Nostalgia SMA: Lomba Jepang di Don Bosco

Ngutek-utek e-mail lama, kok nemu file ini. Yasudah ku download saja, dan duh muka kami dulu polos sekali. Hahaha... Waktu itu kami mengikuti Kuis Bahasa Jepang di ASMI Santa Maria Don Bosco Pulo Mas. Ada Sensei Retno, Ira, Ali, Faizi, Rizal, Evita, Windy, Cumi, dan Rizal. Aku, Ira, Ali, Faizi, Cumi ikut kuis bahasa Jepang. Sedang Evita dan Windy mengikuti lomba karaoke. Aku masih inget, lagu yang dinyanyiin Evita judulnya Fukai Mori.



Kalo gak ada akunya, barisannya rapi. :|

Ira masih muda...



Makeover by Photoshop




Iseng lagi... pake foto Affi bukan karena ngefans tapi karena foto diaaaa paling banyak di komputerku >,<

Arjun Ayyangar

I opened youtube to find Portugal national anthem in instrumental version, and then I found a video which a little boy played the anthem with piano. His name Arjun Ayyangar. I could only say: WOW! And I saw the suggestions video in the right bar and there were many other national anthems played by him. He can play Indonesia Raya, too!

After I googled his name, I learned that he knows to play all national anthems of all recognized countries in United Nations. There are 176 countries! Amazing. The biography in his web said: "At age 2 he was proficient in reading and could read headlines from magazine articles. He could identify all countries on the globe and their flags and name their capitals. Arjun could name all the US presidents, identify the states on the US map and name their capitals, as well." Envyyy... hahaha...

He is gifted with perfect pitch and natural instinct of music. He can identify and hear musics and play it from 'ear'. I added here his video playing Indonesia Raya:


I felt touched. T_T

Nasib Perut Asia

Googling googling, ternyata kebanyakan perut Asia memang tidak toleran terhadap laktosa. Akibatnya, setelah minum susu, perut pun menjadi mules, atau mual, hingga diare. Saya yakin teman-teman sudah jarang yang seperti ini. Tapi saya enggak. Saya termasuk perut Asia ini. Saya sendiri adalah seorang pemakan segala hal. Tetapi tak dapat saya hindari bahwa ternyata perut saya juga banyak intoleransinya. Dari santan, bumbu kacang, MSG (chinese restaurant syndrome), hingga susu.

Hampir setelah minum susu, perut saya bergejolak. Baik itu hanya mules sesaat atau bukan. Paling parah pernah saya alami waktu kelas 2 SMP. Saya minum susu lowfat yang wadahnya kardus satu liter. Dan beberapa menit kemudian perut saya bergelinjang, dan saya memuntahkan isi perut saya. Makan sedikit keluar lagi, minum air pun juga keluar. Alhasil ember ditaruh dekat tempat tidur saya. Saya keringetan karena capai muntah terus. Mana waktu itu lagi minggu ujian. Fiuh... setelah malam akhirnya berakhir juga muntahnya. Awalnya dikira susu itu sudah bau atau basi, tapi anehnya susu itu masih baru dan tanggal kadaluarsanya masih jauh. Memang dasar perutnya aja itu mah...

Nah, saat menulis blog ini saya juga lagi diare akibat susu. Saya memang jarang minum susu sampai akhirnya saya minum susu kotak Frisian F*** beberapa malam lalu. Setelah minum susu saya diare. Tapi kukira berhenti sampai situ saja, eh sampai tiga malam kemudian masih saja diare. Minum sedikit keluar, makan sedikit pun keluar. Sama kasusnya waktu SMP namun berbeda tempat keluarnya... hehehe.

Untuk para penderita lactose intolerance ini sebaiknya minum susu yang rendah laktosa atau tanpa laktosa. Atau susu kedelai. Yuck, sialnya saya tak suka susu kedelai. Ya, jadi apakah Anda termasuk penderita lactose intolerance juga? *nyari temen*

Kunci Mendapatkan Paspor

Itu saya loh...
Kamis pagi, saya pergi ke Kantor Imigrasi sementara Jakarta Selatan untuk memperpanjang paspor. Pasporku habis Januari tahun depan. Saya sebenarnya juga bingung buat apa saya punya paspor tebal-tebal kalau kenyataannya kemarin capnya cuma dua negara. Hihihi... yaaa kali aja tahun-tahun mendatang saya bisa menambahkan 100 cap negara di paspor saya. Amiin.

Saya dapat antrian nomor C0053, sedangkan adik saya C0052 dan ibu saya C0054. Padahal yang dipanggil ada tiga prefiks, A, B, dan C. Waktu kami sampai ke atas, antrian yang masuk baru sampai A0026. Itu berarti mencapai nomor saya, harus menunggu = (53-26) x 3 = 81 oranggg! OMG. Padahal ya satu antrian itu bisa lebih dari lima menit.

Sudah satu jam menunggu, nomor antrian baru sampai 35. Di sela-sela mengantri, petugas imigrasi berbicara dengan pengeras suara.

"Sampai saat ini kami sudah menerima permohonan pembuatan paspor mencapai 220 orang..."

Like I care.

"... kunci utama untuk mendapatkan paspor adalah sabar menunggu."

Bapaknya bisa juga ngelawak. Saya langsung cekikikan sendiri. Lihat kiri kanan nggak ada yang kenal, saya langsung menutup mulut.
...

Nasib mengurus paspor di Indonesia sangat menyedihkan. Antrian yang banyak, alat yang sedikit, ditambah SDM yang kerjaannya BBM-an dan main handphone. Kantor imigrasi sementara tidak terlalu besar. Dan lantai satunya hanya separuh, jadi dari balkon kami bisa melihat apa yang para pekerja imigrasi lakukan. Andai di sana tidak dilarang memotret...

Berjajar meja para pegawai berseragam itu dan mereka sambil menandai dokumen, menandatangani segala macam. Tetapi di sela-sela pekerjaannya, ada yang menelepon dengan telepon genggamnya. Ada yang di mejanya terdapat tiga handphone dan sesekali mengeceknya. Ada yang malah baca majalah padahal di mejanya ada tumpukan dokumen. Ada yang makan padahal masih jam 10. Ada yang memasukkan beberapa lembar 50.000-an dalam tisu dan diulurkan ke sesama pegawai. Ada yang... ada yang... ahhh, kalau mereka masih kecil rasanya pengen nyubitin satu-satu.

Setelah hampir dua jam menunggu akhirnya saya masuk ke ruang photo. Dan keadaannya tidak lebih baik. Ada petugas imigrasi yang menyela antrian untuk 'klien'-nya. Ada yang ngobrol sama sebelahnya. Ada yang mainan handphone juga. Mas yang mewawancara saya malah BB-an mulu. Nengok-nengok ke meja lain, mas yang ngurus ibu saya juga mainan iPhone. Yah sudahlah, saya sabar saja.

Kata ibu saya, untuk perpanjang paspor malah lebih gampang di luar negeri. Maksudnya di KBRI-nya. Karena orangnya nggak neko-neko kayak di sini. Oh gitu ya... lima tahun lagi saya perpanjang paspor di luar negeri ah. Amiin. Hihihi...

Pohon Nangka

Gara-gara ambil kelas Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, tiba-tiba aku keinget pohon nangka di rumah simbah di Jogja. Aku pernah menangisi pohon nangka. Well, bukan aku. Tapi kami. Aku dan sepupuku Affi.

Aku sama Affi kalau keinget-inget bawaannya pengen ketawa. Waktu itu tahun 2001, umurku 10 dan Affi 9 tahun. Dan kami berdua nangis sesenggukan di kamarku karena pohon nangka. Akhir 2001, tanteku akan menikah. Acaranya tidak terlalu besar dan diadakan di rumah simbah. Tanteku juga tinggal di rumah simbah. Resepsinya menggunakan bagian dalam rumah serta halaman rumah.

Halaman belakang rumah mbahku lumayan besar, mungkin 400 meter persegi juga ada. Karena untuk resepsi, halaman rumah disiapsediakan. Pohon-pohon besar daunnya dikurangi. Ada dua pohon mangga dan satu pohon nangka. Aku juga lupa bagaimana, kayaknya sih si pohon nangka ini dipangkasnya agak banyak. Aku dan Affi menatap dari teras melihat pohon nangka ini dipangkas.

Kemudian kami masuk ke kamar dan tiba-tiba nangis berdua gara-gara kasihan pohon nangkanya ditebang. Waktu itu aku merasa orang yang ingin pohon itu dipangkas itu jahaaattt banget. Hahaha... Ah inget jaman kecil, ternyata aku sayang alam juga. (Kata ibu: "Apaan! Ditinggal Mbak Lis pulkam aja taneman nggak kamu sirami dibiarin ampe layu gitu.")

Yeahhh, dan tahun ini umurku akan 20 dan si Affi 19 tahun. Nggak kerasa udah 10 tahun yang lalu...

Kreatif Dikit, Napa?

Pasti udah sering denger dong, banyak yang ngomong kalau siswa-siswi Indonesia didoktrin untuk menggambar gunung sebagai gambar pemandangan. Kalau diminta gambar pemandangan, pasti gambarnya dua gunung, di tengah-tengahnya matahari, trus ada sawah, jalan, sama burung bentuk M kayak di logo McDonald's. Yah agak lebih pendek sih M-nya...

Nggak kreatif banget nggak sih! Padahal kan pemandangan nggak cuma itu doang. Bisa pantai dengan jejeran pohon kelapanya atau sungai dengan banyaknya orang yang nyuci dan buang air di sungai. Belum lagi pelajaran membaca. Kebanyakan pakai kalimat 'Ini ibu Budi'. Kenapa harus Budi kenapa nggak yang lain? Kenapa nggak 'Ini ibu Alexander'? Yah aku juga nggak berharap anak kecil belajar kalimat pertamanya dengan kata-kata yang susah semisal, "Kakak Budi belajar ekonometrika." *krikkrik*

Kukira rezim 'ketidakkreatifan' ini berakhir sampai SD. Ternyata oh ternyata. Enggak. Sampai aku jadi mahasiswa pun ternyata dosen juga mencekoki 'ketidakkreatifan' ini. Aku sendiri sekarang sekolah di jurusan ekonomi. Dan dalam mata kuliah kami, sering dibahas istilah 'eksternalitas positif' serta 'stock and flow'. Eksternalitas positif itu dampak positif yang dirasakan orang lain akibat kegiatan orang lain yang lainnya. Kalau stock and flow ya itu lah...

Dosen mata kuliah kami menjelaskan eksternalitas positif dengan contoh taman bunga. Misalnya seseorang membuat taman yang sangat indah akan menyebabkan orang lain yang melihat tamannya turut senang dengan tamannya. Atau petani lebah yang bersebelahan dengan taman bunga. Lebahnya bisa jadi lebih menghasilkan madu yang lebih berkualitas. Baru dosen kami bilang, "... contohnya taman bunga." Temanku Tika sudah komentar, "Dari dulu taman bunga mulu. Nggak ganti-ganti deh." Aku yang di sebelahnya bingung. Akhirnya Tika menjelaskan, katanya hampir semua dosen yang membahas eksternalitas positif pasti pakai contoh taman bunga. Oh gitu ya... kok aku baru denger sekarang? Hihihi...

Tadi lagi ada mata kuliah lain, dosennya membahas tentang stock and flow. Dia menjelaskan stock and flow dengan analogi bak air. Kalau ada bak, air yang di dalamnya itu stock. Nah kalau ada keran yang mengaliri itu flow. Yeah, aku sudah dengar ini mungkin 18729758 kali. Dosen mata kuliah lain juga menjelaskan stock and flow dengan bak. Mbok yang lain gitu loh. Denger kata bak, aku langsung nengok Tika yang pas mata kuliah itu juga persis di sebelahku. Si Tika langsung ngedumel sendiri, "Kita tuh kuliah di FE bukan mau belajar taman bunga, lebah, sama bak ya Pak!" Yah, sabar aja deh Tik...

Jadi intinya adalah...... pikir aja sendiri apaan. Hahaha... Yaaaa, agak kreatif dikit donggg... jangan melulu Ini Ibu Budi, gambar gunung, atau bak air. Ah tapi apalah aku ini, bisanya cuma ngritik dan ngelitikin orang. Mungkin kalau aku jadi yang ngajar, bisa jadi bakal pakai contoh bak air atau taman bunga. Lagian sih semua dosennya ngasih contohnya itu terus! *tetep nyalahin*

Matoa dari Tika

Pagi-pagi masuk kelas PI, Kak Aji sudah bagi-bagi matoa. Awalnya kupikir matoanya hasil Kak Aji nanem sendiri di rumah. Ternyata matoanya dari rumah Tika, dari Blitar! Agak heran sih kalo Aji yang nanem, dia kan sibuk sama girlband barunya. Hahaha...
Aku dikasih seplastik matoa, asik! Sebelum dimakan, tak foto dulu ah...






Geli atau Gila?

Pernah nggak sih lo ketawa terbahak-bahak dan nggak selesai-selesai dan nggak bisa nahan untuk berhenti? Padahal bukan karena sesuatu yang lucu banget atau gimana. Ya rasanya geli aja gitu.

Hari ini ada kelas dengan judul mata kuliah e****, aku duduk di sebelah Kak Aji dan Tika. Udah tau namanya pelajaran, masih juga cekikikan. Ngomentarin gambar ibu dosennya lah, gambar pabrik dan hotel yang sebelahan serta berada di bantaran sungai, ngomongin taman bunga lah, contoh eksternalitas positif yang kata Tika, semua dosen pake contoh itu. Aku sih belum pernah denger, atau karena nggak pernah dengerin dosen?

Aku lupa kami ngomongin apa aja sampe akhirnya aku ketawa nggak berhenti-henti. Aku tahan-tahan ampe ngebungkukin badan juga gak berhenti. Ampe nutup muka segala kali-kali dosennya liat aku lagi cekikikan. Liat muka Aji yang ketawa-ketawa, bikin aku tambah ketawa. Akhirnya mataku ngeluarin air mata kayak nangis. Liat ke kanan si Tika ngedumel karena ibunya, gue ketawa lagi. Sampe akhirnya aku batuk berdahak. =,=

Si Tika udah bilang, "Udah Na, jangan ketawa mulu..."
Belum selesai dia ngomong, aku ketawa lagi. Nggak tahu kenapa, rasanya geli aja. Aku nggak tahu ketawa ampe berapa lama, yang jelas bikin tenggorokanku capek dan nahan suara keluar dari mulut juga bikin capek. Atau emang basicnya gila, jadi suka ketawa-ketawa sendiri?

Ini ketawa, karena geli atau gila sih?

Will It Blend?

Hari ini, Aji merekomendasikan channel youtube 'Will It Blend?'. Tapi sih tadi dia bilang, "Eh Na! Lo nonton deh di youtube, judulnya Blend It, ada ngeblend iPhone juga coba." Search search, nggak ada yang namanya Blend It. Ternyata 'Will It Blend?'. Oh yeah, Kak Aji memang tahu segala channel youtube dari video tutorial make-up sampai video kocak macam Nigahiga atau Annoying Orange. Hihihi...

Pulang dari kampus, ngecek e-mail lalu buka youtube! Wow liat channel Will It Blend?, gila ya... semua-semua diblend! Ada iPad 2, ada iPhone, sepatu, hingga money clip. Sinting. Channel yang mengupload namanya 'blendtec.' Saya nggak berhasil buka situsnya. Tapi kurasa dia promosi blendernya yang kuat memblender apa aja. Sampai ford fiesta juga berhasil di-blend-nya =,= Nggak ngerti maksudnya apa semua-semua diblender, mending buat gue aja tuh iPod sama iPhone T__T

Birthdate

My mom told me to open Penanggalan Jawa site. She wanted to know my father's birthdate in Jawa version. I was also curious about my birthdate in Jawa & Hijriyah year.

So... I was born on:
Selasa Kliwon
25 Jumadil Awal 1924 - Ehe
25 Jumadil Ula 1412 (H)

Yeah... and I found that my brother born on 1 Suro... spooky...

Miftah's Plastic Surgery

Muahaha... I got one victim again who volunteered his photos to be done photoshop 'surgery' by me. After I found that Xiaxue's golden rule tool is 'liquify', then I knew it's very-very OMG tool. Hahaha, it can make me slimmer and my nose smaller

I'm still newbie in photoshop so... I'm still not good at liquifying, hehehe.

Okay, here it is. I made Miftah fatter than before. *evilsmirk*


Hahaha, I made his hands and legs fatter. Hm, are that legs or talas bogor? LOL.
I told him I want to attach his photo and his face added some eyeshadow and lipstick, but I can't bear to do that, hahaha. So I only made his face smaller, his lips thinner and pinker, and just see lah...



I know that these edited photos are not good, but they're only for fun. Thank you.

*looking for more victims*
___________________________________
Message: Yang mau kontaknya, isi komen ya. Hahaha...

We're in ♥ with Haifa Wehbe

A month ago, I wanted to change my iTunes playlists from Oldies and Java Bossanova songs into Brazilian Bossas and Arabic songs. When I browsed Arabic songs, I found Haifa Wehbe. She is a female arabic singer from Lebanon who is popular as Arab sex symbol. Yeah, she's very sexy and beautiful. One of her songs, Ya Habibi Ana, my iTunes has played it hundred times. Then I searched the lyrics, and I found this:

يا حبيبي انا بحلم بلقاك بقالي سنه انا بستناك حبيبي هنا ولا يوم بنساك
قرب ضمني وتعالا فحشني وحشتني مبقاش في الدنيا يهمني غير ابقا معاك
حبيبي بقا كده ترضى في بعدي ليالي وانا كده مش على بعضي
كل يوم بيفوت بشتقلك موت وازاي بتسبني كده لوحدي
انت وحشتني يا حبيبي ليه معاك حيرتني لو بس عليك طمنتي انا كنت ارتاح
ليه حبيبي كده تبعد وتغيب ليالي كده لو تنسى هواك يا ويلي انا في القلب جراح
حبيبي بقا كده ترضى في بعدي ليالي وانا كده مش على بعضي
كل يوم بيفوت بشتقلك موت وازاي بتسبني كده لوحدي

And all I wanted to say is: Amen.
The song is quite energic but the meaning of the lyrics... so sad. It is about a lover who waited her lover for a year. Meh.

My brother who also love to sing Ya Habibi Ana, found a thread in Kaskus about Haifa Wehbe. Below I insert the photos:

Poor her, the bodyguards trying to touch her boobs... and she was not so beautiful in the photos.
Yeah and below again, I attach Youtube link of Haifa Wehbe singing Ya Habibi Ana. Sexy and beautiful! (Altho I thought she lipsynched).


RamalanNama Aji & Kartika

Gara-gara tadi di kampus ngomongin orang yang tak bisa digoogle sama Aji dan Tika, eh pulang-pulang buka google, googling nama si Aji dan Tika.  Di antara dua nama itu kok nemu nama mereka di ramalannama.com
Ramalan Nama Tika
 Di ramalannama.com hasilnya Tika yaitu Wirausaha. Masih normal lah dibanding hasil namaku yang 'Peternak Belut.' Eh ramalannya si Aji...

Ramalan Nama Aji
Huahahaha... ilmuwan gila. Bener banget tuh! :p  Lebih lengkapnya Ilmuwan Gila pendiri SNSDuts...

Flash Fiction: Pesan Suara

Tantri mengambil gagang telepon dan mengetikkan beberapa nomor. Namun panggilan itu tidak dijawab dan Tantri berbicara dengan mesin pesan suara.

“Assalamu'alaikum nduk, baik-baik 'kan di Belanda? Selamat lebaran ya, maafkan ibu kalau dulu banyak salah sama kamu. Maafkan ibu ya, tidak bisa lagi masakin kamu opor kesukaan kamu. Ibu selalu do’akan kamu dari sini.”

...      

Tantri berjalan menuju kamarnya dan diambilnya telepon genggamnya. Ternyata ada satu pesan suara untuknya. Didengarnya pesan suara itu.

“Assalamu'alaikum nduk, baik-baik 'kan di Belanda? Selamat lebaran ya, maafkan ibu kalau dulu banyak salah sama kamu. Maafkan…”

Tantri menjauhkan telepon genggamnya dari telinganya.

“Ah, ternyata suaraku mirip sekali dengan suara ibu…” Tantri menghela nafas.

“Andai ibu masih ada…”


 
____________________________________________________________________________

Ini kopian flashfiction dari Multiply-ku. Nulis flashfiction karena ada lomba Multiply. Link-nya di sini.
Hehehe, komen dan kritik ya. Soalnya aku jarang nulis... hihihi...

Horeee! Jadi TOP 10 d'Traveler...


Sore ini buka e-mail ada satu e-mail yang memintaku mengirimkan data diri dan nomor telepon untuk dihubungi. Katanya aku jadi pemenang bulanan Agustus 2011 TOP 10 d'Traveler dari Detik Travel. Inget-inget, perasaan waktu itu aku submit dua album sama satu tulisan ngga dimoderasi deh sama Detik Travel. Setelah itu aku mutung ngga buka-buka Detik Travel lagi. Pas di-e-mail-in itu makanya aku kaget.

Yang mengirimi e-mail aku bukan e-mail @detik.com tapi kok @gmail.com yang berarti e-mail pribadi. Aku konfirm ke e-mail detik.com ternyata emang bener pihak detik. Yasudah aku balas~ belum ditelpon lagi sih. Cuma dibilang hadiahnya tas laptop. Rrr~ padahal aku nggak punya laptop. Hahaha... Tapi tetep seneng kok, alhamdulilah...

Ini link-link postinganku di detik.travel:
http://detik.travel/read/2011/08/09/133823/1699893/1025/candi-sambisari-kegagahan-yogyakarta-yang-tersembunyi
http://detik.travel/readfoto/2011/08/15/142310/1703988/1026/1/candi-sambisari
http://detik.travel/readfoto/2011/08/08/165130/1699197/1026/1/pesona-ujung-gelam-karimun-jawa

Photoshop Fail!!!

One of my favourite favourite bloggers is Xiaxue. She photoshopped her photos much in order to make her prettier in her photos. And just now I photoshopped my photo inspired from her video in clicknetwork.tv. Hahaha, but what I did is totally failll! I only make me uglier hahaha! Check this.

Before photoshopped.
The after. Very bad, huh.

My Previous Posts at Fotografer.net

Berdua

Narsisme Sepertiga (One-third Narcism)

Lemon in the Glass

Narsis

Step

<<<<<

Dobel - Lift Dobel
Just copy here for archives, hehehe. :)

Kotagede's Lanes

Basically, I'm half-Kotagede-nese. Kotagede is one area in Jogjakarta where is very popular for its silver, history of Mataram Kingdom, and graveyard. Yeah, there are a lot of graveyards. There is a joke, if you're in Kotagede, turn left graveyard, turn right graveyard. Not really.

Beside its richness of culture, Kotagede has many lanes. What is it? I mean like 'tiny street'.
I often saw Kotagede on cigarette TV ads, they shooted their ads in lane in Jogjakarta. The uniqueness of Kotagede lane is the traditional Kotagede houses which are in a line of the lane.

Below the pictures I took in Kotagede 3 months ago. Not a lot of pictures, but see them. :)
In front of Rudy Pesik's House, I forgot the name of the lane!

Beautiful isn't it? There's the traditional house window.

Typical traditional Kotagede house.

This is my great-grandfather's sister-in-law. Hahaha...

Me in front of Rudy Pesik's house.




Trying to blog with English. Sorry if my english is very bad.


Numismatics Things

I love to collect Indonesian money and coins. And I also collect foreign coins.
As a numismatist, my collection is still in small-scale.
Take a look!

Indonesian Paper Money

Special Emission of 50.000. Look at the hologram.

Foreign Coins

My only one coin roll T___T It is a roll of 1.000 angklung emission year 2010


Hoping will increase my numismatics things more and more! :)


Hidden Treasures

Well, judulnya emang nggak pas. Tapi yo ben. 
Nasib jadi orang yang punya kamar berantakan, barang yang mau dicari nggak ada, eh malah nemu yang lain. Mau nyari notes pelajaranku, eh malah ketemu enam DVD yang bahkan segelnya belum dibuka.

 

♥ The World Heritage Vol. 1 
♥ The World Heritage Vol. 2
♥ The World Heritage Vol. 3 
♥ Krakatoa The last Days 
♥ Wild China 
♥ Wild Europe

Hyehh, aku bahkan nggak inget dapet DVD ini berapa bulan yang lalu. Ah ya sudah deh, tak nonton...


Summer Bookworm

Liburan kali ini mendadak aku menjadi seorang kutu buku. Yang aku sesali cuma satu, kenapa sih aku nggak pernah jadi kutu buku untuk textbook buat kuliah. Baca judul ‘Ekonometrika’ saja aku langsung migrain. Eaaa, kok jadi curhat. Langsung saja di bawah ini daftar lima buku pertama yang aku baca liburan ini:

1. Putri Ong Tien - Winny Gunarti



Putri Ong Tien merupakan salah satu istri Sunan Gunung Jati yang berasal dari Cina. Ia disebut-sebut sebagai pencipta motif megamendung a la batik Cirebonan. Novel sejarah Winny Gunarti ini ringan namun tetap berisi sejarah perjalanan Putri Ong Tien hingga sampai ke Tanah Cirebon. Aku mendapatkan buku ini dari bapakku. Agak aneh memang. Aku diberi bapakku karena waktu itu lagi membicarakan tentang kawista yang konon dibawa dari Cina saat Putri Ong Tien pergi ke sini.

2. The Debutante Divorcee - Plum Sykes



This is my first time reading chicklit! Lihat kovernya di Gramedia kok menarik. Ya sudah kubeli. Chicklit ini bercerita tentang kumpulan para sosialita-sosialita muda yang bercerai. Si tokoh utama bukan anggotanya tapi teman-teman di sekelilingnya, iya.

3. Esperanza Rising - Pam Muñoz Ryan


Esperanza means hope in Spanish. Buku ini memang menceritakan tentang harapan. Esperanza yang tadinya merupakan anak seorang pemilik perkebunan yang kaya mendadak miskin seketika dan menjadi buruh di Amerika Serikat. Hidupnya berubah drastis namun ia tetap bisa bahagia. Kalimat di kover bukunya, "Siapa yang tumbang hari ini, mungkin bangkit esok hari."

4. Bumi Cinta - Habiburrahman El Shirazy



Ayyas yang merupakan mahasiswa Indonesia di Rusia diuji keimanannya karena serumah dengan para nonik Rusia yang sangat cantik. Salah satunya seorang pelacur dan satu lagi seorang intel Israel. Intrik yang seru ditambah latar Rusia yang dideskripsikan dengan indah, buku ini menjadi salah satu buku Habiburrahman favoritku.

5. Male Brain - Louann Brizendine


Louann Brizendine merupakan seorang dokter yang juga menulis Female Brain. Dalam bukunya Male Brain semua dikupas habis apa yang ada di otak para pria dalam segala fase usia mereka.

Ini baru sedikit dari buku yang aku baca liburan ini. Akan kupost lagi di blog mendatang!