Aku Sudah Jadi Emak-Emak

Note: Maaf, postingan ini akan so wordy and pictury ^^

Puji Tuhan, kini aku termasuk golongan emak-emak. Dua hari lalu, pria berdarah Korea yang kupuja meresmikan suntingannya. Di umurku yang masih belasan ini, aku sudah melepaskan atribut remajaku.  Memang ini terkesan mendadak, tapi aku bahagia. Maaf tidak memberitahukan ini kepada teman-teman blogger.

Ini fotoku dengannya.


FIKSIIII! *PLAKKK*

♥♥♥

Cerita non-fiksinya ialah bahwa hari minggu (29/4), aku mengikuti acara gathering yang diadakan oleh Komunitas Emak-Emak Blogger (KEB). Pada hari rabunya, Mbak Alaika cerita kalau KEB mengadakan kopdar. Ah tapi kan aku bukan anggota KEB. Dan lagipula aku kan masyih remaja cyinnn... Eh hari sabtu bertemu dengan Mbak Mira Ayank yang cantik (bagi seratus ribu mbakkk) dan diajak ikutan gathering KEB.

Batinku, uhhh, ini membuatku merasa menjadi emak-emak sebelum waktunya!

Lokasi Gathering KEB

Gathering kemarin berlokasi di Pusat IDC di Jalan Duren Tiga Raya. Sebelumnya aku dari arah Kemang, tak jauh lah ya dari Duren Tiga. Eh, dari ujung ke ujung jalan Duren Tiga tak menemukan aku yang namanya gedung IDC. Sialnya, telepon genggamku tak ada pulsanya blas. Nggak bisa buka maps, nggak bisa SMS! Ow, tapi Duren Tiga jalannya tak begitu besar. Ah pasti ketemu.

Akhirnya sampai ujung Jalan Duren Tiga di Hotel Kaisar, muter balik lagi ke arah Mampang. Tidak ada plang IDC. Sampai kami ke sebuah ruko dan menanyakan apakah si satpam mengetahui di mana Pusat IDC, eh ternyata di gedung itu.

Gambar di liftnya.
Liftnya horor sekali, letaknya di luar gedung. Nah loh gimana tuh. Yah gitu deh, tapi tempat gatheringnya cozy banget euy. Warna-warni gitchuuu, unyu unyu. Nyaman sekali tempatnya, sungguh ^^



Sesi-sesi di Gathering KEB

Aku telat datang sekitar 40 menit tapi kayaknya sih nggak kelewatan sesi-sesinya, hihi. Acara gathering KEB ini di-masterofceremony-in oleh Mbak Mira Nurfahlia Sahid yang kece abis (bagi seratus ribu lagi). Kiprahnya menjadi pemandu acara emang udah topppp deh! Nah, di sesi pertama merupakan sesi sharing yang dibintangi oleh dua insan blogger wanita yang sudah tersohor banget lah.

Tebak. Tebak siapa!

Yak jawaban Anda benar! Dua bloggernya adalah Mbak Eka Situmorang dan Mbak Isnuansa. Mbak Eka share bahwa blognya lebih bertema ke lifestyle, travel, kuliner, dan gaya hidup (eh ini mah lifestyle juga!) Katanya, dalam blog yang terpenting ialah content. Content is the king lah yau. Seandainya ada orang googling dan terdampar di blog kita dan ternyata content blog kita okeh punya, biasanya si terdampar itu akan kembali lagi ke blog kita. Selain itu, orisinalitas tulisan, keramahan blogger juga sangat penting.

Mbak Eka, diajeng Batak. Lha orang Batak tapi ngomongnya Jawa terus hihi :P
Mbak Isnuansa yang acap disapa Mbak Nunik bercerita kalau ia memulai blogging pada tahun 2005. Blog utamanya ialah isnuansa.com dan ia pun juga mengelola blog bertema wisata yaitu jalanjalanyuk.com. Waktu aku senang sekali mampir ke blog Xiaxue (kala itu aku belum ngeblog rajin di sini) aku mencari siapa sih blogger wanita yang oke di Indonesia. Dan Isnuansa menjadi salah satu jawabannya, di samping Diana Rikasari, Evita Nuh, yang punya Luce-Dale lupa namanya siapa, dll. Eh sekarang ketemu langsung, foto juga pula berdua hihi ^^

Kucel amat gue yahhh hahaha, biasanya sih terlihat eksotis. Di sini terlihat kusam! Biarin ah.
Sesi selanjutnya dibawakan oleh Mbak Dewi Ningrum dari ICTwatch serta Mbak Nike Rasyid yang merupakan fellow Internet Sehat 2012. ICTwatch merupakan brand name dari Perkumpulan Mitra TIK Indonesia yang merupakan organisasi non-profit yang bertujuan untuk mengkampanyekan internet sehat. Dijelaskan oleh Mbak Dewi statistik pengguna internet, Facebook, akun blogger se-Indonesia. Oh ya dan ada lomba ISBA yang diadakan ICTwatch loh, jangan lupa ikutan ya. Bisa dilihat informasinya di: isba.ictwatch.com

Aku bertemu Mas Gayus!

Hahahaha, tak disangka aku bisa bertemu langsung dengan Mas Goiq yang baru kuketahu nama aslinya ialah Ari. Aku pernah bilang di komen kalau iya mirip Gayus, hihihi! Aku nggak tahu kalau laki-laki bisa masuk komunitas emak-emak... Kutanya ke Mas Ari sih, katanya ia calon emak-emak. Gak tau deh maksudnya apa.

Peace! :)
Selain Mas Ari, aku bertemu Bunda Yati Rachmat. Salut aku sama Bunda Yati, meskipun usianya, hm ngakunya sih 27, jangan lupa dibalik, tapi semangatnya, oke punya booo'! Menurut sepengamatanku, Bunda Yati ini peserta gathering teraktif. Aktif menyimak, aktif bertanya, dan di akhir acara dia diwawancarai, hihihi. Keren deh Bunda Yati. Oh ya yang aku sukai, beliau bilang aku tak segemuk di foto. *melayang*

Bunda dan Mbak Alay. *lariii takut dikejar Mbak Al*
Hihi lupanya aku malah nggak foto berdua dengan Bunda Yati. Di gathering ini aku juga bertemu Mbak Alaika. Ini kali ketiga aku bertemu Mbak Alaika, hihi senangnyaaa. Blogger yang berasal dari jauh dari Jakarta (baca: Aceh) malah bisa kutemui lebih sering dari yang lain. Oya foto Mbak Alaika di kameraku banyak banget. Narsis booo, hihihi ^^ Yang di sebelah kiri itu Mbak Waya. Setelah tukar link ia sadar ia pernah mampir ke tempatku, pas malamnya aku buka blognya, aku pun sadar aku juga sudah pernah komen di blognya. ^^

Tour Gedung IDC

Ternyata sob, gedung yang digunakan untuk gathering KEB ini merupakan pusat data center se-Indonesia. Jadi, (semengertiku ya ini) data seluruh operator internet dan situs-situs besar ada di sini. Macam telkom, fastnet, atau situs seperti detikcom.


Kami diajak berkeliling tempat datanya. Untuk masuk ke ruang khusus tersebut, dibutuhkan pass ID. Ya tentu saja, pegawainya yang punya. Setelah masuk, kami pun takjub. Berderet rak-rak berwarna-warni. Biru, hijau, merah, oranye... yang di dalamnya terdapat kabel-kabel njelimeti.


Listrik di data center ini nyala 24 jam. Dan memang harus nyala 24 jam. Karena kalau mati sebentar saja, internet se-Indonesia akan mati. Makanya, IDC punya dua genset berukuran dua megawatt (MW) untuk mengantisipasi listrik mati.


Tentu saja, kalau isinya kabel-kabel gitu berarti panas dong ya... sehingga suhu dalam ruang itu pun sedemikian rupa agar selalu tetap sejuk. Digunakanlah airconditioner yang masing-masing berdaya 25PK (paardekracht = tenaga kuda). Itu pun menurutku dalamnya nggak begitu dingin. Berarti saking panasnya rak-rak kabel itu kali yeee...

ACnya...

Seusai tour gedung, kuis pun dilancarkan. Ada tiga pertanyaan kuis, dan puji Tuhan aku bisa menjawab pertanyaan yang ketiga dan mendapatkan hadiah. Sebuah goodie bag Qwords yang berisi sabun dan body lotion Moayu produk dari Mozlima serta pulsa Indosat senilai 50.000. Aaah akhirnya aku isi pulsa deh.

Ada Mbak Ani Berta, Bunda Faathir, Mbak Indah Juli, Mbak Inne, Mbak Irma, Mbak Mira, Mbak Sari Melati, Mbak Nunik, Mbak Nike, dll hihihi xD
Hihi begitulah reviu acara gathering KEB kemarin, maaf sooo panjaaanggg... aku nggak tahu bisa ikutan lomba reviunya apa nggak, aku kan bukan member, hihi. Tapi terimakasih lah terutama kepada Mbak Mira, senang sekali aku bisa datang. Bertemu orang-orang yang sebelumnya hanya bisa kulihat dari layar 40 inch di rumahku... (Kayak iya aja punya komputer layar 40 inch, hahaha.)

♥♥♥

Tentang Museum dan Museum Keren #2

Banyak jawaban teman-teman di postingan Tentang Museum dan Museum Keren #1 yang merupakan poin ketiga museum yang akan kureviu.

3. House of Sampoerna

Minggu lalu merupakan kali ketiga aku ke sana. Dari namanya, oh jelas, museum ini berkenaan dengan perusahaan rokok Sampoerna. Berlokasi di Jalan Kebalen, museum ini tidak terlalu besar. Tak sampai satu jam, Anda bisa mempelajari tentang Sampoerna. Dan kalau Anda seperti aku yang sukanya liat-liat doang, nggak sampai 10 menit juga selesai. Hihihi!


Memasuki bagian museumnya, aroma tembakau langsung menyambar hidung. Wlek, gak enak! Tetapi kalau sudah berlama-lama di dalam museum, ya mungkin hidung sudah beradaptasi jadi yo biasa wae ik.


Di ruang pertama dipamerkan karung-karung berisi tembakau dan cengkeh. Kemudian ada replika warung yang digunakan pendiri Sampoerna, Liem Seeng Tee, berjualan pertama kali. Ada sepedanya juga, dan ada oven-ovenan dari bata yang digunakan untuk mengeringkan tembakau.


Di ruang bagian kedua terdapat foto-foto pendiri Sampoerna lah, yang sekarang menjabat lah, keluarganya lah, pokoke isine foto foto dipanjang ngunu lah.


Kalau kebelet pipis, WC terletak di ruang kedua... nah, selanjutnya ke ruang ketiga! Ruang ketiga memamerkan merek-merek rokok yang diproduksi oleh perusahaan Sampoerna. Rupanya, rokok yang disediakan untuk istana wakil presiden dan sekretariat negara juga produksi Sampoerna. Terdapat pula sebuah replika warung rokok dan peralatan Marching Band Sampoerna beserta sajian sejarah prestasinya.


Museum ini terdiri dari dua lantai. Lantai kedua berisi tempat jualan merchandise dan suvenir. Dan dari atas pula kita bisa melihat bentangan pabrik rokok Dji Sam Soe yang searea dengan House of Sampoerna. Tidak beruntung, terakhir aku ke sana pas ketika hari minggu, sehingga tidak ada pekerja yang melinting rokok di sana.

Padahal...
keren sekali mereka itu! Melinting rokok seperti robot, cepatnya minta ampyuuun. Aku tak tahu kecepatan mereka melinting rokok sebanyak apa per menit tapi kilat sekali lah pokoke. Flash flash, dua detik jadilah bentuk rokok yang rapi.

Di lantai dua, terdapat ruang kaca kecil yang kalau hari kerja terdapat beberapa pekerja di sana yang sengaja 'dipamerkan' agar para pengunjung mengetahui bagaimana cara produksi rokok. Bisa pula melongok ke bawah, ya ke itu tadi, ke pabrik Dji Sam Soe-nya.

Di lantai dua, tidak boleh mengambil foto, aku nggak tahu kenapa. @_@

Naaah tiga museum yang aku tulis merupakan tiga museum terkeren yang pernah aku kunjungi. Museumnya benar-benar membuat betah berlama-lama di sana. Sebenarnya pun banyak museum keren lainnya. Sebut saja Museum Katedral atau Museum Taman Prasasti. Secara bangunan, arsitektural, emang keren banget, tapi isinya belum ditata rapi lah menurutku. Atau museum lainnya misal Museum IPTEK yang ada di Taman Mini, keren sih keren... tapi gimana yaaa... ah gitchu deh.

Rasanya mau kuumek-umek...

Entah kebetulan, well sebenarnya enggak, tiga museum ini bukan museum yang dikelola pemerintah. Wkwkwk... Au deh tuh ah... lalalala...

Yo wis yo. Byeee!


Ilmu Hilang Bau Duren di Tangan

Aku bingung mau ngejudulin postnya apa. Au deh tuh ya...

Durian. Begitulah namanya. Bagi sebagian insan, durian disebut-sebut sebagai surga dunia karena begitu enaknya dan begitu menggoda. Namun bagi sebagian lainnya, durian bisa menjadi momok. Ada manusia yang bila menghirup bau durian, langsung bawaannya ingin meledakkan segala isi perut.


Hari ini, aku beli duren. Ibuku diiinggg yang beli, aku cuma bantu makan. Jenisnya sih katanya durian kanyau. Lydia kanyau. Sembari makan duren, bapak pakde dan adikku berdiskusi mengenai cara menghilangkan bau duren di tangan.

Jadi, begini cara supaya tangan tidak bau duren setelah makan duren:

Cuci tangan dengan air kulit durian

Siapkan satu bagian kulit durian, isi rongganya dengan air, kemudian cucilah tanganmu dengan air yang ada di rongga kulit durian itu. Untuk menghilangkan bau durian di mulut, kumur lah dengan air itu. Aku sudah mencobanya dan memang benar terbukti!!!

http://1.bp.blogspot.com/_L4AzL99bLRM/TDvlST96xjI/AAAAAAAAAAs/H81VZWrdG6k/s1600/tinggal-kulit.jpg
Sayang seribu sayang, aku tak menemukan referensi apapun yang menjelaskan kenapa hal ini bisa menghilangkan bau durian yang begitu kerennya. Hanya sebuah jawaban di Yahoo! Answers yang menyebutkan kalau senyawa durian dengan kulitnya sama, sehingga baunya hilang. Ah tapi tak terlalu jelas.

Dasar emang nggak pandai googling kali ya aku. Aku cuma menemukan bahwa ada penelitian berjudul Karakterisasi Ekstrak Kulit Durian Sebagai Bahan Penghilang Bau yang ditulis oleh siswa SMA 2 Bogor. Bahkan katanya dibuatlah paten dari temuannya. Kulit durian konon bisa dijadikan alternatif untuk penghilang bau tajam. Sayang nggak nemu isi penelitiannya kayak bagaimana.

Cuci tangan sambil merem!

Ini baru kudengar tadi siang dari cerita bapakku. Katanya ini merupakan trik dari orang-orang Dayak (bener nggak tuh Bung Pen?). Di Kalimantan, setelah makan lai (sejenis durian; Durio kutejensis) orang-orang mencuci tangan dengan air mengalir sambil memejamkan mata. Katanya sih, bau duren di tangan, hilang seketika.


Aku tadinya nggak percaya kalau benar-benar ada tips begini. Eh ternyata kugugling ada juga yang menuliskannya di forum maupun dalam artikel. Aku pun bertanya sama bapakku, "Beneran? Kok bisa?" Dia cuma jawab, lha mbuh... ini berkenaan dengan metafisika. Mbuh lah...

Mungkin kaitannya dengan rasa percaya kali ya. Kalau percaya bakal ilang ya ilang. Tapi kalau nggak percaya dengan nyuri-nyuri ngintip, nggak bakal ilang. Melatih kejujuran juga, hihihi... Aku nggak bisa bilang tips ini terbukti apa enggak. Hm, tapi emang baunya ilang sih. Tapi sebelum cuci tangan, emang baunya gak seberapa.

Silahkan coba sendiri deh ya! Hihihi...

Makan durennya disuapin.

Kalau ini dijamin, tanganmu nggak akan kebauan duren :P
Eh nggak juga sih, kalau disuapin tapi tetep megang-megang durennya.

Suka duren? Pernah coba cara menghilangkan bau durian seperti di atas?
Atau ada cara lain?




Tentang Museum dan Museum Keren #1

Apakah aku suka wisata museum? Biasa aja sih. Diajak ayo ayo aja, ikutan tur komunitas sejarah pun juga pernah, tapi senang sekali ke museum juga nggak juga. Karena... museum banyak yang membosankan!!!

Menurutmu gitu juga nggak?

Banyak yang menuliskan bahwa minat masyarakat terhadap museum itu masih rendah. Pada nggak punya apresiasi, ya aku juga gitu sih. Ya tapi gimana ya, wong museumnya aja begitu... Tapi lumayan oke lah ya kalau liat Museum Fatahillah di Kota Tua rame ABG gitu. Ya meski fungsi museumnya jadi berubah: untuk foto-foto.


Tahu nggak sih... lagi-lagi kalau liat museum nggak terawat bawaannya pengen ngumek-umek. #selalu. Brosur nggak ada, arah mengelilingi museum nggak jelas, pokoknya secara simpel bisa dibilang nggak menarik lah!

Padahal menurutku, museum itu harus menarik supaya pengunjungnya pun jadi tertarik untuk mempelajari koleksi museum tersebut. Pengunjung nggak perlu punya minat khusus mengenai spesialisasi museum itu, tapi dengan museum yang oke punya, mereka akan secara sukarela dan senang hati mempelajari isi museum itu. Setidaknya, sepulang dari sana ia bisa menambah pengetahuan.


Tak sekedar menambah koleksi foto di akun media sosialnya.

Dan museum kebanyakan malah bikin jadi nggak kepengen mempelajari apa isi museumnya. Males, jelek sih displaynya, ahahaha #pengunjungmuseumsongong

Paragraf-paragraf di atas kok rasanya pesimis tenan. Ada juga kok museum keren menurutku. Ada tiga museum yang pernah kudatangi yang layak menjadi museum keren:

1. Ullen Sentalu.
Salah satu bagian Ullen Sentalu. Di sana nggak boleh foto di dalam, jadi ya gitchu deh.

Museum ini terletak di arah Kaliurang dan isinya mengenai Kerajaan Solo-Jogja. Museumnya memang mahal, 25 ribu sekali masuk tapi terbayar, sih. Jujur aku blas gak paham mengenai keluarga-keluarga kerajaan situ dan meskipun setelah pergi ke sana aku pun tetep masih bingung, aku suka sekali ke museum ini. Ada guide yang mengantarkan kita dan menjelaskan isi dari museum itu. Museumnya seakan-akan terletak di bawah tanah gitu dan oke lah interiornya. Di akhir tur kita dikasih ramuan rahasia Kanjeng Ratu Mas. Coba deh ke sana kalau ke Jogja!

2. Museum Bank Indonesia (MBI)

Gak punya foto museumnya hihi...
MBI terletak di wilayah Kota Tua. Masuknya gratis tis tis. Ya dari namanya jelas lah ya ini berkenaan dengan uang. Menariknya di awal kita masuk di dinding ada gambar koin berjatuhan dan bisa kita tangkap di dindingnya. Di dalam dioramanya banyak display menjelaskan mengenai sejarah uang, komoditas ketika zaman penjajahan bagaimana. Bank gimana waktu jaman dulu. Ada ruang numismatisnya yang memamerkan uang-uang Indonesia berbagai era. Ada ruang khusus yang seakan-akan seperti ruang penyimpanan emas batangan. Terakhir ke sana ada alat yang digunakan untuk simulasi ATM untuk anak kecil, tapi waktu itu belum mulai berfungsi.

3. Besok aja deh!

Hihihi terusannya lanjut besok yaaaa! Capek ngeresais fotonya euy. *alesan*

Naaahh, teman-teman sekalian.
Ada yang hobi ke museum?
Suka nggak?
Kalau nggak suka, kenapa? Hihihi ^^
Ada nggak museum keren di daerahmu?



Vote lagi ya!
Dalam satu hari, satu akun bisa vote satu kali. Vote lagi dong. ;)



Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!


Lupa Makan

Seringkah teman-teman lupa makan?

Aku kadang-kadang iya. Lupa makan ini merupakan salah satu penyebab mengapa aku bisa se-mblegendong ini. Kelas lima SD aku punya berat sekitar 45 kilo, lulus SMP 57 kilo, lulus SMA 72 kilo, dan sekarang... rahasia. Mblegendong banget nggak tuh!

Mau ini T.T
Berkali-kali aku kegep sama mbakku, sambil makan kubilang, "Wuooo laper banget. Belum makan nih dari tadi pagi." Trus mbakku bilang, "Lha itu di cucian piring siapa?" Padahal di rumah cuma aku dan dia dan satu-satunya tersangka cuma aku. Dan kuingat-ingat lagi, aslinya memang aku sudah makan sebelumnya.

Aku lupa kalau aku sudah makan. Beneran. Dan rasa lapar itu pun juga tak hilang-hilang, uuu uuu... aku nggak tahu lupa sudah makan ini berkaitan dengan stres dan kepikunan atau tidak.

Yeh, itu sih lupa sudah makan. Bukan lupa makan.

Hemmm~
Kemarin aku mengalami lupa makan. Lupa kalau belum makan. Pergi seharian sampai rumah baru sadar aku belum masukin apa-apa ke perut kecuali empat teh botol dan setengah bungkus kacang. Belum makan nasi sejak lebih dari 24 jam sebelumnya.

Baru ngeh pantesan perutku perih sebentar siangnya. Jam 11 malam aku langsung makan, mana gak ada makanan. Untung saja ada soto hadiah lomba lalu, ahahaha, makanan aja hadiah yak. Biasanya meski aku lupa makan besar tapi ngemil jalan teruuus. Eh kok ya kemaren ngemil pun cuma dikit.

Dan nggak langsing-langsing juga sih aku meski suka lupa belum makan T.T

Tadinya aku mau posting yang rapi kok malah jadi cerita curhatan begini, hahaha!
Yowis gapapa lah yaaa...

Ada yang sering lupa makan juga?
Atau lupa sudah makan?
Cerita donggg ^^

Rawon Setan yang Mengecewakan

Percaya bahwa pendapatku begitu?

Sudah berapa lama aku mendengar istilah 'rawon setan' dari mulut orang-orang. Dan sungguh aku tak pernah benar-benar merisetnya. Yang kupikirkan kalau aku mendengar rawon setan ialah makanan khas Surabaya yang aku rasa pedesnya puooolll. Sebelumnya aku berpikir begitu.

Di Jakarta pun berseliweran tempat makan dengan menggunakan nama 'rawon setan' dan sama sekali aku tak tertarik. Aku lebih tertarik dengan french fries-nya McDonald's. Nah, baru kemarin aku ke Surabaya, aku mampir ke tempat rawon setan. Hm. Makan juga lah ya! Masa' cuma mampir. Rawon setan? Koyok opo se iku?

Tampak depan Rawon Setan.
Aku pikir tempat makan rawon setan itu ada banyak. Eh ternyata, "Ya cuma ada di Embong Malang, Mbak. Depan Jewe Meriot." Oke oke. Aku jalanlah berdua dengan Mbak Lis dari Tunjungan Plaza ke tempat rawon setan. Tempatnya mudah sekali ditemukan. Berjejer mobil parkir di depannya. Rupanya rawon setan yang asli itu ya hanya satu di Embong Malang itu. Tidak buka cabang, tulisannya.

Jebul, namanya Rawon Setan itu dikarenakan dahulu bukanya setelah jam 22.00, malam banget gitu. Jadi namanya Rawon Setan. Padahal siang kayaknya setan juga ada tuh, hihihi...

Dalamnya Rawon Setan.
Tempatnya tidak begitu besar. Dan kamu bisa milih duduk di antara tiga section. Di luar dengan udara Surabaya yang panas. Di dalam dengan kipas angin dengan udara Surabaya yang panas. Dan di dalam bagian satu lagi yang air-conditioned dengan udara Surabaya yang panas juga. Tadinya aku pilih di tempat yang ada AC-nya, eh panas juga. Akhirnya pindah yang tanpa AC.

Mbak Lis makan banyak bener...
Setelah kami duduk, sekonyong-konyong, mas-mas pelayan datang menghampiri kami. Mbak Lis memesan dua rawon pisah, satu teh botol, dan teh manis panas. Liat aja itu di foto. Banyak banget gilak dia makannya! Aku? Oh, aku nggak makan. Diet.

Bohong.

Kalau yang belum tahu rawon, ini namanya rawon.
Ini namanya nasi dikasih bawang goreng.
Setelah menguping pembicaraan di kasir oleh si penjaga kasir dan pembeli dan harganya wawww, aku pun mulai makan. Rawon Setan ini sangat encer, berbeda dengan buatan Mbak Lis yang tidak terlalu encer. Di permukaan kuahnya terdapat bagian kuah yang bening dan kurasa itu terlalu tebal. Mungkin yang pintar masak tahu sebabnya.


Potongan dagingnya besar-besar. Dan yang kudapatkan dari mangkok rawonku, aku hanya menemukan tiga potong daging yang benar-benar daging. Lainnya bagian sapi yang aneh. Jeroan dan semacamnya. Aku gilo sama jeroan, jadi kusisihkan jeroannya.

Well yeah, aku tak berbohong dengan judul postinganku ini. Aku kecewa dengan rawon setan ini. Baunya sangat prengus dan mengingatkan dengan Shirley di rumah. Aku nggak tahu apa aku yang nggak punya lidah yang oke, apa aku normal. Rasane biasa wae ki. Anehnya Rawon Setan ini sebegitu populernya hingga ada jargon, "belum ke Surabaya namanya kalau belum coba rawon setan."

Ya akhirnya aku sudah pernah ke Surabaya. Baru sekali ini aku ke Surabaya.

Mendengar meja sana-meja sini rupanya bisa memesan rawon yang isi daging saja. Tapi sayangnya, masnya tidak menawariku rawon daging thok. Ya mana aku kepikiran kalau bakal ada jeroannya.

Banyak foto artis yang ditempel di dinding. Diam diam merayap.
Harganya sakjane yo normal sih. Satu mangkok rawon pisah dihargai 25.000 dan teh botol 4.000. Mendingan beli empal gentong dengan harga segitu yang jelas enaknya. T.T

Tapi ya... dunia ini hanya senda gurau. Biarkan kutertawa setelah mencoba rawon yang mengecewakan ini. Menyesal tak ada gunanya. Toh rasa penasaranku sudah hilang ini. Kalau belum kucoba, masih bercokol pasti di dalam hatiku.

Yaaaa tulisan ini tentu saja opini pribadiku. (Emang ada yang ngira ini opini Angelina Jolie? Atau Shirley?) Kalau mau coba ya silahkan, kalau tidak jadi tertarik lagi karena terpengaruh dengan tulisanku berarti tulisanku keren ya. Kalau tidak mau coba ya silahkan.


Vote lagi ya!
Dalam satu hari, satu akun bisa vote satu kali. Vote lagi dong. ;)


Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/

Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!

Antara Kopi Darat, Miss Photogenic, dan Nama Bluetooth

Kalau tidak salah hitung, kopi darat dengan seorang blogger kemarin merupakan pertemuanku dengan blogger yang kesembilan.

Kali ini, aku bertemu dengan seorang blogger imut dan cantik (bayar seratus ribuuu mbakkk!) bernama lengkap Niar Sri Sadono Ningrum. Mbak Niar ini sebenarnya seumur denganku, ia hanya lebih tua dariku beberapa bulan, tapi tetep aja dia keukeuh panggil aku mbak! Huh. Bete! Panggil bude, dong! *eh*

Yang aneh dari pertemuanku dengan Mbak Niar ini adalah bahwa beberapa hari sebelumnya kami berusaha untuk bertatap muka via webcam tapi entah koneksi lemot atau apalah itu, kami gagal terus untuk bertemu virtual itu. Eh, malah kesampaian bertemu langsung. Hihihi...

Ini dia Mbak Niar, kalau yang belum tahu. Hehehe maap ya tone-nya agak aneh :P
Sebelumnya sempat ngobrol via internet kalau tempat kerja Mbak Niar tak jauh dari Masjid Agung dan kebetulan aku sedikit tahu dari daerah sana dan direncanakanlah kami bertemu di CITO, City of Tomorrow.

Tonenya beda, au ah...
Mbak Niar bilang bahwa ia akan memakai baju merah dan kami janjian di foodcourtnya. Aku sampai CITO sekitar jam 11.45 dan beberapa menit kemudian Mbak Niar datang. Impresi pertamaku melihatnya, "Sumpahhh yaaa, beda banget sama di foto!" Maaf ya mbak, ini jujur. Hihihi... Aku jadi teringat pendapat Pakde saat melihat Mbak Niar di postingan Mbak Niar yang Kopdar Galaxy. Bener-bener Miss Photogenic deh Mbak Niar itu.


Sebelum Mbak Niar dateng, aku sedikit deg degan dan was was. Bagaimana kalau... bagaimana kalau...?  Eh ternyata bagaimana kalau tadi tidak apa-apa. Mbak Niar orangnya supel banget dan ramah. Ia bisa memulai percakapan dengan asyik.

Ngomongin apa aja ya? Banyak!

Ngomongin blogger lain? Banyak!

Yaaa, kalau bersin-bersin dan kedutan berarti kita omongin. Huahaha...

Liat rasio besar tanganku dan Mbak Niar. 1:3. Ngaco. 1:6 kali...
Bisa dibilang kopdarku kali ini adalah kopdar yang paling narsis. Lebih dari 1500 foto dijepret dalam pertemuan kami ini. Ahahaha, serius lo 1500? Nggak lah! Ya pokoknya banyak deh. Terhitung lima kamera membidik muka kami yang imut ini. Kameraku, kameraku, hapeku, hape Mbak Niar, dan hape Mbak Lis. Oh ya, kopdar kali ini aku ditemani Mbak Lis. Kalau belum pernah liat Mbak Lis ada di postingan: I Am Old Scout (Praja Tua Karana)

Kemudian Mbak Niar memintaku untuk mengirimkan foto kami yang ada di hapeku via bluetooth.
Mbak Niar: "Punyaku gagal koneksi."
Aku: "Hmmm..." *dalam hati: belum kefind kok hapenya, masak ya gagal koneksi*
Mbak Niar: "Nama blututku 'gagal koneksi'
Aku: "Owalahhhh itu tenan namanya tho @_@"

Jadi... nama bluetooth dia: gagal koneksi
Nama bluetoothku: Tebak HP Siapa

Waktu kemarin aku ke Surabaya, aku merasa waktu di Surabaya itu berjalan begitu lambat. Tapi waktu kopdar sama Mbak Niar ini 100 menit berasa cepat sekali. Hihihi...

Udah sok sok ngejauh dari lensa, eh ternyata masuk sebenarnya di frame @_@

Sayang sekali Mbak Niar harus kembali bekerja karena jam istirahatnya habis hihihi. Maaf ya mbak aku makan jagung dan minum mocha float di depan mbak, wkwkwk.

Hihihi ya sudah deh! Semoga kita bisa bertemu lagi ya mbak hihi. :)
Message buat Mbak Niar: Sik ya mbak, fotonya belum tak masukin kabeh di komputer hihi, insyallah segera kukirim via e-mail.


Mencicipi Cookies dari Mrs. Fields

Bagiku, makan cookies Mrs. Fields itu seperti nostalgia masa kecil.

Dulu, ingat sekali aku, kadang aku, ibu, dan ayahku pergi ke Plaza Senayan. Tak kerap memang. Namun, kalau ke sana kami sering membeli cookies di booth Mrs. Fields. Sekarang tokonya sudah tak ada di sana setelah krisis moneter 1998 lalu. Tapi aku ingat, tokonya letaknya di tempat yang sekarang menjadi McDonald's di foodcourt Plaza Senayan.

Bungkus Mrs. Fields yang aku beli tadi di Citraland.

Karena aku suka sekali Mrs. Fields, aku pernah bela-belain keluar penginapan sendirian waktu umur 12 tahun di Singapore buat beli sebungkus Mrs. Fields doang padahal jaraknya lebih dari dua kilo kali. Atau kemarin di HK, rela muterin stasiun Tsim Sha Tsui buat beli cookies doang, hehe makasih ya Bellita udah nemenin. ^^

Baru-baru ini di supermarket di Jakarta pun sudah dijual Mrs. Fields yang sudah dipack rapi. Bukan yang fresh dari panggangan. Tapi rasanya beda. Agak-agak kimia gitu. Dua kali beli, aku pun kapok untuk membelinya lagi.

Dus Mrs. Fields yang aku beli di Stasiun Tsim Sha Tsui, HK.
Produk utama Mrs. Fields yaitu cookies. Rasanya bervariasi dari oatmeal raisin, white chocolate macadamia nut, triple chocolate cookies, ada yang ditaburi perfetti, ada yang diberi smarties. Menurutku sih enak semua. Meski begitu, Mrs. Fields juga punya produk lain seperti cake dan muffin.

Cookiesnya pun ada dua jenis. Cookies dan nibblers. Cookies ini ya cookies ukuran normal. Sedangkan nibblers merupakan sebutan minicookies-nya Mrs. Fields. Hari ini aku beli nibblers dua puluh buah seharga 39.000. Mahal sih... tapi sekali-sekali tak apa 'kan?

Papan harga Mrs. Fields.
Aku bandingkan harga Mrs. Fields di Indonesia dan di Hong Kong ternyata lebih murah di Indonesia. Tapi tetap saja mahal. Sebiji 1.000 perak kek! Tiga bulan lalu, aku membeli selusin nibblers di Stasiun Tsim Sha Tsui sekitar 40.000 rupiah kalau dikursin. Di sini dua puluh untuk 39.000. Tapi ya packaging-nya bagusan di HK. Di sini pakai kertas. Di sana ada dusnya dan dalamnya diberi plastik.

Daster gue nampang.
Tapi rasanya sama sih... hihihi ya iyalah. Dan beda banget sama yang udah dipack dijual di supermarket. Karena ditambahi pengawet kali ya.

Awalnya aku menemukan Mrs. Fields waktu aku mau cari sesuatu di Watsons Citraland. Eh nemu Mrs. Fields yang baru buka dua minggu kemudian. Baru kesampaian tadi ke sana. Dan beli deh. Aku kira cabangnya baru di sana aja. Eh ternyata sudah banyak.

Pengen semuaaa :9
Sakjane sih ya, bikin cookies sendiri itu gampang. Pernah bikin tapi lali hihihi. Asal dibanyakin Wijsman (butter-nya), pasti enak dan wangi tuh. Tapi ya, males is males. Asikan dibikinin dan beli, hehehe. Apalagi kalau dibeliin Mrs. Fields (kok malah koyok postingan promo ki), soalnya cookies-nya itu soft-baked, jadi nggak keras.

Nibbler.
Ah ya... meski enak, tapi harganya nggak murah banget dan jauh pula tempatnya. Kapan-kapan lagi deh belinya. Kalau makan sering-sering pun kan jadi nggak enak kan? Malah cepat bosan.

Hihihi, ada yang suka cookies kah?
Atau ada yang ngga suka?
Bingung aku kalau ada yang nggak suka @_@
Eh tapi kalau nggak enak nggak suka wajar sih. Hihihi...


Store Mrs. Fields di Indonesia bisa dilihat di:
http://www.mrsfields.com/stores/index.mfc?page=1&count=20&country=INDONESIA


Hehehe, lagilagi.
Vote ya! Vote dalam satu akun bisa untuk satu suara dalam sehari.



Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!

Tadi aku stres, trus foto beginian. Ahahaha!


Aku Bertemu Blogger's Block

Aku bingung kenapa lima hari terakhir ini aku nggak bisa nulis apapun di compose postingan. Karena kesibukan di dunia nyata? Nggak blas. Nggak punya ide? Nggak juga.

Judul sudah kutulis, hanya saja bagian body, aku tak tahu mau nulis apa untuk kata pertama. Kalau mood boleh disalahkan, aku lagi nggak mood nulis. Kalau blogwalking sih masih jalan, meski gak seintens biasanya.

Kenapa Shir? Lagi nggak mood ya? Kok matamu udah item aja. Perasaan kemaren pink.

Pernah nggak sih, Anda sudah membuka bagian tempat compose blog, kepengen nulis, tapi tiba-tiba blank? Atau postingan terakhirmu sudah sebulan dan kamu nggak punya ide untuk mengisi blogmu?

Itu namanya blogger's block.

Sepertinya aku bertemu dengannya.

Aku sendiri bingung, sejak September lalu, aku tak pernah tak menulis blog hingga kosong empat hari begini, hihi ^^ Pasti adaaa aja ide yang bisa dikeluarkan. Sekarang sih banyak juga. Tapi nggak tahu mau nulisnya piye @_@

Ada beberapa alasan yang menyebabkan blogger tak membarui blognya:

1. Nggak ada waktu dan energi. Ya, sibuk gitu. Ya kerjaan, sibuk mengurus anak, bisnis, dan lain-lain.
2. Nggak ada ide menulis.
3. Sarana yang kurang mendukung. Rebutan komputer (kok gue banget ya ini hihi) atau internet lemot.
4. Keadaan darurat. Misalnya ada keluarga dekat yang meninggal, sakit, dan lain-lainnya pikir dewe.
5. Liburan~ pergi~ lalalala~
6. Suasana yang kurang mendukung. Mau ngeblog, tetangga lagi berantem, berisik deh. Atau ada kucing kawin berisik. Keganggu deh.

Kalau ada yang lain, tambahkan ya ^^

Dan sebenarnya ya, kalau dasar niat mau apdet blog, nggak perlu lah alasan-alasan yang tadi, hihihi. (Tuh Unnn, gak perlu tuhhh.) Kalau diliat dari waktu apa iya nggak ada blas barang tiga puluh menit untuk menulis. Ide? Banyak kok di sekeliling kita ide-ide beterbangan. Tinggal ditangkap aja. Sarana? Banyak.

Tapi gimana dong ya, untuk memulai menulis postingan lagi?

Satu-satunya cara adalah membaca. Iqra.

Browsing di internet, nonton youtube, juga termasuk 'membaca'.

Membaca ini nggak melulu membaca teks dari buku atau membaca tulisan di internet. Tetapi juga membaca perilaku orang, membaca lingkungan sekitar, membaca interaksi antar hewan, membaca pikiranmu sendiri, dan masih banyak yang lainnya.

Membaca yang ini membaca dalam arti luas. Membaca, mengamati, melihat, menyimak, mendengar, merasakan, kalau lebih jauh, meneliti. Itu juga membaca.

Dengan 'membaca', insyallah terbebas dari writer's block atau untuk khususnya di blog, blogger's block.

Maaf ya kalau kemarin-kemarin nggak ada postingan baru. Aku tahu kalian menantikan postinganku. (Ehhh ini apa-apaan ada yang lempar kardus sepatu Yongki Komaladi). Hehehe, piss ^^ Semoga besok-besok bisa update ini blog secara reguler lagi. ^^


Hehehe,
vote lagi ya! :)




Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!

Got This #14 Dis-Ass-Ter and I'm Happy!

Huihiw, hello... aku mendapat tag dari Mas Urkhan tiga puluh lima hari lalu dan baru akan kujawab sekarang. Hehehe, maaf ya mas, sesama punya nama depannya U ini. *njuk ngopo* Oh iya, baru kuketahui ternyata Mas Urkhan ini lahir di tahun yang sama denganku (oke aku ngaku, aku bukan 17 tahun) dan lahir di kota yang sama. Rupanya pun kakeknya seorang penulis, kakekku juga. Ada sedikit kesamaan. Hehe ^^ 
Nah itu intronya. Mari segera kulanjutkan games ini.

Pertama, Mention who I am in 14 words!
Ah, mau tau aja lo mas...
Peace. Hm apa ya.
Ini: Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una, Una. Yap sudah 14 kata. Aku takut aku sebutin sifatku besokannya berubah.
Ngeles, bilang aja narsis, huuu...

Kedua, ini questions-nya:
1. Nama lengkapmu siapa?
Mau buat apa? Mau digoogling ya? *plak*
Nama lengkapku                                   .
Hanya orang beriman yang bisa membaca teks di atas.

2. Jika namamu berupa singkatan, singkatan apa namamu itu?
Straw. Hehehe, ngarang rapopo yo...

3. Pengalaman terindah di facebook?
Bisa mainan Pet Society pake cheat. Duitnya langsung banyak, paw pointsnya juga. Pet-ku sering jadi nomor satu di apps Pet Society beberapa kontak.
Apalagi ya, mungkin waktu ngedeaktif-in akunnya itu.

4. Tokoh kartun yang menggambarkan kamu banget?
Betty Boop. Sebenarnya aku nggak tahu sifat Betty gimana. Tapi aku sering disama-samain sama dia.

http://www.bettyboop.com/
Tadinya mau bilang Shirley. Tapi kan Shirley bukan kartun tuh :P

5. Alat doraemon yang kamu mau, kenapa?
Kantong ajaibnya lahhh. Kan bisa ngeluarin apa saja...
Nggak mau rugi hihihi!

6. Jogja atau Barcelona? kenapa?
Barcelona.
Jogja udah pernah. Bosen. Lahir di sana, pernah tinggal di sana beberapa tahun. Ibuku dari sana. Bapakku juga. Sering ke sana. Cinta pertamaku juga di sana. *eh*
Oke stop.


7. Kamu dapat kesempatan jadi bos sehari, perusahaan apa yang mau kamu pimpin?
Opo yooo, hmmm, Mattel kali!
Aku mau ambil banyak Barbie, buat kubagi-bagi dan koleksi di rumah.
Sama hotwheels juga, mau buat aku mainan di rumah.
Sama pollypocket juga.
Trus, 80% sahamnya dialihmilikkan jadi milikku. Maunyaaaa...

Barbie Teresa - dressed by Jane
http://www.flickr.com/photos/54114448@N05/5267490148/
Teresa nih gue banget.

8. Jika kamu Superman, siapa yang akan kamu selamatkan duluan?
Mary Jane. Eh itu tokoh di Spiderman yak... @_@

9. Jika diberi kesempatan cuma sekali ketemu, mau ketemu siapa? Mau ngomong apa?
Sama dia.
Mau ngomong, "aku suka sama kamu."
Jyaaah, sok iye banget. Padahal mah gak ada ide jawabnya mau ketemu siapa.

10. Masakan ibu yang paling disukai apa?
Apa ya. Nggak kepikiran je.
Soalnya suka semua, hehehe... :P
Aku suka lasagna ibu, schotel ibu, cheese cake ibu, nasi goreng ibu (ibu kalo bikin nasi goreng aneh, suka pake jahe), mbuh ah... masih banyak.

11. Kamu berkesempatan menjadi artis film, kamu mau main di film apa?
Shaun the Sheep the Movie kalau ada, hihihi...


12. Idola yang paling enggak mau kamu contoh/ ikutin?
Nggak tawuuuu T.T

13. Apa yang kamu suka (banget) dari sebuah blog?
Tampilannya enak dilihat. Tulisannya enak dibaca. Baik dari cara menulisnya maupun fontnya.

14. Apa yang menurut kamu annoying dari sebuah blog?
Verifikasi komentar. Iklan floating. Tulisan disingkat-singkat. Background berwarna gelap. (Hehehe, IMHO.)



Hmmm, aku lagi senang nih! Soalnya Mbak Nurmayanti Zain menuliskan postingan tentangku, hihihi. Keren sekali tulisannya! Aku tertawa sekaligus terharu membacanya. Bisa dibaca post-nya di Una Vida Escrita de la Una. Silahkan klik! ^^


Dan lagi lagi hihi!
Kalau luang vote aku lagi donggg,
*senyum manis dikulum*



Click bannernya atau ke thebobs.com/english/category/2012/best-blog-indonesian-2012/
Login with your FB/Twitter/OpenID account.
Click vote now on my blog: Una Vida Escrita de la Una
Thank youuu!

Hug Hug Kiss Kiss!