternatif itu berarti memahami konsep 'rahmat bagi semesta alam'.

Di alam ini banyak alternatif dan menurutku orang yang mencari alternatif itu orang yang mengerti konsep 'rahmat'. Makanya, manusia dituntut untuk terus 'iqra' dan 'iqra'. (Iqra = baca, tapi arti luasnya ga cuma baca sih, opo yo, bisa melihat, meneliti, cari tahu hal baru. Gitu deh ah.) Makanya aku sebel banget sama orang yang ngerasa bener sendiri, fufufu... Ngga ngerti arti perbedaan di dunia, huft. <- lah ini bukannya termasuk ngerasa bener, Un? Hahaha, iya sih. :P

Mungkin berpikir alternatif lebih dikenal dengan thinking outside of the box kali ya. Berpikir tidak sesuai orang umum lainnya karena yakin yang di luar box itu akan lebih solutif atau lebih oke dari yang inside the box. Inilah paradigma berpikir orang-orang kreatif yang menghasilkan karya-karya kreatif. Ya kan ya? *ngga yakin dewe*

Undangan nikah berbentuk paspor hasil berpikir alternatif. Jariku bagus ya.

Berpikir alternatif juga kalau kata Pak Mars: anti biasa.

Tapi kalau dilihat-lihat bukannya kebanyakan orang pengen berpikir beda ya. Pengen beda gitu. Kalau kebanyakan orang pengen beda, berarti sama dong, udah nggak anti biasa lagi dong, @_@ Yaaa relatif dari mana sudut pandang ngeliat alternatif apa nggak-nya dari mana, fufufu. Ini ngomong opo sih aku? Hahaha... mbuh.

Yaaa yang penting jadi orang yang berpikir alternatif dan selalu kreatif aja kali ya. Dan semoga kita selalu mengerti akan nilai ampuh kontemplasi. Hihihi, ya sudah deh. Aku sendiri bingung ini inti tulisane opo, wkwkwk. Bye bye!


 *ditulis pas lagi gatel pengen ngetik tapi nggak ada PR dan nggak ada ide nulis di blog. Eh, salah. Ide tuh di mana-mana. Akunya aja gak bisa nangkap. Akhirnya nulis ini deh :P

Yang Tak Pernah Membosankan

Tahu dong ya, kalau manusia itu makhluk yang tidak pernah puas. Kesampaian beli apa, eh bosen. Dapet apa, eh pengennya yang lain lagi. Makanya, nggak ada seseorang yang nggak punya rasa bosan akan sesuatu. Tapi ada nggak sih sesuatu yang tak pernah membosankan buat kalian, sob?

Gue nggak nanya kalo jawaban elo seputar: makan, tidur, buang air besar. Ya iyalah dari kecil kita nggak bosan-bosannya melakukan hal itu, sampai tua juga nggak bosan tuh namanya makan. Ada yang bosan nggak sih? *ragu sendiri* Ya karena itu basic needs. Kalau ditengok makannya sih mungkin nggak bosan, tapi apa yang dimakan mungkin bisa membosankan.


Kalau ditanya, "ada nggak yang nggak pernah mbosenin buat lo, Un?" *pertanyaan imajiner, gak pernah ada yang nanya soalnya*

Untuk kegiatan aku nggak kepikiran sesuatu yang khusus. Tapi untuk sebuah rasa, ada. Aku gemaaarrr sekali rasa maraschino cherry ini, meskipun katanya kayak rasa obat atau nggak rasa tinggi (hewan, ngga tau Bahasa Indonesianya apa). Kalau jalan-jalan ke supermarket dan liat sesuatu rasa cherry pasti kepengen. Cokelat lah, minuman berkarbonasi, permen atau ceri rasa maraschino itu sendiri.

Aku sebel banget waktu sebuah importir menghentikan impornya atas produk sebuah cokelat dengan rasa cherry, padahal rasa yang lain dengan merek yang sama masih ada. Fufufu, katanya nggak muter kalo di Indonesia. Yang suka dikitttt~ hiks... Sempat terobati karena waktu itu ada Coca Cola rasa Cherry, ehhh sayang karena beberapa saat hilang. Eh sekarang untungnya ada Dr Pepper, hug hug kiss kiss. Harganya 9000, nggak jauh dari coke yang sekarang udah berkisar 7000. Enak loh x)

Dari kecil aku suka rasa ceri. Sampe sekarang belum bosan.

Aku iseng dong tanya ke beberapa orang yang online malam ini mengenai apa yang belum pernah membosankan bagi mereka.

Diah Alfa Saadah, blogger.
"Blogging. Kalau makanan mungkin nasi goreng. Kalau film? Yang ada saya yang ditonton sama film. Kalau lagu Right Here Waiting."
Wah blogging, pantas saja Mbak Diah ini sudah enam tahun ngeblog tetap konsisten ngeblog. Lagunya Right Here Waiting, hmmm, aku jarang dengar tapi kayaknya kalo dengar itu udah langsung bosan kalo aku mah ahahaha!

Stupid Monkey, blogger.
"Mendaki. Buat gue sih, bahkan gunung gede udah 23 kali, setiap pendakian pengalamannya beda Un."
Ila Rizky Nidiana, blogger.
"Mungkin internet. Nggak bosan. Kalau capek aja baru nggak online."
Alaika Abdullah, blogger.
"Segala sesuatu pasti akan ketemu titik jenuh sih Na, segala sesuatu pasti akan ketemu titik jenuh sih Na."
"Wah iya mbak bener. Tapi apa ngga ada sesuatu yang belum membosankan buat mbak sampai sekarang? Kegiatan? Makanan? Lagu? Atau film gitu mbak?"
"Makan adalah kebutuhan, tapi jenis makanan yang akan menemui titik jenuh. Main adalah kebutuhan... tapi jenis permainan itu yang akan sampai pada titik jenuh."
Intinya Mbak Alaika nggak jawab pertanyaanku, ahahaha. Eh tapi bener sih, semuanya akan sampai pada titik jenuh. Sesuai dengan hukum Gossen 1: ”Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan utilitas yang semakin kecil.”
Aku juga belum bosan main bonekaa~
Ini berarti makin lama kita melakukan sesuatu atau mengkonsumsi sesuatu, tambahan kepuasaan yang kita terima sebenarnya makin kecil. Maka jadilah bosan. Eh tapi itu kan cuma teori ya, empirisnya kan bisa berbeda dengan teori.

Tapi pas ditanya, "ada yang tak pernah membosankan nggak buatmu?", kebanyakan bisa jawab 'ada'. Menurutku sih bukan nggak pernah membosankan. Tapi belum aja. Tapi mungkin titik jenuhnya ini tercapai 50 tahun lagi, hihihi... ^^

Lalu bagaimana dengan ngeblog yah... kalau Mbak Diah bilang itu tidak pernah membosankan. Kalau aku sih pernah bosan dan sekarang belum bosan lagi. Nggak tahu deh kapan bosannya ngeblog lagi hihi. Kalau teman-teman bagaimana?

Okaayy folks udahan ah baibai~

Btw, ada nggak sesuatu yang tak pernah membosankan buat teman-teman?



Di depan komputer, ditemani segelas sirup kawista yang belum membosankan juga bagiku.

Plushstories: Luka yang Harus Dijahit

Hellooo, I'm back with new story of my wedhusss. Check it out yah! Oh yeah, wedhus itu kambing.



Aku: "Kenapa, kok lesu sih???"
Shirley: "Hiks... hiks..."
Aku: "Ceritaaaa! Kenapaaa!"
Shirley: "Hiks... hiks..."
Aku: "Yehhh, main tebak-tebakan nih ceritanya..."


Shirley: "Kamu gak bisa liat apa?"
Aku: "Bisa."
Shirley: "Huhuhuhu..."
Aku: "Apa sih?"
Shirley:"Kakikuuuu!"


Aku: "Ehhh? Kok bisa?"
Shirley: "Gara-gara kemaren itu loh..."
Aku: *mengingat-ingat*


Jadi kemarin Shirley main-main sendiri, eh kakinya kejepit di tangga. Menyeramkan deh!


Iya hampir jatuh. Coba bayangkan kalau dia jatuh. Mungkin dia nggak ada di plushstories hari ini.


Untung aku melihatnya dan segera kutarik dia. Aku minta dia tenang sedikit. Akhirnya dia selamat, namun ya itu, eh ternyata kakinya sobek. Udah kemaren, kenapa dia baru sadar ya...


Aku: "Sakit nggak?
Shirley: "Nggak."
Aku: "Ooo dasar wedhus, tak jahitnya yooo. Kalau sakit bilang."
Shirley: "Oke, nggak akan sakit ini."


Karena nggak ada benang hitam, aku pun pakai benang putih. Sebenernya ada siiih, cuma males ngubek-ngubek laci aja. Dan karena aku nggak bisa jahit jadi ya asal aja, ahahaha. Yang penting Shirley sembuh.


Sudaaah! Tadaaa!


Shirley: "Horeeee, sudaah jadi kakiku!"
 Aku:"Yuhuuuu..."

Dan tau nggak sih, baru beberapa menit kemudian dah lari-lari ke mana-mana. Eh kok jadi cerita horor ya. Dan bagi yang mau tau kabar Shirley terbaru, liat foto di bawah deh...




Sudah bisa berendam dengan asiknya di bathtubnya. Dasar wedhus!