"Sudah Mencuri Gadiskah?"

Pertanyaan itulah yang menjadi alasan saya ingin pergi ke Lombok. Bertemu dengan para pria asli Sasak dan bertanya kepada mereka, "sudah mencuri gadis?" Bukannya diskriminasi, tapi kalau ketemu wanita asli Sasak, saya akan bertanya pula, "sudah diculik, mbak?" Ini karena keawaman sekaligus ketertarikan saya dengan salah satu budaya Sasak, yakni Merariq, ketika jejaka 'mencuri' pasangannya untuk dinikahi. Merariq diterjemahkan secara peyoratif menjadi 'mencuri' dan terkesan negatif di mata orang non-Sasak. Namun sejatinya, ketika pria Sasak melakukan Merariq, dianggap lebih ksatria.

Foto diambil dari Multiply Bang Depz: Trip To Sembalun

Maka dari itu, saya ingin sekali pergi ke desa tradisional Sasak. Yang rumah-rumahnya masih menggunakan bambu dan alang-alang. Dan masih menggunakan kotoran kerbau untuk campuran lantainya dan tentu saja... untuk obat pelnya. Salah satu desa adat yang terkenal ialah Desa Segenter yang terletak di kaki Gunung Rinjani. Andai saya ke sana, saya ingin bertanya pertanyaan tadi ke beberapa warga sembari berharap mereka akan mengekspos bagaimana aslinya Merariq itu dan bagaimana Merariq jaman sekarang dilakukan. Serta berandai pemaparan mereka akan membuka cakrawala wawasan saya mengenai Merariq, tak sekadar mencari infonya dari google. Saya ingin tahu kronologi dari awal 'mencuri' hingga akhirnya menikah. Nah, setelah itu, saya akan bilang kepadanya... tampiasih. Sepertinya kata itu saja yang saya tahu dari Bahasa Sasak. 

♥♥♥

Tiga Situs Pengganggu Belajar

Well yeah, aku tahu ada beberapa yang bertanya-tanya apa yang terjadi di blogku tadi malam. Banyak postingan yang yeah yeah sedikit membingungkan, mungkin? Udah gitu pas diklik nggak kebuka. Ya kan?

Apa yang bisa kubilang? Beberapa aku tahu menyebut nama orang. Aku nggak tahu nyebut nama berapa orang! Karena aku nggak tega liat dasborku dan akhirnya aku unfollow diri sendiri, ahahaha~ Tentu saja aku langsung menghubungi beberapa orang yang ditulis, salah satunya kamu-tahu-siapa, Mas Stumon, lalalala~ syukurlah nggak apa-apa. Tinggal menghubungi orang yang lain, nggak apa-apa juga.

Oh yeah, tentu saja postingan itu tidak merepresentasikan suatu apapun dariku. Ya ya, mau menilai apa, sak karepmu, wkwkwk!

Tapi jatuhnya aku yang nggak enakkk laaaa!!! Sungguh, bukan aku yang nulis itu postingan. Tapi apalagi yang bisa kuceritakan? Aku mau minta maaf aja buat yang terganggu dasbornya penuh postingan dari blogku. Kalau terganggu silahkan unfollow. Kalau masih terusik juga, silahkan japri aku. Dan aku mohon jangan tanya di kolom komentar ya, japri saja.

Sudah ah, membicarakan hal yang menyenangkan saja, oke?!

♥♥♥

Mehmehmehmeh, aku benci menemukan situs yang mengasyikkan menjelang ujian. Selain blogger.com tentunya. Ini membuat mata kuliah yang kuambil pesonanya teralihkan dengan situs-situs itu. Dan sekarang, aku lagi minggu ujian...

Ada tiga website yang menggangguku dan Aji, temanku. Bukannya belajar kami malah asyik mencoba-coba situs itu:

1. KaraokeParty.com


Situs yang berbasis di Swedia ini menyediakan layanan untuk karaokean. Ada yang gratis dan ada yang membayar. Aku menemukannya ketika googling backing track buat recording. Pas kuklik eh, ternyata seru sekali. Part paling asiknya ialah kamu bisa merekam suaramu dan bisa battle karaokean sama orang sedunia, woohoo!

Lagunya nggak lengkap-lengkap amat, tapi lagu baru lumayan banyak. Beberapa hari terakhir ini aku suka karaokean di situ, meski diteriak-teriakin 'BERISIK' sama orang rumah. Apalagi pas nyanyi You Raise Me Up, sudah tinggi, pitch tidak bisa diganti, jadilah suaraku mirip suara biola yang dimainin sama orang bego biola kayak aku.


Aji akhirnya join juga dan lagu pertama yang kami nyanyikan bersama itu Waka Waka-nya Shakira. Aji mengaku tanpa sebab ketawa sendiri, aku jugaaa... padahal kagak ada yang lucu. Akhirnya, nyanyinya nggak maksimal, deh ketawa mulu. Tapi oke lah, nilaiku lebih tinggi daripada Aji.

Ketika kamu karaokean di sini, keliatan suaramu fals apa kagak. Wkwkwk... Apalagi kalau recording, kalau falsnya banyak, nilainya jelek, trus di akhirnya kita dinilai tone deaf = buta nada = budeg. Hihihi!

2. Simsimi.com

Ini aku baca di mana sih ya! Yang reviu ini bikin aku nggak belajar Ekonometrika 2! Ahahaha... Aku tahu pertama kali ini di blognya Mbak Nufa NF. Waktu aku coba, kok internetku dc, jadilah waktu itu belum begitu menikmati asiknya Simsimi. Baru empat jam sebelum ujian aku mencoba.


Simsimi ini robot chatting yang ikonnya digambarkan oleh seekor ayam kecil berwarna kuning. Bisa bahasa macam-macam lagi. Daripada yang English, seruan yang Bahasa Indonesia. Dan entah kenapa kok percakapannya kebanyakan sensi sama Cherrybelle ya hehehe.

Simsimi ini bisa diteach, tinggal login pakai akun facebook. Jadi kalau ada orang ngomong itu, bisa dibales sama Simsimi yang kamu ajarin. Kadang-kadang suka nggak nyambung, tapi seru sih... Bisa juga buat orang yang gak pernah digombalin, jadi nyuruh simsimi nggombalin, hahahaha! #bukangue


Meh, jawaban pertanyaan 'Kamu kenal Aji?' nggak seasik kemaren. Kemaren padahal jawabannya, 'alay booo'. Coba aja seru kok, hehe. Temenku aja sampe masa bodo sama belajar ujian, malah mainan Simsimi.

3. Akinatorhttp://en.akinator.com/

Kalau ini bukan aku. Tapi temanku. Abis kesenengan sama Simsimi, dia nanya situs apa lagi yang asik. Kubilang aja Akinator. Dia mainan, aku melanjutkan belajar... uhuk.



Akinator ini ceritanya jin virtual yang menggunakan baju gamis biru dan bisa menebak tokoh/orang yang sedang kamu pikirkan. Tokoh ini bisa yang kamu kenal dalam keluargamu, orang terkenal, tokoh di film, tokoh di anime, mainan, dan lain-lain. Ingat sekali aku pertama kali memikirkan sosok Barbie, ya sesuai sama diriku gitchu deh.

Tinggal klik Play isi identitas, username, umur, dan jenis kelamin. Nanti kamu akan ditanyai pertanyaan oleh si Akinator. Tersedia lima pilihan jawaban, Yes, Probably Partially, I don't know, Probably Not/Not Really, dan No.

Waktu dia bisa menebak tebakanku, waw keren banget hehehe. Tentu saja namanya robot, kadang salah. Tapi tetep keren sih menurutku. Si Aji sampai sebel semua orang yang dipikirkannya ketebak semua dari Hilary Duff, Lenin, hingga dirinya sendiri...

Oiya, kalau tokoh yang kamu pikirkan itu kamu sendiri, Akinator juga bisa jawab, heuheuheu. Tapi ya gitu... hasil akhirnya begini nih!


Me he he he, ya sudah deh ya segini dulu aja. Bye!
Ada rekomendasi situs asik kah? Share dong. *makin nggak belajar ini mah*

♥♥♥

Tentang Hari Ini

Judulnya nggak catchy blas! Yowis ben!

Hari ini, aku ambil hadiah di kantor Voice of America di Gedung Deutsche Bank lantai 10. Aku ditemani oleh adikku. Wow, gedungnya futuristik sekali eksterior dan interiornya, Ich liebe gedungnya deh...


Jam sepuluh lebih tiga menit aku sampai di kantor VoA, disambut oleh Mas Dian dan Pak Frans, director VoA Jakarta. Lalu, Pak Frans memberiku kardus putih hadiah kontes. Rupanya, Pak Frans ini satu almamater denganku. Dari teman-teman seangkatan yang tersohor yang ia sebut, sepertinya ia sekitar 28 tahun lebih tua daripadaku. Hahaha... penting amat yak ngitung umur!

Aku berjabat tangan dengan Pak Frans dan Mas Dian dan temannya mengambil gambar kami. Kemudian... Mas Dian bilang, "Una, diwawancara sebentar ya." Mana kamera videonya kamera yang begitu  pulak. Yang begitu? Ya begitu deh...

"Mas akuuu maluuu!"
"Cuma wawancara dikit kok, tenang aja," kata Mas Dian.

Hari ini rambutku nggak kribo beruntungnya aku, tapi muka lusuh heuheuheu. Mas Dian menanyakan motivasiku ikutan kontes ngeblog. Jujur saja kubilang hadiahnya, plakkk... Trus ditanya gimana menulis buat kontesnya... heuheu, aku salah nyebutin nama orang lagi di sini! Harusnya Ferdy Tumakaka malah kubilang Rendy Tumakaka, duhhh semoga nggak ketara-ketara banget salahnya. Ini karena adikku pas di jalan nyeritain temannya yang bernama Rendy, eh keikutan.


Udah gitu aku nyebut VoA itu Voa, bukan Vi-O-E. Tapi ya sudahlah ya sudah berlalu...

HUAAA, TADI AKU SALAH NGOMONGGG!!!

Abis dari Deutsche Bank jalan ke Plaza Indonesia, nonton Men In Black III. Waw, keren… kocak, sekaligus terharu di akhirnya. Baru kali ini aku nonton MIB. Ngemil-ngemil eskrim lah, liat-liat, sama beli-beli, hihihi xD

Nyebrang ke Grand Indonesia, beli buku titipan teman. Pulang deh. Pamer yang kubawa dan kubeli dulu ahhh, hihi ^^

Isi goodiebagnya. ^^

Buku titipan temanku.

Klip gambar lampu.

Brush pembersih komedo hitam. Kakiku yang hitam.

Ini apa ya? Baca aja sendiri tulisannya, wekekeke...
Oya, yang belum ikutan kontes ngeblog VoA, jangan lupa ikutan! Halaman penjelasan mengenai lomba ada di:
 www.voaindonesia.com/section/voa_blogging_contest/2173.html


♥♥♥

Blogger Look-Alike

Postingan ini lagi-lagi ngomongin orang ^_^
Maaf ya yang aku omongin di sini, huihihi...

Pertama-tama aku mau minta maaf dulu karena mencomot gambar tanpa izin di blog kalian. Nggak tahu ya beberapa minggu terakhir ini, ada aja yang foto blogger yang kulihat kok mirip itu ya, atau lagi nonton apa, kok mirip blogger itu ya. Nggak tahu dehhhh... Nah di bawah ini ada tiga blogger yang menurutku mirip seseorang yang aku lihat.

1. Nchie Hanie vs. Koharu Kusumi

Mbak Nchie ini tadinya aktif di blognya yang berbasis di blogdetik hingga kemudian kembali lagi ke blognya di blogspot. Nah, entah perasaanku atau gimana, sejak di blogspot Mbak Nchie jadi lebih sering mengunggah fotonya ke laman postnya.

Sudah lama aku tuh terngiang-ngiang, Mbak Nchie ki kok rupane koyo sopo tho yo... Kayak pernah liat gitu. Pas aja aku nyetel lagu Morning Musume di iTunes-ku, dan sadar... oiya Mbak Nchie itu mirip Koharu Kusumi, salah satu ex-member Momusu. Oiya, Momusu ini girlband Jepang.


Hehehe, mirip nggak menurutmu? Menurutku kok mirip ya. Nggak tahu deh kenapa, hihihi... ^^

2. Andi Eksak vs. Bruno Mars

Maaf ya buat para penggemar Bruno Mars. Jadi begini, beberapa hari lalu aku karaokean di salah satu tempat family karaoke di tengah Jakarta bersama temanku. Nah, temanku memilih lagu Bruno Mars yang judulnya Just The Way You Are. Aku yang nggak apdet banget sama lagu terbaru, nggak pernah perhatiin tampangnya Bruno Mars kayak apa.

Palingan dengar lagunya, tapi ya udah. Satu-satunya video klip yang aku tonton sebelumnya yang ada monyetnya itu lho. Lazy Song. Karena aku nggak bisa nyanyi Just The Way You Are, yang aku cuma lihat layarnya thok. Eh tak lihat-lihat Bruno Mars kok mirip Andi Winarso ya... Eksak itu lho...


Mirip nggak? Lalalala...

3. Mbak Indi Taufik vs. Mbak-Mbak Model Loreal

Baru kemarin aku digeret-geret nyokap buat ke salon mengingat rambutku yang jewowok dan kering sekali. Ke salon deh deket rumah. Dan untuk pertamakalinya nyoba hairspa, hihihi... Naaaaahh, di meja resepsionis salonnya ada apa ya namanya, kayak iklan gitu lah. Dari karton licin, iklan cat rambut Loreal.

Bentuknya piramida dan setiap sisi gambar model dan warna cat rambut yang ditawarkan berbeda. Trus pas sisi bagian warna wine reddish, aku langsung nyeletuk 'Mbak Indi!'. Serem amat ya tiba-tiba ngomong sendiri gitu. Tapi langsung inget soalnya, model rambutnya mirip dan kalau ingat Mbak Indi asosiasinya sama kata brunette. Yaaa wine reddish kan juga warna rambut gitu, jadi cling aja gitu inget Mbak Indi!


Mirip kaaaannn? Hehehe...

Hihihi, aku lagi minggu-minggu ujian. Pengen ngepost yang santai-santai~ rrr yeah biasanya juga santai sih. Maaf ya yang fotonya kupasang di sini huhuhu, kalau nggak berkenan aku bisa hapus. ^^

Happy monday, happy blogging!
Oh iya kelupaan, kalau aku mirip siapa ya... ini diaaa, jeng jeng jeng!


Hug hug kiss kiss. ♥♥♥  

Bertepuk Sebelah Tangan

Hari sabtu bagi aku dan saudaraku berarti nonton Indonesian Idol. Lho, Idol kan Jumat? Yes, itu karena kami nggak menonton televisi. We do youtube-ing. Hehehe, TV di rumah kesemutan dan malas liat iklan.

Tadi nonton video seorang kontestan nyanyi sebuah lagu yang berjudul Pupus. Videonya diulang dari awal, kami pun menirukannya namun lebih dramatis, aku dan saudaraku berteriak sambil bergaya, "baruuuu kusadariiii cintaku bertepuk sebelaaah tangannn."

Lalu aku teringat, aku sudah lama nggak tahu maksud frase bertepuk sebelah tangan. Kutanya sama adikku, apa sih arti bertepuk sebelah tangan?


"Gini lho mbak. Misalnya kamu naksir orang. Tapi orangnya nggak suka sama kamu. Itu bertepuk sebelah tangan."

"Oh, itu sih sudah biasa aku. Eh, bukan bukan. Maksudku bukan itu. Aku tahu kalau arti kiasannya, tapi kalau nggak kiasan, maksudnya gimana tuh?"

Kayak misalnya frase panjang tangan kan bisa kebayang tuh, digambarkan tangannya panjang jadi bisa mengambil barang dengan gampang. Atau misal menegakkan benang basah, kan bisa dipraktikkan. Atau mencari jarum dalam jerami, emang kalau dipraktikkan susah nyarinya. Nah, kalau bertepuk sebelah tangan itu gimana?

Maaf ya, aku memang bodoh sampai beginian aja nggak tahu.

Eh, adikku juga nggak tahu. Dia mempraktikkan tepuk tangan seperti foto di bawah.


Yeeee, itu sih bertepuk SETENGAH tangan, bukan sebelah!
Selanjutnya dia mempraktikkan tepuk tangan tapi nggak kena.
Jiaaah itu sih mau tepuk tangan diganggu angin.

Tidak ada kesimpulan.

Sore ini aku tanya sama ibuku, bagaimana sih bertepuk sebelah tangan itu.

"Alah, bertepuk sebelah tangan ki nak seneng karo wong njuk…"

"AAAH, BUKAN ITUUU. Maksudku gimana kalau kata itu bukan kiasan."

"Ooo, ngene lho." Ibuku menunjukkan tepuk tangan pakai satu tangan.


Aku ikutan mencoba tepuk tangan pakai satu tangan.

Aku bilang, "Bu, kalau tepuk tangan sebelah gitu kasian banget ya kelihatannya… menyedihkan, dan… kayak orang bego."

Kata ibu, "Ya makanya, orang yang bertepuk sebelah tangan itu emang kasian. Wong tepuk tangan sebelah beneran aja sudah kasian tho kelihatannya. Apalagi yang benar-benar bertepuk sebelah tangan yang istilah kiasan itu. Sedih…"

Aku, "Hooh…" Masih tepuk tangan pakai sebelah tangan.

♥♥♥

Serba Salah: Antara Ketegasan dan Ketidaktegaan

Postingan ini bersifat ngomongin orang. ^_^
Orangnya nggak pernah mampir blog ini sih. Tahu gue paling juga kagak.

Semester ini, gue ambil pelajaran namanya AKP. Analisa Kecantikan Perempuan. Boong. Setelah ujian tengah semester, ada tugas kelompok. Nah, kelompok gue ada empat orang. Terdiri dari Ari, Aji, Abe, dan Anu. Eh, maksudku Una. Biar A semua gitu depannya. Oh ya, nama-nama tadi lupa disamarkan.

Singkat cerita, ada anggota baru karena ada alasan tertentu. Namanya Shaun. Kalau ini jelas-jelas disamarkan. Shaun ini anak angkatan setahun di atas gue. Tugas kelompok AKP ini adalah membuat reviu kebijakan publik apapun. Pengerjaannya dari pembuatan paper, presentasi, dan revisi paper. Dari awal diskusi, membuat paper, hingga presentasi, si Shaun tidak pernah ikut ambil peran. Tak pernah masuk pula. Presentasi pun ia tak masuk.


Kami sudah bilang ke gurunya, katanya, ia tak usah dimasukkan namanya dalam paper. Karena katanya yang rugi kami sendiri. Oke. Ujian segera tiba. Tak sampai dua minggu lagi paper yang sudah direvisi harus dikumpulkan. Eh tadi sore, lagi asik-asik numpang baca di Gramedia, si Shaun mengirimkan aku pesan.

"Anu, siang, ini Shaun, sekelompok AKP yang ga dtg, saya minta maaf bgt kmaren gabisa dtg, saya gatau kalo kemaren persentasi, maaf bgt, bisa ga kalo nama saya tetep ada di kelompok? Soalnya ini taun trkhir saya kuliah, tolong bgt bantuannya anu, saya msh bisa ngelakuin apa skrg? Saya lakuin pasti. Maaf lg sebelumnya, thxx"

"Atau kalo mau ketemu dulu gitu gimana? Hp saya baru bener. Maaf"

Membaca bagian kalimat 'saya msh bisa ngelakuin apa skrg? Saya lakuin pasti' mata gue pun langsung hijau. Kebayang-bayang balasan yang akan gue kirim.

Ilustrasi.
Masih bisa ngelakuin apa? Dia pasti bakal lakuin. Hmmm…
1. Hari Senin, bawakan gue paket BigMac ya. Ah terlalu cetek permintaannya.
2. Beliin saya galaxy tab ya. Kurang mahal.
3. Bayarin tiket liburan ke US buat teman-teman sekelompok ya Shaun!
Kenal juga kagak, mau balas kayak gitu. Hehehe… ngaco lu, An. U.

Lagi siap-siap mau baca Marmut Merah Jambu tumpangan, eh diSMS begitu. Males banget gue… Hal pertama yang gue lakuin adalah, menelepon tersangka utama yaitu Ari yang jelas-jelas memberikan nomer telepon gue kepada dia, ahahaha. Soalnya mereka seangkatan. Dan lagian, gue bahkan lupa tampang Shaun kayak apaan x_x

Ari bilang, kita udah kesepakatan bakal nyoret namanya. Lagipula Shaun kan nggak ada kontribusi. Oke, gue bales ke Shaun. Eh dia SMS lagi. Intinya mohon-mohon ditulis namanya, biar dia lulus pelajaran itu. Dia mau disuruh ngerjain apa aja. Soalnya kalau enggak, dia bakal lima tahun kuliahnya.

Mewww… jadi bingung kan gue. Mau tegas gimana… tapi nggak tega. Kalau mau nggak tega… dia nggak kontribusi apa-apa.

Gue telepon Aji. Awalnya dia bilang, masukin aja namanya. Tapi dicoret. Benar-benar dicoret arti sebenarnya. Ditulis namanya tapi distrikethrough. Shaun. Pas gue cerita kalau dia gak lulus pelajaran ini, dia bakal lima taun kuliahnya, Aji nggak tega.

Sama aja waktu gue tanya pendapatnya Abe, dia awalnya vote enggak. Maksudnya enggak usah ditulis namanya. Eh, pas gue kasih tau dia gak mau lulus lima tahun. Dia nggak tega juga, ahahaha

Mana gue tadi migren. Suru mikir gituan, udah gue bales lagi. Eh dia masih mohon-mohon. Gimana ya, kasian juga sih… gue sih aslinya nggak masalah dia mau free-rider atau gimana. Cuma nulis nama anggota yang nggak kontribusi di makalah, it's not a big deal. Aku nggak rugi apa-apa. Cuma ya, dia untung. Toh, itu tanggung jawabnya dia, ke moral dan ke Tuhan.

Tapi pun gimana ya, dia nggak kontribusi. Ya dia emang minta supaya dia bisa ngerjain apa gitu, nahhh kita musti ngejelasin ke dia kan apa yang harus dikerjain. Repot lagi. Padahal kita harusnya sudah tenang, karena tinggal revisi dikit saja. Whew, pusinggg…

Bingung kan lo kenapa ada gambar ini? Hehehe, soalnya makalah kelompoknya temanya rokok.
Dia SMS banyak banget. Gue nggak tega. Tapi gimana T.T

Teman-teman sering nggak menemukan kejadian serupa? Mau menolak tapi nggak tega?
Menurut kalian, si Shaun sebaiknya digimanain? T.T

Malas Online Berhadiah

Beberapa hari ini, aku malas sekali namanya duduk depan komputer. Andai bisa sambil tengkurep gitu ya... Mosok naruh monitor ribet-ribet ke lantai. Hihihi... ya pokoknya bawaannya males internetan, ngeblog setengah jam, BW cuma yang atas-atas, trus tidur.

Nah, kemarin pagi, aku pulang dari sekolah, di kereta. Pagi? Pulang sekolah? Iya hihi, soalnya jam setengah sebelas dah pulang. Nah, sambil berdiri di kereta, aku cek-cek e-mail, eh isine spam kabeh rek, dari foredi, abecell, dan lain-lain. Tapi ada satu keselip nama manusia: Dzulfikar Al-A'laa. E-mail notifikasi komentar di postingan Indonesia Kreatif, Indonesia Bisa! darinya.
Selamat atas kemenangannya menjadi pemenang pertama kontes blog voa edisi maret 2012. Artikelnya menarik dan menginspirasi.

Salam
Andai ada yang ngesyut ekspresiku gitu ya. "He? Becanda nih... Perasaan terakhir mampir postingan VoA yang menang Mas Glen Tripollo deh." Buru-buru aku liat page-nya Kontes Ngeblog VoA, eh bener dong. Glen Tripollo itu pemenang yang edisi Februari 2012 rupanya. Aku bahkan nggak bisa menggunakan kata-kata, apa yang aku rasakan waktu itu, hihihi. Naik kereta 20 menit berasa cuma dua menit deh, beneran.

Ngapain diblur coba yak, wkwkwk...

Saking nggak percayanya, aku refresh ulang kali dan masih lihat namaku, belum berubah. Ahhh, senangnyaaa... Hihi baru saja tadi pagi aku dijapri sama pihak VoA-nya. Wehehehe, bagi yang belum ikutan, kontesnya VoA itu bulanan. Ikutan aja hihi ^^ Terimakasih VoA, terimakasih Mas Dzulfikar!

Pulang-pulang kepanasan karena jalan kaki dari stasiun ke rumah, buka pintu. Eh di atas piano tergeletak dua paketan yang sudah jelas pasti buat aku. Yang pertama dari Mbak Titik, hadiah giveaway yang diadakannya. Aku menang yang kategori flash fiction, hehe, bisa dibaca di Hiatus yang Tak Hiatus. Paket kedua dari Mbak Nurmayanti Zain. Hihi senangnyaaa!

Mari kuintip apa isi paketannya.


Paket Mbak Titik bungkusnya kertas kado batik, motif apa ya itu parang apa mbuhhh... isinya ya hadiah GA-nya berupa buku antologinya Mbak Catastrova Prima yang berjudul Suburban Love. Sudah baca sampai selesai hihi ^^ Eh ternyata ada postcardnya juga <3


Suka banget sama gambar postcardnya. Gambar cherry blossom. Sakura di kuil Heian-jingu, Kyoto Dulu aku pernah pakai ID Yahoo yang berarti bunga ceri. Hihi cocok, cocok. XD



Paket kedua dari Mbak Maya, hihihi!



Gambar kertas kadonya sesuai banget sama ama aku, ada cake, eskrim, aku doyan semua, wihihihi. Isi paketnya banyakkk, ada buku dzikir, henna kuku, kaos I love Makassar, gantungan kunci boneka dan FT Unhas, dan surat cinta. Ah tapi rahasia ah isinya apaan...


Nggak jadi rahasia deh, hehehe... eh tapi kayaknya nggak kebaca juga tulisannya di fotonya hehe. xD

Kemaren lusa pun aku dapet paket dari Unilever, empat biji sampel Citra Lasting White. Aku nggak inget blas, kok bisa dapet sample ini ya... Ikut kuis atau apa aku juga nggak tahu kenapa dikirimi ini. Nggak ada tulisannya soalnya di paketnya, dan itu pun alamat salah... jadi pak posnya nyasar... mbuh deh...


Eh kok ya pas malas internetan, malah banyak dapet paket hihi. Ngomong-ngomong males ngeblog, pernah tuh beberapa minggu lalu aku nggak posting lima hari. Eh pembaca loyal yang selalu silent reader tumben-tumbenan isi cbox, katanya, "kok sepi..."

Aku kirim pesan lah pada tuh orang. Aku bilang, aku bingung mau nulis apa. Nggak ada ide nih, males juga.

Dia bales gini nih, "Iya, kamu malah yang males.. Jangan bikin pembaca kecewa doooonggg.. Pliiiiss ;*"

Kubales lagi, "Huakakak, Loyal reader nih yey. Kadang tu gua ga ada ide mau nulis apa huhu. Cerita kambing blum ada yang baru juga"

Dia bales lagi, "Kaya ga hidup aja ga punya cerita apa2.."

He? Nggak hidup? Aku hiduuupppp hueeeeee!!! (Eh itu SMSnya, sama persis lho setitik komanya, hihi.)

♥♥♥

Kelupaaaaan, ada menang satu lagi hihi, baru tau tadi jam 1 malam. Kaget, syok! Soalnya aku nggak mendaftarkan postinganku, eh menang hihihi. Tadi malem dikasih tau Mbak Rie, kalau menang blog review gathering KEB. Pengumumannya ada di postingan Pengumuman Pemenang “Blog Review Gathering KEB 29 April 2012.

Terimakasih yang baca postingan ini sampai habis. Cuma ingin curhat saja... Intinyaaa... saya lagi girangggggg sekaliiiiii! Terimakasih buat VoA, terimakasih buat Dzulfikar, terimakasih Mbak Titik, terimakasih Mbak Maya, terimakasih buat Unilever atas sampel Citra-nya, terimakasihhhh buat semuaaa <3 <3

Kiss kiss hug hug.


Doll Story: Nona yang Tersesat

Huihihi, halooow. Tadinya mau postingan curhat nih, tapi nggak jadi hihi berhubung aku barusan tadi sore moto boneka ini. Keingetan foto danboard di postingan Mbak Dini Haiti Zulfani, jadi kepikiran moto boneka baruku ini <3 <3 check this out!

♥♥♥


Di mana aku?


Sepertinya ini bukan Makassar. Tapi kota apa? Di mana aku sekarang? Tak ada yang kukenal! Aku akan tidur sebentar.


Sepertinya ada yang melihatku. Siapa?


Aku bangun. Penasaran siapa yang melihatku.


He? Domba raksasa? Siapa mereka?


Aku di mana?

♥♥♥

Seorang blogger peramah, sopan, dan jenius dari Makassar memberikanku gantungan kunci boneka ini, lucunyaaa... bonekanya mirip aku pun, sama-sama cantik. ^^ *bagi bagi kresek*

♥♥♥

Versatile Hand

Versatile Hand? Ayo tebak, postingan ini aku mau bahas apa? Simpan jawabanmu dalam hati ya. ^^

♥♥♥

Waktu itu aku ke toilet di budget terminal Changi, aku ingat sekali nama janitor wanita yang bertugas di sana ialah Tuminah. Turunan Jawa kali ya, tapi bukan itu yang aku mau bicarakan. Ia membawa sebuah tongkat penjepit yang digunakan untuk mengambil sampah tisu atau sampah yang tak sengaja berserak di toilet. Ia membersihkan tepi kloset duduk juga menggunakan penjepit itu.

Di toilet Disneyland pun aku juga perhatikan, cleaning service yang bertugas pun menggunakan sebuah penjepit untuk mengambil sampah yang tak sengaja tak masuk dalam lubang tempat sampah. Membersihkan kloset pun pakai itu.


Nah... selama ini di sini (atau aku yang kurang g4uL, mbuh ya) aku belum pernah lihat janitor toilet yang menggunakan penjepit itu. Biasanya, mbak-mbak janitor hanya mengambil tisu dan membersihkan pinggir kloset dengan tisu atau lap yang langsung dipegang dengan tangannya. Mengambil tisu yang jatuh di lantai pun, menunduk badannya dan diambil dengan tangan langsung.

Mendadak aku langsung kagum sama tuh penjepit. Alat yang nggak seberapa tapi benar-benar membuat para pembersih toilet bekerja dengan lebih mudah. Dan membuat lebih manusiawi. Pelanggan/passenger/konsumen di sebuah gedung swasta atau tempat umum berhak mendapatkan fasilitas toilet dengan sanitasi yang terjaga dan higienis. Tapi para pekerja toilet itu? Meski tugasnya membersihkan, ia juga berhak akan higienitas kan?

Ah... makanya aku suka sama tuh alat itu.

Baru aku cerita dengan temanku mengenai kekagumanku dengan sebuah alat yang simpel ini, beberapa hari kemudian aku menemukannya di supermarket, lalalala...


Aku tak tahu sama apa tidak, tapi konsepnya sama. Tongkat ini seakan-akan menjadi perpanjangan tangan gitu. Mengambil barang yang agak jauh, tak perlu badan menghampiri. Apalagi kalau jatuh di kolong, tangan musti masuk-masuk gitu. Dengan penjepit ini hal itu akan lebih mudah, ahahahaha kok aku jadi promo ngene tho...


Istilahnya versatile hand yang kalau diindonesiakan menjadi tangan serba guna. Dan memang serba guna sih, buktinya bisa buat membersihkan toilet hihi ^^ Kalau yang kulihat di toilet itu kayaknya nggak seringkih yang aku beli, mungkin dari logam kali ya.

Nah cara kerja pekerja toilet yang kulihat itu begini.


Uwel-uwel tisu, lalu jepitkan tisunya di penjepitnya, bersihkan pinggir toilet deh, hihihi...

Mbakku bingung buat apaan tuh barang, kujelasin aja. Misalnya begini nih... Lagi kepengen nonton Sabrina euy, tapi agak jauhan, malas berdiri euy. Duh, tontonannya jadul amat ya. Tinggal arahkan penjepit ke wadah VCD Sabrina. Dan...


Ketangkep dehhh VCDnyaaa!!! Eh mbakku nggak ada apresiasi, "Opo kuwi, bikin males aja tuh barang!" Hahahahaha... Oiya, panjang penjepit ini 84 cm, gak panjang-panjang amat tapi fungsional kok. Fungsional bikin males, hihihi nggak ding =p

Yang aku lihat dari janitor wanita itu, mereka tak perlu merunduk terus menerus dan menggunakan langsung tangannya untuk mengelap pinggiran toilet. Dengan begitu mereka juga mendapatkan hak mereka akan kenyamanan dan kebersihan. Apalagi pinggiran toilet kan penyakitnya banyak tuh. Hiiiii! Hemmm, ada yang pernah lihat janitor di sini menggunakan penjepit itu?


Coba dibuka hatinya, tebakanmu benar nggak dengan apa yang kubicarakan? Hihihi. ^^

♥♥♥