Visa Grant Letter Australia Hilang

Barangkali berguna bagi orang yang teledor plus panikan sepertiku T.T

❤❤❤

Visa Australia sebenarnya sudah label-free. Tidak perlu ada stiker yang ditempel di paspor. Bahkan masuk negaranya pun tak perlu ada cap di paspor. (Yah cap di paspor nggak nambah deh). Ketika apply visa dan kemudian di-approve maka applicant bakal dapat Visa Grant Letter/Notice, sebuah kertas yang berisi mengenai detail visa kita, nomor paspor, grant visa number, tanggal expire, dan keterangan lain.

Di immigration check, visa grant letter tidak perlu ditunjukkan kepada petugas imigrasi karena semua data sudah di-record secara online dan elektronik. Tahun lalu aku ke Australia, aku tidak perlu mengeluarkan dan menunjukkan kertas tersebut. Tapi memang disarankan untuk dibawa. Visa Grant Letter-ku sepertinya sudah jadi bungkus pembalut kayaknya, karena pikirku ah, sudah label-free ini. Sekarang, setelah aku akan ke Australia lagi di akhir bulan ini, barulah aku sedikit panik karena kertas Visa Grant Letter-ku hilang.

Meski label-free tapi in-case ada apa-apa kan nggak ada bukti punya visanya... takut ajaaa, nanti aku disuruh balik, hahaha. Mendingan bawa letternya itu kan buat jaga-jaga. Kalau mau paperless ya didownload di hape. Nanti seperti banyak kasus orang Inggris yang ke Australia, dikira ke Australia nggak pakai visa, sampai bandara suruh pulang lagi!

Alhamdulillah, ternyata nggak susah buat dapetin visa detailnya lagi!

Awalnya aku menghubungi Australian Visa Application Centre (AVAC), tempat untuk apply visa, karena tidak langsung ke kedutaan. Aku menanyakan bagaimana cara memperoleh kembali Visa Grant Letter. Responnya cepat, tak sampai satu jam, mengingat aku kirim e-mail ke AVAC sudah agak sore.

Pihak AVAC menginformasikan begini,

Terima kasih telah menghubungi kami.

Sehubungan dengan email Anda, kami informasikan bahwa apabila Anda ingin memperoleh kembali visa grant letter Anda, silakan mengirimkan email ke Kedutaan Australia di immigration.jakarta@dfat.gov.au dengan menginformasikan data dibawah ini serta statement letter yang menyatakan alasan Anda ingin memperoleh kembali grant letter Anda sebelumnya:

1. Nama : (...........................)
2. Nomor paspor : (...........................)
3. Tanggal lahir : (...........................)
4. Alamat email : (...........................)

Lalu aku mengirim e-mail ke alamat immigration.jakarta@dfat.gov.au beserta statement letter dan data di atas. Besoknya aku dapat reply e-mail dari Immigration DILI, TIMOR LESTE! Ternyata orang yang di Jakarta nge-forward e-mailku untuk di-assist. 

Di dalam e-mail balasan aku diberitahu Visa Grant ID/Number-ku dan link website https://online.immi.gov.au/evo/firstParty?actionType=query. Di sana ada kolom isian, tinggal masukkan Visa Grant ID, nomor paspor, tanggal lahir, dan negara, nanti detail visa kita keluar. Detail visa yang keluar hanya yang masih aktif saja.

Kemudian bisa dikirim ke e-mail maupun di-save sebagai PDF.



Akhirnya dapet detail visa-nya!

❤❤❤

Mimpi Propertiku Yang Lain: Kafe Kucing

Setiap manusia pasti punya mimpi. Bahkan termasuk manusia yang sudah putus asa lalu mau bunuh diri, juga punya mimpi kalau sudah mati, masalah bakal selesai. Saya masih muda. Saya juga punya mimpi yang saya kejar. Banyak! Sampai-sampai kalau tiap ditanya, jawabannya tak pernah sama. Beberapa mimpi saya di antaranya: mati khusnul khatimah, keliling dunia, bisa memberi beasiswa ke banyak orang, punya logam mulia dan berlian yang banyak, serta panjang umur bahagia selalu.

Tentu pula saya ingin bisa beli rumah sendiri. Saya juga pernah menulis, saya ingin membangun penginapan budget yang bagus, yang unik, cozy, dan tak kusam. Namun, yang akhir-akhir ini terbayang adalah mendirikan cat café alias kafe kucing! Kebetulan saya suka kucing dan suka sama yang suka kucing.

Cat café ini keberadaannya sangat nge-hip di Jepang, meskipun pertama kali ada di negara Taiwan. Cat café merupakan kafe yang mana tamu bisa bermain dengan kucing dengan ongkos tertentu. Kafe jenis ini sangat diminati orang-orang yang menyukai binatang namun tidak bisa memeliharanya dengan berbagai alasan. Misalnya, tidak diperbolehkan memelihara hewan di apartemennya atau sangat sibuk jadi tak mungkin merawat kucing. Contohnya saja temanku, dia suka kucing namun beberapa anggota keluarganya sangat benci kucing. Jadi dekat dengan tidak mungkin memelihara kucing di rumahnya.

Cat café merupakan salah satu jawaban bagi orang-orang tersebut

Nggak cuma kucing saja, ada juga yang buat kafe kelinci!

Gara-gara ngeliat kucing saya Chiquitita ini, tahu-tahu kepengen punya kafe kucing.
Berhubung saya sukanya kucing, ya yang terbayang kafe kucing. Coba saya sukanya kecoak... Ah kalau kecoak mah nggak usah pelihara juga banyak dan nggak punah-punah!

Di khayalan saya, kafe kucingnya berada di lantai dasar rumah saya atau kalau pun tidak, di lahan yang ukurannya tidak terlalu besar. Saya membayangkan kucingnya lucu-lucu berjumlah belasan dengan berbagai ras. Ada kucing kampung, anggora, persia, macam-macam. Tentunya kucingnya sehat karena rutin diperiksa ke dokter, dimandikan, dan diberi vaksin.

Yang datang bisa duduk lesehan, bisa juga duduk di kursi yang disediakan. Ada beberapa meja rendah dan mainan-mainan kucing. Desain interiornya dibuat bertemakan kucing dan se-cozy mungkin biar pada balik lagi. Selain itu saya membayangkan seluruh lantainya adalah parquette...

Sumber: materiesrl.it
Tamu tak hanya dapat bermain dengan kucing namun juga bisa memesan minuman dan makanan ringan. Ada tarif nongkrong bersama kucing yang dibuat per jam. Semacam warnet gitu. Untuk menggenjot profit nanti ditambahkan fasilitas 'foto bersama kucing' langsung jadi (tak lupa memberi peraturan dilarang berfoto bersama kucing, hahaha licik!), penjualan merchandise, bahkan penjualan makanan dan mainan kucing.

Di bawah ini saya buat sketsa kasar kafe kucing impian saya. Ya mohon dimaklumi ya, maklum nggak jago desain.

Itu yang dining hall, bukan dining hall sih, bingung istilahnya.
Pokoknya area ngemil dan bermain dengan kucing 
Inginnya letaknya tak jauh dari pusat kota sehingga mudah diakses. Selain itu harga propertinya akan cepat meningkat. Saya juga akan buat webnya serta akun sosial media supaya dikenal dan banyak yang datang. Tak lupa mencetak ad cards (kartupos iklan) untuk dibawa pulang oleh tamu, barang kali ia mau mengirimkan kartupos tersebut ke luar negeri, 'kan sarana promosi juga tuh.

Wakakakak, bermimpi dan berkhayal boleh dong, masih gratis ini.

Itu baru satu dari angan-angan saya. Selanjutnya, saya harus berusaha mengejar mimpi-mimpi saya. Sekaligus 'mencari' yang bisa membantu saya mencapai mimpi-mimpi itu! Hahaha... *Jika kamu tahu maksud aku*. Dalam rangka mengejar mimpi-mimpi yang di paragraf awal saya sebutkan, saya harus lulus kuliah dulu!!!

Kalau teman-teman mimpinya apa nih? Cerita doongg...

❤❤❤

Tulisan ini diikutsertakan dalam Event Blog Kontes Mimpi Properti. Teman-teman ikutan ngga, nih? Hanya sampai 31 Agustus saja lho. Buruuu!! Mana hadiahnya... hmmm, menggiurkan, slurp! Caranya pun sangat mudah, hanya dengan menceritakan apa saja mimpi-mimpimu...


Referensi:
Foto koleksi pribadi.
Foto parquette: http://materiesrl.it/ 
Cat cafe http://en.wikipedia.org/wiki/Cat_caf%C3%A9

❤❤❤

Simply Stay, Brought to You by Mustika Ratu


Kalau misal diskala, kulit putih ada di atas, dan kulit hitam ada di bawah, warna kulit saya terletak di rata-rata bawah, alias cenderung lebih gelap dari kebanyakan. Tiap hari saya hanya pakai lipstik bening favorit serta akhir-akhir ini malas pasang moisturizer dan powder di muka. Saya nggak anti make-up tapi saya paling tidak suka kalau ditempeli dengan bedak yang warnanya lebih terang jauh beberapa tingkat dari warna kulit saya. Huft!

❤❤❤

Beberapa hari lalu, sebuah paket datang dari BBlog Indonesia. Isinya sample package Simply Stay, sebuah line basic make-up series baru dari Mustika Ratu. Terima kasih BBlog dan Mustika Ratu! Penasaran isi sample package-nya? Aku akan tunjukkan di bawah ini sekaligus memperkenalkannya ke teman-teman!


Mustika Ratu merupakan salah satu merek lokal Indonesia yang memproduksi produk kecantikan. Variannya mulai dari perawatan tubuh, kosmetik, perawatan rambut, dan lain-lain. Dalam memenuhi kebutuhan masa kini, Mustika Ratu mengeluarkan lini basic make-up barunya yang bernama Simply Stay. Target pasar Simply Stay adalah wanita yang aktif, simpel, namun ingin tampak cantik setiap saat. Kandungannya disesuaikan untuk wanita Indonesia dan diformulasikan mampu mempertahankan riasan sampai dengan 8 jam.

Saat saya membuka sample package-nya, bau yang tercium seperti bau rempah-rempah seperti pala, sangat Indonesia. Ataukah mungkin itu berasal dari kandungan Curcuma Heyneana Root Extract-nya ya? Saya tidak tahu.


Package yang saya dapatkan terdiri dari Stick Foundation, Two Way Cake, Liquid Foundation yang masing-masing terdiri dari empat pilihan tone, dan Pelembab yang terdiri dari dua jenis, untuk kulit berminyak dan kering. Dari terang ke gelap, bisa diurutkan pilihan tone Simple Stay adalah:
1. Pearly White
2. Smoothie Yellow
3. Caramel Latte
4. Sweet Choco

Tinggal pilih deh tone mana yang cocok dengan kulit teman-teman! Sekarang aku mau coba-coba dulu ya, sekalian tes kira-kira tone yang mana yang cocok dengan kulitku...


Saya suka wangi pelembabnya. Soft, manis, mirip bau bunga melati. Teman-teman bisa pilih pelembab mana yang cocok. Saya sendiri pilih yang For Normal to Dry Skin karena kulit wajah saya cenderung kering. Yang berminyak bagian T saja. Hiks, katanya kering itu jadi nggak awet muda, cepat keriput ya?




Dari tes warna yang saya coba, tone warna kulit saya berada di antara Caramel Latte dan Sweet Choco. Namun saat saya coba stick foundationnya, Sweet Choco terlalu gelap sehingga saya pilih warna Caramel Latte untuk percobaan make-up saya dengan Simply Stay nanti.

Kenapa Simply Stay?

Ekonomis.
Konsep Simply Stay adalah make-up yang berkelas namun punya harga yang terjangkau. Jika dikomparasikan dengan produk lain yang target pasarnya sama, Simply Stay relatif lebih murah. Meskipun begitu, kualitasnya mah tidak perlu diragukan lagi.

Di bawah ini harga produk rangkaian Simply Stay Mustika Ratu:
  • Moisturizer (tube, 35ml): Rp15,000
  • Liquid Foundation (tube, 50 ml): Rp20,000
  • Stick Foundation (pot, 15gr): Rp50,000
  • Loose Powder (pot, 20gr) : Rp60,000
  • Two Way Cake (case, 12gr): Rp75,000
Satu yang belum coba, Loose Powder-nya Simply Stay. Penasaran deh!

Spesial untuk Wanita Indonesia
Simply Stay memiliki tiga kandungan pendukung, yaitu Curcuma Heyneana Root Extract yang berfungsi sebagai natural skin conditioning, memberikan kelembaban, dan mencerahkan kulit,  Tocopheryl Acetat (Vitamin E) yang merupakan antioksidan dan mampu menjaga kulit dari radikal oksigen reaktif dan sinar UV, serta Octyl Methocyxinnamate sebagai filter alami dari UV B. Simply Stay memang diformulasikan cocok untuk wanita yang tinggal di daerah tropis.

Selain itu dari segi pilihan warna, Simply Stay mempersembahkan empat pilihan tone, mulai dari yang untuk pemilik kulit putih sampai ke kulit gelap. Jadi semua wanita Indonesia tak perlu khawatir memilih make-up yang sesuai kulitnya dengan Simply Stay. Teksturnya lembut dan mampu melembabkan, selain itu pemakaiannya mudah dan tahan lama. Menurut saya, Simply Stay cocok banget buat daily make-up, yang ringan namun pas buat wanita yang aktif.

Halal
Simply Stay memang benar-benar untuk wanita Indonesia. Tentu banyak yang concern terhadap kehalalan kandungan kosmetik yang dipakai. Apakah kamu concern juga? Kalau iya, maka Simply Stay boleh dicoba. Simply Stay Mustika Ratu sudah dilabeli halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Apakah Saya Suka Simply Stay?
YES!

Why?
Karena ada pilihan warna yang cocok dengan kulit saya yang gelap. Saya nggak perlu khawatir muka saya bakal abu-abu karena bedak yang keputihan dan bakal seperti kesemek! Buat teman-teman yang nggak tahu kesemek kayak apa, bayangkan saja buah yang biasanya berbedak.

Meski saya nggak pandai dandan, saya mencoba mempraktikkannya menggunakan Simply Stay Mustika Ratu.

Bare face. Dekil amat yah gue hahaha! Abaikan rambut keriting saya yang lagi agak kurang seksi.

Aku pakai moisturizer, liquid foundation, stick foundation, dan diakhiri dengan sapuan two way cake Simply Stay Mustika Ratu. See the difference dari sebelumnya? Muka saya terlihat lebih cerah tanpa harus meningkatkan warna kulit saya dengan bedak yang terlalu putih. 
Stick Foundation Simply Stay bisa digunakan untuk shading dan contouring bagian pipi, rahang, dan hidung. Tinggal aplikasikan Stick Foundation warna gelap di bagian garis-garis contour wajah (di bawah tulang pipi, hidung, pelipis) dan aplikasikan warna terang di bagian yang akan di-highlight (bawah mata, dahi, bibir, dan dagu).

Saya sendiri tidak menggunakan Stick Foundation untuk contouring karena tone yang paling gelap atau Sweet Choco, warnanya nyaru dengan warna kulit asli saya.


Tinggal aplikasikan eyeliner dan lipstik untuk everyday simple daily make-up. Tadaaa!
Jarang-jarang saya aplut foto nggak pakai kacamata nih... *info penting banget*

❤❤❤

Teman-teman yang ikutan lomba Simply Stay, ayo buruan posting! Yang ingin ikutan project BBlog, silakan daftar dulu jadi member BBlog di web-nya BBLog ya. Klik ini ya guys!



 Artikel ini berpartisipasi dalam "Everyday with Simple Stay" Blogging Competition [2]. Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia dan disponsori oleh Mustika Ratu


Pengen

Alam semesta berkonspirasi…

Salah satu hobiku adalah pergi ke supermarket. Senang sekali melihat makanan ringan, minuman botol, dan bumbu-bumbu dapur. Satu yang paling kubenci adalah rak-rak snek impor Jepang. Pengen semua tapi harganya bikin belinya nggak tega. Nggak tega atau nggak punya duit……?! Sayang saja rasanya beli makanan ringan yang harganya tiga kali lipat dari di negara asalnya? Sayang atau nggak punya duit……?!


Paling-paling, aku foto itu makanan ringannya dan kadang diaplut di media sosial. Trus captionnya: Kepengen… Suatu kali aku pergi ke Kem Chicks yang terletak di Pacific Place. Waktu itu ada snack bar mereknya Nestle Crunch rasa matcha. Gambarnya aku aplut di salah satu media sosial.

Beberapa minggu berlalu, seorang teman memberiku snack bar Lotte Crunky rasa matcha. Agak-agak mirip gitu nggak sih? Aku nggak tahu temanku lihat postingan foto Nestle Crunch-ku atau tidak. Tapi rasanya kok… kok bisa ya pas gitu?


Minggu lalu, mbak rumahku bilang kalau dia memberitahu alamat blogku ke saudara-saudaranya. Katanya pada baca-baca blogku gitu. Lalu si mbak bilang, “Besok liat deh ada paket dateng. Sesuatu yang kamu pengenin banget. Pernah mbok tulis di blog.” Aku pernah nulis pengen apa sih ya di blog. Aku saja nggak ingat, hahaha… Aku kan pengen kamera? Ke Jepang? Masak iya baik banget saudaranya mbakku mau kasih itu kamera dan tiket ke Jepang.

Dua hari lalu, aku foto-foto pakai tongsis. Bukan karena narsis tapi karena untuk sebuah lomba. Usai foto-foto, tongsisnya kutaruh di kursi. Eh si mbak lihat dan nanya apakah aku beli ini. Aku bilang iya, baru aja beberapa minggu lalu. Dia komentar, “Wooo, ah nggak seru…” Tapi aku nggak begitu ngeuh wong lagi sibuk nonton film jadi nggak konsen jawab si mbak.


Sorenya, dia bilang, yang dia maksud saudaranya mau ngirimin hadiah buat aku tuh ya: tongsis. Katanya, mereka baca di blogku postingan Ngidam Tongsis, jadi berinisiatif membelikanku tongsis. Hihihi, bikin terharuuu. Tapi apa daya, mereka sepertinya belum baca tulisanku yang Akhirnya Punya Ini, hahaha. Hari ini tongsisnya datang, dan aku terima dengan senang. Tongsisku dua deh hihihi!

Nah.

Mengingat cuma gara-gara pengen dan unggah di media sosial, aku menerima yang aku pengenin. Bukan part unggahnya ke media sosial sih, tapi part di mana kalau lo pengen, berharap, atau punya niat, alam semesta akan berkonspirasi, dan kemudian akan terwujud.

Jadi, di akhir postingan ini, aku mau pasang foto kamera yang lagi aku inginkan. Sony NEX, hahaha… Ya kali aja alam semesta akan membantuku mendapatkan ini bagaimanapun caranya hahahahahahaha!

Currently naksir ini.
❤❤❤

ありがとう BBlog!

Sekitar dua minggu lalu, rasanya aku ingin senyum-senyum terus. Biasanya kalau aku begitu, berarti aku memang lagi senang atau bakal dapat sesuatu/keberuntungan. Semacam pertanda gitu. Eh, ternyata...

Namaku muncul di pengumuman lomba Eat and Travel Blog Competition dari BBlog. Nggak nyangka banget! Nggak nyangka...... tapi ngarep sih... hahaha! Aku menang juara satu di lomba tersebut. Selain itu, karena termasuk salah satu dari 22 pen-submit post pertama, dapat Voucher MAP 100 ribu juga. Bisa buat beli cemilan di Foodh*ll iniii... Hurray!


Sabtu kemarin, ada paket datang dari BBlog. Eh kok agak besar ya, perasaan hanya Voucher MAP 100 ribu deh yang dikirim ke rumah. Taunya enggak, di dalam paketnya ada merchandise BBlog (notes, pulpen, sticker), voucher MAP-nya sendiri, dan baju dari salah satu sponsor, Kumickey Little Closet.

Udah yakin bajunya nggak akan cukup, eh taunya cukup cukup aja, hihihi.... Ini isi paketnya dan aku pakai bajunya.

Ini kayaknya pertama kali aku pake baju ketekan setelah dewasa.
Selain malu keteknya item, liat sendiri lengan atasku kayak apaan hahaha!!!

Iseng-iseng aku buka timeline LINE di profil sendiri. Nge-scroll status-status yang pernah aku post. Ternyata aku share link postingan Panic at the Phi Phi dengan cuplikan tulisan pengantar: きっと勝つ (kitto katsu) yang berarti 'pasti menang'. Eh, rupanya memang menang betulan. Sekali lagi, terima kasih ya BBlog, aku senang sekali! *masih nunggu hadiah satunya, hihihi*

Hampir dua bulan yang lalu...
❤❤❤

Yang ingin ikutan lomba dan project dari BBlog, bisa loh daftar dulu di www.bblog.web.id. BBlog ini merupakan subsidiary dari CyberBuzz, perusahaan social media marketing dari Jepang. Nah, BBlog ini memberikan layanan menarik bagi para blogger. Salah satunya ya lomba yang aku ikuti ini misalnya. BBlog ini terbatas bagi para membernya, jadi buruan daftar deh... hihihi.

Akhir kata, terima kasih banyak buat BBlog Indonesia dan juga sponsor-sponsor Eat and Travel Blog Competition yang ada di bawah ini:

My Rasl


Asiknya Liburan Akhir Tahun di Pantai Sawarna

Malam pergantian tahun biasanya akan menjadi malam yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Begitu juga dengan saya, karena biasanya malam tahun baru merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman. Biasanya saya menghabiskan malam pergantian tahun dengan bermain kembang api ataupun sekedar menyantap ikan/jagung yang kami bakar bersama keluarga atau teman-teman di rumah. Tetapi untuk akhir tahun kemarin saya ingin sesuatu yang berbeda. Maka dari itu saya dan teman-teman merencanakan untuk menghabiskan malam pergantian tahun di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Sebenarnya cerita ini sudah agak lama, tetapi entah kenapa pengalaman liburan akhir tahun kemarin ini selalu terngiang di kepala sehingga saya memutuskan untuk membagi pengalaman saya melalui artikel ini hehe. Mungkin hal ini tidak terlupakan karena semuanya disiapkan dengan seru. Ya prosesnya memang cukup panjang di mana kami sempat berargumentasi untuk memilih tempat liburan yang tepat sampai ke pemesanan tiket transportasi. Loh kenapa bisa gitu? Ya, jadi waktu itu kami sempat memutuskan untuk pergi ke Bromo dan sudah memesan tiket promo pesawat Lion Air via Traveloka.com. Tapi pas tiket sudah di tangan, beberapa teman ternyata tidak bisa ikut dan minta di-reschedule penerbangan Lion Airnya untuk keperluan yang lain. Hal ini dikarenakan ada keperluan mendadak (urusan keluarga) dari beberapa teman, sedangkan untuk liburan ke Bromo kurang lebih akan memakan waktu 5 hari. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mencari liburan yang dekat saja, yang hanya memerlukan waktu 2 hari saja. Maka diputuskanlah Sawarna sebagai tempat yang akan kami tuju.

Untuk perjalanan ke Sawarna dimulai tanggal 31 Desember dini hari sekitar pukul 01.00 dari Dramaga, Bogor. Kami melewati rute Ciawi-Cibadak-Pelabuhan Ratu-Bayah dengan menggunakan mobil pribadi. Meskipun saya tidur hampir di sepanjang perjalanan, saya masih bisa merasakan kalau jalan yang saya lalui berliku-liku dan juga tidak mulus. Saya tidak tahu persis seperti apa keadaan jalan yang sebenarnya karena di luar minim penerangan. Akhirnya saya sampai di desa Sawarna pada pukul 6 pagi. Sesampainya di sana kami memarkirkan mobil di halaman rumah warga yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk menuju pantai. Untuk memasuki pintu masuk menuju pantai kita harus melalui jembatan gantung untuk menyebrangi sungai Cisawarna yang hanya dapat dilalui satu motor dan biaya masuk yang dikenakan adalah Rp. 2000. Dari pintu masuk sampai menuju pantai membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit dengan berjalan kaki. Cukup lama memang, tetapi pemandangannya cukup menyegarkan mata. Hamparan sawah warga di kiri kanan jalan dan penginapan asri mewarnai perjalanan kami ke tempat tujuan. Tapi pada kesempatan kali ini kami memutuskan tidak tidur di penginapan, melainkan tidur di tenda yang telah kami bawa dari Dramaga.

Sumber: http://blog.realtatourtravel.com/
Ternyata kami tidak sendirian, di sana juga ada Backpacker Indonesia (BPI) yang mendirikan tenda. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda tidak jauh dari tenda mereka. Suasana pantai saat itu masih sepi, matahari pun belum memancarkan cahayanya, langit biru pun masih ditutupi awan kelabu. Tergoda dengan gulungan ombak dan hamparan pasir putih saya mulai menyusuri bibir pantai memanjakan kaki di atas lembutnya pasir putih dan bermain dengan ombak. Rasa ngantuk karena tidur yang kurang nyenyak sepanjang perjalanan pun hilang. Ombak yang cukup tinggi di pantai ini menjadikan pantai ini sebagai arena bermain yang sangat menyenangkan bagi para surfer. Setelah bermain di pantai utama kami memutuskan untuk sedikit menyusuri pantai menuju sebuah tempat yang bernama tanjung layar.

Sumber: http://blog.realtatourtravel.com/
Sesuai dengan namanya yaitu Tanjung Layar, kita akan melihat batu karang besar yang menyerupai layar. Waktu itu air lautnya sedang surut sehingga kami dapat berjalan mendekati ke arah karang tersebut. Namun jika kita ingin mendekatinya, kita juga harus berhati-hati karena ada karang-karang tajam di dasarnya. Di sebelah kanan dan kiri karang yang berbentuk layar tersebut terdapat karang-karang yang lebih pendek yang jika terdapat ombak yang menghantam batu karang tersebut kita seakan-akan melihat air terjun. Berbeda dengan pantai utama, pantai Tanjung Layar yang terkenal akan keindahan karangnya menjadi surga bagi para pecinta fotografi. Sayangnya waktu itu langit sedang mendung sehingga mengurangi keindahan langitnya.

Secara garis besar kami mengisi liburan di sana dengan aktivitas yang menyenangkan, mulai dari berenang di pantai utama, membuat istana dari pasir, berfoto ria dan juga bermain body surf yang alatnya tersedia dan disewakan di Sawarna. Sampai akhirnya tak terasa langit mulai gelap sehingga kami memutuskan untuk membersihkan diri dan mencari makanan untuk makan malam. Untuk urusan perut, kita tidak perlu khawatir karena di pantai Sawarna ini sudah banyak sekali berjejer warung yang menyediakan makanan khas laut seperti ikan bakar, cumi dan hasil laut lainnya. Harganya cukup murah, waktu itu kami cukup merogoh kocek Rp100.000 untuk mendapatkan 3 ikan bakar dan 2 cumi bakar (ukuran besar), ditambah satu kaleng kerupuk, sambel dan nasi tentunya. Harga ini tergolong murah jika konteksnya untuk kawasan wisata.

Sumber: http://blog.realtatourtravel.com/
Sembari menunggu jam 00.00 kami berdiskusi mengenai rencana trip selanjutnya ke Bromo yang sempat tertunda. Akhitnya tak terasa jam sudah menunjukan pukul 23.55 dan kami langsung menuju ke pantai utama untuk melihat momen pergantian tahun yang akan bertaburan kembang api. Menikmati indahnya kembang api di pantai memang terasa berbeda jika dibandingkan di rumah, karena di sini tidak ada rumah-rumah ataupun pepohonan yang menghalangi pandangan untuk menikmati indahnya warna-warni kembang api. Tapi sayangnya kami ngga sempat mengabadikan momen tersebut, ya sebenarnya karena lupa memfotonya hehehe. Setelah puas menikmati kembang api akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan tidur di tenda yang telah kami dirikan. Keesokan paginya kami bersiap-bersiap untuk kembali pulang ke Bogor. Liburan akhir tahun di Sawarna kemarin ini menjadi pengalaman yang sangat seru dan berkesan pastinya.

Nah, kalau kamu bingung cari tempat liburan yang dekat Bogor dan Jakarta, mungkin Sawarna ini bisa menjadi salah satu tujuan yang tepat. Selamat berlibur!

Pozzcrozz Giveaways Winners

Terima kasih teman-teman sudah mengikuti kuis kecil di postingan Pozzcrozz Giveaways yang saya adakan beberapa lalu. Sangat senang membaca jawaban teman-teman, kreatif banget. Ada yang ingin dikirimi postcard dari presiden, artis, maupun teman lama. Akan tetapi sayangnya nggak bisa aku menangin semua karena keterbatasan dana. Hihihi... Langsung saja ya...

Tiga pemenang giveaway kemarin, namanya ada di bawah ini:

1. Miranti A. Puteri
2. Fatima Zahra
3. Vicky Laurentina


Tiga pemenang di atas masing-masing akan mendapatkan 10 mint postcards dan satu postcard holder. Buat yang belum menang, ada satu postcard w/s untuk kalian. Jadi semua yang ikut giveaways kemarin bisa kirim alamat rumahnya ke inbox-ku, Twitter, atau e-mail di me (at) sittirasuna (dot) com. Terima kasih ya sudah pada ikutan! HAPPY POSTCROSSING!

❤❤❤

Does Size Matter? 5-Inch for Optimum Enjoyment!

“Apakah kamu bisa hidup tanpa smartphone?”

Kalau sebelum punya smartphone aja bisa hidup, ya pastinya bisa sih. Aku beberapa kali ketinggalan handphone di rumah, juga nggak masalah, bisa-bisa aja. Cuma emang ya smartphone itu… aduh, penting banget.

Bangun tidur aja yang pertama kali dicek si smartphone. Dan bukan melulu soal social media, chatting dan ngegosip sama temen, misalnya motret momen penting, baca berita, dengerin musik, ngeliat peta, ngitung langkah kaki, kerjaan, tugas kuliah, semuanya pake smartphone. Semacam sarana kehidupan digabung dalam satu perangkat.

Duh, love you deh love love HP-ku.

Kalau kamu? Termasuk orang yang tidak bisa lepas dari smartphone atau enggak? Bahkan ada survei yang mengestimasi ada 65% orang tak bisa hidup tanpa smartphone. Sampai muncul juga istilah nomophobia, yaitu orang yang takut lepas dari handphonenya. Tapi emang in-touch dengan smartphone asyik sih, wkwkwk. Setuju nggak?

Untuk memenuhi kebutuhan ber-smartphone ria, sepertinya sekarang mah udah gampang banget. Khususnya buat anak muda, nggak perlu masukin tangan ke saku dalam-dalam, sudah bisa dapat smartphone kece dengan harga yang terjangkau, nggak mencekik. You don’t have to spend 10 million only for smartphone yang pinter banget. Kecuali punya duit sih, hihihi.

Aku naksir warnanya, Buuu!!! Kayak permen, yes?
Untuk itu, Microsoft Device punya rangkaian produk baru bernama Nokia X. Seri yang paling baru diluncurkan adalah Nokia XL. Salah satu yang membedakan Nokia XL, dari Nokia X sebelumnya (Nokia X), layarnya lebih besar, 5 inchi! Puas banget nggak sih? Menurutku sih smartphone layarnya kecil agak kurang enak yes buat browsing. Daaannn cover belakangnya itu loh, warnanya… minta digigit banget.

Nokia XL ini perpaduan antara Nokia, Microsoft dan Android. Kalau lihat tampilannya Microsoft style ya ada live tiles-nya gitu, tapi kita bisa menggunakan aplikasi Android di dalam Nokia XL. Nokia XL punya dua tampilan layar, yaitu home dengan live tiles khas Microsoft dan Fastlane. Fastlane ini seperti halaman recent yang memuat aplikasi apa saja yang dipakai sebelumnya.

Fastlane Nokia XL
Aplikasi yang bisa langsung digunakan ada BBM, Facebook, HERE Maps, Nokia MixRadio, Microsoft OneDrive, dan lain-lain. Kalau ingin download aplikasi, tinggal ke Nokia Store. Oh ya, OneDrive bisa dinikmati dengan gratis. OneDrive memberikan akses hingga 15GB penyimpanan file, jadi kemana-mana file aman deh. Satu keunggulannya lagi, Nokia XL ini dual SIM! Useful banget buat orang yang punya dua nomor untuk memisahkan penggunaan kontak.
MixRadio dan ukuran Nokia XL.
Nokia XL tak hadir sendiri namun juga menggandeng beberapa mitra kerjasama. Beberapa aplikasi lokal yang biasa masyarakat gunakan akan dapat diunduh via Nokia Store. Beberapa di antaranya, aplikasi mobile BCA, Mandiri, 21Cineplex, Kompas.Com, dan masih banyak lainnya.

Ada penawaran menarik bagi para pengguna Telkomsel, yaitu akses gratis menggunakan BBM tiap mengaktifkan paket data Nokia XL. Hanya dengan 20.000 untuk tiga bulan, pengguna bisa mendapat akses data 1,2GB per bulan, 100 SMS, 100 menit panggilan suara, dan free akses BBM.

Untuk pembeli NokiaXL juga ada penawaran khusus gratis telepon ke landline dan mobile via Skype selama 1 bulan! Cukup download aplikasi Skype Gift, dan ikuti petunjuknya.

Enam pilihan warna cover Nokia XL. Putih, hitam, orange, hijau, kuning, cyan   

Nokia XL sudah hadir di mana saja untuk masyarakat Indonesia sejak 13 Juni lalu. And guess, berapa harga Nokia XL dengan segala rupa spesifikasinya yang sudah kusebutkan di atas?! Cuma 1.999.000 rupiah!




Vegeroni Spirals Pollo Carbonara by Retno

Ceritanya teman saya bakal datang ke rumah hari ini. Saya bilang sama ibu saya kalau pengen delivery Domino's Pizza hari ini. Penasaran pengen nyobain soalnya. Eh tapi kata ibu, kenapa nggak masak aja? Kan punya pesto tuh, sama ayam di freezer. Oiya ya, 'kan bisa manfaatin teman saya buat masakin.

Jadi ceritanya hari ini mau masak pollo (chicken) pesto, eh tapi pas lihat kaleng pesto, tinggal sedulit banget. Mana bisaaa... Akhirnya, lihat-lihat kulkas kayaknya bisa bikin carbonara. Jadilah akhirnya masak pasta pollo carbonara. Yang masak mantan teman sebangku waktu SMA, namanya Retno. Pernah juga tampil di postingan Bean Boozling with Pita and Retno. Retno ini jago sekali masak! Saya bantuin marut keju dan ngeliatin. Pita bantuin ngaduk tumisan pasta + pollo carbonaranya lima detik dan ngeliatin.


Ini bahan-bahan yang kita Retno pakai tadi:
❤ Vegeroni Spirals by San Remo 
❤ Ayam, dipotong kecil-kecil
❤ Sosis
❤ Krim
❤ Keju cheddar, diparut
❤ Bawang bombay
❤ Bawang putih
❤ Rosemary
❤ Thyme
❤ Lada
❤ Coriander Powder
❤ Garam
❤ Gula
❤ Olive oil

Ukurannya? Sekira-kiranya aja. Lagipula ini kan masak, bukan baking. Yang paling penting kan masaknya pakai cinta... ❤ dan jangan cemberut.

Masak aja senyum... :)

Yang tadi dilakukan adalah merebus pasta, opsional mau al dente atau lebih empuk lagi. Kemudian, menumis ayam di atas olive oil panas untuk mematangkan ayam. Lalu, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai wangi, masukkan krim dan sosis kemudian ayam, beri garam, gula, rosemary, thyme, lada, dan coriander. Kemudian masukkan pastanya. Aduk sampai merata dan matang. Voilaaa!


Pollo Carbonara buatan Retno ini enak loh. Nggak kalah sama masakan buatan Michelin-starred restaurant *padahal belum pernah* Cuma tadi kurang saja krimnya, karena memang tinggal dikit. Si Pita saja sampai nambah dua kali... Terima kasih ya Retno sudah masakin! Kapan-kapan lagi ya...

Pita yang nambah makannya...



Akhirnya Punya Ini

Beberapa bulan lalu, aku menulis postingan Ngidam Tongsis. Kepengen punya tongsis, tapi nggak pengen-pengen banget sih. Buktinya nggak langsung beli tapi baru dua hari yang lalu belinya. Lagian kan aku nggak narsis. Hahaha, boong banget. Tapi serius deh, kalau kamu buka hapeku nggak ada satu pun foto selfie. *soalnya udah dipindahin ke komputer* *soalnya selfie-nya di hape nyokap*

Tapi seriusan lah, aku bukan penganut selfie setiap hari. Paling ourselfie banyakan sama temen. Padahal pengen juga sih bikin video yang dirangkai dari foto selfie tiap hari setahun. Makanya, tak pikir-pikir tongsis buat apa gitu. Paling kepakai kalau lagi liburan sendiri. Atau foto ramean sama temen. Tapi kapan liburannya? Tapi kapan ketemu temennya? Hahaha…

Minggu lalu aku pergi makan sama ibuku. Ada mbak-mbak mengeluarkan tongsis dari tasnya. Trus aku kasih tahu ke ibu, barang kali ibu mau beliin gitu *usaha*

"Lihat arah jam setengah enam deh Bu, aku pengen itu."

"Oh ngerti aku."

"Asik kayaknya foto pake itu."

"Halah, mbok nganggo pring..." (Mbok pakai bambu...)

(T^T)

Dua hari lalu, aku bertanya kepada seorang teman, Mbak Niar, di mana dia membeli tongsisnya. Dia membeli di Qoo10. Aku langsung buka deh situs Qoo10. Syok harga tongsis cuma 46.000. Perasaan beberapa bulan lalu masih 100 ribu lebih. Aku cek di situs online shop lain harganya memang kisaran 40-50 ribu. Karena nggak mahal kayak dulu, aku langsung beli deh via Qoo10!

Pilihan cara pembayarannya banyak. Eh tapi bank yang aku pakai nggak ada pilihannya, hiks. Kulihat-lihat, eh bisa bayar di Indomaret (via Finpay195, punya Telkom). Ya udah aku pilih itu akhirnya.

Tongsis yang aku beli harganya 46.000 ditambah ongkir 9.500 dan ongkos Indomaretnya 2.500. 58.000 deh.

Dan nggak pakai lama, 41 jam setelah aku membayar, barangnya sampai! Woo-hoo! Sangat excited untuk mencoba tongsis, meskipun sudah tahu masa depannya akan tergeletak begitu saja, hahaha.


Tongsis is perfect companion for your selfie shots laaah...


Spesifikasi:
Suitable for digital cameras or smartphones.
Extend length up to 90 cm
Net weight: 130 gram
Weight: 250 gram


Yang kecil itu untuk atasnya supaya telepon genggam nggak langsung kena logamnya. Awalnya aku nggak pakai itu karena nggak tahu dan hapeku jatuh ajaaa hiksss... lecet deh.

Mari kita pakai!

Ini salah satu hasil selfie menggunakan tongsis. Nggak lihat kamera dan aplutnya hanya satu soalnya malu.


Tadi aku nyoba bikin video yang aku muter juga, iseng. Seru jugaaa tongsis euy...

❤❤❤


My Memorable Stories with AirAsia

Pertama kali aku pergi ke luar negeri tanpa orangtua ialah saat umurku 18 tahun. Seorang teman SMA mengajakku berlibur ke Singapura. Aku bukan tidak pernah pergi ke luar negeri tapi aku terakhir melakukannya pada saat umurku 13 tahun! Itupun bersama ibuku. Jadi perjalanan kali itu, aku sedikit was-was karena aku tidak tahu apa-apa. Aku bahkan tidak meriset kecil-kecilan mana saja yang akan dikunjungi, aku menyerahkan semuanya ke temanku.

Chinese Garden, Singapore.
Kali itu pula pertama kalinya aku naik AirAsia yang sebelumnya hanya kubaca dari artikel kalau AirAsia merupakan low-cost airlines. Oh, jadi ini toh maskapai yang mengusung slogan "Now Everyone Can Fly"? Bisa juga ya pergi ke mana-mana tanpa mahal? Sejak itu, gara-gara AirAsia, aku jadi suka traveling. Hampir lima tahun berlalu setelah perjalanan pertamaku dengan AirAsia-ku, I don't travel a lot, tapi setiap bepergian, aku sering mempercayakan AirAsia sebagai alat transportasiku.

Aku punya beberapa cerita tentang AirAsia yang mengesankan (untukku, tidak tahu kalau untuk orang lain ya, hihihi).

Tergantung AirAsia

Beberapa kali liburan kuliah, aku berlibur dengan sepupuku, Affi. Jarang kami merencanakan perjalanan jauh-jauh hari seperti tiga-lima bulan sebelumnya. Paling-paling ketika ujian akhir selesai, tahu-tahu ingin liburan saja, lalu diskusi deh mau ke mana. Seperti tahun lalu bulan Juni, kami galau ingin ke mana. Palembang, Lombok, Makassar, Penang, semuanya kepengen. Sampai akhirnya menentukan destinasi liburan tergantung AirAsia!


Iya, tergantung AirAsia ada rute ke mana saja! Jadilah membuka web AirAsia dan pilih Asal Jakarta (CGK) dan melihat daftar Tujuan.

"Gimana kalau ke Xi'an?"

"Tiketnya sih kebeli, budget akomodasinya woy!"

"Kathmandu aja apa?"

"Penang kali ya. Ada apa aja sih di sana?"

Bersiap landing di Sultan Hasanuddin.
Debat aja terus, namun pada akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Makassar dengan pertimbangan budget, bisa wisata kuliner (banyak makanan Makassar yang asing di mata kami), alam, museum, pantai (Bira), belanja, semua bisa.

Di rumah Tongkonan, Toraja.
Rebutan Inflight Meal

Awal tahun ini, aku, adikku Aziz, dan sepupuku Affi pergi ke Phuket menggunakan AirAsia. Perjalanan ditempuh dalam waktu tiga jam. Penerbangan pergi dan pulang di waktu malam hari. Jadi kami pikir, ah tidak akan makan di dalam pesawat. Aku pun tidak pre-book inflight meals ketika memesan tiket. Paling-paling bakal tidur. Tahunya? Kami di pesawat bercanda mulu, nggak tidur barang satu menit pun.

Menu awal tahun 2013. Aku foto waktu perjalanan ke Bangkok, Januari 2013.
Saat membuka inflight meal menu, menarik semua! Pada penerbangan pergi aku memesan Nasi Kuning Manado. Dengan harga 39.000, jujur saja awalnya aku underestimate dengan rasa makanan di pesawat. Sudah mahal, paling ya nggak enak-enak banget. Eh ternyata... enaaakkk! *ditabok AirAsia* Aku bertukar cicip makanan dengan mereka. Salah satunya, Pak Nasser's Nasi Lemak, dan wihhh enak juga! Karena masih lapar, aku memesan Chicken Mayo with Apple Sandwich.

Nasi Kuning Manado.
Waktu penerbangan pulang, kami sudah tahu mau memesan apa di dalam pesawat. Uncle Chin's Chicken Rice! Tapi dasar nasib nggak beruntung, kami duduk di kursi nomor tengah, sehingga deretan kami yang didatangi terakhir oleh pramugari yang mendorong food cart dari depan dan belakang. Jadilah sudah habis semua meal-nya. Kami bertiga kecewaaa... Adik dan sepupuku yang lapar akhirnya memesan cup noodles. Aku, yang duduk di belakang mereka, tidak jadi pesan apa-apa.

Next time harus pre-book inflight meals! Nyesel banget nggak pre-book!

Eh, nggak berapa lama pramugarinya datang dan bilang kalau masih ada satu. Karena adikku dan sepupuku sudah dapat cup noodles, akhirnya si Uncle Chin's Chicken Rice jatuh di tanganku! Hahaha! Cuma dapetin Chicken Rice aja seneng banget, makannya sambil ngejek-ngejek dua adikku, "Makanya jadi orang yang sabar, hahaha." Tapi ya akhirnya aku cuma makan setengah, setengahnya aku kasih ke mereka.


Moral of the story: Pre-book inflight meals AirAsia saat memesan tiket. Selain enak, sering kali kalau beli di pesawat, bisa kehabisan! Pre-book juga bikin harganya lebih murah loh!

Gara-Gara Travel 3Sixty

Biasanya kalau naik pesawat dan ada majalah di kantung depan, ya aku baca. Pernah suatu kali, hanya karena membaca informasi singkat di inflight magazine-nya AirAsia, Travel 3Sixty, aku jadi mendapatkan satu pengalaman baru yang tidak terlupakan.

Ceritanya, pertengahan tahun lalu, ibuku lagi gemar-gemarnya menonton video opera di Youtube. Beberapa diantaranya, Woman in White dan Phantom of the Opera. Ibu bercerita kalau ia pengen nonton opera tapi jauh, masa' iya harus ke Amerika? Entah kenapa loading otakku lemot. Beberapa hari setelah ibuku bilang begitu, aku baru ingat kalau aku baca di Travel 3Sixty, saat aku dan Affi pergi ke Makassar bulan Juli 2013, kalau ada Phantom of the Opera World Tour di Marina Bay Sands, Singapura.

Waktu aku kasih tahu, ibuku cuma bilang, "Ah masak sih, aku cari nggak ada tuh di Singapur." Aku juga nggak ada niat buat googling, kayak iya aja bakal nonton?

Saat ibuku ketemu Affi, dicarilah infonya di internet, barulah ibuku percaya, dan tahu-tahu ibuku mengajak aku dan Affi nonton Phantom of the Opera di Singapura! Aku kaget, lha wong ibuku jarang ngajak jalan-jalan. Trus tahu-tahu ini ngajak nonton opera? Yang tiketnya nggak bisa dibilang murah? Mana ibuku mengajaknya semangat pake banget!

Untukku dan Affi yang sejak kecil sering diperdengarkan lagu Phantom of the Opera tentu saja sangat excited. Kami suka menyanyikan lagu-lagu soundtrack-nya. Filmnya yang diperankan oleh Gerard Butler pun sudah menonton. Sempat hampir tidak jadi ke Singapura gara-gara tempat duduk nonton yang masih kosong tinggal yang tidak strategis! Tapi ibuku bilang, "Aku sih udah pernah nonton kalau operanya Phantom of the Opera, aku cuma pengen kalian nonton biar tahu... Biar nggak perlu ngajak ke Broadway, mumpung dekat."

Aku terharu ibu bilang begitu.

Akhirnya jadilah kami menonton Phantom of the Opera. Satu wishlist tercapai: menonton opera. Tapi tentu saja masih ingin ke Broadway!

AirAsia Pun Mengubah Hidupku...

Sejak naik AirAsia pertama kali, aku jadi ingin mencicipi suasana dunia. Kalau AirAsia saja terus melebarkan operasinya, masa' aku di sini-sini saja? Semakin haus melihat dunia, ketika AirAsia mengumumkan rute barunya atau ketika AirAsia mengirimkan surat elektronik berjudul: "Ayo Liburan Lagi!"

AYO!

❤❤❤

Blogger dalam Dorama

Aku nggak suka ngeblog tentang blog, tapi ini aku mau cerita tentang blogger di sinetron Jepang!

Kemarin aku menonton drama Jepang berjudul Legal High. Drama ini memiliki cerita tentang pengacara yang tak pernah satu kali pun kalah dalam pengadilan. Di salah satu episodenya, tentang pengusaha yang jenius yang baru saja keluar dari penjara. Dia menuntut semua pihak yang menggunakan kisah hidupnya, menyindirnya, dalam berbagai bentuk publikasi. Mulai dari acara berita, penulis komik (yang lakonnya meniru karakter dia), sampai ke blogger.

Legal High
Uniknya, si pengusaha ini tidak menggunakan pengacara. Jadi dia belajar mati-matian mengenai hukum. Sebenarnya cerita utamanya lebih ke tuntutan yang ke penulis komik, namun aku tertarik sama peran blogger di sana. Blogger yang dituntut itu menulis postingan menyindir si pengusaha tadi. Waktu di pengadilan, si blogger membela diri bahwa pengunjung blognya tidak ada, sangat dikit sekali. Kata si pengusaha, menurut statistik blog Anda, ada 25 orang yang datang tiap hari. Berarti ada 25 orang tiap harinya yang membaca tulisan yang mencemarkan baiknya.

Dramanya bergenre komedi dan si pengusaha menuntut blogger yang pageviewnya rendah juga menggelikan. Jadi teringat blogku satunya sehari cuma 15 pageviews hahaha. Wondering aja, kalau di dunia nyata bisa nggak ya blog yang sepi pengunjung tapi isinya nyinyir dituntut gitu? Mending nulis yang baik-baik aja deh ya di media sosial, hihihi

Sebelumnya lagi, aku menonton drama Boss 2. Jepang juga. Boss 2 ini mengenai detektif kepolisian. Di salah satu episodenya, kriminalnya adalah seorang blogger. Emak-emak. Ceritanya, blog no. 1 di Jepang adalah milik seorang ibu rumah tangga yang dikenal dengan nama Yuu-Mama. Yuu ini nama anaknya. Blognya bertemakan cara menghemat dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Isinya bermacam-macam, seperti menanam bumbu dapur sendiri, resep masak, atau tips menghemat listrik.


Beberapa postingan juga menunjukkan ada chef terkenal datang ke rumahnya. Pokoknya blog dia nge-hip banget. Namun, blognya yang punya kesan dia punya rumah tangga yang makmur dan tenteram, tahunya ditinggal suami dan anaknya. Jadi dia hidup sendiri. Tapi dia berusaha bagaimana caranya, mengisi blognya yang bagus-bagus tapi palsu gitu.

Suatu ketika, ada teman SMA-nya yang tidak mengapresiasi dia karena mampu menerbitkan buku. Si teman SMA ini juga tahu kalau kehidupan si blogger ini tidak sesuai dengan blognya. Jadilah dia mem-bully, dan si blogger ini nggak tahan emosi, sehingga membunuhnya. Selain itu, ada fans blognya yang pernah menanyakan ke dia kalau resep di blognya sama dengan resep keluaran supermarket. Sama si blogger ini trus dibunuh juga, hahaha. Dan dikubur di halaman rumahnya sendiri. Horor.

Si para polisi detektif ini heran, hanya karena si blogger ingin menjaga kesan baik blognya, ia membunuh beberapa orang. Namun, saking si blogger ini, ibu rumah tangga yang resikan, barang bukti tidak mudah ditemukan. Tapi ujung-ujungnya ketemu sih. Waktu ditangkap, dan dibawa ke kantor polisi dan kemudian dibawa ke penjara, si blogger itu sempat bertanya, “Di sana saya bisa nge-blog kan?”

Udah mau dipenjara masih sempet-sempetnya nanya gitu… wkwkwk.

❤❤❤